Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan

Bukti Transfer Palsu dalam Modus Penipuan

Bukti transfer palsu biasanya digunakan dalam berbagai modus penipuan. Kali ini kami akan menceritakan pengalaman kami sendiri. Semoga ini menjadi pelajaran yang dapat diambil hikmahnya bukan hanya untuk kami pribadi tetapi juga Anda yang mungkin sedang menjalankan usaha atau beriklan.

Kejadian bermula ketika kami menawarkan rumah untuk disewa. Rumah ini milik orang tua dan setelah diiklankan, cukup banyak peminatnya. Alhamdulillah.

Salah satu peminat untuk menyewa rumah tersebut mengaku bernama Haji Muhajir. Kronologi secara lengkapnya saya coba ceritakan sebagai berikut.


Awal Cerita: Calon Penyewa Rumah

Pagi hari, kami mendapat SMS dari Haji Muhajir dan meminta untuk ditelpon balik. Kami menghubungi lewat WhatsApp dan beliau mengaku rumah tersebut akan dikontrak untuk anaknya (sudah berkeluarga) yang sedang berada di Banjarmasin. Beliau juga bercerita macam-macam. Suaranya berat, renyah dan sangat ramah. Foto profilnya pun terlihat meyakinkan dan mendukung. Sekilas, tidak ada yang aneh. Kami belum merasakan kecurigaan apapun.

Haraga sewa rumah awalnya adalah Rp 8,5 juta per tahun. Tapi bisa juga dibayar per bulan dengan harga sewa Rp 750ribu per bulan. Kecurigaan kami bermula ketika beliau menawar harga sewa menjadi Rp 8 juta per tahun, dan ingin langsung menyewa selama 2 tahun sekaligus. Jadi, totalnya Rp 16 juta.

Perlu saya ceritakan bahwa semua komunikasi kami dengan beliau hanya lewat WhatsApp call dan menggunakan nomor yang memang biasanya kami pakai untuk berjualan. Pesan lewat teks hanya sekali saat beliau mengirim SMS pertama kali.

Saya pikir, "Kok ada ya, orang yang belum lihat rumahnya tapi langsung mau bayar uang muka?"

Waktu itu kami hanya mengira, mungkin agar iklannya segera kami turunkan dan rumah tidak disewa oleh orang lain. Hati ini masih berprasangka yang baik-baik. Kami kirimkan nomor rekening saya (BCA) dan Haji Muhajir menyanggupi untuk mengirim uang mukanya sebelum siang. Kami juga tidak menetapkan uang muka / panjar. Intinya terserah mau transfer berapa pun.


Meminta Nomor Rekening BNI

Siang harinya, Haji Muhajir menelpon via WhatsApp lagi. Beliau tanya apakah saya punya rekening lain, karena beliau akan mentransfer uangnya dari BNI dan mengirim bukti transfer dari ATM. Di sini percakapannya mulai agak aneh. Saya tidak bisa jelaskan, hanya sekadar feeling saja, sepertinya ada yang tidak beres. Saya kirim nomor rekening lain (BRI, pinjam punya abang), dan beliau menyanggupi. Beliau juga meminta foto kuitansi bukti pembayaran. Hingga saat ini, kuitansi sebagai bukti pembayaran tersebut tidak saya tidak kirimkan.

Sekitar jam 2 siang, beliau kirim sebuah foto bukti transfer seperti di bawah ini.

bukti transfer palsu untuk penipuan


Sekilas, bukti transfer tersebut memang terlihat meyakinkan. Tapi kami cek, uang belum masuk. Jadi saya tidak balas apa-apa ke beliau. Tak lama, beliau kembali menghubungi, mengatakan kalau uangnya sudah ditransfer, dan kembali meminta foto kuitansi pembayaran. Kami hanya bilang, oke nanti kami kirimkan jika uang sudah masuk. Dalam hati saya, “Tajir amat yak ni orang, DP-nya 6 juta padahal belum kenal, belum lihat rumah, dll”


Keramahan yang Berbisa

Bisa saya ceritakan, beliau super duper ramah. Setiap percakapan dimulai dan ditutup dengan “assalaamu’alaykum warohmatullah wabarokatuh” yang fasih, lengkap dengan “Masya Allah”, “Barakallah”, “Alhamdulillah”, dan berbagai nuansa relijius dan berpendidikan lainnya di sela-sela obrolan. Alhamdulillah walau berbisa, racun tersebut mental karena kuasa Allah juga. Kami tetap tak bergeming, menunggu uang masuk dulu baru lanjut ke proses berikutnya.

Sekitar jam 5 sore, uang sejumlah Rp 6 juta tak kunjung masuk. Kami lihat-lihat lagi foto tersebut. Istri sudah mulai searching di Google mengenai bukti transfer palsu yang digunakan untuk menipu. Melihat ada yang janggal, saya coba kontak Sari, teman saya yang bekerja di BNI. Sari bilang, dilihat dari log host (saya kurang paham artinya, mungkin semacam histori di mesin ATM),  bisa dikonfirmasi bahwa bukti transfer tersebut PALSU bin BODONG.


Bukti Transfer Palsu. Lalu?

Kami tidak tahu bagaimana modus / kelanjutan dari proses percobaan penipuan ini. Haji Muhajir terlalu sibuk dengan korban lain, mungkin. Dia tidak balas WA kami lagi. Kami sempat baca-baca kisah serupa, korban biasanya digiring menuju ATM dan saldonya dikuras dengan modus penipuan via telpon pada umumnya.

Kisah ini menyuruh kami berintrospeksi. Boleh jadi ini peringatan dari Tuhan, apakah di makanan kami ada terselip sumber yang kurang berkah? Apakah kami tak sengaja pernah “memperdaya” orang lain? Berbuat dzalim pada pelanggan atau rekan usaha? Astaghfirullah. Semoga dosa kita semua diampuni olehNya.

Akhir kata, untuk semua yang masih mencari jalan tidak baik semacam ini, pesan kami: bertaubatlah. Semoga Tuhan Memberi Anda semua hidayah dan mendapatkan rizki halal untuk keluarga. Apalah yang saudara dapat dari menipu kami.

Industri Perbankan yang Terdisrupsi

Apakah kita saat ini masih memerlukan bank? Mungkin dengan cara pandang konvensional, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah “Ya, kita masih memerlukan bank”. Mari kita bahas satu per satu fungsi bank yang semakin tergerus dengan adanya fintech company atau jalan lain dengan muara yang tak jauh beda.

Apa itu Fintech Company?

Sebelum kita masuk ke alasan mengapa fintech dapat menggoyang industri perbankan, terlebih dahulu kita bahas apa itu fintech. Menurut Bank Indonesia, fintech atau financial technology adalah hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat, yang awalnya dalam membayar harus bertatap-muka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan transaksi jarak jauh dengan melakukan pembayaran yang dapat dilakukan dalam hitungan detik saja.

Menurut Bank Indonesia pula, fintech dibagi ke dalam empat kategori besar, yakni (1) payment, clearing, and settlement, (2) e-aggregator, (3) risk management and investment, (4) peer to peer lending.

uang receh


Bank sebagai tempat meminjam uang (sumber hutang)

Pada kenyataannya, bank tak lebih dari sekadar “lintah darat berdasi dan tersertifikasi”. Mungkin memang tak nyaman buat didengar, tapi itulah realitanya. Bank memerlukan jaminan, entah itu sertifikat tanah, BPKB, atau barang berharga lainnya. Dalam menagih, bank tak ubahnya rentenir yang menyewa “perusahaan” pihak ketiga untuk melancarkan intimidasi mulai dari yang lemah lembut hingga yang berujung pada kekerasan.

Bedanya, bank lebih pintar. Bank tak akan meminjamkan orang yang memang tak mampu membayar, ditambah kepastian bahwa barang agunan akan jauh lebih tinggi nilainya dibanding nilai pinjaman.

Di sinilah peran fintech sebagai p2p lending company. Beberapa UKM sebenarnya sangat-sangat potensial dalam bertumbuh, namun tidak cukup kuat jika ingin mengajukan modal ke bank. Sedangkan kalau mengajukan ke fintech company, kemungkinan modal (yang kecil) dapat didapat dengan jaminan “kepercayaan” sahaja. Mungkin UKM nya kurang seksi di mata bank, tapi cukup prospektif jika dilihat dari kacamata investor langsung. Dengan adanya fintech company, maka kebutuhan dunia permodalan bisa sedikit terakomodir.

Bank sebagai tempat menabung

Nyatanya, bilai dihitung dengan lebih seksama, tak ada orang kaya yang menabung terlalu banyak di bank. Rugi. Cara terbaik agar uang menjadi berlipat adalah menggunakan uang untuk kegiatan bisnis. Bukan sekadar mengharap bunga bulanan (terlepas dari riba dll), karena valuasinya kecil. Di sinilah banyak fintech company mengambil potongan pie, membuat instrumen investasi yang return-nya lebih besar dari deposito sekalipun, yang tentu dibarengi dengan risk yang lebih besar.

Bank sebagai penyedia layanan transaksional

Lagi-lagi dengan kehadiran fintech company, sebagian porsi fungsi bank yang ini bisa tergantikan. Bayar tagihan air, listrik, internet, kirim uang, beli pulsa dan sejenisnya, tak butuh bank lagi. Menurut data tahun 2017, orang Indonesia yang memiliki akses ke bank tak lebih dari 50 persen. Artinya, lebih dari separuh masyarakat negara ini masih mengandalkan cara-cara jadul dalam bertransaksi. Entah itu menggunakan uang tunai, via kasir minimarket, atau cara konvensional lainnya.

Bank sebagai issuer kartu

Ini agak aneh, karena sebetulnya ada beberapa company yang punya kapabilitas untuk menjadi issuer kartu, baik itu kartu untuk uang elektronik, atau kartu kredit. Tak melulu harus via bank. Karena regulasilah yang membuat kita harus “berurusan” dengan bank, dan ini sebentar lagi akan bergeser.

ATM kan masih dimiliki bank?

ATM-nya mungkin iya, tapi jaringan distribusi uang tunai tak melulu harus lewat kotak berkaca yang di dalamnya ada AC 1/2 PK penghabis listrik, ditambah “juru parkir” ilegal. Kita bisa rasakan bahwa uang tabungan kita masih bisa digunakan tanpa harus pergi ke ATM. Paradigma penggunaan uang elektronik seakan mengesampingkan peran dari uang kertas yang (meminjam istilahnya PM Malaysia) hanya jadi sekadar toilet paper.

Jadi, kita sebetulnya tak butuh-butuh amat dengan bank. Keamanan berinvestasi, kemudahan pengajuan modal, keuntungan yang kompetitif, semuanya pada akhirnya akan tergantikan seiring waktu. Tentu pendapat ini hanyalah pendapat pribadi. Pinjam modal (hutang) untuk usaha tak melulu harus lewat bank, karena kalau jaringan pertemanan sudah luas, kita bisa cari investor dari kalangan sendiri. Selain lebih fair, dengan memotong “jalur distribusi” maka harapannya kita tidak keluar biaya ekstra untuk “broker” alias makelar dalam wujud bank.

Pada akhirnya, Bank hanya akan menjadi sebuah lembaga obsolete seperti kantor pos, yang ketika dia tidak turut berevolusi dan hijrah untuk berbenah, maka lambat laun fungsinya akan tergeser sedikit demi sedikit. Mungkin tidak sepenuhnya tergantikan, tapi minimal terdisrupsi.

Tazkiyah, Aplikasi POS Berbasis Web Gratis dan Open Source

Aplikasi POS (Point of Sale) atau yang biasa disebut dengan aplikasi kasir adalah sistem atau program khusus yang ditujukan untuk mencatat penjualan retail. Aplikasi atau program POS banyak digunakan di cafe, minimarket, warung kelontong, dan usaha sejenisnya. Selain mempermudah pemilik usaha dalam menjalankan bisnisnya, aplikasi ini juga mempermudah pekerjaan kasir dalam penghitungan total pembayaran yang dilakukan oleh customer.

screenshot aplikasi pos berbasis web gratis dan open source


Memperhatikan kebutuhan aplikasi Point of Sale yang tinggi, kami mengembangkan sebuah aplikasi POS sederhana berbasis web, dengan memanfaatkan framework Yii 2. Aplikasi POS ini kami beri nama "Tazkiyah", yang secara bahasa berarti tumbuh dengan suci dan berkah. Saat ini aplikasi tersebut memang sedang dalam pengembangan dan belum selesai 100 persen. Kami menggratiskan kode sumbernya (dengan lisensi BSD 3), begitu pula versi Androidnya.

Beberapa fungsi dasar dari aplikasi ini antara lain :

Produk dengan Varian / Atribut

Produk dapat memiliki variasi atau atribut khusus, semisal bila Anda menjual nasi goreng, maka dapat dibedakan harga untuk nasi goreng biasa dengan nasi goreng seafood (misalnya). Atau bila menjual kentang goreng, maka dapat dibedakan harga untuk ukuran regular dan extra. Ini termasuk kombinasinya, misal roti maryam dapat dibedakan berdasarkan ukuran, maupun isinya (daging ayam, sapi, dll), sehingga nantinya akan ada roti maryam regular isi daging ayam, atau roti maryam ukuran jumbo isi sosis keju.

varian produk di tazkiyah pos

Seratus Persen Online

Anda dapat menyiapkan server tersendiri, dan memiliki sejumlah usaha di lokasi yang berbeda. Semuanya terhubung via internet. Kekurangannya tentu masalah koneksi internet akan menjadi pos pengeluaran tersendiri. Namun data Anda akan selalu tersimpan di sisi server, dan dapat diakses dari mana saja. Anda pun bisa mengetahui apakah usaha Anda di Makassar berjalan baik, saat ini juga.

Basis Data Pelanggan

Catat loyalitas setiap pelanggan dengan mendaftarkan nomor telepon seluler mereka. Kini Anda dapat mengetahui ada seseorang yang setiap Sabtu malam datang ke cafe Anda, memesan menu yang selalu sama.

Login Pegawai / Kasir

Masing -masing pegawai dapat memiliki akses yang berbeda. Ini berguna untuk melakukan verifikasi isi uang kas saat shift kerja berakhir.

Diskon dan Pajak, dari Persentase dan Nilai

Penerapan diskon dapat dihitung dari masing-masing item, maupun dari subtotal, baik dari nilai langsung (misal Rp 10,000) atau dari persentase (misal 9%).

Catatan Tambahan per Produk

Masing-masing pesanan dapat ditambahkan catatan opsional, misal untuk produk jus buah dapat diselipkan catatan dapur "tidak pakai susu", dan sebagainya.

Fitur lainnya yang masih akan dikembangkan antara lain : sinkronisasi apabila putus koneksi, cetak struk ke berbagai tipe printer, termasuk penggunaan kartu kredit dan debit. Untuk melihat apa yang telah kami kerjakan sejauh ini, Anda bisa melihat link menuju kode sumber aplikasi POS ini di https://github.com/prabowomurti/tazkiyah-pos, dan link menuju kode sumber aplikasi POS client di Android di https://github.com/prabowomurti/tazkiyah-pos-android.

Demo

Untuk demo menuju page operator, Anda bisa masuk ke http://tazkiyah.muhajirin.net/operator dengan menggunakan username demo.operator@muhajirin.net dan kata kunci : demo.operator. Silakan berkontribusi di halaman Github untuk membuat issue seputar bug, atau usulan saran fitur selanjutnya. Silakan tinggalkan komentar jika ada yang ingin Anda tanyakan.

Demikian, semoga bermanfaat.

PS : Mohon maaf karena keterbatasan performa server kami, untuk sementara website demo belum dapat diakses. Terima kasih.






Akad Kredit KPR BTN Syariah (Seri 3)

Di kesempatan sebelumnya kita sudah sama-sama belajar tentang KPR BTN Syariah, mulai dari syarat-syarat kpr, hingga mencakup biaya-biayanya (silakan baca artikel seri sebelumnya). Jika semuanya telah selesai, tibalah saatnya penandatanganan akad kredit di Bank. Intinya, akad kredit adalah penandatanganan perjanjian antara bank, nasabah, dan developer/penjual rumah dalam rangka penyelesaian pembiayaan / KPR. Kita resmi menjadi pemilik dari rumah tersebut, dengan status cicilan, tentu saja.

Baca juga : KPR di Bank BNI Syariah

Apa yang dibutuhkan pada saat akad kredit KPR?

Jika Anda sudah berkeluarga, baik suami dan istri harus hadir dalam akad kredit. Selain itu, dibutuhkan materai nilai Rp 6000 yang banyak (sekitar 20 lembar). Sebelumnya, lemaskan jemari Anda karena diperlukan tanda tangan yang banyak pula. Selebihnya, siapkan mental saja, karena dengan selesainya akad kredit, maka resmi pula kita menjadi "penghutang". Selamat tidak bisa tidur nyenyak. :D

Pengertian Akad Murabahah dan Akad Wakalah (Wakil)

Akad kredit bank syariah secara umum terdiri dari dua akad yaitu murobahah dan wakalah (wakil). Akad murabahah, sederhananya adalah perjanjian jual-beli antara bank dan nasabah (kita), dalam hal pembelian rumah. Bank sepakat untuk menjual rumah dengan harga tertentu, dan kita sepakat untuk membelinya dengan harga yang disepakati. Di dalam akad kredit KPR juga terdapat rincian mengenai jumlah total pinjaman, harga rumah, alamat/lokasi, tanggal jatuh tempo, jangka waktu pembiayaan, cicilan per bulan, denda bila terjadi tunggakan, termasuk pasal-pasal mengenai pembayaran ekstra (akan terlihat pada gambar-gambar berikut).

Akad wakalah, pengertiannya adalah perjanjian antara bank dan nasabah, di mana nasabah memberi kuasa pada bank untuk membeli rumah dari developer/ penjual rumah. Maka dari itu akad ini disebut wakalah, atau "mewakilkan".






Semua pasal pada akad kredit akan dijelaskan oleh petugas bank, pasal per pasal. Jika ada hal yang kurang jelas, kita berhak untuk bertanya. Ini termasuk kasus di mana IMB atau sertifikat tanah masih belum pecah.

Mekanisme Pembayaran Cicilan

Untuk KPR BTN Syariah, kita diwajibkan untuk membuat sebuah rekening yang saldonya akan didebet otomatis jam 12 malam, sesuai dengan tanggal pembayaran tagihan (pada kasus di atas, tanggal 25 setiap bulannya). Tanggal pembayaran ini tidak bisa diubah, tidak seperti billing kartu kredit. Jadi, ketika sistem gagal mendebet otomatis rekening, maka terjadi gagal bayar dan kita akan otomatis terkena denda. Biasanya akan ditelpon oleh pihak bank.

Pembayaran Ekstra dan Pelunasan Dipercepat

Pembayaran ekstra adalah melakukan pembayaran sejumlah 5 (lima) kali cicilan per bulan dalam satu waktu. Gunanya adalah mengurangi sisa jumlah harga jual bank. Misal, dalam kasus di atas cicilan adalah Rp 1,82 juta per bulan. Bulan depan kita ingin melakukan pembayaran ekstra, dengan dana Rp 1,82 juta x 5 = Rp 9,1 juta. Maka potongannya adalah senilai dengan margin (keuntungan harga jual bank) dari angsuran bulan terakhir (ke-5). Oya, perlu diingat bahwa kebanyakan bank syariah menganut jenis perhitungan anuitas, artinya : dari total angsuran sebesar Rp 1,82 juta per bulan, dibagi menjadi porsi angsuran pokok + margin.

Total angsuran per bulan = angsuran pokok + margin

Contoh, di bulan pertama (cicilan ke-1), Rp 1,82 juta dibagi menjadi angsuran pokok Rp 953,579 + margin Rp 866,666. Seiring dengan waktu, porsi nilai angsuran pokok akan meninggi / naik dan porsi nilai margin akan menurun. Untuk kasus di atas, nilai angsuran pokok pada cicilan terakhir (cicilan ke bulan 60) adalah sebesar Rp 1,800,764 dan margin Rp 19,508. Ini membuat pembayaran ekstra yang dilakukan di awal masa cicilan lebih menguntungkan (margin lebih besar = potongan lebih besar).

Sedangkan pelunasan dipercepat adalah pembayaran sisa pokok / hutang sebelum masa jatuh tempo pembiayaan berakhir. Misal, di akhir tahun ke 3 (cicilan ke-36), kita ketiban rejeki nomplok dan ingin melunasi seluruh tagihan. Maka, kembali ke perhitungan anuitas di atas, agar bank tetap mendapatkan margin yang tinggi (bank tentu pintar-pintar), sisa hutang kita bukan flat, melainkan tergantung dari perhitungan sisa pokok.

Sisa pokok = total hutang - total angsuran pokok

Karena angsuran pokok per bulan selalu berbeda (ingat bahwa total angsuran = angsuran pokok + margin), maka sisa pokok di setiap bulan juga berbeda. Perhitungan seperti ini memastikan bank tetap mendapatkan margin yang cukup tinggi. Sebagai contoh, di akhir cicilan ke-36, sisa pokok = Rp 38,287,268. Sedangkan bila melakukan perlunasan dipercepat di akhir cicilan ke-48, maka sisa pokok = Rp 20,379,570. Mari bandingkan...

Total yang dibayarkan ke bank = bulan x total angsuran per bulan + sisa pokok

Akhir tahun ke-3 (cicilan 36) : 36 x Rp 1,820,245 + Rp 38,287,268 = Rp 103,816,088
Akhir tahun ke-4 (cicilan 48) : 48 x Rp 1,820,245 + Rp 20,379,570 = Rp 107,751,330 (lebih besar)

Demikian, semoga bermanfaat.

KPR BTN Syariah : Proses dan Biaya-biaya (Seri 2)

KPR BTN Syariah masih merupakan salah satu produk unggulan dari BTN Syariah, termasuk KPR Subsidi program FLPP dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat. Di tulisan sebelumnya, Syarat KPR BTN Syariah, dijelaskan mengenai tahapan sebelum memulai pengajuan pembiayaan KPR dari BTN Syariah. Tulisan ini merupakan pengalaman penulis sejak tahun 2013 silam. Walau sudah lama, semoga bisa menjadi informasi buat pembaca blog ini yang ingin mengajukan pinjaman KPR via BTN Syariah.

Memilih Rumah dan Developer / Pengembang

Untuk urusan memilih rumah adalah preferensi masing-masing. Dekat dengan stasiun? Banyak penghuni? Dekat dengan tempat ibadah, pusat perbelanjaan, area perkantoran, atau taman? Ada pula pertimbangan lain semisal, dekat dengan rumah orang tua, fasilitas publik, tempat kerja, air tanah bagus, tidak banjir, harga jual kembali tetap tinggi, dekat dengan exit tol, tempatnya tenang, dan lain sebagainya. Namun hal penting lain yang perlu diperhatikan terkait KPR adalah masalah legalitas (sertifikat tanah) dan apakah developer sudah bekerjasama dengan bank. Kita bisa saja menggunakan bank lain (dengan alasan tertentu, semisal margin dan benefit yang lebih menguntungkan) namun resikonya adalah peluang aplikasi KPR kita bisa ditolak.

Pada kasus penulis, kondisi sertifikat belum dipecah (masih dalam proses di BPN), sehingga memang pilihan satu-satunya adalah menggunakan bank yang sudah bekerjasama dengan developer. Jika menggunakan bank lain, akan terkendala masalah copy sertifikat (yang belum ada).

Minimum Down Payment / Uang Muka KPR BTN Syariah

Komponen biaya terbesar dari pembelian rumah dengan KPR adalah uang muka. Menurut aturan Bank Indonesia, nilai minimal uang muka saat ini adalah 20 persen dari harga rumah untuk kategori bukan rumah mewah. Rumah dikatakan "mewah" bila memiliki luas bangunan di atas atau sama dengan 70 meter persegi. Untuk kategori rumah tersebut, uang mukanya menjadi 30% dari harga. Untuk KPR kedua, DP minimal menjadi 30 persen. Untuk KPR ketiga, dan seterusnya (bila pernah mengambil KPR), DP minimal menjadi 50 persen dari harga rumah.

Bila Kekurangan Uang Muka?

Uang muka sebenarnya adalah cerminan kemampuan seseorang membeli dengan cara mencicil. Jika uang muka saja tidak cukup, sebenarnya yang perlu kita evaluasi adalah apakah benar kita sanggup membayar cicilannya? Sebenarnya ada cara tipu-tipu antara penjual dan pembeli, misalnya dengan cara menaikkan harga rumah. Contoh, harga awal rumah adalah Rp 300 juta. DP seharusnya adalah 20% kali 300 juta = Rp 60 juta. Kemampuan pembeli hanya misalnya Rp 20 juta. Untuk menyiasatinya, harga rumah dimarkup menjadi Rp 350 juta. Sehingga DP menjadi Rp 70 juta. Mengapa jadi lebih tinggi? Namanya saja tipu-tipu. Tanda terima akan dibuat fiktif, seolah pembeli sudah DP Rp 70 juta. Karena pembeli dan penjual sudah sama-sama bersiasat mengelabui bank, maka dana dari bank akan turun Rp 280 juta (Rp 350 juta dikurang Rp 70 juta). Karena harga rumah aslinya adalah Rp 300 juta, maka kekurangannya hanya Rp 20 juta. Tepat sama dengan kemampuan pembeli.

Cara di atas tentu banyak kelemahan, misalnya pihak bank akan menilai apakah benar rumah tersebut bernilai Rp 350 juta? Jika tidak semahal itu, ada kemungkinan proses pengajuan KPR tidak akan disetujui. Tentu cara di atas tidak penulis rekomendasikan. Semisal rumah adalah rumah baru, sebenarnya uang muka pun bisa dicicil sampai rumah benar-benar sudah bisa disurvey oleh pihak bank. Soal cicilan uang muka bisa dinegosiasikan dengan penjual rumah. Porsi uang muka yang disetorkan juga mampu meningkatkan peluang approval KPR kita, karena uang muka yang tinggi berarti nilai pinjaman yang rendah dan (dengan masa pinjam yang sama) cicilan yang rendah.

Cara Menghitung Nilai Cicilan Per Bulan KPR BTN Syariah

Seperti telah dibahas sedikit pada tulisan sebelumnya soal syarat KPR BTN Syariah, kita diwajibkan menyertakan slip bukti penghasilan untuk lebih meyakinkan pihak bank. Untuk menerka apakah aplikasi KPR kita disetujui atau tidak, bisa menggunakan formula : total cicilan per bulan <= 40% dari penghasilan per bulan (jika suami dan istri keduanya bekerja, maka penghasilan akan digabung). Contoh, gaji  Bapak Jono adalah sebesar Rp 20 juta per bulan. Istrinya, Ibu Jono, juga bekerja dengan penghasilan Rp 8 juta per bulan. Total penghasilan adalah Rp 28 juta per bulan, ingin mengambil KPR rumah dengan nilai Rp 1 milyar. DP yang disiapkan adalah sebesar Rp 300 juta (30% dari harga rumah). Nilai pinjaman = Rp 700 juta. Pak Jono menginginkan jangka waktu pembayaran selama 10 tahun, maka margin dari Bank BTN Syariah diasumsikan 9% p.a.

Total pinjaman = pokok + margin = Rp 700 juta + (Rp 700 juta x 9% 10 tahun) = Rp 1.330.000.000

Cicilan per bulan = total pinjaman / jangka waktu dalam bulan = 1.330.000.000 / 120 bulan = Rp 11.083.333 per bulan

Memang, nilai cicilan per bulan Pak Jono masih lebih kecil dari 40% penghasilan gabungan suami dan istri (lebih tepatnya 39.5%). Tapi Pak Jono memiliki cicilan mobil yang masih berjalan senilai Rp 2,5 juta per bulan. Bisa kita katakan, peluang aplikasi KPR Pak Jono sebenarnya tidak terlalu besar. Biasanya Bank akan menyarankan untuk : a) mencari rumah yang nilainya lebih kecil; b) mengubah jangka waktu pembiayaan menjadi 15 tahun; atau c) mengubah uang muka menjadi lebih besar (agar nilai pinjaman menjadi lebih kecil).

Biaya-biaya KPR di Bank BTN Syariah

Biaya sebelum akad KPR berlangsung yang perlu dibayarkan ke pihak bank dapat dilihat dari screenshot berikut, dinamakan Surat Persetujuan Pemberian Pembiayaan (SP-3). Biaya ini timbul ketika proses KPR kita telah disetujui oleh pihak Bank BTN Syariah. Apa yang menentukan besaran biaya pra realisasi pada masing-masing komponen?

Rincian biaya kpr di bank btn syariah
Rincian biaya KPR BTN Syariah

Biaya Administrasi

Nilainya sudah fix 1 (satu) persen dari total pinjaman/pembiayaan. Dalam kasus di atas = 0.01 * Rp 80 juta = Rp 800ribu.

Biaya Notaris / SKMHT

SKMHT atau Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan adalah (sesuai namanya, "Surat Kuasa") akan menguasakan beban hak tanggungan  dari pemilik tanah asli kepada pihak bank. Ini biasanya dikarenakan proses pengurusan tanah/balik nama/pecah sertifikat yang belum selesai di BPN. Sehingga, ketika proses selesai, pihak pemilik tanah/penjual rumah tidak perlu lagi menandatangani Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT), cukup antara bank dengan debitur (nasabah KPR).

Biaya APHT / SHT

Jika SKMHT adalah "lampiran"-nya, maka Akta Pembebanan Hak Tanggungan adalah master dokumennya. Dokumen ini mengatur persyaratan dan ketentuan mengenai pemberian Hak Tanggungan dari debitor kepada kreditor sehubungan dengan hutang yang dijaminkan dengan Hak Tanggungan (tanah+rumah). Sertifikat Hak Tanah atau SHT adalah dokumen yang diterbitkan oleh BPN, sebagai tanda bukti adanya hak tanggungan.

Asuransi Kebakaran dan Asuransi Jiwa

Nilainya bergantung dari banyak hal, antara lain jangka waktu pembiayaan, plafon, dan usia nasabah KPR. Asuransi kebakaran menjamin hingga Rp 50 juta bila terjadi kebakaran, dan asuransi jiwa akan melunasi seluruh sisa hutang bila nasabah KPR meninggal dunia.

Appraisal

Biasanya akan ada survey dari bank, yang melihat kondisi fisik rumah, beserta luas tanah, dll, sehingga dari situ kelihatan apakah benar nilai rumah sesuai dengan harga jualnya? Bila total pinjaman lebih besar selisihnya daripada nilai intrinsik rumah, biasanya proses KPR akan tersendat. Sederhananya, semakin rendah kualitas rumah, maka seharusnya harga dan nilai pinjamannya akan semakin kecil. Ingat, bank tidak akan mau rugi. Biaya Appraisal ini saya pahami sebagai "uang lelah" saja untuk surveyor, oleh karena itu oleh developer / penjual rumah, "orang survey" ini akan diberi lebih dari yang seharusnya. Supaya apa? Ya supaya nanti orang survey bisa bilang, "Oh dari lokasi, kualitas bangunan, dll, rumah ini layak dihargai sesuai harga jual"

SSB BPHTB

Surat Setoran Bea Biaya Perolehan Hak Tanah Bangunan adalah pungutan atau pajak yang dikenakan pemerintah pada setiap transaksi properti, termasuk hibah, waris, dan sebagainya. Pada penjual dikenakan PPh, dan pada pembeli dikenakan BPHTB. Cara perhitungannya adalah dari nilai objek pajak, misal luas tanah = 70 meter persegi, luas bangunan = 36 meter persegi. Jika nilai jual objek pajak atas tanah = Rp 1 juta / m2, dan NJOP bangunan = Rp 1,5 juta / m2, maka kita bisa totalkan nilai NJOP = Rp 124 juta. Nilai ini akan dikurangi dengan NPOP TKP (NPOP Tidak Kena Pajak). Nilai NPOP TKP ini berbeda-beda antara daerah, kita misalkan saja di Tangerang NPOP TKP = Rp 60 juta. Maka yang kena pajak = Rp 124 juta ditambah 30 persen dikurang Rp 60 juta = Rp 101.200.000. Nilai ini dikali 5%, didapat Rp 5.060.000. Ribet? Selamat datang di Indonesa, Bung.

Biaya AJB (Akta Jual Beli)

Biaya untuk Akta Jual Beli ini murni dimakan notaris PPAT, sehingga nilainya lebih ke suka-suka mereka. Walau pada peraturan Menteri Agraria No 10 tahun 1961, biaya AJB harusnya berkisar 0.5% dari total transaksi, biaya AJB bisa mencapai 1% dari nilai transaksi.

Pemecahan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang)

SPPT ini berkaitan dengan Pajak Bumi dan Bangunan, dan nilainya akan berubah dari tahun ke tahun. Untuk lebih jelasnya, kita bisa bertanya pada pengembang atau bank.

Trivia Soal KPR

Kalau mau hunting rumah-rumah hasil sitaan bank, biasanya karena kasus sertifikat bermasalah atau karena gagal bayar dan over kredit pun nggak ada yang mau ngambil. Biasanya harga rumah ini murah (ya namanya juga bermasalah), dan sering kali kita harus berhadapan dan ribut dengan pemilik sebelumnya.

Di tulisan berikutnya kita akan mempelajari pasal-pasal pada akad kredit KPR BTN Syariah.

Syarat KPR BTN Syariah (Seri 1)

Syarat KPR BTN Syariah mirip dengan pengajuan KPR di Bank Syariah lainnya. Prosesnya pun relatif panjang, mulai dari kelengkapan berkas, proses wawancara hingga survey lokasi rumah. Mari kita bahas satu per satu.

Baca juga : Proses dan Biaya-biaya KPR BTN Syariah (Seri 2)

Tentang KPR BTN Platinum iB

Produk KPR di BTN Syariah pembiayaannya ada berbagai macam. Salah satunya adalah KPR BTN Platinum iB. KPR BTN Platinum iB adalah produk pembiayaan dalam rangka pembelian rumah, ruko, rukan, rusun, atau apartemen bagi nasabah perorangan dengan akad murabahah atau jual beli. Banyak sekali bank yang tidak lagi menalangi pembiayaan, dalam artian rumahnya belum berdiri tapi bank sudah bayar dulu ke developer. Ingat bahwa Bank bukan lembaga sosial dan harus ada untung. Jangan sampai bermunculan developer yang modal dengkul saja, membangun rumah dari uang nasabah dan uang bank.

syarat kpr btn syariah
Syarat KPR BTN Syariah

Keuntungan KPR BTN iB

Seperti bank syariah lain, cicilan dari pengembalian pinjaman akan terus tetap nilainya hingga akhir jangka waktu pembiayaan. Kalau sebulan sudah dipatok 1 juta, berarti kita akan mengangsur senilai 1 juta per bulan hingga masa angsuran berakhir. Kata lainnya, cicilan akan terus flat. Masa angsuran juga panjang, berkisar antara 5 hingga 15 tahun. Selain itu, tidak ada penalti (sebagaimana penalti pada bank konvensional) jika nasabah ingin melakukan pelunasan dipercepat (muqashah).

Formulir Permohonan KPR BTN Syariah

Sebelumnya nasabah harus mengisi formulir permohonan yang telah disediakan oleh pihak bank BTN Syariah. Formulir ini tidak rumit, meliputi profil diri, detail pekerjaan, penghasilan per bulan, hingga kondisi rumah yang hendak dibeli (baru/second). Semua mesti diisi dengan lengkap dan jangan coba-coba untuk mengelabui pihak bank. Nanti akan ada wawancara singkat menjelang aplikasi kita disetujui.

Fotocopy Identitas Diri

Bentuknya bisa berupa KTP, KK, atau akta nikah bagi yang telah berkeluarga.

Slip Gaji atau Keterangan Penghasilan

Slip gaji yang diminta adalah slip gaji bulan terakhir sebelum permohonan. Jangan pernah sekali-kali hendak menipu pihak bank dengan memberikan data palsu seputar penghasilan kita, karena orang bank itu semuanya pintar-pintar. Semua transaksi yang melibatkan lembaga keuangan, akan tercatat melalui BI checking (ini termasuk bila kita memiliki hutang kartu kredit).

Surat Keterangan Pegawai Tetap

Jika tidak ada, kita bisa minta dibuatkan oleh bagian HR. Contohnya kira-kira seperti ini.
contoh surat keterangan pegawai tetap
Contoh Surat Keterangan Pengangkatan Karyawan Tetap


Fotocopy Buku Tabungan

Transaksi dan informasi saldo untuk 3 bulan terakhir, tabungan tempat kita memperoleh penghasilan utama. Buku tabungan seperti apa yang kira-kira mendukung proses pengajuan KPR? Misal, jika kita termasuk karyawan tetap, maka akan diperiksa transaksi setiap akhir bulan, apakah jumlahnya memang benar sama dengan slip gaji yang dilaporkan ke bank? Berapa jumlah saldonya? Ini guna menjawab pertanyaan "apakah nasabah bersangkutan bisa membayar tagihan / cicilan KPR dengan aman hingga jangka waktu 10/15 tahun".

Wawancara setelah penyerahan Syarat KPR BTN Syariah

Kita biasanya akan dipanggil oleh pihak bank untuk menandatangani beberapa berkas, sekaligus menjawab beberapa pertanyaan singkat dari petugas bank. Kalau kita join income (suami + istri) maka istri juga harus ikut hadir saat wawancara. Istri ada 4? Ya bawa semua :D. Secara garis besar, pertanyaan saat wawancara KPR kurang lebih sama dengan formulir yang kita sudah isi, meliputi :

  1. Penghasilan per bulan (bila ada penghasilan lainnya selain dari pekerjaan utama, sebutkan pula), dan rata-rata pengeluaran per bulan (kira-kira saja, jangan berlebihan).

  2. Cicilan/hutang di lembaga keuangan lain, seperti cicilan motor/mobil, atau tanah/properti.

  3. Jumlah kartu kredit yang dimiliki, dari bank mana saja, termasuk limit masing-masing kartu kredit dan apakah pernah ada tunggakan.

  4. Uang muka yang sudah diserahkan ke developer, berapa persen dari harga jual rumah, termasuk lokasi dan kondisi fisik rumah saat ini.

  5. Status pekerjaan saat ini. Bank ingin mengetahui apakah kita termasuk orang yang bakal susah bayar cicilan atau tidak.

  6. Jika termasuk single, biasanya ditanya apakah memiliki rencana menikah dalam waktu dekat. Mungkin pihak bank ingin mengetahui pengeluaran besar lain yang kita rencanakan dalam kurun waktu 6-12 bulan ke depan.
Tentang teknis dan detail biaya-biaya yang muncul saat akad kredit, insya Allah akan saya bahas dalam tulisan yang berbeda.

Keluar Dari Jerat Hutang

Tercatat beberapa pengusaha kelas dunia (ataupun kelas nasional) juga pernah punya kredit yang besar, namun pada akhirnya bisa keluar dari jerat hutang. Hutang sebenarnya adalah hal yang biasa dalam bisnis. Menunda pembayaran guna memanfaatkan dana untuk keperluan pengembangan usaha.

Namun tak jarang orang-orang ini juga mengalami kesulitan membayar hutang. Sebabnya macam-macam mulai dari kena musibah, usaha merugi, hingga pasar yang berubah tiba-tiba. Namun ada pula orang yang terjebak hutang hanya karena termakan gengsi. Lihat tetangga beli kulkas, pengen juga ganti kulkas. Lihat teman ganti gadget baru, pengen juga beli yang lebih parlente dan mahal. Sifat ingin merasa dipuji inilah yang mesti kita buang jauh-jauh. Makin nggak bener kalau kita kebanyakan hutang kartu kredit.


hutang

Hutang kita tidak lebih besar dari Yang Maha Besar

Kita perlu sadari, segala kesulitan hidup di dunia ini semua ada sebabnya, alias memang sudah digariskan sedemikian. Mungkin inilah balasan karena kita jarang mengingatnya, dan malah mengingat-ingat harta melulu. Mungkin Tuhan mau kita berjuang lebih keras dalam mencari rizki, yang salah satunya dengan membebani kita dengan hutang. Mungkin juga Ia ingin Menguji seberapa sabar kita bisa bertahan dengan makan nasi dan kecap setiap hari. Mintalah pada yang Maha Kaya, karena surga aja kita minta, apalagi dunia yang cuman seujung upil?

Dukungan keluarga dan orang-orang terdekat

Kadang ketika hidup jadi makin susah, orang-orang yang tadinya dekat dengan kita, mungkin akan sedikit menjauh. Ini adalah hal yang wajar dan anggap saja sebagai cara untuk membedakan kualitas teman. Kata kawan saya dulu, "Untuk membedakan mana teman sejati mana yang bukan, lihat ketika kita ada di penjara".

Hutang kita pasti lunas

Sesekali jika malam sedang cerah, mendongaklah ke atas dan bayangkan betapa jumlah hutang kita tak seberapa jika dibandingkan dengan banyaknya bintang di langit. Layaknya mendung yang pasti berlalu, hutang juga pasti terlunasi. Dengan kerja keras dan do'a, hutang pasti ujung-ujungnya terbayar juga. Niatkan untuk tetap terus mencicil setiap bulan. Ini menunjukkan bahwa kita adalah insan yang bisa dipercaya. Siapa tahu besok-besok pinjam uang ke orang yang sama.

Gali lubang tutup lubang

Bayarlah hutang dengan hutang yang baru. Trik ini bisa diterapkan bila memang kepepet. Cari orang lain yang sumber dananya masih segar, dan gunakan uangnya untuk membayar hutang yang lama. Tentu cara ini adalah cara sementara untuk memperpanjang nafas. Tetap saja hutang kita tetap belum lunas. Tapi setidaknya nggak malu-maluin amat.

Berhutang 10 trilyun tapi jadi calon presiden

Walaupun akhirnya tak lolos, orang tersebut masih bisa dengan percaya diri menjadi calon presiden dari partai tertentu. Ini bukti bahwa hutang dan mimpi menjadi pemimpin (apalagi menjadi presiden) itu adalah hal yang bisa berjalan sejalan. Jadi kalau hutang Anda tak sampai 10 trilyun, masih ada kemungkinan mencalonkan diri minimal jadi Bupati lah...

Yusuf Mansur pernah dipenjara karena hutang

Di dalam bui beliau banyak merenung, sholat dhuha, tahajud, dan baca quran. Di satu sisi agak sedih karena jadi narapidana. Tapi di sisi lain bersyukut juga karena dengan begitu hubungan kita dengan Allah semakin dekat. Sholat pasti tepat waktu, tidak disibukkan dengan dunia. Eh, pas keluar dia sudah hafal sekian juz. Subhanallah. Ketika keluarganya nyeletuk, "Wah, kalau gitu masuk penjara lagi aja, biar makin banyak hapalan qurannya." Eh bener juga, mungkin karena ucapan orang tua jadi doa, nggak lama Yusuf Mansur masuk penjara lagi.

Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian

Sebetulnya cara menggadaikan barang di pegadaian boleh dibilang lebih mudah daripada yang selama ini kita duga. Berikut saya ceritakan pengalaman saya menggadaikan emas (barang yang paling umum digadaikan di pegadaian) di Pegadaian Negeri Slipi Petamburan, Jakarta.

Mengapa memilih Pegadaian?

Pegadaian adalah salah satu BUMN yang pernah mau masuk ke bursa saham. Pegadaian memang memiliki aset yang banyak, sehingga dulu Dahlan Iskan berencana membuat PT Pegadaian IPO. Ada banyak sekali barang "sekolahan" yang nggak ditebus sama pemiliknya. Karena nilai pinjaman selalu lebih rendah (atau minimal sama dengan) nilai taksiran barang, otomatis pegadaian jarang merugi.

Menurut saya, setidaknya ada 2 alasan utama mengapa orang lebih senang ke Pegadaian. Pertama, bunga yang ditawarkan Pegadaian lebih rendah daripada rentenir. Pegadaian juga lebih terpercaya karena merupakan perusahaan plat merah. Kedua, prosesnya relatif cepat untuk sekadar mengejar likuiditas. Hampir apa saja bisa digadaikan, termasuk pakaian dan blender. Uang sudah di tangan tak sampai hitungan jam. Bandingkan dengan pasang iklan di OLX atau KasKus.

Syarat-syarat menggadaikan barang

Anda hanya membutuhkan fotokopi KTP atau SIM, dan membawa langsung barang yang ingin digadaikan. Selebihnya tinggal isi formulir seperti gambar berikut ini.

formulir permintaan pinjaman pegadaian


Nilai taksiran dan Nilai Pinjaman di Pegadaian

Setelah antri, kita akan diberitahu nilai taksiran dan nilai pinjaman maksimal yang diperkenankan. Nilai taksiran adalah perkiraan harga barang yang digadai, sedangkan nilai pinjaman adalah jumlah kredit maksimal yang bisa dipinjamkan oleh Pegadaian. Normalnya, nilai pinjaman selalu lebih rendah dariada nilai taksiran. Saya mau pinjam full, alias sesuai maksimal nilai pinjaman, yaitu Rp 4,2 juta. Ada biaya administrasi sebesar Rp 25ribu yang harus kita bayar, jadi dipotong saja dari nilai pinjamannya.

Berikut surat bukti kredit dari pegadaian.

surat bukti kredit pegadaian


Cara menebus barang di pegadaian

Bunga (disebut sebagai tarif sewa modal kalau di pegadaian) adalah sebesar 1.15% per 15 hari, sebulan berarti 2.3%. Dengan jangka waktu maksimal pengembalian selama 120 hari. Jangka waktu ini bisa diperpanjang, jadi kalau masih belum ada duit santai saja. Total saya mesti mengembalikan Rp 4,2 juta plus Rp 386.400 supaya barang yang digadai bisa "lulus dari sekolahan".

Saat mengembalikan pinjaman, cukup bawa KTP, surat bukti kredit, dan nota transaksi penerimaan uang, seperti gambar berikut ini.

nota transaksi penerimaan uang - pegadaian

Makna Frase "Nggak Ada Duit"

Sering kali kita bilang "lagi nggak ada duit" ke orang lain. Di kebiasaan orang Tiong Hoa, dikenal pula istilah "bo lui bo ciak", makna "bo" sebenarnya sih "tidak". Jadi, "bo lui bo ciak" bisa diartikan "nggak punya uang dan nggak bisa makan". Namun frase ini sebenarnya punya makna yang beragam, tergantung situasi.

tidak ada uang

Bener-bener nggak punya uang bahkan sekadar buat makan.

Ini yang parah. Kalau seumur hidup sudah pernah nangis gara-gara laper karena nggak punya duit buat beli makan, itu berarti sudah menjalani fase hidup yang tough. Nggak masalah, justru hal-hal seperti ini yang bikin kebal dan penumpuk sukses di masa depan. Survival skill biasanya akan menjadi semakin terasah kalau sering ketemu dengan keadaan macam begini. Sekepepet-kepepetnya, kunjungin aja rumah makan padang yang agak gedean, terus makan dari sisa orang yang nggak habis. Sebagai gantinya, jadi tukang cuci piring buat sehari bolehlah..

Punya uang, tapi mungkin sudah dialokasikan untuk hal lain yang lebih krusial dan esensi.

Misalnya ada yang nawarin mobil murah. Kenapa nggak diambil aja, toh harganya lagi rendah? Karena mungkin uangnya sudah kepake buat invest di tempat lain, atau untuk bayar sekolah anak, atau untuk bayar cicilan.

Tidak punya uang, bahkan punya hutang segunung.

Nah, ini. Sudahlah tidak punya aset, tapi malah punya hutang. Bukan lagi nol, tapi minus. Artinya lebih miskin dari pengemis sekali pun. Pengemis masih mending nggak punya apa-apa. Kalau sudah nggak punya apa-apa tapi punya hutang, artinya kita butuh perencanaan keuangan yang lebih baik. Nggak masalah, orang sekelas Donald Trump pun pernah dililit hutang hingga 900 juta dollar di awal tahun 90-an. Silakan dihitung sendiri nolnya ada berapa.

Tidak punya uang cash, tapi masih punya emas sekilo, portfolio investasi berlembar-lembar, dan tanah sehektar.

Biasanya ini yang sudah mapan, dan nggak mau ketahuan kaya. Mungkin karena takut dikejar-kejar orang pajak atau dimintain sumbangan melulu. Banyak juga yang model begini usahanya nggak terkesan wow-wow banget. Misal jadi importir sendal jepit, produk makanan kaleng, atau ekspor bumbu dapur ke Arab Saudi.

Punya uang banyak, tapi hanya sekadar untuk menghentikan penawaran orang marketing atau tukang jualan.

Kalau sudah kepentok dengan tawaran MLM atau yang semacamnya, sampai-sampai orang tersebut terkesan memaksa, biasanya ini yang jadi alasan supaya si penawar MLM pergi jauh-jauh. "Bapak kan bisa ke ATM sekarang, saya temenin deh.." kata orang yang udah kemakan bujuk rayu upline buat dapetin kapal pesiar. "Atau bapak bisa jual handphone Bapak, bagaimana?" makin ngeri rayuannya.

Kalau Anda bilang sedang tidak punya uang, keadaan sebenarnya yang mana?

Pengaruh BI Rate terhadap Bisnis

Apa itu BI Rate? Dan seberapa besar pengaruhnya bagi perbankan? Apa pula pengaruh BI Rate bagi bisnis kita? Yang bagus BI Rate itu naik atau turun? Apa hubungannya BI Rate, inflasi, dan gain/profit dalam instrumen investasi kita? Tulisan ini mencoba menjawab dengan sesederhana mungkin, sesuai dengan pengetahuan penulis yang terbatas saja. Tentu banyak tulisan lain yang bisa lebih menjelaskan apa itu BI Rate.

Secara sederhana, BI Rate adalah tingkat suku bunga yang dijadikan acuan untuk bunga pinjaman (pengusaha yang berhutang) ataupun bunga simpanan (tabungan, deposito, dll) pada bank dan lembaga keuangan seluruh Indonesia.
BI Rate adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank Indonesia dan diumumkan kepada publik
Biasanya BI Rate disebut dalam persen, per tahun. Saat ini, sedang seru-serunya berita kenaikan BI Rate menjadi 7,25% per tahun. Biasanya (namun tak selalu), BI Rate dinaikkan guna menurunkan tingkat inflasi. Bisa begitu, gimana ceritanya, Gan?


BI Rate adalah tingkat suku bunga dari BI, sedang inflasi naik bila uang yang beredar di masyarakat terlampau besar. Jika BI Rate dinaikkan, harapannya adalah semakin banyak orang yang akan tergiur untuk "mengendapkan" uangnya di Bank, soalnya bunganya makin besar (makin menguntungkan). Karena duit orang-orang sudah mengendap di Bank, makanya jumlah uang yang beredar di masyarakat akan semakin sedikit, sehingga inflasi turun. Harapannya sih demikian..

Pengaruh BI Rate terhadap Dunia Usaha

Namun, di sisi lain, bagi pengusaha dan peminjam atawa orang yang berhutang dari bank, maka kenaikan BI Rate ini mungkin akan mempersulit bisnis, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Karena apa? Pertama, suku bunga kalau kita ngutang ke bank jadi lebih besar. Makin susah ngebayarnya kalau bunga jadi tinggi kan? Kedua, daripada ngeri kena kredit macet dari pengusaha yang berhutang ke bank, bank akan ramai-ramai "menyetor" dana ke BI dalam bentuk SBI, dan mendapat bunga 7,25% per tahun.

Daripada guwa pinjemin ke pengusaha, entar doski kagak bisa bayar, mending ditaruh dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI) aja, kan dijamin pemerintah jadi nggak mungkin modal guwa nggak balik. Mungkin itu kata bankir.

Pengaruh BI Rate terhadap Instrumen Investasi

Lalu, apa akibatnya bagi instrumen investasi kita, di stocks misalnya? Secara jangka pendek, kenaikan BI Rate mungkin akan menyebabkan IHSG agak lesu. Ingat bahwa tujuan dinaikkannya BI Rate biasanya karena inflasi tinggi. Seiring dengan langkah BI ini, biasanya BI juga mengeluarkan berbagai macam produk yang tujuannya menyedot sebanyak-banyaknya cash dari masyarakat. Kalau para investor lebih memilih mengalihkan duit mereka ke sukuk dari bank Indonesia, maka boleh jadi ini yang membuat IHSG akan lesu sementara.

Disebut sementara, karena produk seperti sukuk dibuat bukan dengan tujuan supaya orang memperoleh gain. Iya mungkin ada gain, tapi jumlahnya hanya sekadar mengalahkan nilai inflasi. Sukuk seperti ini hanya seperti emas, tujuannya melindungi dana dari penurunan nilai uang. Nanti kalau sudah normal lagi, biasanya BI Rate akan diturunkan lagi, dan IHSG akan semakin bergairah lagi.

Jangan Takut Punya Hutang

Memang sih, hutang itu kata orang adalah hal yang bikin malu di siang hari, dan menjadi beban di malam hari. Siang malam kerasa sekali tidak enaknya. Kalau mau pulang ke rumah takut ditagih, kalau mau tidur kepikiran terus. Penulis sendiri pernah terlibat hutang yang luar biasa besar, namun Alhamdulillah saat ini hutang-hutang terdahulu sudah lunas, tinggal hutang yang baru saja yang belum lunas, soalnya jauh lebih besar daripada hutang-hutang yang dulu.

floating money

Berhutang dalam dunia usaha adalah hal biasa. Justru karena dunia usaha adalah dunia yang serba tidak pasti, makanya kita berhutang. Kalau mau pasti-pasti saja, ya jadi karyawan saja. Insya Allah tetep bisa hidup istiqomah, alias istiqomah jadi gembel. Ada kalanya kita juga HARUS berhutang, karena tidak ada pilihan lain. Kalau tidak memulai menyicil kendaraan pengantar, maka barang produksi kita tidak akan bisa tembus luar kota, misalnya.

Yang perlu kita tanyakan pada diri sendiri adalah apakah kita punya peluang besar untuk bisa membayar di kemudian hari? Jika tidak, mending jangan berani-berani berhutang, nanti salah-salah bisa disidang dan masuk penjara.

Macam-macam alasan orang berhutang

Kepingin barang, tapi belum punya uang

Biasanya karena barang yang diinginkan sedang masa diskon, atau benar-benar diperlukan saat ini, tapi dananya baru tersedia katakanlah setahun atau 2 tahun lagi.

Kebutuhan hidup mendesak, atau kena musibah

Tiba-tiba anak jatuh sakit, atau masuk RS tapi nggak ada asuransi (karena berprinsip asuransi tidak penting). Atau tiba-tiba rumah kebanjiran, kebakaran, dll. Namanya musibah kita tidak tahu datangnya kapan.

Hendak berbisnis yang prospeknya cerah

Jika yakin bisa mendapat untung dalam waktu dekat, mungkin meminjam modal bisa jadi solusi tepat. Ingat time value of money.

Investasi aset yang keuntungannya akan mengalahkan bunga pinjaman

Kalau bunga pinjaman jauh lebih besar daripada profit, itu sih namanya ngasih makan orang bank. Mending jangan pinjam dulu.

Punya dosa

Sehingga diberi cobaan berupa keadaan payah berhutang. Bisa jadi karena durhaka sama kedua orang tua, atau kita punya manajemen hidup nggak bener, suka berzina, maen cewek, atau berjudi baik judi togel atau judi bola.

Siapa yang bisa dihutangin?

Keluarga

Menurut penulis, keluarga adalah "aset" yang paling penting kalau Anda hendak memulai usaha. Dari keluarga biasanya bukan hanya dukungan dana yang pasti nggak pake bunga / riba, tapi juga dukungan semangat dengan apa yang kita lakukan.

Teman dekat

Penulis pernah mendapat cerita dari seorang teman mengenai "perkumpulan" yang mirip arisan, tapi nggak pake kocok. Intinya mereka berdelapan punya "tabungan bersama". Masing-masing orang terserah saja punya duit berapa, cemplungin di situ. Nanti kalau ada yang benar-benar butuh, bakal ambil saja dari tabungan tadi. Tanpa bunga, tanpa ribet. Hanya bermodal asas saling percaya.

Rekan bisnis

Tidak dapat dipungkiri lagi, rekan bisnis biasanya bermula dari teman dekat yang punya visi yang sama. Tentu saja dengan sifat/nilai yang positif seperti jujur, senang bekerja keras, dan tidak tamak dengan dunia.

Bank

Sekepepet-kepepetnya, kita pun bisa pinjam ke "sumber duit" yang tak mungkin habis. Dengan resiko berurusan dengan riba dan birokrasi.

Rentenir

Nah ini yang harus kita hindari jauh-jauh. Tak peduli apa pun judulnya : rentenir, lintah darat, kedok koperasi simpan pinjam, tetap saja mereka hanya berupaya memutar uang tanpa adanya nilai tambah buat "nasabah"-nya, selain untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya dari si penghutang.

Apa sebab orang tidak bisa bayar hutang?

Salah niat : meminjam untuk barang konsumtif

Gara-gara lihat tetangga ganti mobil baru, eh kepengen juga ganti padahal mobil sekarang masih bagus. Cuma sekadar pengen dikatain orang tajir se-RT. Cuma sekadar pengen ngejar gengsi. Ngutang deh...

Salah tata kelola keuangan : mengira hutang adalah aset

Ini biasanya yang terjebak hutang kartu kredit. Merasa kartu kredit banyak, dan bayarnya bisa belakangan, gesek sana gesek sini sampe tagihan membengkak. Salah kaprah karena mengira limit kartu kredit adalah aset.

Nasib

Tidak bisa dielak lagi, kadang perhitungan kita memang salah. Bisnis tidak bisa selancar rencana, dan akibatnya kita mesti gulung tikar. Tidak apa-apa. Salah satu ciri pengusaha handal adalah asetnya bergerak SANGAT fluktuatif, dalam arti di satu waktu bener-bener bisa tajir banget, tapi di lain waktu hutang jauh lebih besar daripada aset.

Tabiat manusia yang emang demen berhutang tapi nggak suka bayar

Model begini yang sebaiknya jangan dijadikan teman dekat. Pinjam sana sini tak lupa diembel-embeli janji manis akan dibayar cepat. Bilangnya mau buat sekolah anak, biaya pengobatan, bayar kontrakan, nggak tahunya dipake buat ganti handphone. Duh.

Konsekuensi tidak bisa membayar hutang

Hidup tidak tenang

Kalau malam jadi insomnia karena kepikiran gimana caranya bayar hutang. Paginya pas bangun tidur hal pertama yang dipikir pasti "Hari ini gimana caranya mengelak dari tukang tagih?" Hahaha.

Keluarga diteror

Bisa jadi karena sudah terlalu akut itu hutang tak terbayar-bayar. Semua perabot rumah, surat tanah, BPKB motor, sudah ludes des des untuk bayar hutang, tapi belum cukup-cukup juga. Akhirnya keluarga terdekat juga ikut kena tagih.

Berurusan dengan penjara

Nanti urusannya jadi perdata, dan siap-siap terima surat cinta dari pengadilan. Eh, tapi setahu saya Ustad Yusuf Mansur juga pernah masuk bui karena punya hutang 1 milyar. Kata beliau kira-kira begini, "Justru di penjara lebih adem. Sholat pasti tepat waktu, banyak kesempatan buat Dhuha, dzikir, baca qur'an, sholat malam, yang nggak akan kita bisa tunaikan kalau kita terus mengejar dunia".

Dianggap sebagai orang yang susah dipercaya

Misalnya karena hutang sudah terlampau besar, maka dari itu kita agak susah mendapat pinjaman dari orang yang sama. Lebih parah, orang yang kita hutangin ini biasanya bilang-bilang ke orang lain kalau kita ini orang yang susah bayar. Akhirnya makin susah dapet pinjaman terus.

Mungkin lain kali saya akan tulis cara membayar hutang, kalau keadaannya sudah semakin sulit.

Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi investasi, dan berbagai macam model asuransi lainnya, semakin berkembang sejak tahun 1998 di negeri ini. Mengapa? Karena sejak peristiwa kerusuhan Mei, orang mulai sedikit cemas. Bagaimana mengamankan aset yang sudah diraih, atau memastikan apa yang akan dicapai dalam waktu sekian tahun mendatang? Pendidikan anak saya siapa yang jamin? Kalau mobil saya kenapa-kenapa, duit siapa buat bayar bengkel? Kalau saya satu-satunya tulang punggung keluarga dan mati kena serangan jantung/stroke, siapa yang ngasih makan istri dan anak?

ilustrasi perhitungan asuransi


Semua pertanyaan-pertanyaan yang solusinya tidak pasti, seolah-olah bisa dijawab dengan asuransi. Bukannya saya nggak seneng sama asuransi, tapi kalau pertanyaannya adalah "Apakah kita membutuhkan asuransi?" mungkin jawaban sebenarnya adalah "belum tentu". Contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan apabila Anda ikut asuransi jiwa. Ini sama saja mengatakan, Anda cenderung buang-buang uang, untuk sesuatu yang kemungkinannya kecil sekali, plus dampak finansialnya juga kecil.

Alasan sederhana paling umum ketika orang membeli produk asuransi bisa dipersingkat menjadi "saya nggak mau jatoh miskin, saat (pilih salah satu) : mobil saya nabrak, anak saya mau sekolah, rumah saya kebakar, atau saya sakit parah/operasi". Dengan kata lain, asuransi hanya berfungsi sebagai pengurang dampak finansial dari resiko. Jadi, salah kaprah kalau penghasilan Anda 100 juta sebulan, tapi ikut asuransi kesehatan yang uang pertanggungannya cuma sejuta perak. Ngapain? Anda udah terlalu tajir untuk ikut asuransi ecek-ecek!

Pesan 1 : kalau udah kelewat tajir, nggak usah beli asuransi

Tapi kan, saya ikut asuransi investasi, nanti duitnya setelah 5-10 tahun, bakal jadi semilyar?

Begini, sebagai sebuah bidang usaha yang mengelola dana nasabah (dalam hal ini nasabah asuransi), tentu agen asuransi akan mengiming-imingi keuntungan yang nilainya "kudu dibilang wow gituh". Padahal, ada cost perusahaan, ada profit yang harus dibukukan, ada karyawan/agen asuransi yang harus digaji. Artinya, sebenernya dana yang Anda pakai untuk beli produk insurance, kalau tidak dipotong biaya-biaya tadi, akan menghasilkan profit yang jauh lebih besar bila diinvestasikan langsung ke produk investasi, bukan via asuransi investasi atau unit link (campuran).

Pesan 2 : beli asuransi investasi lebih merugikan dibanding invest langsung di produk investasi murni

Tapi kan, ini sama aja kayak nabung?

Tidak. Anda ikut asuransi investasi nggak sama kayak nabung. Kalau kita nabung Pak/Bu, duitnya bisa kita ambil kapan aja. Duit kita likuid, alias gampang cair. Nunggu selama 10 tahun makan waktu. Iya kalau perusahaan asuransinya nggak bangkrut, iya kalau di tengah jalan kita nggak butuh duit. Kalau kita ambil di misalnya 5 tahun pertama, tentu kita kena biaya tambahan.

Pesan 3 : kalau ada hajat yang masih lama (5-20 tahun), mending nyicil beli emas, saham, atau tanah saja, terkait likuiditas dan potensi profit

Sesuai judul, saya tidak menyarankan Anda "beli" produk insurance. Tapi kalau sudah disediakan kantor/perusahaan tempat kita kerja, ambil aja! :D

CATATAN PINGGIR

Mengingat cukup banyak komentar di tulisan ini yang berasal dari agen asuransi, saya rasa akan sangat-sangat fair bila agen tersebut langsung saja menyebutkan berasal dari perusahaan asuransi mana, produknya apa saja, premi berapa, dan bila perlu kontak ke yang bersangkutan bila ada pembaca blog ini yang tertarik bergabung menjadi nasabah. Tidak perlu malu dan sungkan, karena saya tidak akan memoderasi komentar yang berbau promosi kecuali sudah tidak sopan (dengan menyerang secara langsung produk/perusahaan asuransi lain, menggunakan bahasa yang kasar, dll). Cukup adil, bukan?

Mencatat Keuangan Pribadi Dengan "Toshl"

Apakah Anda selalu bingung dan bertanya-tanya ke mana perginya penghasilan Anda yang seabreg itu di akhir bulan? Mungkin Anda terlalu boros pada pos-pos pengeluaran tertentu. Misalnya, terlalu sering jalan-jalan ke mall membeli pakaian baru, atau makan di restoran mewah. Bila sebelumnya kita sudah belajar untuk mengatur keuangan usaha dengan GNUCash, saat ini kita butuh sebuah peralatan perang lain untuk mencatat keuangan pribadi yang memenuhi kriteria berikut : mudah, menyenangkan, dan (kalau bisa) gratis. Hehehe.
Kegiatan mencatat keuangan pribadi haruslah mudah dan menyenangkan
Mudah, karena kita akan menggunakannya hampir setiap saat. Ini berarti agak susah bila harus menggunakan PC atau laptop. Berarti harus berbentuk aplikasi mobile. Menyenangkan, karena proses memasukkan angka-angka ke dalam table adalah proses yang kurang begitu disukai orang. Apalagi harus setiap hari. Gratis, ya iyalah.. Masa' untuk mengatur uang dengan tujuan berhemat, masih harus keluar duit lagi? :D

Toshl, pencatat keuangan pribadi

Dari semua kriteria tersebut, penulis pikir untuk saat ini aplikasi Toshl adalah yang paling juara. Penulis sudah berganti-ganti aplikasi untuk mencatat keuangan pribadi, dan sudah kurang lebih selama beberapa bulan penggunaan Toshl ini, penulis tidak pernah kecewa. Aplikasi pencatat rincian keuangan pribadi yang lain seperti Mint (it's a good app but you need to be a US citizen), Expense Manager (hanya tersedia di Blackberry dan Android), atau Expensify, terlalu kompleks dan kurang begitu penulis suka karena fiturnya kurang "pas".

Nah, karena sebenarnya kita membutuhkan sebuah aplikasi mobile untuk mencatat keuangan pribadi saja, maka fitur yang kita perlukan tidak serumit saat menggunakan GNU Cash. Kegunaan mengatur keuangan pribadi seperti ini adalah melatih kedisiplinan untuk tidak boros di pos pengeluaran tertentu, sehingga misalnya kita bisa memberi porsi lebih untuk menyisihkan sebagian penghasilan di portofolio investasi. Entah itu untuk menambah modal usaha, membeli emas, uang muka rumah tinggal, menyicil kapling tanah, atau yang paling konservatif, ditabung.

toshl pencatat keuangan pribadi
Tampilan Toshl
Aplikasi Toshl ini tersedia di berbagai platform seperti iOS (iPhone), Android, BlackBerry, Windows Phone, bahkan Symbian. Anda tinggal mencari di application store masing-masing platform, dan mengunduhnya. Tosh menyediakan skema harga yang disebut Toshl Pro. Dengan Toshl Pro, Anda mesti membayar $2 per bulan, $20 per tahun, atau $50 per 3 tahun (terserah mana yang Anda suka), dan diberikan fitur-fitur yang tidak ada di Tosh kelas gembel. :D Fitur tambahan dalam Toshl Pro antara lain : bisa memasukkan lebih dari 1 macam income, lebih dari 1 budget, export data keuangan ke PDF (dan berbagai format berkas lain), dll.

Toshl juga menyediakan tampilan web (Anda diharuskan melakukan registrasi untuk mulai menggunakan) untuk menampilkan visualisasi yang lebih jelas tentang ke mana perginya uang Anda selama ini, atau seberapa sering Anda nongkrong di Starbucks.

tohsl for web


Toshl menerapkan konsep "tagging" atau memberi label pada setiap macam income atau pengeluaran. Misalnya, untuk jajan dan makan sehari-hari, saya memberi tag "eat". Atau tambahan label "eating out" untuk mencatat pengeluaran dari makan di restoran. Tag-tag yang saya biasa gunakan misalnya "groceries", "transport", "fuel", "house", "charity", atau "outfit". Anda bebas menambahkan label / tag sesuai keperluan. Saat memasukkan pengeluaran, Anda tinggal pilih tab Expenses, tap pada tanda "+", dan sebuah tampilan sederhana akan muncul. Masukkan nilai dari pengeluaran, pilih tag, dan simpan!

menambah pengeluaran dengan toshl

Untuk menyiasati keterbatasan fitur 1 income per bulan, saya menggunakan trik berikut. Pertama, kita tentukan tag "income" yang isinya misalkan Rp 10juta, dengan deskripsi misalnya "gaji bulan Juni". Nanti, bila ada tambahan recehan, katakan Rp 50ribu, maka transaksi sebelumnya tinggal diedit menjadi Rp 10.050.000. Deskripsinya tinggal ditambah menjadi "7 Juni 2013, hasil jual sendal nyolong pas sholat jumat". Total income Anda bisa tetap tercatat, dan untuk historinya bisa lihat di deskripsi.

Untuk fitur budget yang terbatas, saya hanya membuat 1 macam budget yang saya namakan "monthly". Untuk menyiasati keterbatasan fitur ini, saya tak punya trik apa-apa. Fitur ini berguna untuk memberi Anda peringatan, sudah sejauh apa total pengeluaran pribadi Anda untuk pos-pos atau tag/label tertentu. Misalnya Anda ingin membatasi "eating out" per bulan, hanya senilai Rp 1juta saja. Nanti kalau total expense label bersangkutan sudah Rp 900ribu, maka grafiknya akan mulai merah.

Kesimpulan

Aplikasi Toshl merupakan aplikasi yang cukup ideal untuk minimal membantu keuangan pribadi Anda. Fiturnya pas, dan penggunaannya sederhana. Tampilannya lumayan menyegarkan dan tidak terlalu membosankan seperti aplikasi sejenis lainnya. Karena sifatnya yang gratis, saya rasa ini adalah aplikasi expense tracking terbaik yang ada saat ini.

Update

Saat ini saya sudah menggunakan Toshl Pro. Perbedaannya cukup mencolok dan signifikan.

Jasa Gesek Tunai Kartu Kredit, Seberapa Menguntungkan?

Jasa gesek tunai atau lazim dikenal sebagai "gestun" untuk kartu kredit, kini telah menggurita baik di forum-forum online seperti Kaskus maupun merchant-merchant besar (seperti toko emas di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara). Seperti apa teknis dari jasa gesek tunai kartu kredit ini? Mengapa nasabah kartu kredit lebih memilih jasa "esek-esek" seperti ini dibandingkan menggunakan jasa tarik tunai dari bank yang mengeluarkan kartu kredit?


Simulasi Gesek Tunai

Kita langsung contoh kasus saja. Ibu Romlah memiliki kartu kredit BCA dan ingin punya uang cash untuk belanja harian. Sayangnya, penghasilan suaminya yang sekadar supir angkot jurusan Tanah Abang - Kampung Melayu, sedang surut. Ibu Romlah pun pergi ke warnet, lalu searching di Google dengan keyword "jasa gesek tunai", dan menemukan merchant Toko Emas Ah Tung. Toko Emas Ah Tung sejatinya adalah merchant yang memiliki mesin EDC BCA dan mematok tarif hanya 2% dari nilai tunai yang diambil.

Ibu Romlah pun berkongsi dengan Ah Tung, melakukan transaksi virtual (bohong-bohongan) dengan struk belanja bohongan, seolah-olah Ibu Romlah telah membeli emas dari Ah Tung senilai Rp 1juta. Dari sisi Bank BCA, transaksi ini dianggap normal, yaitu pembelian emas dengan kartu kredit, senilai Rp 1juta. Namun dari sisi Ah Tung dan Ibu Romlah, transaksi ini adalah transaksi gesek tunai. Ah Tung pun memperoleh "upah" senilai 2% yakni Rp 20.000. Nominal yang lumayan untuk sekali makan siang di warung Padang.

Perbandingan Jasa Gesek Tunai dan Tarik Tunai

Dibanding tarif tarik tunai yang berkisar 4%, tarif Ah Tung memang lebih menguntungkan. Coba saja bayangkan, bila nominalnya bukan hanya Rp 1juta, tapi katakan Rp 200juta atau bahkan lebih. Selisihnya kalikan saja, 4%-2% kali Rp 200juta. Tentu cara ini tidak dibenarkan karena merupakan transaksi palsu. Tapi, kita juga mesti ingat bahwa pihak bank bukanlah lembaga sosial yang semua pegawainya tersenyum ramah tanpa maksud bengis. Mereka juga perlu nasabah, perlu biaya untuk membeli blazer yang bagus untuk pihak marketingnya, dan biaya telepon untuk selalu mengganggu Anda dengan tawaran personal loan.

Cara bank juga terlihat bengis, karena terkadang ada biaya-biaya tersembunyi yang diberlakukan tanpa persetujuan Anda. Yang simpel saja, biaya materai. Mungkin nominalnya Rp 6000, tak terlampau besar, kalau sekali waktu. Bank tak mau rugi, jadi biaya-biaya semacam itu mereka biarkan pihak nasabah yang menanggungnya. Penulis pribadi sangat mendukung adanya praktek-praktek "Jasa Gesek Tunai", karena ini akan mematikan layanan gestun dari Bank, sehingga kemungkinan terbesarnya adalah pihak bank akan sedikit melunak dengan menurunkan tingkat suku bunga atau biaya-biaya terselubung lain. Penulis pun malas sekali berurusan dengan pihak Bank, di samping haram (bila melibatkan bunga/riba), hampir tak ada keuntungan ekonomis berarti, kecuali kita secara tak sadar dibuat miskin pelan-pelan.

Penurunan Suku Bunga oleh Bank Indonesia

Dengan diberlakukannya penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia melalui Peraturan Bank Indonesia No. 14/2/PBI/2012 dan Surat Edaran BI No. 14/17/DASP, maka bunga tarik tunai menjadi 2,95% saja. Peraturan ini berlaku sejak 1 Januari 2013 lalu, mungkin karena banyak sekali bank yang mematok bunga yang tak masuk akal. Penulis tentu berharap kita semua menjadi nasabah yang baik dengan menghindari konsumsi kartu kredit berlebihan sehingga memungkinkan telat bayar, apalagi sampai didatangi debt collector yang kekar dan tatoan. Selain juga karena memberi kesan bagus pada "rapor" kita di Bank Indonesia (Lancar > Dalam Perhatian Khusus > Kurang Lancar > Diragukan > Macet).

PS : Ibu Romlah dan Toko Ah Tung adalah tokoh fiktif, kesamaan dengan realita sebenarnya adalah kebetulan semata.

Menghargai Uang, Seberapapun Kecilnya

Ketika Everton bertanding melawan Liverpool di Liga Inggris, ada sebuah kejadian menarik yang melibatkan penyerang Liverpool, Luis Suarez. Om Suarez ini memang penuh dengan kontroversi, baik di Liga Inggris bersama Liverpool (misalnya saat ia diputuskan bersalah karena kasus rasisme terhadap Patrice Evra, pemain Manchester United), atau saat bersama tim negara asalnya, Uruguay (saat ia dengan sengaja melakukan hands ball di kotak pinalti untuk mencegah Uruguay kemasukan gol saat berhadapan dengan Ghana dalam Piala Dunia).


Saat salah seorang fans Everton berusaha mencederai pemain Liverpool dengan cara melempar koin, Suarez memungut koin tersebut, menunjukkannya sebentar pada wasit, dan menyimpannya di dalam sepatunya. Banyak sekali cerita mengenai kejadian itu, namun yang saya suka hadir seperti yang muncul di account Twitter Footy_jokes (dan beberapa blog yang membahas Liga Inggris lainnya).
When Everton fans threw coin at Suarez, he took them and kept that safe in his shoe, because he was once an 11-year-old kid on the streets of Montevideo playing football barefoot not knowing if there'd be food when he returned home. He know the value of money even if it's just a penny. You'd know better than to throw coins at him
Terlepas dari "hoax" tidaknya cerita tersebut, saya yakin kita sama-sama bisa mengambil hikmah. Hikmah bahwa seharusnya kita bisa belajar untuk lebih menghargai uang, seberapapun kecilnya. Dan karena rata-rata negara di Amerika Latin memang tidak terlalu kaya, boleh jadi Suarez pun sempat mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Masa-masa bingung antara bisa makan atau tidak besok hari, di saat kebanyakan orang di luar sana menyombongkan apa yang mereka makan via Instagram.

Pengusaha-pengusaha yang baik, yang kekayaannya bukan datang begitu saja dari langit, atau warisan orang tuanya, tahu benar cara menghargai uang. Salah seorang pengusaha (yang kabarnya bakal maju menjadi Presiden di 2014. Oya, tentu blog ini tidak berafiliasi dengan Partai Politik atau brand mana pun :D), bahkan berkisah saat ia berusaha meminjam uang Rp 16juta dari Ayahnya, ia diberi uang dalam bentuk uang kertas (tunai) di dalam karung, hingga sulit dibawa-bawa. Saat ditanya, "Mengapa caranya mesti seperti ini?" Ayahnya menjawab, "Itu agar kamu tahu sebanyak apa uang Rp 16juta itu, agar kamu berhati-hati menggunakannya."

Jadilah seperti Paman Gober, yang kalau lihat uang walau recehan, pasti dipungut. Buktinya gudang uangnya semakin lama semakin penuh dengan uang, bahkan ia mandi pagi dengan berenang di tumpukan uang. Hehehehe. Jika kita ingin belajar menjadi pengusaha besar, ada baiknya kita juga belajar menghargai uang dengan cara memanfaatkan dengan benar setiap rupiah yang kita dapatkan dari berbisnis. Ada kalanya memang usaha sedang ramai, tapi boleh jadi lebih sering masa-masa paceklik mendera, yang mengakibatkan kita dililit hutang yang sangat besar, yang membuat kita bahkan lebih miskin dari pengemis, karena saldo pengemis nol, sedang saldo kita minus. Di saat kita lagi gembel-gembelnya, uang senilai 500 perak pun sungguh-sungguh berharga.

Membayar Hutang Dengan Hutang

Maksud dari judul tulisan ini kurang lebih sama dengan ungkapan yang sudah terkenal di masyarakat kita, yaitu "Gali Lubang Tutup Lubang" alias membayar hutang dengan hutang. Bahkan salah satu musisi Indonesia berjuluk raja dangdut pernah menyanyikan lagu dengan judul yang sama. Ada pula artis Malaysia yang juga pernah menyanyikannya, namanya Salih Yaacob. Anyway, soal lagu itu dicipta pertama kali oleh siapa, tidak jadi fokus tulisan kita kali ini.

gali lubang tutup lubang

Membayar hutang lama dengan hutang yang baru, penulis rasa pernah dilakukan hampir oleh semua pelaku bisnis, atau mungkin orang-orang yang kepepet. Saat butuh dana dalam jumlah yang besar, dengan tenggat waktu yang terbatas, plus dalam kondisi tidak ada aset lancar yang bisa "diuangkan" dengan segera, solusinya tentu adalah meminjam dari sumber yang berbeda. Contoh, saat kita disuruh bayar kosan, tapi nggak punya cash, kita pinjam dulu dari teman atau keluarga, untuk selanjutnya kalau sudah ada uang, baru kita bayar.

Di perusahaan dengan aset sudah berkali-kali lipat dari aset pedagang kelontong, kondisi gali lubang tutup lubang seperti di atas sebenarnya tidak jauh berbeda. Mungkin beda di penampilan, karena pelakunya berdasi dan naik Alphard saja. Sisanya kurang lebih sama. Hutang perusahaan yang jatuh tempo tahun ini misalnya, akan dibayar dengan utang obligasi. Dengan cara demikian, perusahaan tidak perlu menggadai aset dengan tujuan membayar hutang lama. Bikin saja hutang yang baru, dan bila tenggat waktu hutang yang baru sudah makin dekat, ajukan lagi hutang baru. Demikian seterusnya.

Dengan trik demikian, bakal kelihatan seolah-olah bahwa perusahaan tidak punya lubang. Analoginya ketika perusahaan punya 5 buah lubang yang bisa digali. Lubang A, B, C, D, dan E. Lubang A digali. Tak lama, lubang B digali untuk menutup lubang A. Lubang C digali untuk menutup lubang B, demikian seterusnya hingga lubang E. Lalu, bagaimana cara menutup lubang E? Ya lubang A yang tadi ditutup, digali lagi. Sesederhana itu.

Cara yang sama bisa "dimainkan" pula untuk kartu kredit, walau Anda beresiko diciduk oleh orang Bank. Lima buah kartu kredit dengan limit yang besar, bisa dipakai bergantian. Saat kartu kredit terakhir kita pakai, kartu kredit pertama sudah bisa dipakai lagi dan diuangkan. Dengan demikian kita bisa "memiliki" cash senilai limit kartu, dengan hanya berputar-putar di lingkaran setan, karena yang jual jasa EDC untuk seolah-olah "gesek tunai" sudah banyak di Kaskus.

Kesimpulan

Gali lubang tutup lubang bukanlah hal nista yang dilarang, namun tentu sifatnya kondisional. Jikalau Anda tidak bisa mengatur dengan benar, boleh jadi di suatu saat malah akan menambah penyesalan karena terlalu sering berhutang. Hutang, menurut Islam, adalah kehinaan di siang hari, dan penambah kegelisahan di malam hari.

Semoga bermanfaat.

Menyusun Laporan Keuangan Dengan GNUCash

Suka tidak suka, mau tidak mau, ketika memulai usaha kita mesti berurusan dengan laporan keuangan. Ada yang menganggap bahwa mencatat transaksi penjualan, pemasukan harian, pengeluaran, biaya-biaya, dan sebagainya adalah hal "njelimet" yang perlu ketelitian tinggi. Maka dari itu: bikin malas. Lebih parah, ada pula yang tidak bisa memisahkan aset usaha dengan uang pribadi, mau untuk keperluan sendiri selalu ambil dari warung. Apakah Anda termasuk insan bisnis seperti itu? Mulai sekarang mari berubah :)

menyusun laporan keuangan dengan gnu cash
Membuat account di GNU Cash


Manfaat Laporan Keuangan

Manfaat menyusun laporan keuangan sangat besar, di antaranya:
  • Mengetahui perkembangan usaha, apakah untung besar/kecil, atau malah justru mengalami kerugian.
  • Dasar perhitungan pajak, bila pengeluaran tidak memiliki bukti, petugas pajak akan menghitung semua pemasukan sebagai pendapatan yang membuat pajak usaha semakin besar!
  • Membantu kemudahan dalam pengajuan kredit ke lembaga keuangan/bank atau sekadar akuntabilitas pada pemilik usaha (jika kita menjalankan usaha dengan modal orang banyak)
"Mana laporan keuangannya? Transaksi penjualan/pembelian tidak dicatat, Pak/Bu?" tanya petugas bank.
"Wah, nggak tuh, cuma pake kertas rokok aja kalo nyatet hutang.. "

Dowewewewewewew... :D

Sekilas Tentang GNUCash

GNUCash adalah aplikasi komputer yang dapat dijadikan alternatif bagi Anda yang tidak terlalu mengerti (atau malas belajar) akuntansi. GNUCash tersedia untuk Windows, MAC OSX, dan Linux. Kode sumbernya juga tersedia untuk didownload dari situs resminya di http://gnucash.org. Bagi pengguna Ubuntu, paket instalasi GNUCash sudah tersedia di repository, sehingga kita bisa menginstallnya seperti biasa.
$ sudo apt-get install gnucash
GNUCash relatif mudah digunakan, bersifat double-entry accounting (dijelaskan kemudian), fitur yang relatif lengkap (export/import laporan ke format QIF/OFX/HBCI), dan yang paling penting : FREE! Selain itu, GNUCash juga fleksibel baik untuk pencatatan keuangan pribadi (tidak peduli anak kos/mahasiswa/karyawan single/dll) sampai laporan untuk berbagai macam model usaha (sewa/rental/asuransi/retail/dll). Sampai saat ini GNUCash telah sampai di versi 2.4.0. Namun karena saya menggunakan repository Ubuntu 10.10, saya masih menggunakan versi 2.2.9.

Pelajaran Akuntasi Sederhana

GNUCash memiliki manual/tutorial yang dapat membantu kita. Kalau Anda benar-benar baru dan merasa buta soal akuntansi, tenang saja karena saya pun juga demikian :). Secara sederhana, double-entry accounting yang diadopsi GNUCash dapat berarti
setiap transaksi selalu melibatkan paling sedikit 2 account yang berbeda
Dengan menggunakan persamaan akuntansi umum:
Asset + Liabilities = Equity + (Income - Expenses)
Asset : contohnya uang kas, tabungan, bangunan yang disewa, dll.
Liabilities : kewajiban. contohnya hutang, obligasi, dana pensiun, dll.
Equity : modal. misalnya modal awal dalam bentuk uang tunai, saldo awal, dll.
Income : pendapatan. Misal hasil penjualan, pendapatan sewa, dll.
Expenses : pengeluaran. Misal biaya listrik, air, gaji karyawan, dll.

Dari persamaan akuntansi di atas, GNUCash menghitung profit dengan cara mengurangkan Asset dengan Equity, artinya bila asset bertambah maka hasilnya akan surplus/profit, demikian sebaliknya (catatan: GNUCash mencatat profit dalam periode yang kita tentukan, misalnya bulanan atau per satu minggu, atau secara keseluruhan. Ini bisa diatur di menu Edit - Preferences - Accounting Period).

Mulai menyusun laporan keuangan menggunakan GNUCash

Agar lebih mudah, kita langsung ke contoh saja untuk menjelaskan double entry accounting. Misal terdapat sebuah usaha percetakan kecil-kecilan dengan sejumlah karyawan. Dengan modal awal sebesar Rp 100juta, dengan transaksi yang berlangsung di bulan Januari 2011 kira-kira seperti berikut.
0. Menabung di Bank Binkbunk sebesar Rp 5.000.000,-
1. Bayar listrik, air, telepon, internet, asuransi, dlsb. Total senilai Rp 2.000.000,-
2. Membayar gaji 4 karyawan total sebesar Rp 4.800.000,-
3. Order dari pelanggan senilai Rp 17.000.000,- dibayar di muka sebesar Rp 9.000.000 sisanya akan diselesaikan bulan depan.
4. Membayar sewa ruko untuk 6 bulan, sebesar Rp 20.000.000,-
5. Pembelian mesin cetak di awal bulan, senilai Rp 40.000.000,-

Ingat, dalam setiap transaksi minimal ada 2 account yang terlibat. Artinya, uang harus mengalir dari account yang satu ke account yang lain, inilah mengapa disebut double entry, karena kita mesti memasukkan tiap transaksi ke dua atau lebih account.

Buka GNUCash, pilih New File, dan kita akan dihadapkan pada "New Account Hierarchy Setup". Klik Forward. Pilih Currency (ada pilihan IDR - Indonesian Rupiah) lalu terdapat menu untuk memilih account awal yang sesuai dengan usaha Anda. Ini semacam template sehingga kita tidak perlu susah-susah membuat account-account. Account dan sub-account akan dapat kita ubah-ubah nantinya, jadi tenang saja. Untuk sementara, kita pilih Common Accounts pada bagian Category. Common Accounts ini memiliki subaccount yang cukup lengkap (atau malah terlalu lengkap).

Pilih Forward. Pilih Forward sekali lagi karena kita langsung masuk ke list Accounts (opening balance dapat dimasukkan kapan saja). Klik Apply dan kita siap memasukkan transaksi keuangan ke dalam "buku".

Untuk setiap subaccount umumnya berisi kolom-kolom berikut.
Date: tanggal transaksi
Num: nomor referensi (bila ada lebih dari 1 transaksi yang terjadi di tanggal yang sama, isinya adalah nomor unik atau boleh dikosongkan)
Description: deskripsi transaksi
Transfer: ini yang terpenting. Karena uang mengalir dari satu account ke account yang lain, maka kolom ini mutlak harus ada isinya.
R : penanda bahwa transaksi sudah di-reconcile (rekonsiliasi). Secara default akan ditandai dengan n (NO, artinya belum direkonsiliasi)
Decrease/Increase: account berkurang atau bertambah (nama kolom akan berubah sesuai jenis account, bisa "Debet / Kredit" atau Expense/Income, intinya tetap sama)
Balance: saldo dari subaccount yang bersangkutan.

Yang pertama, modal awal senilai Rp 100juta akan kita masukkan ke Account Equity, sub account Opening Balances. Klik dua kali pada sub account Opening Balances, dan kita akan dihadapkan pada tab baru.

GNUCash - Opening Balances
Opening Balances di GNU Cash
Modal awal senilai Rp 100juta kita masukkan ke Opening Balances, pada kolom Transfer kita pilih Account lain, dalam hal ini semisal langsung ke Assets:Current Assets:Cash in Wallet (uang tunai). Nama-nama account dapat diedit kemudian. Untuk sementara kita pakai dulu pemberian dari GNUCash.

Dari sini, sebenarnya mudah saja untuk memasukkan tiap transaksi ke dalam GNUCash. Untuk transaksi selanjutnya..
0. Menabung berarti mengeluarkan uang cash ke saving Account. Pilih Cash in Wallet, Spend ketik Rp 5.000.000,- dengan Transfer ke Saving Account. Account Saving akan bertambah senilai Rp 5.000.000,-
1. Pembayaran listrik, air, dlsb berarti pengeluaran (masuk ke Account Expenses). Pilih sub account yang sesuai, atau buat sub account baru (misal Electricity untuk listrik, dan seterusnya) dengan cara klik kanan pada Account Expenses - New Account. Masukkan Rp 2.000.000 pada kolom Expense, dengan kolom Transfer = Assets:Current Asset:Cash in Wallet.
2. Gaji Karyawan adalah pengeluaran, berarti masuk ke Account Expenses (Anda mungkin ingin membuat sub account Employer). Isikan Expense Rp 4.800.000,-
3. Order dari pelanggan adalah pemasukan. Pada Description misalnya "Order dari Pak Haji Badrun yang mau ikut pilkada"). Masalahnya, Pak Haji Badrun hanya membayar Rp 9.000.000 sehingga solusinya kita harus menggunakan split transaction. Sebelumnya, buat sub account "Receivables" di dalam account Asset. Ini ibarat piutang (dengan istilah yang lebih keren). Nah, transaksi income bisa di-split dengan menekan tombol Split. Dengan demikian, pada subaccount Income akan bertambah Rp 17.000.000 sedangkan pada Cash in Wallet bertambah Rp 9.000.000 dan pada Asset:Receivables:Haji Badrun akan bertambah Rp 8.000.000. Bila Haji Badrun melunasi pembayaran bulan depan, maka nilai piutang Haji Badrun akan berkurang Rp 8.000.000,- dan nilai Cash in Wallet akan bertambah Rp 8.000.000.
4. Pembayaran sewa ruko adalah sebesar Rp 20.000.000, artinya pada Expense:Building (misalkan) Spend Rp 20.000.000, Cash in Wallet berkurang Rp 20.000.000. Karena selama 6 bulan, mengapa pengeluaran tidak dibagi 6 dulu? Jawabannya karena Anda membayar di muka, kecuali memang dibayar per bulan.
5. Pembelian mesin berarti penambahan asset. Pada cash in wallet berkurang Rp 40.000.000, sedangkan pada Asset:Machines (atau apalah) bertambah Rp 40.000.000. Sebenarnya ada nilai depresiasi (penurunan nilai asset karena pemakaian, dsb) namun untuk sederhananya contoh ini, hal tersebut untuk sementara tidak kita masukkan dalam transaksi (expense).

Dari semua transaksi yang terjadi di bulan ini, kita bisa buat laporan keuangan (report) dalam berbagai macam bentuk, dan bisa diakses dari menu Reports. Dari semua transaksi bulan ini, usaha mengalami kerugian (ditandai dengan nilai profit yang negatif) sebesar Rp 9.800.000,-.

Kesimpulan

  • GNUCash menganut double entry accounting. Untuk setiap transaksi, ada "pasangan" account.
  • Dengan menggunakan GNUCash, tidak perlu lagi pencatatan secara manual yang dapat menimbulkan kesalahan hitung, kelalaian karena tidak teliti, dan sebagainya.
  • GNUCash memang belum dapat dipadankan dengan aplikasi accounting lain yang berbayar, namun fiturnya tidak kalah bila Anda tidak menginginkan hal-hal yang terlalu kompleks.
Demikian, semoga bermanfaat. Silakan tulis saran dan koreksi pada bagian komentar di bawah ini. Terima kasih, selamat membuat laporan keuangan pribadi Anda.