Tampilkan postingan dengan label Kartu Kredit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kartu Kredit. Tampilkan semua postingan

Berhenti Menggunakan Kartu Kredit

Sekilas, kartu kredit memang menggiurkan. Di saat genting, kartu kredit bisa berfungsi untuk jadi "dana darurat". Tapi penggunaan kartu kredit bukanlah tanpa dilema. Berikut beberapa hal yang membuat saya pada akhirnya memutuskan untuk berhenti menggunakan kartu kredit.

kartu kredit



Hukum Riba dalam Islam

Hukum menggunakan kartu kredit sudah jelas ada riba di dalamnya. Kalau ada yang bilang bahwa kartu kredit bukan riba, percayalah bahwa itu hanya cari-cari celah untuk bisa tetap menggunakan kartu kredit. Namun ada pula ustadz yang mengatakan tidak mengapa memposisikan kartu kredit sebagai kartu debit, artinya diisi saldo duluan dan tidak pernah menggunakan kartu kredit kecuali di bawah batas "saldo" virtual tersebut.

Untuk perkara nomor 1 ini, mari kita tidak usah perdebatkan lagi karena penulis sendiri tidak dalam kapasitas yang mampu untuk menjelaskan lebih jauh. Silakan mencari referensi dari berbagai sumber terpercaya yang lainnya mengenai hal ini.


Keberatan Annual Fee

Annual fee atau biaya tahunan adalah biaya yang timbul dari aktifnya kartu kredit. Walaupun biasanya kita bisa mendapatkan pengurangan atau penggratisan, namun perlu ada effort khusus seperti mengancam menutup kartu kredit dengan menelpon pihak bank. Ada beberapa kartu kredit yang menawarkan free annual fee seumur hidup, tapi ini kembali ke alasan utama di atas.

Kisaran annual fee ini bervariasi. Jika kartu kredit tipenya semakin "glowing" dan terkesan prestigious, biasanya nilai annual fee akan semakin tinggi. Buat orang-orang yang suka pansos ya silakan-silakan saja. Annual fee dikali sekian banyak kartu bukan nominal yang sedikit. Mamam tuh status sosial.


Terlalu Banyak

Terakhir, saya punya 4 kartu kredit dari bank yang berbeda. Jika ditotal, limitnya sekitar Rp 120 juta. Tidak bisa dibayangkan jika ada orang yang memiliki kartu kredit hingga belasan atau bahkan puluhan kartu. Pasti sangat sulit sekali mengaturnya. Lagi pula, untuk apa memiliki banyak kartu? Mungkin buat dimafia-in, kali.


Kurang Begitu Bermanfaat

Setelah beberapa tahun menggunakan kartu kredit, sepertinya kegunaannya tidak sebanding dengan kegelisahan karena alasan pertama di atas. Memang, dalam beberapa kesempatan, menggunakan kartu kredit lebih menguntungkan dibanding jika menggunakan kartu debit. Ini terkait promo dan event tertentu. Tapi promo dan event khusus tidak selalu ada. Plus, ada banyak syarat dan ketentuan yang berlaku untuk mendapatkan benefit yang ditawarkan.


Capek Ditelpon Sales

Kehidupan personal dan privasi Anda harus siap dikorbankan karena data pribadi akan dengan sangat terbuka, bukan hanya oleh bank tempat mendapatkan kartu kredit, tapi juga belasan bank dan penyedia layanan serupa di luar sana. Data-data nasabah kartu kredit sudah menjadi barang awam yang diperdagangkan. Jangan heran bila mendapat telepon entah dari mana yang menawarkan dana tunai, kredit dengan cicilan ringan, atau mungkin pembukaan aplikasi kartu kredit baru di bank berbeda.

Jika merasa terganggu, terpaksa nomor pribadi dibedakan dengan nomor yang didaftarkan ke bank. Sudah puluhan bahkan mungkin ratusan nomor terblokir supaya tidak bisa menelpon lagi. Solusi lain, Anda bisa install aplikasi untuk blokir panggilan di Android.

Terkait tawaran dari sales / petugas bank, biasanya dengan nada menggoda dan penuh bujuk rayu, terkadang masih didengarkan sekali-sekali. Karena kasihan saja.


Tips Menutup Kartu Kredit

Jika memang belum bisa keseluruhan, sebaiknya dimulai saja menutup 1-2 kartu kredit yang dirasa paling berat. Mungkin dimulai dari yang tidak pernah dipakai dan annual fee-nya masih ada. Jangan sekali-sekali menggunting kartu kredit secara langsung, tapi ikuti prosedur penutupan kartu kredit dengan cara datang ke bank atau melalui telpon. Setelah mendapat tanda penutupan kartu kredit, barulah kartu kita manfaatkan kartu kredit, seperti menjadi phone holder.

kartu kredit sebagai phone holder
Foto diambil dari Instagram

kartu kredit untuk phone holder
Ide phone holder dari kartu kredit

kartu kredit sebagai phone stand


Terus terang, kartu kredit memang menjadi metode pembayaran yang paling lumrah jika dikaitkan dengan online payment dan layanan dari luar negeri. Saat ini kartu kredit saya masih tersisa 1 untuk pembayaran hosting, domain, dan berbagai layanan Google. Mungkin jika di masa depan penggunaan kartu debit bisa meluas, kartu kredit ini pun akan digunting juga.

Bagaimana dengan Anda? Jika Anda merasa kartu kredit juga menjadi beban, mungkin sudah saatnya memutuskan untuk berhenti menggunakan kartu kredit.

Mendapatkan Kartu Kredit Platinum CIMB Niaga

Kartu kredit memiliki dua buah sisi, baik gelap maupun terang. Jika tidak bijak dalam menggunakannya, kita bisa terjerumus dalam lembah nista hutang yang besar, seringnya karena iming-iming kemudahan bertransaksi.

kartu kredit

Berikut pengalaman penulis mendapatkan kartu kredit platinum dari CIMB Niaga.

Tentang Kartu Kredit Platinum CIMB Niaga

Pada umumnya pengguna kartu kredit CIMB Niaga akan mendapatkan fitur iuran tahunan gratis seumur hidup. Ini kalau kita memilih tipe kartu Mastercard sedari awal penggunaan. Jika memilih untuk menggunakan Visa, maka iuran tahunan gratis hanya berlaku selama 2 tahun pertama saja. Bank CIMB Niaga sendiri termasuk dalam jajaran bank terbesar (ke-5) jika ditinjau dari sisi aset, dan terbesar ke-2 (setelah bank BCA) jika hanya menilik bank swasta.

Khusus Kartu Kredit Platinum, sebetulnya masih masuk dalam grup kartu kredit Reguler, dengan syarat penghasilan minimal Rp 90 juta per tahun, dengan limit bervariasi mulai dari Rp 15 juta - Rp 74 juta. Sebelumnya penulis mendapatkan kartu kredit CIMB Niaga Gold, yang syarat dan ketentuannya lebih sederhana.

Baca juga : Mendapatkan Kartu Kredit CIMB Niaga

Mekanisme dan Keuntungan Upgrade Kartu Kredit Platinum CIMB Niaga

Awalnya penulis dikirimi email dengan subjek : "Pemberitahuan Perubahan Kartu Kredit menjadi Platinum Card Free For Life & Tanggal Cetak Tagihan menjadi Tanggal 22 per Januari 2018". Di dalamnya berisi beberapa keterangan seperti : 
  • Perubahan nomor kartu. Sehingga kartu kredit yang lama tidak akan aktif kembali.
  • Keharusan untuk menghubungi pihak terkait jika nasabah memiliki tagihan aktif atau pembayaran rutin bulanan. Mungkin seperti air, listrik, pulsa pasca bayar, dll.
  • Pemberitahuan bahwa tanggal cetak tagihan telah berubah. Ini membuat akan ada 2 kali tagihan dalam satu bulan. Hati-hati bahwa Anda dimungkinkan mengalami denda keterlambatan karena lupa bayar.
  • Tarif dan biaya serta benefit akan mengikuti kartu kredit jenis platinum.
Selanjutnya kita tinggal menunggu kartu baru diantar (ke kantor atau rumah), dan melakukan aktivasi serta mengubah PIN-nya. Satu hal lagi, menurut pengalaman penulis, limit kartu kredit yang baru tidak akan jauh berubah dari limit kartu kredit sebelumnya.

Hati-hati dan Bijak Menggunakan Kartu Kredit

Mengupgrade dan menaikkan limit kartu kredit nasabah, sebetulnya adalah salah satu cara bank untuk tetap "menggaet" nasabah kartu kredit, minimal agar tetap terus menggunakan kartu kreditnya. Bank tentu berharap, ada 1-2 kali nasabah menggunakan kartu kredit untuk keperluan yang kurang perlu, yang nilai pembayarannya di luar jangkauan kemampuannya, sehingga masuk dalam fase pertama yaitu "pembayaran minimum" yang nilainya biasanya berkisar 10 persen dari pembayaran total.

Jika sudah begini, maka sebaiknya kita berhati-hati untuk tidak terus (dengan mudahnya) gesek kartu sana-sini. Ingat bahwa penggunaan kartu kita bulan ini, harus dipertanggung jawabkan di bulan berikutnya.

Demikian. Semoga bermanfaat.

Modus Marketing Kartu Kredit

Marketing kartu kredit biasanya menawarkan hal-hal yang tidak biasa agar calon nasabah tertarik untuk membuat kartu kredit. Jika nasabah sudah memiliki kartu kredit, maka nasabah juga diarahkan untuk memiliki kartu kredit tambahan, atau menikmati fasilitas plus-plus dari penyedia kartu kredit. Jumlah kartu kredit yang banyak namun tidak diimbangi dengan cara pemakaian yang bijak tentu akan melahirkan persoalan tersendiri. Apakah kita benar-benar membutuhkan kartu kredit baru? Berikut hal-hal yang biasanya digunakan para sales kartu kredit. Hati-hati, jangan sampai kita tergoda.

kartu kredit

Janji menaikkan limit kartu kredit

Seperti yang kita ketahui, sales kartu kredit dapat memperoleh informasi tentang data nasabah kartu kredit dari pihak ketiga. Biasanya juga dari sesama sales kartu kredit. Karena data ini terkadang kurang terlalu update, maka biasanya sales kartu kredit hanya bicara seperti ini di telepon. "Limit kartu kredit yang sekarang berapa, Pak? Akan kami jadikan limit baru kartu kredit Bapak menjadi 3x lipat dari limit saat ini". Atau, "menjadi total semua limit kartu kredit yang Bapak punya". Janji hanya tinggal janji. Saat kartu kredit sudah tiba, limit kartu kredit biasanya tak sesuai harapan. Ini dikarenakan, bukan sales kartu kredit yang menentukan limit kartu kredit, tapi dari pihak Bank.

Bebas iuran tahunan seumur hidup

Janji sales kartu kredit seperti ini juga sudah sering diperdengarkan. Dengan tidak ada iuran tahunan seumur hidup, maka calon nasabah akan berpikir "Toh tidak ada ruginya memiliki satu kartu kredit tambahan". Padahal jebakan betmen seperti ini bakal ketahuan saat pemakaian sudah lewat 1 tahun, ketika tiba-tiba ada tagihan tambahan di billing statement.

Marketing kartu kredit perempuan

Sudah menjadi hal yang lumrah, kalau lelaki akan lemah dengan perempuan. Marketing kartu kredit pun sudah dilatih untuk berbicara selemah dan selembut mungkin. Kalau bisa sampai calon nasabah di seberang sana klepek-klepek.

Tipe kartu kredit yang prestigious

Jika calon nasabah belum memiliki kartu kredit, mungkin akan dijanjikan tipe kartu kredit yang sedang-sedang sahaja, seperti Silver atau Gold. Namun jika nasabah sudah memiliki kartu kredit, maka akan dijanjikan kartu kredit tipe dewa seperti Titanium, Platinum, Alumunium, Millennium, atau bahkan tipe kartu kredit yang namanya baru Anda dengar. Nama sih boleh keren, tapi tunggu nanti setelah kartu kreditnya datang. Limitnya cuma gopek ceng.

Kesempatan dana tunai dengan margin yang rendah

Memiliki kartu kredit dengan alasan agar bisa menikmat dana tunai adalah hal yang cukup keliru. Pertama, dana tunai yang diberikan bank jumlahnya kecil, biasanya hanya berkisar 30 persen dari limit kartu kredit. Kedua, margin atau bunganya akan mencekik leher. "Tapi marginnya rendah loh Pak, hanya 0.7 persen per bulan. Ini masa promo Pak, kesempatan langka. Marginnya kembali normal bulan depan," suara marketing kartu kredit di seberang telpon yang kemayu mencoba mempengaruhi. Jangan sampai kemakan.

Program cicilan tagihan

Nasabah yang gila belanja menggunakan kartu kredit adalah sasaran empuk para sales. Kenaikan limit pada kartu kredit jangan dikira tidak punya makna apa-apa. Pertama dikasih limit 3 juta, dipake hanya kisaran Rp 200 ribu sebulan. Dinaekin limitnya jadi 5 juta, eh kok pemakaian jadi 1,5 juta per bulan. Terus begitu, hingga ada titik di mana limitnya sudah tinggi, pemakaian sudah banyak, dan akhirnya nasabah keenakan dan udah mulai sulit bayar tagihan tepat waktu. Di titik inilah para sales pun belagak malaikat di tanggal tua, menghembuskan angin surga pada nasabah, menawarkan program cicilan tagihan.

Misal tagihan 6 juta, dicicil 6 bulan kena margin 0.7 persen sebulan. Harusnya, sebulan kena Rp 1 juta ditambah 0.7% dari Rp 6 juta = Rp 1.042.000. Pada kenyataannya, Anda akan diberi tahu, "Bapak kena cicilan tetap Rp 1.059.000 per bulan, ringan kan Pak?" Kok angkanya beda? Ini sudah tipu-tipu, ada biaya silumannya. Karena di telepon itu ritme percakapan sedemikian cepat, dan angka tagihan tidak selalu genap, jadi nasabah dibuat tak sadar.

Menaikkan Limit Kartu Kredit

Untuk menaikkan limit kartu kredit Anda, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal-hal tersebut meliputi syarat pengajuan kenaikan limit kartu kredit, dan trik hingga pengajuan kenaikan limit kartu kredit disetujui. Karena saya hanya pernah mengajukan kenaikan limit kartu kredit di 4 bank, yakni BNI, Mandiri, CIMB Niaga, dan UOB, maka saya tidak yakin apakah cara berikut ini juga berpengaruh diterapkan di bank lainnya. Apalagi bank-bank ternama yang bisa dengan mudah jual mahal, contohnya BCA. Jadi, artikel ini lebih ke pengalaman pribadi sahaja.

kartu kredit naik limit

Menaikkan Limit kartu kredit Mandiri

Kartu kredit Mandiri adalah kartu kredit pertama saya yang limitnya paling kecil. Kartu kredit ini saya khususkan untuk pembayaran online via Paypal, jadi total transaksi per bulan tidak terlalu besar, berkisar Rp 100 ribu - Rp 1 juta saja per bulan. Untuk mengajukan kenaikan credit card limit Mandiri, Anda tinggal mengisi formulir secara online di mandirikartukredit.com/pengkiniandata, atau email langsung ke pengkiniandatacard @ bankmandiri.co.id.

Namun cara di atas memang agak lama. Cara lain adalah datang langsung ke kantor cabang bank mandiri terdekat. Jangan lupa bawa slip gaji, identitas diri, dan tak lupa kartu kredit Anda. Ketika itu saya sudah memakai kartu kredit Mandiri selama lebih dari 2 tahun. Limit saya naik dari Rp 3 juta ke Rp 6 juta. Proses pengajuan diakhiri dengan nominal pagu kredit atau credit limit yang berubah di billing statement.

Menaikkan Limit Kartu Kredit BNI

Simak cerita proses pengajuan kartu kredit BNI di tulisan Pengalaman Membuat Kartu Kredit. Karena termasuk kartu yang jarang sekali saya pakai, kartu kredit BNI (Silver) saya hendak saya tutup, tepat setelah 1 tahun tidak ada transaksi berarti. Namun, limit saya ternyata sudah dinaikkan hingga Rp 10,5 juta, dari Rp 4 juta. Tak ada angin tak ada hujan, semua terjadi begitu saja.

Seminggu lalu, saya mencoba untuk mengajukan kenaikan limit lagi. Kali ini tak tanggung-tanggung, langsung ke Rp 25 juta! Langkahnya, Anda tinggal mengirim email ke pengkiniandata@bni.co.id. Lampirkan berkas seperti KTP, slip gaji terakhir, NPWP, dan scan kartu kredit. Tak lama, petugas bank akan menelpon dan menanyakan data-data diri yang lain. "Pak, kemungkinan kartu Bapak akan diganti ke tipe Gold, karena tipe Silver limitnya hanya Rp 7 juta maksimal," jelas petugas bank. Hla, padahal limit saya saat ini sudah Rp 10 juta setengah??

Selang 3 hari, ada SMS dari BNI. "Yth Bapak/Ibu, mohon maaf..." Kalau begitu, kalimat selanjutnya nggak usah dibaca lagi lah ya... Hahaha.

Menaikkan Limit Kartu Kredit CIMB Niaga

Untuk kartu kredit CIMB Niaga Mastercard, prosesnya juga relatif mudah. Kartu kredit CIMB Niaga ini jadi begitu saja, tanpa saya harus menyertakan slip gaji, surat keterangan pegawai tetap, dll. Kartu ini bebas iuran tahunan seumur hidup, seperti promonya yang tertera di website CIMB Niaga, asalkan kita memilih untuk menggunakan Mastercard. Jika pilih VISA, gratis annual fee hanya selama 2 tahun pertama.

Kartu ini saya pakai tidak lebih dari 1 tahun. Maret kartu jadi, saya apply naik limit November. Jadi hanya 8 bulan. Toh, bisa-bisa saja limit saya naik menjadi Rp 10 juta. Beberapa hari lalu saya coba mengajukan kenaikan limit, namun ditolak via email karena pengajuan kenaikan limit terakhir masih 6 bulan lalu, sehingga harus menunggu 6 bulan ke depan.

Menaikkan Limit Kartu Kredit UOB Platinum (One Card)

Kartu kredit UOB ini sebetulnya kartu kredit aneh. Tipe platinum tapi limit awalnya hanya Rp 7 juta. Platinum macam apa ini? Sepertinya produk sampah. Akhirnya saya coba untuk menaikkan limitnya via phone banking ke nomor 14008. "Tidak bisa Pak, karena penggunaan kartu belum satu tahun," jawab seseorang di seberang telepon. "Untuk annual fee, memang benar free namun tagihannya akan keluar di bulan Februari tahun depan," lanjutnya. Penjelasan yang jauh berbeda dengan apa yang dikatakan sales kartu kreditnya. Kartu kredit ini sebenarnya hendak saya tutup. Namun ada teman yang butuh menggunakan kartu kredit untuk transaksi online. Akhirnya saya pinjamkan saja. Tinggal ganti nomor PIN (untunglah gesek CC sekarang pake PIN, bukan tanda tangan), dan ubah nomor handphone ke nomor teman saya.

Tips Menaikkan Limit Credit Card

Beberapa trik agar aplikasi kenaikan limit Anda disetujui berikut mungkin bisa berhasil
  1. Gunakan terus kartu kredit Anda, minimal 60% dari limit
  2. Selalu bayar tagihan tepat waktu dan full payment
  3. Minimal penggunaan 1 tahun.
  4. Sok jual mahal dan ancam akan menutup kartu. Toh penyedia layanan kartu kredit bukan cuma satu.
  5. Teman saya bilang, "Pake gesek tunai senilai limit, 3 bulan berturut-turut. Bayar ontime dan full. Di bulan ke-4, minta naik limit. Pasti approved!" Dia memiliki 10 kartu kredit dan total pagu kredit senilai Rp 600 juta-an. Yah.. Begitulah..
Demikian, selamat naik limit. Tetaplah bijak menggunakan kartu kredit Anda.

Menggunakan Kartu Kredit dengan Bijak

Menggunakan kartu kredit dengan bijak akan memaksimalkan manfaatnya. Kartu kredit seperti silet. Kedua sisinya tajam. Kalau tak hati-hati, jari Anda bisa tersayat.

kartu kredit

Berikut tips agar tetap hemat dalam menggunakan kartu kredit.

Tidak memiliki kartu kredit terlalu banyak

Bank Indonesia sebagai pengatur regulasi untuk kartu kredit sudah melarang kepemilikan lebih dari 2 kartu kredit untuk nasabah yang memiliki penghasilan di bawah Rp 10 juta per bulan. Mengapa? Karena logikanya, semakin banyak kartu kredit yang dimiliki, maka akan semakin besar pula kemungkinan untuk lebih konsumtif. Dan terlalu konsumtif (baca: boros) akan membuat kita gagal bayar. Sederhananya, penghasilan yang tak seberapa harusnya jangan berani gesek kartu kredit sering-sering.

Batasi limit kartu kredit Anda

Limit kartu kredit yang pas adalah yang sesuai dengan revenue atau penghasilan kita. Para perencana keuangan menyarankan nominal limit di antara 3-4 kali dari penghasilan bulanan. Tujuannya selain untuk keamanan (bila kartu kredit dicuri dan digunakan untuk belanja orang lain), juga untuk membatasi pengeluaran kita.

Menggunakan kartu kredit seperlunya

Promo kartu kredit tersebar di mana-mana, mulai dari toko online (online shop), travel agent, restaurant, dan pusat perbelanjaan. Tinggalkan saja kartu kredit Anda di rumah, untuk menghindari kalap belanja. Ketika ada promo TV LED di mall, dengan harga permulaan Rp 5 juta dan diskon menjadi Rp 3 juta, Anda tidak berhemat Rp 2 juta. Saya ulangi, Anda tidak berhemat Rp 2 juta. Yang terjadi, Anda menghabiskan uang Rp 3 juta.

Gunakan Toshl untuk mencatat pengeluaran

Toshl adalah aplikasi pencatat pengeluaran dan pemasukan pribadi. Menu tagging atau pemberian label pada pengeluaran bisa membantu kita untuk mengatur pengeluaran dari kartu kredit yang dipakai. Selalu beri label credit card pada setiap pengeluaran dengan kartu kredit, agar kita bisa tahu seberapa banyak tagihan kartu kredit yang harus dibayarkan ketika billingnya keluar.

Jangan pernah tarik tunai kartu kredit

Bunga dari tarik tunai kartu kredit berkisar amat tinggi (bisa 4-5% per bulan). Oleh karena itu sangat tidak disarankan untuk melakukan tarik tunai dengan alasan apapun. Kalau Anda memang benar-benar terdesak, bisa memanfaatkan jasa gesek tunai yang biasanya dijual di merchant-merchant bawah tanah.  Tindakan ini adalah tindakan ilegal, jadi berhati-hatilah.

Bayar selalu tagihan secara penuh

Jangan pernah menunda-nunda untuk membayar tagihan. Issuer kartu kredit akan sangat bahagia bila Anda menghabiskan banyak sekali uang dengan kartu kredit, plus membayar tagihan hanya 10% dari total. Ini berarti, Anda akan dikenai bunga. Biaya-biaya semacam inilah yang membuat para bankir kaya raya.

Sesuaikan jenis kartu kredit dengan kebutuhan

Bila Anda adalah tipikal orang yang perlu kartu kredit hanya untuk membayar tagihan via PayPal (pembayaran di online shop kenamaan), mungkin kartu kredit dengan limit kecil dan bertipe Silver sudah lebih dari cukup. Namun bila Anda tipikal yang senang berbelanja kebutuhan pokok di supermarket untuk keluarga besar, mungkin limitnya agak tinggi dengan tawaran diskon atau cashback. Atau bila Anda termasuk yang anti-konservatif, menggunakan kartu kredit untuk modal usaha (misalnya), mungkin bisa apply satu kartu kredit Platinum, Infinite, atau Signature. Tapi hati-hati masuk penjara, atau berakhir tinggal nama karena kena stroke ketika ditagih oleh debt collector.

Mendapatkan Kartu Kredit UOB Platinum One Card

Beberapa hari lalu saya mendapatkan kartu kredit UOB Platinum One Card. Kartu kredit UOB tipe ini sepertinya adalah tipe yang, setidaknya menurut penulis, agak "aneh bin salah kaprah". Ketika kita menuju website bank UOB Indonesia (dulunya bernama UOB Buana), terdapat informasi tentang tiga tipe kartu kredit : Preferred Platinum, One Card, dan Lady's Card.

kartu kredit
Ilustrasi Kartu Kredit

Platinum-platinum-an ala UOB

Platinum yang selama ini orang anggap sebagai kartu kredit kalangan berada dan lebih praestigiosus alias lebih berjumawa dibanding Gold apalagi Silver, mungkin dijadikan marketing trick. Bodo amat kalau keuntungan/privilege nggak seberapa, plus limitnya hanya cukup buat belanja di Alfamart. Yang penting design kartu keren, terkesan eksklusif, dan ada tulisan 'PLATINUM'. Jadi, mungkin One Card ini termasuk tipe Gold yang di-'Platinum'-kan. Dan Preferred Platinum itulah yang sebenarnya kartu kredit Platinum versi UOB. Sampai sekarang pun penulis belum mendapatkan informasi yang benar.

Meragukan Prosedur Aplikasi Kartu Kredit

Setelah kita berhasil membuat kartu kredit pertama, bersiaplah ditelpon oleh sales kartu kredit dari bank yang berbeda (yang bahkan namanya mungkin baru pertama kali kita dengar), agen asuransi, penawaran kredit tanpa agunan, sampai travel agen berbagai perusahaan. Anggap saja data Anda sudah bocor, kehidupan pribadi Anda sudah berada di tangan orang-orang perbankan.

Ingat aturan tak tertulis aplikasi kartu kredit : semakin berharap, maka semakin besar peluang aplikasi Anda ditolak. Demikian pula sebaliknya. Anda bisa saja tidak tanda tangan surat permohonan aplikasi kartu kredit, tidak memiliki nomor telepon rumah, dan tidak memiliki slip gaji yang nominalnya di atas Rp 10 juta per bulan. Mengapa harus lebih dari Rp 10 juta per bulan? Karena orang yang penghasilannya kecil tidak boleh punya kartu kredit lebih dari 2.

Keuntungan One Card UOB

Satu dari beberapa keuntungan yang dijanjikan oleh kartu kredit One Card UOB adalah program cash back 3% + 10%. Namun program ini, layaknya program marketing kartu kredit lain, terlihat rumit dan membingungkan. Cash back 3% didapat ketika total transaksi per bulan >= Rp 5 juta dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan berturut-turut. Sedangkan cash back 10% adalah cash back yang dihitung dari bunga yang dibebankan. Yang lebih rumit lagi adalah transaksi yang diperhitungkan tidak berasal dari program cicilan, cash on phone, dan tarik tunai.

Free Annual Fee Seumur Hidup Tanpa Syarat (?)

Seharusnya beban iuran tahunan kartu kredit One Card dari UOB adalah Rp 550ribu per tahun. Dari sales via telepon, saya dijanjikan untuk dibebaskan dari beban itu. Mengingat Om Priyadi pernah memiliki pengalaman buruk dengan tagihan iuran tahunan UOB, apakah itu membuat kita jadi percaya dengan percakapan sales kartu kredit via telepon?

Jika memang banyak orang beramai-ramai minta iuran tahunan digratiskan, dari mana bank akan membayar semua biaya operasional dari kartu kredit? Akankah bank hanya berharap banyak sekali orang memakai kartu kredit lalu menunggak dan membayar bunganya? Mengingat mudahnya membuat kartu kredit (tanpa harus ada slip gaji dan nomor telepon rumah), tidakkah ini membuat kita berpikir : suatu saat ini negara ini akan collapse karena hutang yang menggunung karena nasabah tak mampu membayar tagihan?

UPDATE : Free Annual Fee tidak berlaku, saya tetap ditagih iuran tahunan.

Manfaat Memiliki Kartu Kredit

Sebagian orang menghindari kartu kredit karena takut 'nyangkut' di debt collector. Namun bagi sebagian orang, manfaat memiliki kartu kredit amat besar, seperti modal usaha dan dana darurat. Terlepas dari pro dan kontra memiliki kartu kredit, ini semua kembali ke bagaimana setiap orang mengatur rencana keuangan sesuai kebutuhan. Menurut Asosiasi Kartu Kredit, jumlah kartu kredit yang diterbitkan di Indonesia adalah 15 juta kartu. Jika satu orang rata-rata memegang 2-3 kartu, maka ada 5-10 juta orang pengguna kartu kredit di Indonesia.
kartu kredit


Manfaat memiliki kartu kredit sangat besar. Di antaranya

Alat bantu pembayaran (online)

Banyak sekali online shop kenamaan dunia seperti eBay, Amazon.com, atau AliExpress yang hanya menerima pembayaran via kartu kredit. Harga beberapa komoditi digital pun lebih murah bila kita order dari luar negeri. Mengapa kartu kredit? Karena kepemilikan kartu kredit dan verifikasinya jauh lebih rumit daripada debit card. Sehingga ini meminimalisir identitas palsu dan transaksi yang tak jelas.

Menunda pembayaran

Yang perlu diingat adalah limit kartu kredit bukan merupakan uang tunai. Sifatnya hanya sekadar untuk menunda pembayaran. Ketika kita membeli barang seharga sekian juta rupiah, kita harus bayar pada saat tagihannya keluar. Untuk yang suka latah belanja, ini memang berbahaya. Oleh sebab itu, bila memang butuh, gunakan kartu kredit dengan limit paling kecil sesuai kebutuhan.

Cicilan 0%

Promo cicilan 0% bertebaran di mana-mana. Biasanya, semakin besar nilai transaksinya, semakin lama pula jangka waktu mencicilnya. Misalnya, di sebuah gerai elektronik ternama, untuk nilai transaksi di atas 3 juta rupiah, maka periode cicilannya menjadi 12 bulan. Cicilan model ini tidak seperti pinjaman kredit ke bank, di mana ketika kita punya rejeki lebih, kita bisa mengajukan pelunasan maju (langsung dibuat lunas sebelum masa kredit berakhir). Bank memang sengaja membuat kita menghabiskan uang lebih banyak dengan waktu yang lebih lama.

Point rewards

Untuk tiap nilai transaksi, biasanya bank memberikan point rewards yang bisa ditukar dengan hadiah-hadiah tertentu seperti boneka, hingga mileages. Atau point ini bisa dikumpulkan untuk dipakai belanja lagi. Ingat bahwa bank ingin kita menghabiskan uang lebih banyak.

Tidak perlu membawa uang tunai

Ini mirip dengan manfaat dari kartu debit. Kalau mau transaksi hanya butuh kartu dan tanda tangan. Kalau pun kartu kredit jatuh ke tangan orang lain yang tidak berhak, kita bisa langsung telpon ke bank untuk melakukan pemblokiran.

Diterima di seluruh dunia

Visa dan Mastercard adalah salah satu issuer yang dominan di Indonesia. Sifatnya yang diterima di seluruh dunia, membuat perjalanan Anda lebih praktis karena tidak perlu melakukan penukaran uang di money changer. Namun berhati-hatilah karena mayoritas kartu kredit mengenakan biaya tambahan untuk setiap transaksi. Ini merupakan "upah" dari transaksi dari bank lokal dengan penjual luar negeri.

Membantu mencatat transaksi keuangan

Dengan mencatat setiap transaksi keuangan dengan Toshl, kita bisa membuat tag atau label tersendiri, misalnya "credit card". Ini akan memudahkan mengelola pengeluaran, dan mengira dengan pasti berapa tagihan kartu kredit bulan berikutnya.

Mendapatkan Kartu Kredit CIMB Niaga

Ketika itu penulis sedang nyuci sempak, dan tiba-tiba ditelpon dari nomor tak dikenal. Karena dari nomor hape, sebelum jawab mesti baca a'udzubillahiminassyaitonirrojim dulu, supaya tidak kena hipnotis dan berakhir saldo ATM terkuras. Ternyata dari sales kartu kredit CIMB Niaga. Intinya sang sales akan mengirimkan Gold Credit Card CIMB Niaga langsung ke alamat kantor.

Nih Mas, pakai kartu kredit ini dijamin bisa beli sempak baru
Pertanyaan yang paling penting saat akan bikin kartu kredit baru menurut penulis sebenarnya cuma 2 : limitnya berapa, dan free annual fee atau tidak?
Pembuatan kartu kredit baru selalu terkait 2 hal : limit dan annual fee
Limit, kalau kecil, ya buat apa? Toh penulis sudah memiliki 2 kartu kredit yang limitnya lebih dari cukup. Kalau kenaikan limit tidak signifikan, agak susah juga pake kartu kredit untuk beli barang yang mahal (untuk dijual lagi tentunya, bukan konsumsi pribadi). Free annual fee kalau perlu seumur hidup. Toh kalau tidak dipakai tidak ada resiko apa-apa. "Limitnya adalah total limit semua kartu kredit yang Pak Prabowo miliki, dengan free annual fee seumur hidup, Pak!" jawab suara di seberang sana.

Cucok.

"Pokoknya nanti kalau ditelpon dari pihak bank, bilang saja gaji Bapak sepuluh juta ya Pak?" lanjut Mbak-mbak sales. "Oke," jawab saya, sambil memandangi sempak yang sedang menunggu dibilas. Sungguh, punya gaji 10 juta sebulan dan kegiatan mencuci sempak adalah dua hal yang sangat kontradiktif saat itu.

Tak lama, memang benar ada telpon dari orang Bank CIMB Niaga. Saya ditanya hal-hal biasa seputar pekerjaan, alamat, kontak orang tak serumah yang bisa dihubungi, dan lain-lain. Tapi, alih-alih bentuk pertanyaannya seperti "Bapak sekarang tinggal di mana?", petugas bank hanya bertanya "Apakah benar Bapak tinggal di Jalan X nomor 99? Apakah benar kantornya masih di Gedung Anu Kav 123? Kontak orang tak serumah masih ke Bapak Fulan? Dengan nomor 0800xxxx?" Jadi hanya sekadar pertanyaan ya dan tidak. Dan tentu saja kita cukup bilang "YA!" saja dengan seyakin-yakinnya. Tidak rumit.

Beberapa hari kemudian

Di pabrik tempat saya bekerja sudah ada yang mengantar kartu kredit dari CIMB Niaga. Penerimanya pun bukan saya langsung, tak seperti ketika saya menerima kartu kredit BNI dan Mandiri. Tampak terlihat dari tanda terima paket, kurir yang mengantar adalah perusahaan lain / pihak ketiga bernama PT Prima Multi Cipta yang beralamat di Jl. Cikini 1 No 6, dengan nomor telepon 021-3140583. Sepertinya PT Prima Multi Cipta juga menjadi kurir pengantar kartu kredit untuk bank-bank lain seperti BNI, BII, Bukopin, dan BCA.

Ketika saya lihat, memang benar limitnya lumayan besar. Mungkin karena tipe Gold? Untuk aktivasi, tidak seperti kartu kredit BNI yang bisa diaktivasi via SMS, CIMB Niaga mensyaratkan telepon ke layanan phone banking di 14041. Nanti akan diverifikasi ulang untuk data-data pribadi, dan kartu kredit pun siap digunakan. Untuk pembayaran tagihan, tidak seperti kartu kredit Mandiri yang tidak bisa dibayar dari internet banking BCA, CIMB Niaga bisa dibayar dari klikbca.

Pengalaman Membuat Kartu Kredit

Kalau ada pertanyaan, apa sih yang membuat aplikasi kartu kredit kita diterima atau ditolak oleh bank? Jawaban sebenarnya adalah, tidak ada yang tahu pasti. Katanya harus bekerja minimal setahun, katanya lagi minimal penghasilan harus sekian juta sebulan, katanya lagi mesti ada saldo terendap sekian rupiah di tabungan. Semua serba katanya dan katanya. Bahkan pegawai bank sendiri tidak bisa memberi Anda alasan bila aplikasi kartu kredit Anda ternyata REJECTED.

Kartu Kredit
Namun yang saya tahu, memang ada beberapa hal yang "memperkuat" kemungkinan aplikasi Anda diterima oleh Bank. Beberapa alasan tersebut adalah

Bukan tipikal nasabah yang bermasalah

Tahukah Anda bahwa sebetulnya data kita di Bank Indonesia memiliki rapor tersendiri. Katakan kita sudah terlanjur mencicil apartemen, dan tercatat beberapa kali menunggak atau telat bayar. Di mata Bank Indonesia, nilai kita sudah minus. Rapor tersebut dikenal dengan sebutan BI Checking, dan laporan ini bisa diakses oleh semua bank dan lembaga keuangan non-bank yang bisa masuk dalam SID atau Sistem Informasi Debitur. Kecuali kita mau kredit panci di abang-abang tukang kredit, jelas dia tak tahu kalau kita punya tunggakan kartu kredit 200 juta.

Identitas yang Jelas

Identitas yang jelas meliputi KTP, alamat jelas (rumah menetap), bekerja di mana (nama perusahaan, kontak atasan, posisi/jabatan, dll), termasuk keluarga yang tidak tinggal serumah. Jika rumah masih berstatus kontrak, usahakan ada nomer telepon fixed line yang sewaktu-waktu bisa dihubungi (akan penulis bahas kemudian). Ini adalah bagian dari guideline Bank Indonesia tentang "Know Your Customer" dan "Anti Money Laundering". Bukan apa-apa, banyak juga orang kaya hasil dari rejeki haram yang "mencuci" uangnya dengan cara-cara yang tidak benar, misalnya membeli emas, kredit rumah menggunakan nama pembantunya, dll (dibahas pada kesempatan lain).

Kelengkapan Dokumen

Selain KTP, dokumen yang biasanya diminta oleh sales kartu kredit adalah surat keterangan penghasilan atau slip gaji. Di dalam formulir pengajuan kepemilikan kartu kredit, terdapat pula informasi yang kita harus isi dengan lengkap seperti NPWP, nomer telepon rumah/kantor/keluarga tak serumah, alamat rumah dan kantor lengkap (harus sesuai dengan KTP), nomer rekening bank (bila mendaftar di bank tempat menabung), dan informasi kartu kredit yang sudah kita miliki (bila sudah punya). Jangan pernah memberikan informasi fiktif, karena orang bank pintar-pintar. :D

Lebih lengkapnya, saya ceritakan saja pengalaman membuat kartu kredit dari beberapa bank yang saya coba sejak tahun lalu.

Pengalaman membuat kartu kredit BCA

Pertama kali saya membuat kartu kredit BCA, saya tak punya rekening di BCA. Karena saya tak punya KTP Jakarta, akhirnya saya pun tidak berhasil membuat rekening di BCA. Jadi kesulitannya ganda. Saat saya tanya mengapa proses membuat rekening sedemikian sulit. "Soalnya jaman sekarang banyak penipu, Pak!" jawab teller bank BCA, tepat di depan muka saya. :D Namun dengan sedikit trik, akhirnya saya berhasil juga membuat rekening, dan langsung apply CC BCA sekalian. Dua hari kemudian, SMS dari BCA datang. "Terima kasih bla bla bla.. Namun mohon maaf, bla bla bla.. REJECTED". :-P

Pengalaman membuat kartu kredit BNI (1st attempt)

Saya langsung datang ke salah satu kantor cabang BNI. Dengan berstatus nasabah Taplus BISNIS yang saldo rata-rata di atas 10 juta perak, saya cukup pede aplikasi saya bakal di-approve. Nyatanya, melihat dandanan saya yang nyaris seperti gembel, Ibu kepala cabang memandang saya dengan tatapan hina, dan mengusir saya dengan "halus". Pekerjaan saya saat itu memang tidak sementereng karyawan swasta yang punya "ID Card" dan bekerja di "kantoran" (walau gaji sebenarnya tak seberapa). Ya sudah, saya anggap saya gagal bahkan sebelum mengisi formulir aplikasi kartu kredit. :D

Pengalaman membuat kartu kredit Mandiri

Kalau kata teman saya si Novan, "Elu apply CC kudunya jangan ngarep2 banget Bo. Makin ngarep, makin nggak dapet!" Waktu itu Bank Mandiri sedang ada promo free annual fee seumur hidup karena lagi ulang taon. Saya apply tanpa mengharap apa-apa, bersiap dengan kemungkinan direject lagi. Formulir dan dokumen saya isi seperti biasa. Selang 3 minggu kemudian, tiba-tiba tuh kartu kredit udah jadi aja. :D

Pengalaman membuat kartu kredit BNI (2nd attempt)

Ketika itu saya sedang mau ambil uang tunai di BNI Epicentrum Walk. Salah seorang sales CC menawari saya. Namanya Mas Rahmat. "Ogah, paling entar direject lagi Mas," saya jual mahal. "Wah, jangan gitu Pak. Hehe, Bapak kan pakai gold (maksudnya taplus bisnis --pen), pasti di-approve." Ah, ini dia! Akhirnya dia yang isikan formulir, fotokopi KTP, dan saya janji bakal kirim slip gaji via email keesokan harinya. Done. Tak sampai 2 minggu kemudian, saya ditelpon orang BNI kalau kartu saya sudah jadi. "Semudah itu, Mbak?" tanya saya nggak percaya. Bener apa kata si Novan. Hehe.

Kalau berpatokan pada "katanya" orang-orang, ini beberapa tips apply credit card.
  • Informasi yang jelas (KTP, alamat lengkap kantor, rumah, dll).
  • Jangan sampai tak ada yang mengangkat telpon saat pihak bank memverifikasi nomer fixed line Anda!
  • Sesuaikan penghasilan Anda dengan tipe kartu kredit. Kalau gaji pas-pasan sebaiknya apply silver (limit atau pagunya rendah) saja.
  • Salary ditransfer via transfer bank, jadi Anda tak perlu melakukan mark up pada surat penghasilan atau slip gaji.
  • Lama bekerja di tempat yang sekarang sebaiknya lebih dari setahun.
  • Jika Anda frustrasi dan tak kunjung di-approve, cobalah cara beberapa orang (termasuk freelancer yang tak berstatus karyawan, atau penghasilan tak tetap) yang membuat kartu kredit dengan jaminan. Dengan jaminan maksudnya, Anda diwajibkan mengendapkan dana yang sesuai dengan limit kartu kredit, katakan Rp 4 juta. Maka dana tersebut tak boleh diambil selama kartu kredit Anda aktif (namanya juga jaminan). Cara ini dulu bisa digunakan di BCA, tapi sekarang di Mandiri sepertinya juga bisa.
Selamat membuat kartu kredit, semoga berhasil. Jangan lupa, kalau sudah jadi, jangan maen asal gesek aja!!

Perlukah Memiliki Kartu Kredit?

Kartu kredit adalah barang awam bagi pengusaha atau pelaku bisnis, karena sifatnya yang selain sebagai alat bantu pembayaran, juga dipakai untuk verifikasi data pribadi di situs-situs payment gateway / online store, dll semisal PayPal, Amazon, eBay, dll. Saat ini terdapat beberapa issuer atau perusahaan yang mengeluarkan kartu kredit, namun yang terkenal sebut saja Visa, Mastercard, China Unionpay, atau Dinners Club International. Perusahaan-perusahaan ini berlomba-lomba mendapatkan "nasabah" kartu kredit sebanyak-banyaknya.

Kartu kredit, divonis sebagian besar ulama, sebagai hal yang mengandung riba. Oleh karena itu, hukumnya adalah HARAM. Mengapa riba/haram? Karena dalam salah satu akad kartu kredit, disebutkan apabila nasabah kartu kredit menunggak pembayaran setelah lewat tanggal jatuh tempo, akan ada denda yang nilainya sekian persen dari sisa hutang yang belum dilunasi. Kelebihan inilah yang dinamakan riba. Kecuali kartu kredit yang tidak pake bunga atau tidak ada akad sedemikian (emang ada?? Ingat bahwa kartu kredit syariah adalah istilah salah kaprah).

Namun ada pula sebagian kecil ulama yang membolehkan penggunaannya dengan syarat-syarat tertentu. Semisal, Anda tidak boleh menunggak sama sekali. Begitu keluar billing statement (rincian tagihan, biasanya sebulan sekali), langsung bayar full. Sebagai contoh, berikut saya tunjukkan billing statement terakhir dari kartu kredit Mandiri yang saya pakai. Perlu diingat, bahwa saya tidak merekomendasikan Anda untuk memiliki kartu kredit, kecuali untuk keperluan usaha/bisnis! Jika Anda nekat dan menganggap bahwa credit card adalah sarana untuk gengsi, gaya-gayaan, dan ajang belanja konsumtif, resiko silakan ditanggung sendiri.

perlukah memiliki kartu kredit? billing statement Mandiri


Contoh, tanggal cetak rincian tagihan kartu kredit saya jatuh pada tanggal 19 setiap bulannya (dalam gambar 19 Mei 2013). Sedangkan tanggal jatuh tempo pembayaran, adalah tanggal 8 bulan berikutnya, atau selisih kira-kira 20 hari. Selama 20 hari tersebut, bila saya tidak melunasi total tagihan senilai Rp 965.146, maka saya akan dikenakan denda/bunga yang besarnya 2.95%. Terlihat dari billing statement pula, saya melakukan pembayaran senilai Rp 1.891.728 untuk tagihan bulan sebelumnya pada tanggal 8 Mei 2013. Artinya, saya terbebas dari denda/bunga.

Semua transaksi yang terjadi setelah tanggal cetak billing statement, akan diproses pada billing statement periode berikutnya. Oleh karena itu, biasanya orang menghindari melakukan transaksi 2-3 hari sebelum tanggal cetak billing, untuk memperlama proses pembayaran (silakan baca "Time Value of Money"). Tak lupa, terdapat biaya materai senilai Rp 6000 yang dibebankan pada nasabah setiap bulan. Sungguh model bisnis khas Bank di Indonesia yang tak mau rugi.

Situs-situs yang menjadi rujukan penulis sepertu pengusahamuslim.com, menganut paham bahwa kartu kredit adalah sepenuhnya HARAM. Namun penulis berpikir, jikalau memang benar demikian, tidak mungkin Yufid.tv dan orang-orang yang mengadmininya, melakukan pembayaran untuk domain atau hosting di luar negeri, karena semuanya HARUS dilakukan via kartu kredit atau PayPal (yang notabene perlu verify credit card)! Memang, kita bisa menggunakan layanan VCC (Virtual Credit Card) seperti yang dijual orang-orang di forum Kaskus dll. Tapi ingat! VCC pun sebenarnya adalah kartu kredit, ditambah lagi pihak PayPal akan membersihkan semua account PayPal yang menggunakan VCC (alias siap2 kena limitasi).

Kesimpulannya,
perlukah memiliki kartu kredit?
0. Sebagian besar ulama mengharamkan kartu kredit dengan alasan mengandung riba. Sebagian kecil ulama membolehkan dengan syarat penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan (keperluan usaha, membayar biaya masuk univ di luar negeri, transaksi internasional) dan harus melakukan full payment (agar tidak terkena riba).
1. Hati penulis lebih condong ke pendapat yang membolehkan, dengan catatan tersebut.
2. Kartu kredit menjadi penting karena sifatnya yang memudahkan kita bertransaksi. Hati-hati dalam memiliki kartu kredit karena sebenarnya tidak semua orang butuh kartu kredit. Sebagai contoh, penulis sendiri jarang bertransaksi dengan CC (hanya sekadar untuk international payment, pembelian tiket pesawat yang butuh CC, dll), namun penulis menyediakan "jasa" pembayaran via kartu kredit penulis kepada teman atau keluarga.

Stay out of debt!

Jasa Gesek Tunai Kartu Kredit, Seberapa Menguntungkan?

Jasa gesek tunai atau lazim dikenal sebagai "gestun" untuk kartu kredit, kini telah menggurita baik di forum-forum online seperti Kaskus maupun merchant-merchant besar (seperti toko emas di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara). Seperti apa teknis dari jasa gesek tunai kartu kredit ini? Mengapa nasabah kartu kredit lebih memilih jasa "esek-esek" seperti ini dibandingkan menggunakan jasa tarik tunai dari bank yang mengeluarkan kartu kredit?


Simulasi Gesek Tunai

Kita langsung contoh kasus saja. Ibu Romlah memiliki kartu kredit BCA dan ingin punya uang cash untuk belanja harian. Sayangnya, penghasilan suaminya yang sekadar supir angkot jurusan Tanah Abang - Kampung Melayu, sedang surut. Ibu Romlah pun pergi ke warnet, lalu searching di Google dengan keyword "jasa gesek tunai", dan menemukan merchant Toko Emas Ah Tung. Toko Emas Ah Tung sejatinya adalah merchant yang memiliki mesin EDC BCA dan mematok tarif hanya 2% dari nilai tunai yang diambil.

Ibu Romlah pun berkongsi dengan Ah Tung, melakukan transaksi virtual (bohong-bohongan) dengan struk belanja bohongan, seolah-olah Ibu Romlah telah membeli emas dari Ah Tung senilai Rp 1juta. Dari sisi Bank BCA, transaksi ini dianggap normal, yaitu pembelian emas dengan kartu kredit, senilai Rp 1juta. Namun dari sisi Ah Tung dan Ibu Romlah, transaksi ini adalah transaksi gesek tunai. Ah Tung pun memperoleh "upah" senilai 2% yakni Rp 20.000. Nominal yang lumayan untuk sekali makan siang di warung Padang.

Perbandingan Jasa Gesek Tunai dan Tarik Tunai

Dibanding tarif tarik tunai yang berkisar 4%, tarif Ah Tung memang lebih menguntungkan. Coba saja bayangkan, bila nominalnya bukan hanya Rp 1juta, tapi katakan Rp 200juta atau bahkan lebih. Selisihnya kalikan saja, 4%-2% kali Rp 200juta. Tentu cara ini tidak dibenarkan karena merupakan transaksi palsu. Tapi, kita juga mesti ingat bahwa pihak bank bukanlah lembaga sosial yang semua pegawainya tersenyum ramah tanpa maksud bengis. Mereka juga perlu nasabah, perlu biaya untuk membeli blazer yang bagus untuk pihak marketingnya, dan biaya telepon untuk selalu mengganggu Anda dengan tawaran personal loan.

Cara bank juga terlihat bengis, karena terkadang ada biaya-biaya tersembunyi yang diberlakukan tanpa persetujuan Anda. Yang simpel saja, biaya materai. Mungkin nominalnya Rp 6000, tak terlampau besar, kalau sekali waktu. Bank tak mau rugi, jadi biaya-biaya semacam itu mereka biarkan pihak nasabah yang menanggungnya. Penulis pribadi sangat mendukung adanya praktek-praktek "Jasa Gesek Tunai", karena ini akan mematikan layanan gestun dari Bank, sehingga kemungkinan terbesarnya adalah pihak bank akan sedikit melunak dengan menurunkan tingkat suku bunga atau biaya-biaya terselubung lain. Penulis pun malas sekali berurusan dengan pihak Bank, di samping haram (bila melibatkan bunga/riba), hampir tak ada keuntungan ekonomis berarti, kecuali kita secara tak sadar dibuat miskin pelan-pelan.

Penurunan Suku Bunga oleh Bank Indonesia

Dengan diberlakukannya penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia melalui Peraturan Bank Indonesia No. 14/2/PBI/2012 dan Surat Edaran BI No. 14/17/DASP, maka bunga tarik tunai menjadi 2,95% saja. Peraturan ini berlaku sejak 1 Januari 2013 lalu, mungkin karena banyak sekali bank yang mematok bunga yang tak masuk akal. Penulis tentu berharap kita semua menjadi nasabah yang baik dengan menghindari konsumsi kartu kredit berlebihan sehingga memungkinkan telat bayar, apalagi sampai didatangi debt collector yang kekar dan tatoan. Selain juga karena memberi kesan bagus pada "rapor" kita di Bank Indonesia (Lancar > Dalam Perhatian Khusus > Kurang Lancar > Diragukan > Macet).

PS : Ibu Romlah dan Toko Ah Tung adalah tokoh fiktif, kesamaan dengan realita sebenarnya adalah kebetulan semata.