Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan

Naik Gaji adalah Ilusi Finansial

Kalau Anda punya anak usia sekolah, dan diberi uang jajan Rp 500, maka reaksinya kurang lebih akan kecewa. Karena uang jajan Rp 500 ini kalau dibelikan jajanan, paling-paling dapat permen 3 butir saja. Berbeda dengan ketika dulu saat penulis sekolah, uang jajan penulis cukup Rp 100, dan itu bisa beli bakwan 3. Jika Anda juga merasakan hal tersebut, sadarlah bahwa kita sama-sama sudah tua.

fake money


Ilustrasi di atas menggambarkan inflasi mata uang. Senyatanya uang itu tidak bersifat abadi nilainya, melainkan akan selalu tergerus zaman dan akan semakin tidak ada harganya. Jadi bukan harga barang-barang yang semakin mahal, tapi sebetulnya fungsi uang sebagai alat tukar minimal tidak bisa memuaskan dan memenuhi kebutuhan kita saat ini.

Kita bayangkan saja bila naik gaji berkisar 5-6 persen, dan inflasi per tahun berkisar di angka yang itu-itu juga, maka senyatanya kenaikan gaji tersebut bukanlah apresiasi atas prestasi dan masa kerja karyawan, tapi semata-mata karena rasa iba dari perusahaan yang berupaya semua karyawannya bisa bertahan hidup.

Naik gaji hanyalah sekadar ilusi finansial.

Lalu mengapa gaji kita masih dalam bentuk uang? Mengapa kita enjoy saja diberi transferan, yang sungguh hanya sekadar data berwujud angka-angka di dalam komputer? Bagaimana menuju masyarakat madaniyah yang diharapkan Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalaam terjadi, jika kita selama ini tertipu oleh uang yang sebetulnya hanyalah (meminjam istilah Mahathir Mohamad) tisu toilet belaka?

Solusi dari isu di atas, dan semua isu di dunia ini, sejak awal bermulanya dunia sampai hari kiamat kelak, sebetulnya sudah ada di Al-Quran dan As-Sunnah. Iblis dan keturunannya memahami betul bahwa segala petunjuk dan penyelesai masalah ada pada Quran. Sehingga mereka berusaha sekuat tenaga agar kita umat islam senantiasa jauh dari sumber petunjuk itu. Minimal ada keengganan untuk membaca, apalagi mengkaji isinya.

Jadilah kita ini bodoh karena jelas-jelas telah dibodohi iblis dan bala tentaranya.

Mari kita menilik salah satu hadits berikut:
”Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata : saya mendengar penduduk bercerita tentang ’Urwah, bahwa Nabi S.A.W memberikan uang satu Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau; lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Nabi S.A.W. mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli debupun, ia pasti beruntung” (H.R.Bukhari)
Dari hadits di atas, kita bisa melihat bukti bahwa nilai emas dan perak, sejak zaman Rasulullah Sholallahu 'alaihi wassalaam, relatif stabil. Saat ini kita masih bisa mendapatkan kambing dengan harga 1 dinar (2,2 - 2,3 juta rupiah). Pertanyaannya, 10-20 tahun yang akan datang, apakah kita masih bisa membeli seekor kambing dengan harga Rp 2,2 juta? Saya rasa tidak, jika melihat histori harga kambing 10-20 tahun ke belakang.

Sistem keuangan yang saat ini kita alami, tentu mengutamakan "toilet paper" karena yang berhak mencetak uang kertas adalah orang-orang itu juga. Mencetak uang dari angin. Mereka mengetahui betul bahwa uang kertas itu lambat laun tidak akan ada nilainya. Semu. Coba lihat model investasi mereka, tentu bukan menabung uang kertas secara konvensional, tapi dibelikan emas, perak, properti (tanah), dan lain sebagainya yang lebih abadi.

Mari kita bersama-sama kembali ke sistem keuangan berbasis emas dan perak. Insya Allah.

Skema Ponzi dan Cara Mewaspadainya

Baru-baru ini kita dikejutkan dengan kasus bangkrutnya sebuah biro umrah yang terkesan profesional, namun pada akhirnya harus ditebus dengan perkara di pengadilan. Kasus "penipuan" seperti ini memang banyak macamnya, namun yang paling sering dijumpai adalah yang menggunakan skema ponzi.
uang tumbuh

Skema Ponzi

Skema Ponzi dibuat oleh Charles Ponzi (nama aslinya adalah Carlo Pietro Giovanni Guglielmo Tebaldo Ponzi), pada tahun 1900-an. Ponzi adalah seorang yang berkarakter pemimpi bin penghayal. Yang ia cita-citakan adalah bagaimana meraup kekayaan dalam waktu sesingkat mungkin. Ia pun beberapa kali berurusan dengan penjara karena kasus penipuan dan semacamnya.

Ia bermigrasi dari Italia ke US, dengan bekal hanya USD 2.5, namun ia selalu bermimpi meraup 1 juta dollar. Dalam keadaan bangkrut tersebut, ia berpindah-pindah pekerjaan mulai dari pegawai pos, tukang cuci piring, perawat di tenda pertambangan, dan sebagainya. Dalam keadaan tak berpunya itulah, skema ponzi lahir.

Suatu hari, mungkin terinspirasi dari surat-surat berisi bualan tentang kehidupan hartawan yang ia tulis untuk sanak saudaranya di Italia, sebuah gagasan lahir dari kepalanya. Gagasan itu, saking hebatnya, ia sebut sebagai "Gagasan Hebat". Dan memang benar, karena dari ide inilah lahir yang kita kenal saat ini sebagai arbitrage.

Pada jaman dahulu, untuk berkorespondensi menggunakan surat, orang bisa mengirim kupon yang dinamakan IRC (International Reply Coupon). Prinsipnya sederhana, kupon ini di negara tujuan dapat ditukarkan atau minimal menjadi diskon untuk pembelian perangko. Karena inflasi sangat tinggi akibat perang dunia, harga perangko dapat berbeda sangat jauh antara Italia dan US. Di sinilah Ponzi, secara tidak sengaja dan secara teori, menemukan celah sistem yang akan mengisi koceknya.

Namun Ponzi butuh modal. Ia tak menyerah begitu saja saat ajuan kreditnya ke bank tak diterima. Ia pun membuat sebuah perusahaan dan mengumpulkan modal dari publik. Orang-orang sangat percaya dengan presentasi Ponzi yang meyakinkan. Perlu diketahui, walaupun miskin, Ponzi selalu berpakaian dengan elegan.

Dengan janji gombal keuntungan 100% dalam waktu 90 hari, ia dengan mudahnya meraup dollar dari para "investor" yang serakah. Ponzi sendiri sudah memahami bahwa "Gagasan Hebat" miliknya tak akan berjalan sesuai teori, karena mayoritas profit dari perangko justru akan kembali ke perusahaan pos. Sampailah pada tahun 1919, mengetahui idenya tak akan berjalan mulus, ia berhenti berurusan dengan perangko. Ia fokus untuk menggaet "investor".

Kasus Ponzi Terbongkar

Orang-orang berduyun-duyun mempercayakan uangnya kepada Ponzi. Sampai pada tahun 1920, tepatnya bulan Juli, ia berhasil mengumpulkan 1 juta dollar, per hari. Sebuah impian yang dari dulu ia cita-citakan.

Namun kesuksesan Ponzi tak berlangsung lama, karena mulai banyak yang mempertanyakan tentang bisnis perusahaanya. Adalah tidak mungkin berjual beli kupon perangko dengan jumlah dana luar biasa besar, karena sirkulasi kupon perangko yang beredar hanyalah ~27,000 saja.

Jika Ponzi tidak berbisnis kupon perangko, lalu darimana "profit" investor bisa ia bayarkan? Jawabannya : dari investor yang menyetorkan uangnya belakangan. Jika orang masih percaya bahwa investasinya akan kembali dengan berlipat ganda dalam kurun waktu singkat, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Profit dan modal investor sebelumnya didapat dari uang investor berikutnya.

Ponzi pada akhirnya harus menyerah, dan mengakui bahwa sekitar 20 ribu orang investornya sudah kehilangan lebih dari $20 juta.

Ciri-ciri Skema Ponzi

Secara kasat mata :

  • Menawarkan keuntungan yang fantastis, bahkan dalam waktu singkat
  • Tidak menjelaskan secara detail, bagaimana bisnis perusahaan berjalan. Atau, bisnisnya tidak jelas (tidak ada fisik item, harga mahal, dll).
  • Legalitas perusahaan dipertanyakan.
  • Ketika investor akan mengambil uangnya, dipersulit sedemikian rupa.
Pada intinya, jangan mudah tergiur dengan tawaran yang tidak masuk akal. Semakin tinggi return yang dijanjikan, semakin besar kemungkinannya bahwa itu adalah investasi abal-abal.

MMM Indonesia. Untung atau Buntung?

MMM Indonesia atau yang lebih dikenal orang dengan Manusia Membantu Manusia, dikabarkan sebagai model investasi yang sedang ramai dibicarakan karena profitnya yang tinggi (mencapai 30% per bulan). Apa benar demikian? Mari kita bedah lebih lanjut.

Apa itu MMM? Sejarah dan Asal Mula

MMM sebetulnya adalah skema permainan uang atau money game. Dalam MMM tidak ada bisnis, tidak ada penjualan, tidak ada marketing, tidak perlu mencari member baru, dan benar-benar uang yang hanya berputar di situ-situ saja. Skema MMM diciptakan oleh Sergei Mavrodi, seseorang berkebangsaan Rusia yang lahir tahun 1955. Lucunya, Mavrodi juga pernah menjadi Deputi di Duma, semacam lembaga legislatif di Rusia. Bahkan, mendaftarkan diri sebagai calon Presiden.

sergei mavrodi, penemu MMM
Sergei Mavrodi

Perusahaan MMM tercipta pertama kali pada tahun 1989 oleh Sergei Mavrodi, Vyacheslav Mavrodi (saudara lelaki Sergei), dan Olga Melnikova. Kini, kita bisa menebak darimana nama "MMM" berasal, bukan? Pada awalnya, MMM tidak langsung berfokus pada skema Ponzi. Melainkan masih menunjukkan aktivitas usaha dan investasi yang "biasa". Barulah pada tahun 1994, ketika usaha MMM mulai mengalami kesulitan finansial, MMM menggaet investor dengan iming-iming bagi hasil hingga lebih dari 1000 persen per tahun!

Sejak saat itu, bahkan MMM berani memasang iklan baik di TV dan di media massa. Pada puncak kejayaannya, MMM bisa mengumpulkan hingga 100 milyar Ruble (mata uang Rusia) atau setara USD 50 juta kala itu, per hari. Bahkan MMM tidak lagi menghitung uang mereka secara manual, tapi menggunakan satuan "roomful" atau ruangan penuh uang. "Duit kita udah berapa, Cok?" tanya si Bos. "Oh, udah 4 ruangan setengah, Bos"

Akhir Era MMM di Rusia

Kantor MMM pernah ditutup oleh Kepolisian Rusia pada tahun 1994, namun tuduhannya hanyalah karena penggelapan pajak yang jumlahnya sekitar 50 milyar Ruble, atau sekitar USD 26 juta kala itu. Walau setelah itu MMM berhasil menggelar lapaknya kembali, pada akhirnya MMM dinyatakan bangkrut pada 22 September 1997. Hutang MMM pada tiap "investor" berkisar USD 50juta hingga USD 1,5 milyar per investor. Bisa tidur tuh Sergei Mavrodi?

Namun secara mengejutkan, Sergei Mavrodi pernah menyalonkan diri menjadi Presiden Rusia pada tahun 1996, dengan upaya meyakinkan para investornya bahwa hutang investasi MMM bukan berasal dari kesalahannya, melainkan karena kesalahan Pemerintah Rusia. Ia pun menginisiasi program pay-back, sebagai cara untuk membayar kembali para investornya. Pada akhirnya ia gagal. Ya iyalaah..

Era Baru MMM Indonesia

Secara legal, MMM tidak pernah berbadan hukum di Indonesia. Tidak ada yang namanya PT MMM Indonesia atau sejenisnya atau apalah itu namanya. Yang ada hanyalah, segelintir orang yang bergantian membeli domain yang memiliki frasa atau kata "mmmindonesia" atau "mmm-indonesia" (mana saja yang masih tersedia), lalu mengimplementasikan sistem dari Sergei Mavrodi dan berupaya menggaet "investor". Jika kita search "MMM Indonesia" yang kita temukan hanyalah website abal-abal di hosting murahan dengan desain seadanya, yang tujuannya hanya satu : supaya Anda ber-"investasi".

Bagaimana sistem MMM bekerja?

Sistem MMM bekerja layaknya skema piramida atau Ponzi. Tidak rumit untuk dipahami. Saya akan simulasikan secara sederhana, karena prosedur pasti MMM pun masih simpang siur antar leader.

Mulanya, seseorang yang baru saja menjadi member, akan melakukan transfer senilai Rp 100ribu hingga Rp 10 juta. Nilai maksimal yang hanya Rp 10 juta ini disebutkan "leader MMM" sebagai "nilai maksimal yang ideal untuk membuat orang tertarik bergabung". Dalam artian, jika nilainya lebih besar dari itu maka orang menjadi takut, jika nilainya lebih kecil maka return-nya jadi tak seberapa.

Nilai transfer awal ini disebut dengan istilah PH atau Provide Help (ingat bahwa MMM juga dipelesetkan menjadi Manusia Membantu Manusia). Andaikan Anda berniat melakukan PH sebesar Rp 100ribu (nggak usah banyak-banyak buat coba-coba, anggap saja buang sial), bisa jadi Anda akan mendapatkan perintah transfer ke 3 atau 4 rekening berbeda. Masing-masingnya misalkan bernilai Rp 50ribu, Rp 30rb dan Rp 20rb.

Selanjutnya Anda tinggal menunggu 30 hari untuk mendapatkan GH atau Get Help. Nilai total transfer ke rekening Anda adalah sebesar Rp 130rb atau 130% dari nilai setoran PH. Nilai 30% profit inilah yang menjadi kebanggaan sekaligus trademark MMM Indonesia. Sumber transfer pun bisa beragam, tak menentu dari 3 atau 4 sumber rekening berbeda.

Apakah MMM Indonesia termasuk penipuan?

Agak sulit menjawab pertanyaan ini. Tapi jika melihat kesaksian orang-orang yang duluan sudah menjadi member MMM, rasa-rasanya tidak ada, atau lebih tepatnya BELUM ada yang tertipu. Ada dua alasan. Pertama, sedari awal MMM sudah mengakui bahwa skema "investasi" mereka adalah skema money game. MMM itu murni permainan uang yang berputar-putar. Tidak lebih. Kedua, skema piramidanya belum hancur. Kapan hal itu terjadi? Pada saat sudah tidak ada lagi yang melakukan PH atau provide help alias transfer ke rekening member MMM sebelumnya, maka pada saat itulah orang-orang mulai sadar bahwa uang mereka telah raib tiada bekas. Sama persis dengan nasib MMM di negara asalnya Rusia, dan di negara Asia lainnya.

Mengapa MMM masih begitu populer?

Orang Indonesia banyak yang belum melek finansial

Banyak yang hanya pengen mencari kekayaan dari hal-hal instan. Salah satunya ya model investasi bodong seperti MMM ini. Transfer hari ini, bulan depan dapet return 30%. Ebuset enak bener. Mau dapet duit? Ya kerja dong. Hehehe. Perhatikan bahwa sebuah model investasi yang menjanjikan return lebih besar dari bunga deposito bank, perlu diwaspadai sebagai sebuah investasi bodong. If it's too good to be true, it's a scam.

Belum banyak yang "tertipu"

MMM Indonesia tergolong masih baru di Asia, terlebih di Indonesia. Di 2013, polisi India menangkap pentolan MMM di sana dengan tuduhan fraud. Kalau di Indonesia, sudah ada OJK yang menyatakan bahwa MMM adalah ilegal alias tak memiliki izin usaha layaknya Lembaga Jasa Keuangan shahih. Namun masih saja ada yang PH GH. Piramidanya masih kokoh, padahal kopong alias gampang rubuh kapan saja. Ingat bahwa ada kemungkinan salah satu rekening tempat Anda melakukan PH adalah rekening leader MMM yang mau ambil untung dan kabur.

Tidak banyak referensi yang benar tentang MMM Indonesia

Paling banter Anda akan menemukan situs MMM Indonesia yang seolah-olah official. Sepertinya mereka sudah sewa ahli SEO agar ketika orang mengetikkan frase terkait MMM di mesin pencarian Google, yang orang temukan hanyalah website leader MMM. Jangan sampe tergoda untuk menjadi member. Anda sudah diperingatkan.

Referensi

Wikipedia MMMWikipedia Sergei Mavrodi
Pengumuman OJK tentang MMM Indonesia

Investasi Emas Dengan Sistem Kredit?

Salah satu keluarga bercerita tentang ajakan koleganya untuk bersama-sama berinvestasi emas dengan kredit dari bank Syariah. Beli emas, tapi nyicil.

Simulasi investasi emas dengan sistem kredit

Andaikan emas yang mau dibeli dari bank adalah emas 100 gram. Dengan down payment atau uang muka 9 juta rupiah, dan cicilan per bulan senilai 1,1 juta rupiah, maka emas akan bisa dimiliki oleh nasabah setelah 4 tahun. Masalahnya adalah, emas masih disimpan oleh pihak bank, dan baru bisa diambil setelah 4 tahun. Apabila cicilan menunggak atau nasabah tak mampu bayar, maka bank akan menyita emas tersebut dan melelangnya.
emas batangan

Jika kita menghitung secara sederhana, DP 9 juta ditambah 1,1 juta perak dikali 12 bulan dikali 4 tahun sama dengan Rp 61.800.000. Jika emasnya hanya 100 gram, berarti harga per gramnya adalah Rp 618.000. Merujuk situs logammulia.com, harga emas saat ini untuk ukuran cast/minted bars 100 gram adalah Rp 485.500/gram atau setara Rp 48.550.000. Terdapat selisih sebesar Rp 13.250.000 yang dibukukan Bank sebagai keuntungan selama 4 tahun.

Sebagai seorang muslim yang ilmunya tidak terlalu mumpuni, saya enggan mengomentari soal hukum boleh tidaknya membeli emas secara kredit di dalam Islam. Namun dari segi untung rugi, berikut adalah pandangan saya.

Emas sebetulnya adalah instrumen hedging

Layaknya karakteristik instrumen hedging lainnya yang dipakai orang untuk mengimbangi gerusan inflasi, biasanya keuntungannya hanya didapat dari selisih harga emas. Tidak seperti properti, selain untuk hedging, properti bisa disewakan dan keuntungannya bukan hanya berasal dari selisih harga tapi juga dari keuntungan sewa. Tapi kalau emasnya saja kita tidak pernah lihat, tersimpan di bank, bagaimana itu bisa menjadi nilai tambah?

Harga emas bisa saja turun

Pada April 2013 lalu, harga emas sempat terkoreksi karena (salah satunya) aksi jual emas oleh Pemerintah Siprus, guna menyelamatkan perekonomian negara. Sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran, bila stok terlalu banyak, maka harga turun. Tercatat harga emas turun lebih dari 20 % sejak mengalami masa-masa mahalnya di Agustus 2011. Ini tentu saja membuat orang bertanya-tanya, masih layakkah emas dikoleksi? Emas seberat 100 gram pada ilustrasi di atas diasumsikan akan berharga lebih dari Rp 618.000 per gram di akhir masa cicilan. Akankah harganya akan semahal itu? Atau, bila pun sama, bukankah kita telah rugi dengan membayar margin kreditnya?

Emas bersifat likuid atau mudah dijual


Tidak seperti tanah atau properti yang kalau mau jual mesti panggil-panggil notaris dan minimal tukang ukur, emas bisa saja dijual langsung seperti orang jualan kue di pasar. Kalau mentok bisa langsung ke toko emas atau pegadaian. Perlu duit cepat, gadai saja emas. Emas juga tidak semahal investasi lain seperti properti tanah atau bangunan. Kita bisa membeli emas seberat 1 gram saja. Kalau seandainya emas disimpan oleh pihak bank, dan sewaktu-waktu kita butuh dana tunai, bisakah kita  menggadaikan sertifikat emas?

Bisa jadi lebih menguntungkan bila kita membeli emas secara pelan-pelan. Bulan ini ada duit, sisihkan dan beli 20 gram, nanti bulan depan kalau lapak sedang sepi beli 5 gram saja. Terus begitu hingga kita bisa memiliki emas 100 gram. Kalau sedang butuh uang atau kita merasa harga emas sedang tinggi-tingginya, bisa langsung dijual saja. Terlalu spekulatif kalau kita beranggapan harga emas akan naik sesuai yang diharapkan.

Belajar Sistem KPR di Bank BNI Syariah

Beberapa waktu lalu penulis sempat iseng bertanya tentang sistem kredit pemilikan rumah atau KPR di Bank BNI Syariah cabang Bendungan Hilir, Jakarta Selatan. Mengapa harus di Bank BNI Syariah? Sebetulnya tidak ada alasan khusus, dan bukan bermaksud membanding-bandingkan sistem KPR dengan bank lainnya. Hanya karena ada kenalan penulis di bank tersebut, dan untuk proses mencari ilmu saja.

Perbedaan KPR Syariah dan Konvensional

Sistem KPR di Bank Syariah, memiliki perbedaan dengan sistem kredit pemilikan rumah di bank konvensional, dari segi akad atau perjanjiannya. Jika pada bank konvensional dikenal istilah bunga, maka pada bank syariah tidak terdapat istilah bunga (yang menurut sebagian besar ulama termasuk riba dan haram). Supaya para pegawai Bank Syariah bisa tetep makan enak, mereka mengambil untung dari apa yang disebut "margin".

Memahami Margin KPR

Margin ini sebetulnya mirip-mirip dengan bunga. Bedanya, margin keuntungan bank sudah ditentukan sejak pertama kali pembeli rumah bertransaksi. Sedangkan bunga, nilainya dapat berubah-ubah sesuai dengan keadaan pasar dan kebijakan bank (konvensional). Bisa jadi, pada tahun ke sekian (misalnya setelah 2 tahun fixed) cicilan berjalan, angsuran per bulan tiba-tiba melonjak karena bunga KPR menyesuaikan (floating).

simulasi kpr bank bni syariah

Di Bank BNI Syariah, produk KPR-nya diberi nama BNI Griya Hasanah. Saya diberi simulasi bila seolah ingin mengajukan kredit pemilikan ruma di BNI Syariah. File .xls aslinya memang tidak diizinkan untuk disebarluaskan, tapi dari versi cetaknya, kita bisa lakukan sedikit "reverse engineering" dan mengetahui formula untuk menghitung marginnya.

Margin KPR di Bank BNI Syariah (disetarakan bunga konvensional)

1 tahun : 6,34% pa
2 tahun : 6,21% pa
3 tahun : 5,95% pa
4 tahun : 6,6% pa
5 tahun : 6,69% pa
6 tahun : 6,79% pa
7 tahun : 7,22% pa
8 tahun : 7,33% pa
9 tahun : 7,45% pa
10 tahun : 7,92% pa
11 tahun : 8,04% pa
12 tahun : 8,16% pa
13 tahun : 8,66% pa
14 tahun : 8,79% pa
15 tahun : 8,91% pa

Angka "margin" per tahun tersebut didapat dari formula (cicilan per bulan * 12 * jangka waktu - pokok) / pokok  / jangka waktu. Sebagai contoh, untuk pembiayaan Rp 180 juta, maka marginnya jika disetarakan bunga adalah (15.951.000 * 12 - 180.000.000) / 180.000.000 atau 6,34%. Jika ingin mengetahui margin total yang harus dibayarkan maka tinggal menggunakan formula cicilan per bulan * jangka waktu  * 12 bulan. Dari formula tersebut bisa kita simpulkan bahwa semakin lama jangka waktu pembayaran, maka semakin besar pula margin yang harus dibayarkan, sesuai dengan konsep Time Value of Money.

Minimal Uang Muka atau Down Payment

Minimal uang muka rumah adalah 20 persen dari harga rumah bila tidak termasuk rumah mewah. Dianggap "mewah" bila luas bangunannya di aas 70 meter persegi. Bila lebih dari itu, maka down payment menjadi 30 persen. Aturan BI juga menetapkan DP minimal 30 persen bila termasuk pembelian / kredit rumah kedua (jika sudah pernah kredit rumah sebelumnya), dan DP minimal 50 persen bila termasuk pengajuan kredit ketiga dan seterusnya.

Maksimum cicilan per bulan yang dibolehkan

Untuk menghitung maksimum cicilan per bulan yang diperbolehkan, dipergunakan formula 40% dari Take Home Pay (jika sudah berkeluarga maka pendapatan per bulan digabung, suami + istri). Ini tentu sudah dihitung bila kita punya kredit bank lain selain KPR, misalnya kendaraan atau kredit usaha. Hal ini mencegah orang tahu-tahu kena default atau nggak bisa bayar cicilan.

Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi investasi, dan berbagai macam model asuransi lainnya, semakin berkembang sejak tahun 1998 di negeri ini. Mengapa? Karena sejak peristiwa kerusuhan Mei, orang mulai sedikit cemas. Bagaimana mengamankan aset yang sudah diraih, atau memastikan apa yang akan dicapai dalam waktu sekian tahun mendatang? Pendidikan anak saya siapa yang jamin? Kalau mobil saya kenapa-kenapa, duit siapa buat bayar bengkel? Kalau saya satu-satunya tulang punggung keluarga dan mati kena serangan jantung/stroke, siapa yang ngasih makan istri dan anak?

ilustrasi perhitungan asuransi


Semua pertanyaan-pertanyaan yang solusinya tidak pasti, seolah-olah bisa dijawab dengan asuransi. Bukannya saya nggak seneng sama asuransi, tapi kalau pertanyaannya adalah "Apakah kita membutuhkan asuransi?" mungkin jawaban sebenarnya adalah "belum tentu". Contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan apabila Anda ikut asuransi jiwa. Ini sama saja mengatakan, Anda cenderung buang-buang uang, untuk sesuatu yang kemungkinannya kecil sekali, plus dampak finansialnya juga kecil.

Alasan sederhana paling umum ketika orang membeli produk asuransi bisa dipersingkat menjadi "saya nggak mau jatoh miskin, saat (pilih salah satu) : mobil saya nabrak, anak saya mau sekolah, rumah saya kebakar, atau saya sakit parah/operasi". Dengan kata lain, asuransi hanya berfungsi sebagai pengurang dampak finansial dari resiko. Jadi, salah kaprah kalau penghasilan Anda 100 juta sebulan, tapi ikut asuransi kesehatan yang uang pertanggungannya cuma sejuta perak. Ngapain? Anda udah terlalu tajir untuk ikut asuransi ecek-ecek!

Pesan 1 : kalau udah kelewat tajir, nggak usah beli asuransi

Tapi kan, saya ikut asuransi investasi, nanti duitnya setelah 5-10 tahun, bakal jadi semilyar?

Begini, sebagai sebuah bidang usaha yang mengelola dana nasabah (dalam hal ini nasabah asuransi), tentu agen asuransi akan mengiming-imingi keuntungan yang nilainya "kudu dibilang wow gituh". Padahal, ada cost perusahaan, ada profit yang harus dibukukan, ada karyawan/agen asuransi yang harus digaji. Artinya, sebenernya dana yang Anda pakai untuk beli produk insurance, kalau tidak dipotong biaya-biaya tadi, akan menghasilkan profit yang jauh lebih besar bila diinvestasikan langsung ke produk investasi, bukan via asuransi investasi atau unit link (campuran).

Pesan 2 : beli asuransi investasi lebih merugikan dibanding invest langsung di produk investasi murni

Tapi kan, ini sama aja kayak nabung?

Tidak. Anda ikut asuransi investasi nggak sama kayak nabung. Kalau kita nabung Pak/Bu, duitnya bisa kita ambil kapan aja. Duit kita likuid, alias gampang cair. Nunggu selama 10 tahun makan waktu. Iya kalau perusahaan asuransinya nggak bangkrut, iya kalau di tengah jalan kita nggak butuh duit. Kalau kita ambil di misalnya 5 tahun pertama, tentu kita kena biaya tambahan.

Pesan 3 : kalau ada hajat yang masih lama (5-20 tahun), mending nyicil beli emas, saham, atau tanah saja, terkait likuiditas dan potensi profit

Sesuai judul, saya tidak menyarankan Anda "beli" produk insurance. Tapi kalau sudah disediakan kantor/perusahaan tempat kita kerja, ambil aja! :D

CATATAN PINGGIR

Mengingat cukup banyak komentar di tulisan ini yang berasal dari agen asuransi, saya rasa akan sangat-sangat fair bila agen tersebut langsung saja menyebutkan berasal dari perusahaan asuransi mana, produknya apa saja, premi berapa, dan bila perlu kontak ke yang bersangkutan bila ada pembaca blog ini yang tertarik bergabung menjadi nasabah. Tidak perlu malu dan sungkan, karena saya tidak akan memoderasi komentar yang berbau promosi kecuali sudah tidak sopan (dengan menyerang secara langsung produk/perusahaan asuransi lain, menggunakan bahasa yang kasar, dll). Cukup adil, bukan?

Pengalaman Sekolah Pasar Modal (1)

Disclaimer : saya bukan pakar, dan seri tulisan di kategori saham hanyalah catatan pinggir proses saya belajar. Mohon saran dan masukannya pada kolom komentar.

Pengertian Sekolah Pasar Modal

Sekolah Pasar Modal 2013 adalah sebuah program dari IDX alias PT Bursa Efek Indonesia yang diperuntukkan sebagai edukasi bagi investor pemula di dunia pasar modal (saham dan turunannya). Program ini bersifat gratis dan memang sudah dimulai sejak tahun 2006. Tulisan ini adalah cuplikan pengalaman saya di Sekolah Pasar Modal 2013 yang lalu, untuk level 1 (awal April 2013) dan level 2 (awal Mei 2013). Bila Anda tertarik ikut di kelas Sekolah Pasar Modal kloter berikutnya, silakan langsung email sekolahpasarmodal at idx.co.id dengan menyertakan identitas lengkap dan nomor kontak yang bisa dihubungi.

Pasar modal (saham dan turunannya) menjadi alternatif lain portofolio investasi karena dinilai relatif lebih menguntungkan daripada produk investasi lain seperti reksadana, emas, atau deposito/tabungan berjangka. Kelas Sekolah Pasar Modal 2013 sendiri berlangsung selama total 3 hari (2 hari untuk level 1 dan sehari untuk level 2). Syaratnya untuk menjadi peserta di level 1 sebenarnya tidak ada, namun karena waktu pelaksanaannya selalu di hari kerja, Anda harus mengajukan cuti jauh2 hari sebelumnya. Untuk menjadi peserta di level 2, Anda perlu terdaftar sebagai nasabah di salah satu broker (sudah memiliki kartu Akses dari KSEI).

sekolah pasar modal

Apa saja materi di sekolah pasar modal?

Materi Sekolah Pasar Modal di Level 1 A (hari pertama)

  1. Pengenalan Pasar Modal
  2. Produk Investasi di Bursa Efek Indonesia
  3. Investasi di Pasar Modal
  4. Analisa Fundamental

Materi Sekolah Pasar Modal di Level 1 B (hari kedua)

  1. Mekanisme Transaksi Efek di Bursa Efek Indonesia
  2. Analisa Teknikal
  3. Pentingnya memiliki Kartu AKSes & SID
  4. Simulasi dan Market Update
Sedangkan di Level 2, materinya sedikit lebih advance (karena itu Anda diharuskan sudah menjadi nasabah salah satu broker atau perusahaan sekuritas sebagai syarat mendaftar).

Mater Sekolah Pasar Modal di Level 2

  1. Pengenalan Pasar Modal Syariah
  2. Pengenalan Produk Reksadana di Pasar Modal
  3. Pengenalan Produk Derivatif di Pasar Modal
  4. Instrument Fixed Income
Saran saya, bila Anda memang tidak tertarik di produk investasi selain saham, jangan mendaftar di Level 2 (saya akan jelaskan beberapa alasannya di tulisan selanjutnya (alias, kalau penulis nggak males ngetik, hehehehe)).

Pengenalan Pasar Modal

Alasan berinvestasi biasanya untuk melindungi aset dari gejolak inflasi (mempertahankan nilai aset) dan memperoleh keuntungan. Berinvestasi di Pasar Modal, sebenarnya bagian dari jenis financial investment atau Investasi Keuangan. Tentu, Anda bisa saja langsung berinvestasi di real property, tangible personal property, atau commodity investment (misal kelapa sawit).

Pasar Modal juga ada sebagai sarana edukasi pada masyarakat, supaya tidak tertarik dengan model investasi BODONG alias tepu-tepu yang merebak. Daripada menghamburkan uang di model investasi bodong, lebih baik berinvestasi di pasar modal.

Struktur tertinggi Pasar Modal Indonesia dipegang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tugas utamanya membina, mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal. Di bawah OJK, terdapat Bursa Efek Indonesia yang tugasnya menyediakan sarana/sistem untuk perdagangan efek/saham.

Dulu, saham bersifat kertas atas unjuk. Kurang lebih seperti uang kertas biasa. Siapa pun yang memegang lembaran saham (bentuknya seperti sertifikat/ijazah), itu berarti pemiliknya. Oleh karena itu, istilah "lembar" pada saham kadang masih kita jumpai dalam dunia bursa saat ini.

Waktu berlalu, dan lantai bursa tak lagi terdapat komputer-komputer dan wajah-wajah frustrasi. Sebagai gantinya, saham sudah bersifat digital (tak dicetak di atas kertas), dan orang sudah bisa melakukan transaksi di balkon lantai 2 rumah masing-masing.

Analogi Bursa Efek Indonesia bisa disamakan dengan Perusahaan Pengelola Mall. Sebagai contoh, Mall Central Park, sebenarnya dikelola oleh PT Tiara Metropolitan Jaya, --sekarang berubah nama menjadi PT Agung Podomoro Land Tbk.

PT Agung Podomoro Land


  • Fasilitator : Menyediakan sarana prasarana aman di dalam mall (AC, parkir, toilet, musholla, dll)
  • Pedagang : Membuka kios sepatu, pakaian, elektronik, dll
  • Pembeli : pengunjung mall yang berbelanja

Bursa Efek Indonesia

  • Fasilitator : Menyediakan sistem agar perdagangan teratur wajar dan efisien
  • Pedagang : Anggota bursa atau perusahaan efek yang mejnadi broker jual beli saham
  • Pembeli : investor yang melakukan transaksi saham
Demikian sekilas tentang pasar modal.

Produk Investasi di Bursa Efek Indonesia

Seperti analogi mall di atas, terdapat banyak sekali produk investasi di BEI yang diperdagangkan, dan saham hanyalah salah satunya.
Saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan
Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut. Contoh, tetangga Anda, Haji Dji'un, ingin membuka bengkel service motor. Setelah dihitung-hitung, ternyata modalnya kurang Rp 75juta, dari total Rp 100juta (artinya Haji Dji'un hanya punya Rp 25juta). Sebagai tambahan modal, daripada ia meminjam ke Bank (riba), ia meminjam pada Anda, tetangganya yang baik hati. Nyatanya, Anda pun tak punya uang sebanyak itu, dan hanya punya, katakan Rp 25juta. Anda pun menelpon saya, teman Anda yang baik hati juga. Setelah melihat prospek Bengkel Motor Haji Dji'un, saya tertarik untuk melakukan penyertaan modal sebesar Rp 50juta.

Oke, deal. Semua surat perjanjian bermaterai 6000 perak sudah ditanda tangani. Sebagai pemilik, Haji Dji'un menanggung 60% dari kerugian, maupun keuntungan. Sedangkan sisanya yang 40%, dibagi menurut porsi kepemilikan modal antar investor. Saya yang menyertakan modal paling besar, Rp 50juta, mendapat porsi keuntungan 50juta/100juta dikali 40%, sedang Anda dan Haji Dji'un masing-masing mendapat Rp 25juta/Rp 100 juta dikali 40%. Ini adalah model investasi yang sederhana, aslinya jauh lebih rumit.

Nah, dalam saham kurang lebih juga demikian. Semakin besar porsi investasi yang kita berikan, maka semakin besar pula dividen atau kontrol yang Anda miliki pada arah kebijakan perusahaan. Karakteristik yuridis pemegang saham antara lain Limited Risk (bertanggung jawab sesuai jumlah yang disetorkan), Ultimate Control (secara kolektif ikut menentukan arah tujuan perusahaan), dan Residual Claim (mendapat pembagian hasil usaha yang paling akhir). Perkara Residual Claim ini, juga termasuk bila perusahaan tiba-tiba di-delisting (keluar) dari lantai bursa, entah karena bangkrut atau semua direksinya masuk penjara apa bagaimana lah.. Saham yang kita miliki pun lenyap.

Stock atau saham mudah dipelajari dan karakteristiknya lebih "reguler" daripada produk derivatif/turunannya. Kita bisa memperoleh keuntungan dari dividen (keuntungan perusahaan penerbit saham), dan capital gain (karena selisih harga saat Anda membeli dan menjual saham). Porsi investor asing di bursa efek saat ini (tahun 2013) adalah 58%, agak lebih kecil dari tahun 2008 yang sebesar 70%. Artinya, orang Indonesia sudah mulai beralih berinvestasi di pasar modal.

Cara Membeli Saham

Cara membeli saham ada 3 macam.
  1. Via Pasar Perdana (IPO / Initial Public Offering)
    Ini berarti Anda harus sudah menjadi nasabah di salah satu perusahaan sekuritas (broker). Contoh, saat IPO Baturaja nanti, ada 3 perusahaan sekuritas yang jualan : Bahana, Mandiri, dan Danareksa. Jika kita adalah nasabah dari salah satu broker tersebut, maka kita akan memperoleh "right issue" yaitu "hak untuk memesan saham duluan" dibanding nasabah sekuritas lain.

  2. Pasar Sekunder
    Kurang lebih seperti saat pasar perdana, kita membeli saham yang sudah tercatat dan beredar di bursa efek, via broker / perusahaan sekuritas.

  3. Reksadana
    Produk ini lebih murah dan untuk investor pemula, saya sarankan untuk memilih produk investasi ini saja sebelum terjun di dunia pasar modal. Buat belajar dikit-dikit.

Apa sih resiko berinvestasi pada saham?

Banyak! Layaknya jenis investasi keuangan, semakin besar gain / profit yang diharapkan, maka akan semakin besar pula resikonya. Misalnya saja, kita bisa saja tidak mendapat dividen (bagi hasil usaha), capital loss (tiba-tiba harga saham anjlok), perusahaan yang Anda beli sahamnya di delisting (misal karena bangkrut, direksinya bermasalah, dll), atau saham yang di-suspend.

Syarat-syarat perusahaan sebelum "Go Public"

Sebelum perusahaan "go public" atau listing di Bursa Efek Indonesia, ada syarat-syaratnya.
  1. Berbadan hukum Perseroan Terbatas (artinya perusahaan ecek-ecek yang asetnya di bawah 50 juta perak nggak bisa daftar).
  2. Minimal sudah beroperasi selama 3 tahun.
  3. Memiliki laporan keuangan yang diaudit 3 tahun.
  4. Memiliki opini Laporan Keuangan Wajar Tanpa Pengecualian 2 tahun (jadi nggak boleh ada transaksi mencurigakan seperti sogok/suap, korupsi pengadaan barang, dll).
  5. Punya aktiva >= Rp 100 miliar
  6. Jumlah minimum pemegang saham bukan pengendali >= Rp 100 juta saham atau 35% dari modal disetor.
  7. Jumlah pemegang saham minimal 1000 pemegang saham.
Hanya ada 400-an perusahaan yang listing di BEI. Jumlah ini terlampau sedikit, boleh jadi karena dua hal utama : syarat yang terlalu berat, dan pengetahuan pengelola perusahaan di Indonesia yang terlampau dangkal di dunia pasar modal. Coba bandingkan dengan bursa saham di Cina atau Taiwan.

Di Indonesia menghafal kode saham masih bisa karena Telkom ya jadi TLKM, Astra International jadi ASII, Adaro Energy jadi ADRO, dsb. Tapi di Cina, saking banyaknya perusahaan yang listing di bursa (sampai-sampai bengkel tambal panci bocor pun mungkin bisa masuk bursa), kita harus bawa-bawa buku setebal Yellow Pages ke mana-mana karena kode saham perusahaan sudah dengan angka.

Contoh Perusahaan Go Private

Ada pula perusahaan keluarga yang nggak mau dijadikan perusahaan terbuka. Atau ada pula perusahaan yang sudah masuk ke bursa, tapi buy back (membeli kembali semua saham yang sudah terlanjur beredar di pasar modal) dan menjadi go private (kebalikan go public). Contoh, AQUA di tahun 2010, menawarkan buy back Rp 150rebu per saham. Nggak ada yang mau jual. Dinaikin jadi Rp 250.000, sama juga. Sepi. Saat harganya naik menjadi Rp 500ribu per saham, kuorum tercapai, dan PT Aqua Golden Mississipi Tbk pun resmi menjadi perusahaan tertutup, setelah lebih kurang 20 tahun listing di bursa.

Cara Menghitung IHSG

Salah satu indikator pergerakan harga saham ditunjukkan oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Cara menghitung IHSG sederhana saja.

perhitungan IHSG

Di mana
p = harga saham di pasar reguler
x = jumlah saham
d = nilai dasar

Angka 100 menunjukkan nilai IHSG pada hari dasar (ditetapkan tanggal 10 Agustus 1982). Untuk saham-saham yang baru IPO setelah tanggal tersebut, maka nilai dasarnya adalah nilai pada hari / tanggal IPO, alias harga perdananya. Bisa kita simpulkan, selama kurang lebih 30 tahun sejak 1982, nilai IHSG sudah meningkat kurang lebih menjadi 47 kali lipat, atau 4700%. Bandingkan kalau Anda nabung di celengan semar dari tahun 1980-an, setelah 30 tahun cuma jadi makanan rayap.

Anda bisa melihat sejarah pasar modal di Indonesia dengan mengunjungi langsung gedung Bursa Efek Indonesia tower 1, Jalan Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta.



Mencari Aplikasi Virtual Trading Gratis

Aplikasi virtual trading gratis bisa kita gunakan sebagai media belajar (sementara) dalam mengenali dunia efek, saham, dan derivatif/turunannya. Yang perlu kita lakukan hanyalah melakukan registrasi, dilanjutkan dengan menginstall software atau program tertentu di komputer kita.

trading chart

Sebenarnya ada banyak sekali perusahaan sekuritas atau broker saham yang menyediakan software aplikasi untuk trading, namun sangat disayangkan bahwa kebanyakannya tidak menyediakan pembuatan account virtual dan mengharuskan kita untuk membuat account asli (dan mendaftar ke rekening efek betulan, artinya menggunakan dana betulan).

Untuk trader pemula seperti penulis, kendalanya biasanya ada 2. Belum berani masuk ke pasar saham dengan dana sungguh-sungguh, dan kalau mau membuka rekening asli pun setoran awal minimalnya berkisar antara Rp 5-10 juta. Berikut adalah beberapa hasil penelusuran saya pada beberapa website perusahaan sekuritas. Perlu diingat boleh jadi informasi yang terdapat pada tulisan ini sudah tidak valid, bila ada koreksi silakan cantumkan pada kolom komentar di bagian akhir.

Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Indonesia)

IDX Virtual Trading adalah layanan dari BEI untuk para pemula yang baru belajar tentang pasar modal. Untuk mendapatkan akses Anda tinggal melakukan pendaftaran dan menginstall aplikasinya di PC Anda. Modal dana yang Anda bisa pergunakan adalah Rp 5 milyar. Namun untuk saat ini sepertinya belum berhasil dijalankan di sistem operasi selain Windows. Oya, setelah melakukan pendaftaran, maka "jatah" akses akan kadaluarsa setelah 30 hari. Untuk tetap melakukan virtual trading, Anda harus melakukan registrasi kembali.

Kresna Securities

PT Kresna Graha Sekurindo Tbk adalah salah satu perusahaan broker yang besar. Saat ini mereka menyediakan aplikasi virtual trading dengan tajuk Kresna Direct (bisa diakses di kresnadirect dot com). Namun untuk menggunakan aplikasi ini kita diharuskan melakukan payment sejumlah Rp 200ribu. Untungnya aplikasi Kresna Direct cocok digunakan di segala macam sistem operasi baik Windows, Mac, atau Linux.

Danareksa

Saat ini sepertinya Danareksaonline dot com tidak menyediakan aplikasi virtual trading secara gratis, namun setoran awal untuk membuka RDN (Rekening Dana Nasabah, rekening yang digunakan untuk bertransaksi saham) cukup murah, yakni Rp 100 ribu sahaja. Detailnya saya tidak baca lebih lanjut.

Mandiri Sekuritas (mots dot co dot id)

Mandiri Sekuritas saat ini tidak memiliki layanan virtual trading gratis, dan setoran awal minimalnya tergolong tinggi yakni Rp 5 juta untuk umum dan Rp 2 juta untuk mahasiswa. Dari websitenya kita bisa lihat bahwa MOTS juga dapat diakses melalui web langsung.

Kim Eng Securities

Kimeng dot co dot id tidak memiliki layanan virtual trading yang free. Namun dari segi jumlah nasabah dan volume transaksi, perusahaan sekuritas ini cukup oke. Registrasi dapat dilakukan secara online, namun saya kesulitan mengetahui berapa setoran awal minimal untuk menjadi nasabah di Kim Eng.

E-Trading Securities

Ini merupakan perusahaan sekuritas yang sangat populer, mungkin karena sudah berdiri sejak lama dan pakai sistem online trading sudah dari dulu. Namun sayang sekali belum tersedia aplikasi virtual trading untuk kita buat account gratis.

Bahana Securities

PT Bahana Securities merupakan anak perusahaan BUMN PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI). Perusahaan ini merupakan perusahaan sekuritas tempat saya membuka account pertama kali, karena untuk peserta Sekolah Pasar Modal 2013 yang lalu mendapat kesempatan membuka rekening dengan setoran RDN minimal hanya Rp 200ribu sahaja, sekaligus menjadi syarat untuk ikut dalam SPM level 2 awal Mei mendatang (pengalaman di Sekolah Pasar Modal dari Bursa Efek Indonesia insya Allah akan saya tulis dalam artikel tersendiri, setelah saya ikut dalam SPM level 2 nanti). Di sini (Direct Trading), belum ada fasilitas untuk melakukan virtual trading.

Sinarmas Sekuritas

Merupakan perusahaan broker lokal yang lumayan disegani karena kebesaran grup Sinarmas. Aplikasi tradingnya tersedia cukup lengkap untuk berbagai macam sistem operasi dan smartphone, namun saya tidak menemukan layanan virtual trading di dalamnya, sehingga kita harus membuka account dengan dana betulan.

Batavia Prosperindo (bpam dot co dot id)

Tidak menyediakan layanan virtual trading gratis.

Lautandhana online trading system (LOTS)

Sayang sekali walau free registration tapi di ujungnya kita diharuskan setor minimal Rp 5juta untuk membuka account.

Ada banyak sekali perusahaan sekuritas lain yang cukup bonafid (bila dilihat dari jumlah transaksi per hari), namun sepertinya akan banyak menghabiskan waktu bila dibahas semuanya. Yang paling saya rekomendasikan tentu IDX Virtual Trading dari Bursa Efek Indonesia (walau hingga saat ini saya belum berhasil menginstall aplikasinya di OSX). Saran dan kritik pada tulisan ini dipersilakan, untuk memperbarui data atau sekadar tambahan informasi.

Memahami Arti Investasi Yang Sebenarnya

Pada dasarnya orang berinvestasi untuk salah satu di antara dua hal berikut : memperoleh keuntungan, atau sarana saving untuk mencegah turunnya nilai aset. Misalnya, Anda memiliki sejumlah uang, katakan Rp 1 milyar. Aset berupa uang ini nilai intrinsiknya akan terus menurun, disebabkan karena laju inflasi yang kisarannya bervariasi dari tahun ke tahun. Uang senilai Rp 1 milyar ini pun, Anda investasikan pada beberapa aset tetap dan bertumbuh.

investment


Contoh aset tetap misalnya tanah, rumah, atau emas. Aset tetap adalah model aset yang nilainya tidak jauh berubah melainkan dengan persentase yang kecil. Investasi pada aset tetap ini, menurut pribadi penulis, adalah model investasi yang nggak investasi-investasi banget. Mengapa? Karena dengan Anda membeli tanah, rumah, atau emas, dan dibiarkan begitu saja (ongkang-ongkang kaki) dengan harapan bahwa nilainya akan sedikit mengalahkan inflasi, kurang begitu besar nilai tambahnya di masyarakat dibandingkan jika Anda berinvestasi pada aset bertumbuh.
Aset tetap adalah model aset yang nilainya tidak jauh berubah melainkan dengan persentase yang kecil
Apa itu aset bertumbuh? Aset bertumbuh ialah model aset yang nilainya akan jauh melebihi nilai aslinya, dikarenakan memberikan dua macam keuntungan yakni kenaikan nilai intrinsik aset tersebut, atau keuntungan dari usahanya. Contoh nyata dalam investasi pada aset bertumbuh adalah Anda mempergunakan uang Rp 1 milyar tadi untuk beternak sapi. Jika uang Rp 1 milyar dibelikan sapi 100 ekor (asumsi 1 sapi harganya Rp 10 juta), maka dalam waktu 2-3 tahun kemungkinan harganya akan menjadi Rp 11 juta per ekor, belum lagi ditambah dengan sapi-sapi hasil anakan 100 ekor sapi tadi.

Model investasi pada aset bertumbuh inilah yang digemari penulis, selain karena tidak hanya memberikan keuntungan yang relatif lebih besar, tapi juga memberikan nilai tambah bagi sosial / masyarakat. Misalnya dalam bentuk lapangan pekerjaan, perputaran uang yang lebih besar, ekonomi, dll. Bandingkan jika Anda membeli emas lalu hanya disimpan dalam deposit box, atau beli tanah sekian ratus hektar tanpa diolah menjadi kebun atau hal ekonomis lainnya.

Masing-masing model investasi memiliki resiko. Sehingga, mudah saja bagi kita untuk menilai apakah sebuah model invetasi merupakan model investasi bodong (tipu-tipu) atau memang murni investasi. Ciri investasi palsu adalah model bisnisnya tidak jelas, dengan margin keuntungan atau profit yang tidak masuk akal. Saat ini suku bunga saja kisaran 6% per tahun. Artinya, bila ada yang menjanjikan memberikan profit katakanlah 2% per bulan (24% per tahun), maka sudah dapat dipastikan bahwa investasi tersebut memiliki resiko yang amat besar. Dan selalu begitu = profit besar maka resiko juga besar.

Anjloknya harga emas baru-baru ini juga merupakan pukulan telak bagi para pelaku "investasi" kebun emas. Kata investasi penulis beri tanda kutip karena bukannya berinvestasi dengan benar, namun dengan memanfaatkan sifat serakah manusia, orang-orang dianjurkan untuk meminjam dana (hutang) untuk berspekulasi dari harga kenaikan emas. Ingat bahwa sebuah komoditas yang harganya melonjak tajam, boleh jadi akan turun dalam presentase yang tak kalah besar pula. Berspekulasi dari fluktuasi harga komoditas adalah sesuatu yang beresiko tinggi, bila tak mau dianggap sebuah perjudian.

Semoga kita bisa bijak dalam memilah mana yang benar-benar investasi dan mana yang hanya aksi penipuan belaka. Greed is not good. Keserakahan itu tidak baik.