Skip to main content

Tips Membangun Relasi Bisnis

Di jaman sekarang ini, kalau nggak punya koneksi atau membangun relasi bisnis, kata orang mau usaha apa saja jadi susah. Jangankan hanya sekadar bisnis sampingan, yang menjadikan usaha atau bisnis sebagai lahan utama pekerjaan saja masih sering kebingungan. Tentu ini bisa disiasati dengan rajin-rajin mendapatkan kenalan, baik itu dari keluarga, teman, tetangga kanan-kiri (tidak pakai "oke"), atau bahkan dari komunitas di mana kita sering ngumpul. Yup, relasi bisnis dimulai dari mengakrabkan diri ke lebih banyak orang.
Membangun relasi bisnis dimulai dari mengakrabkan diri ke lebih banyak orang
Berikut tips saya dalam menjalin kenalan atau rekanan bisnis dengan siapa saja, bahkan termasuk petinggi-petinggi di pemerintahan.

jabat tangan

Jangan malu, takut, segan, antipati untuk berteman dengan siapa saja

Jaman sekarang kita nggak tahu kita ditakdirkan akan menjalin keeratan hubungan dengan siapa, jadi saat memiliki peluang untuk "melebur" ke dalam lingkungan yang agak asing, lakukan saja! Selalulah punya anggapan bahwa siapapun, walau berbeda keyakinan/agama/ras/dll, bisa saja menguntungkan di masa depan. Bukalah diri pada dunia yang lebih luas. Walau Anda benci dengan petugas pemerintahan, tapi nggak semua orang pemerintahan jahat kan?

Menjadi pribadi yang menyenangkan

Berusahalah ramah pada siapa saja, jangan pasang muka kusut dan preman, nanti orang kira kita ini preman betulan atau orang jahat. Di kereta, di perjalanan panjang, berusahalah mengenal orang yang duduk di sebelah kita. Misalnya dia pakai jas mahal, oh ini pasti orang tajir. Tapi kalau dia pakai baju biasa-biasa saja, oh mungkin PNS yang lagi dinas. Cari tahu, dan cari bahan pembicaraan.

Cukup 1 (satu) nomer handphone baru setiap minggu

Membangun relasi bisnis bisa dimulai dengan menambah jumlah phone book di hape Anda. Ini adalah aturan tak tertulis penulis. Setiap minggu, saya harus berhasil mendapatkan nomer kontak baru, untuk dimasukkan ke dalam phone book handphone. Oya, handphone kalau bisa yang agak kerenan dikit, jangan kayak orang susah untuk soal beginian. Pilih handphone yang kapasitas phone book besar, tangguh, dan kalau dikeluarin dari kantong nggak malu-maluin banget.

Berani malu!

Apa sih kemungkinan terburuk dari tanggapan orang yang baru Anda temui? Dilecehkan? Dimaki-maki karena sok akrab? Nggak mungkin seburuk itu, dan nggak mungkin bikin kita mati juga. Jadi, ikutilah pedoman agen asuransi dalam memikat nasabah baru : kalau saya nggak dapet nasabah baru, artinya saya nggak bisa makan besok!

Sering-sering ikut dalam seminar MLM

"Ih, MLM kan haram? Money game money game gitu kok malah dideketin?" Yang haram MLM-nya. Tapi seminar gratisnya nggak. Jadi kalau ada temen atau siapa saja yang mengajak Anda ikut MLM, iyakan saja! Toh gratis ini. Di seminar MLM Anda bisa belajar banyak hal. Misal cara berpenampilan, cara bicara, cerita unik, yang tentu nggak bakal bikin rugi. Tapi nanti kalau sudah diprospek lebih jauh, bilang aja "NGGAK TERTARIK!" sambil buang muka. Hehehehe.

Hapalkan 1 saja (ya, cukup 1 saja) HAL UNIK dari seseorang

Misal Anda tahu Tukang Ojek di depan gang ternyata anaknya jadi guru di Indonesia Mengajar. Sekali waktu, kalau ketemu, tanya saja "Gimana anaknya Pak, masih jadi guru di Lombok?". Atau, misal pak RT ternyata istrinya buka restoran gado-gado di Soekarno Hatta. Tanya saja "Yang bantuin Bu RT di kantin Bandara sehari-hari siapa Pak?". HAL UNIK ini bisa apa saja, dan harus bener-bener "berbeda" supaya mudah diingat. Ini menimbulkan kesan Anda perhatian banget sama tuh orang, sehingga hubungan bisa makin akrab.

The Power of "Mengapa"

Saat bercakap-cakap pada orang yang baru dikenal, misal di dalam pesawat, hindari pertanyaan seperti "Sudah berkeluarga, Pak?" atau "Tinggalnya di mana?". Pertanyaan ini selain sudah basi, agak rawan juga karena sensitif banget (misal tiba-tiba Anda ketemu orang yang ternyata umur udah 40 tapi nggak kawin-kawin). Daripada begitu, tanya saja "Kok keluarga nggak ikut Pak?" atau "Tumben ya, cewek kok ambil Teknik Mesin. Kenapa tertarik di situ?"

Nama. Nama. Nama.

Tidak ada kata yang lebih indah didengar seseorang, selain namanya sendiri. Karena itulah, di customer service bank manapun di dunia ini, nama Anda akan disebut minimal sebanyak 5 kali. Ya, benar. Minimal lima kali dalam sebuah percakapan!

"Selamat siang Pak Prabowo. Ada yang bisa saya bantu untuk Pak Prabowo? Oh.. Begitu ya Pak, baik.. Jadi Pak Prabowo ingin meminjam dana sebanyak Rp 5 milyar. Kalau boleh tahu, saat ini Pak Prabowo memiliki usaha apa saja ya Pak? Oh, usaha kerupuk udang? Bagus sekali itu Pak.. Tapi, mohon maaf ya Pak Prabowo, saat ini kami belum bisa memberikan pinjaman lagi, karena pinjaman Pak Prabowo senilai Rp 300 trilyun belum selesai masa pelunasannya. Ada lagi yang bisa saya bantu, Pak Prabowo?"

Sering-seringlah menyebut nama orang yang sedang jadi lawan bicara kita. Tatap matanya lekat-lekat. Jadilah pendengar yang baik.

Itu saja tips untuk memperbanyak kenalan, semoga bermanfaat.

Comments

stwn said…
Tapi "kok" dan "kenapa" juga bisa jadi bahan guyonan bo, tentu saja dilihat dulu orangnya.

O iya, jangan lupa ucapkan terima kasih sambil melihat mata orang yang kita beri ucapan. Dengan tulus, karena mata tak pernah bohong.
Prabowo Murti said…
Terima kasih buat tambahan infonya Mas.. Terkait dengan mata, nanti saya tulis lagi artikel tentang hal tersebut. :)
stwn said…
nambahin. kalau sama cewek hati-hati, jangan sampai tergoda. kontak mata jangan sering-sering atau tidak sama sekali :D

tahu diri lah kita, dan proporsional saja.
[…] dapat dipungkiri lagi, rekan bisnis biasanya bermula dari teman dekat yang punya visi yang sama. Tentu saja dengan sifat/nilai yang […]

Tulisan Terpopuler

Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian

Sebetulnya cara menggadaikan barang di pegadaian boleh dibilang lebih mudah daripada yang selama ini kita duga. Berikut saya ceritakan pengalaman saya menggadaikan emas (barang yang paling umum digadaikan di pegadaian) di Pegadaian Negeri Slipi Petamburan, Jakarta.
Mengapa memilih Pegadaian? Pegadaian adalah salah satu BUMN yang pernah mau masuk ke bursa saham. Pegadaian memang memiliki aset yang banyak, sehingga dulu Dahlan Iskan berencana membuat PT Pegadaian IPO. Ada banyak sekali barang "sekolahan" yang nggak ditebus sama pemiliknya. Karena nilai pinjaman selalu lebih rendah (atau minimal sama dengan) nilai taksiran barang, otomatis pegadaian jarang merugi.

Menurut saya, setidaknya ada 2 alasan utama mengapa orang lebih senang ke Pegadaian. Pertama, bunga yang ditawarkan Pegadaian lebih rendah daripada rentenir. Pegadaian juga lebih terpercaya karena merupakan perusahaan plat merah. Kedua, prosesnya relatif cepat untuk sekadar mengejar likuiditas. Hampir apa saja bisa di…

Pengalaman Membuat Kartu Kredit

Kalau ada pertanyaan, apa sih yang membuat aplikasi kartu kredit kita diterima atau ditolak oleh bank? Jawaban sebenarnya adalah, tidak ada yang tahu pasti. Katanya harus bekerja minimal setahun, katanya lagi minimal penghasilan harus sekian juta sebulan, katanya lagi mesti ada saldo terendap sekian rupiah di tabungan. Semua serba katanya dan katanya. Bahkan pegawai bank sendiri tidak bisa memberi Anda alasan bila aplikasi kartu kredit Anda ternyata REJECTED.
Namun yang saya tahu, memang ada beberapa hal yang "memperkuat" kemungkinan aplikasi Anda diterima oleh Bank. Beberapa alasan tersebut adalah Bukan tipikal nasabah yang bermasalah Tahukah Anda bahwa sebetulnya data kita di Bank Indonesia memiliki rapor tersendiri. Katakan kita sudah terlanjur mencicil apartemen, dan tercatat beberapa kali menunggak atau telat bayar. Di mata Bank Indonesia, nilai kita sudah minus. Rapor tersebut dikenal dengan sebutan BI Checking, dan laporan ini bisa diakses oleh semua bank dan lembaga…

Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi investasi, dan berbagai macam model asuransi lainnya, semakin berkembang sejak tahun 1998 di negeri ini. Mengapa? Karena sejak peristiwa kerusuhan Mei, orang mulai sedikit cemas. Bagaimana mengamankan aset yang sudah diraih, atau memastikan apa yang akan dicapai dalam waktu sekian tahun mendatang? Pendidikan anak saya siapa yang jamin? Kalau mobil saya kenapa-kenapa, duit siapa buat bayar bengkel? Kalau saya satu-satunya tulang punggung keluarga dan mati kena serangan jantung/stroke, siapa yang ngasih makan istri dan anak?



Semua pertanyaan-pertanyaan yang solusinya tidak pasti, seolah-olah bisa dijawab dengan asuransi. Bukannya saya nggak seneng sama asuransi, tapi kalau pertanyaannya adalah "Apakah kita membutuhkan asuransi?" mungkin jawaban sebenarnya adalah "belum tentu". Contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan ap…

Syarat KPR BTN Syariah (Seri 1)

Syarat KPR BTN Syariah mirip dengan pengajuan KPR di Bank Syariah lainnya. Prosesnya pun relatif panjang, mulai dari kelengkapan berkas, proses wawancara hingga survey lokasi rumah. Mari kita bahas satu per satu.
Tentang KPR BTN Platinum iB Produk KPR di BTN Syariah pembiayaannya ada berbagai macam. Salah satunya adalah KPR BTN Platinum iB. KPR BTN Platinum iB adalah produk pembiayaan dalam rangka pembelian rumah, ruko, rukan, rusun, atau apartemen bagi nasabah perorangan dengan akad murabahah atau jual beli. Banyak sekali bank yang tidak lagi menalangi pembiayaan, dalam artian rumahnya belum berdiri tapi bank sudah bayar dulu ke developer. Ingat bahwa Bank bukan lembaga sosial dan harus ada untung. Jangan sampai bermunculan developer yang modal dengkul saja, membangun rumah dari uang nasabah dan uang bank.


Keuntungan KPR BTN iB Seperti bank syariah lain, cicilan dari pengembalian pinjaman akan terus tetap nilainya hingga akhir jangka waktu pembiayaan. Kalau sebulan sudah dipatok 1 ju…

Apa Itu Opportunity Cost?

Secara sederhana, opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya yang timbul karena memilih sebuah kegiatan bisnis tertentu dibanding kegiatan bisnis yang lain. Katakanlah Anda memiliki modal bisnis tambahan sebesar Rp 100juta. Dengan uang Rp 100juta tersebut, Anda memilih untuk menambah jumlah mesin, daripada menyewa ruko baru untuk ekspansi regional.

Kegiatan bisnis A : menambah jumlah mesin, menghabiskan dana yang sama dengan kegiatan bisnis B (menyewa ruko baru). Padahal, bila dihitung dan dilakukan riset sedikit, Anda bisa mengetahui bahwa menambah jumlah mesin baru tidak menghasilkan keuntungan yang sebanding bila Anda memilih untuk menyewa ruko baru untuk penetrasi pasar. Keputusan Anda untuk memilih kegiatan bisnis A, berakibat adanya opportunity cost (biaya peluang) Anda tidak bisa menghasilkan keuntungan sebesar ketika Anda memilih kegiatan bisnis B.
Opportunity cost bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat Anda menunggu bis. Ada yang menghabiskan waktu de…