Skip to main content

Membayar Hutang Dengan Hutang

Maksud dari judul tulisan ini kurang lebih sama dengan ungkapan yang sudah terkenal di masyarakat kita, yaitu "Gali Lubang Tutup Lubang" alias membayar hutang dengan hutang. Bahkan salah satu musisi Indonesia berjuluk raja dangdut pernah menyanyikan lagu dengan judul yang sama. Ada pula artis Malaysia yang juga pernah menyanyikannya, namanya Salih Yaacob. Anyway, soal lagu itu dicipta pertama kali oleh siapa, tidak jadi fokus tulisan kita kali ini.

gali lubang tutup lubang

Membayar hutang lama dengan hutang yang baru, penulis rasa pernah dilakukan hampir oleh semua pelaku bisnis, atau mungkin orang-orang yang kepepet. Saat butuh dana dalam jumlah yang besar, dengan tenggat waktu yang terbatas, plus dalam kondisi tidak ada aset lancar yang bisa "diuangkan" dengan segera, solusinya tentu adalah meminjam dari sumber yang berbeda. Contoh, saat kita disuruh bayar kosan, tapi nggak punya cash, kita pinjam dulu dari teman atau keluarga, untuk selanjutnya kalau sudah ada uang, baru kita bayar.

Di perusahaan dengan aset sudah berkali-kali lipat dari aset pedagang kelontong, kondisi gali lubang tutup lubang seperti di atas sebenarnya tidak jauh berbeda. Mungkin beda di penampilan, karena pelakunya berdasi dan naik Alphard saja. Sisanya kurang lebih sama. Hutang perusahaan yang jatuh tempo tahun ini misalnya, akan dibayar dengan utang obligasi. Dengan cara demikian, perusahaan tidak perlu menggadai aset dengan tujuan membayar hutang lama. Bikin saja hutang yang baru, dan bila tenggat waktu hutang yang baru sudah makin dekat, ajukan lagi hutang baru. Demikian seterusnya.

Dengan trik demikian, bakal kelihatan seolah-olah bahwa perusahaan tidak punya lubang. Analoginya ketika perusahaan punya 5 buah lubang yang bisa digali. Lubang A, B, C, D, dan E. Lubang A digali. Tak lama, lubang B digali untuk menutup lubang A. Lubang C digali untuk menutup lubang B, demikian seterusnya hingga lubang E. Lalu, bagaimana cara menutup lubang E? Ya lubang A yang tadi ditutup, digali lagi. Sesederhana itu.

Cara yang sama bisa "dimainkan" pula untuk kartu kredit, walau Anda beresiko diciduk oleh orang Bank. Lima buah kartu kredit dengan limit yang besar, bisa dipakai bergantian. Saat kartu kredit terakhir kita pakai, kartu kredit pertama sudah bisa dipakai lagi dan diuangkan. Dengan demikian kita bisa "memiliki" cash senilai limit kartu, dengan hanya berputar-putar di lingkaran setan, karena yang jual jasa EDC untuk seolah-olah "gesek tunai" sudah banyak di Kaskus.

Kesimpulan

Gali lubang tutup lubang bukanlah hal nista yang dilarang, namun tentu sifatnya kondisional. Jikalau Anda tidak bisa mengatur dengan benar, boleh jadi di suatu saat malah akan menambah penyesalan karena terlalu sering berhutang. Hutang, menurut Islam, adalah kehinaan di siang hari, dan penambah kegelisahan di malam hari.

Semoga bermanfaat.

Comments

[…] Bayarlah hutang dengan hutang yang baru. Trik ini bisa diterapkan bila memang kepepet. Cari orang lain yang sumber dananya masih segar, dan gunakan uangnya untuk membayar hutang yang lama. Tentu cara ini adalah cara sementara untuk memperpanjang nafas. Tetap saja hutang kita tetap belum lunas. Tapi setidaknya nggak malu-maluin amat. […]

Tulisan Terpopuler

Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian

Sebetulnya cara menggadaikan barang di pegadaian boleh dibilang lebih mudah daripada yang selama ini kita duga. Berikut saya ceritakan pengalaman saya menggadaikan emas (barang yang paling umum digadaikan di pegadaian) di Pegadaian Negeri Slipi Petamburan, Jakarta.
Mengapa memilih Pegadaian? Pegadaian adalah salah satu BUMN yang pernah mau masuk ke bursa saham. Pegadaian memang memiliki aset yang banyak, sehingga dulu Dahlan Iskan berencana membuat PT Pegadaian IPO. Ada banyak sekali barang "sekolahan" yang nggak ditebus sama pemiliknya. Karena nilai pinjaman selalu lebih rendah (atau minimal sama dengan) nilai taksiran barang, otomatis pegadaian jarang merugi.

Menurut saya, setidaknya ada 2 alasan utama mengapa orang lebih senang ke Pegadaian. Pertama, bunga yang ditawarkan Pegadaian lebih rendah daripada rentenir. Pegadaian juga lebih terpercaya karena merupakan perusahaan plat merah. Kedua, prosesnya relatif cepat untuk sekadar mengejar likuiditas. Hampir apa saja bisa di…

Pengalaman Membuat Kartu Kredit

Kalau ada pertanyaan, apa sih yang membuat aplikasi kartu kredit kita diterima atau ditolak oleh bank? Jawaban sebenarnya adalah, tidak ada yang tahu pasti. Katanya harus bekerja minimal setahun, katanya lagi minimal penghasilan harus sekian juta sebulan, katanya lagi mesti ada saldo terendap sekian rupiah di tabungan. Semua serba katanya dan katanya. Bahkan pegawai bank sendiri tidak bisa memberi Anda alasan bila aplikasi kartu kredit Anda ternyata REJECTED.
Namun yang saya tahu, memang ada beberapa hal yang "memperkuat" kemungkinan aplikasi Anda diterima oleh Bank. Beberapa alasan tersebut adalah Bukan tipikal nasabah yang bermasalah Tahukah Anda bahwa sebetulnya data kita di Bank Indonesia memiliki rapor tersendiri. Katakan kita sudah terlanjur mencicil apartemen, dan tercatat beberapa kali menunggak atau telat bayar. Di mata Bank Indonesia, nilai kita sudah minus. Rapor tersebut dikenal dengan sebutan BI Checking, dan laporan ini bisa diakses oleh semua bank dan lembaga…

Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi investasi, dan berbagai macam model asuransi lainnya, semakin berkembang sejak tahun 1998 di negeri ini. Mengapa? Karena sejak peristiwa kerusuhan Mei, orang mulai sedikit cemas. Bagaimana mengamankan aset yang sudah diraih, atau memastikan apa yang akan dicapai dalam waktu sekian tahun mendatang? Pendidikan anak saya siapa yang jamin? Kalau mobil saya kenapa-kenapa, duit siapa buat bayar bengkel? Kalau saya satu-satunya tulang punggung keluarga dan mati kena serangan jantung/stroke, siapa yang ngasih makan istri dan anak?



Semua pertanyaan-pertanyaan yang solusinya tidak pasti, seolah-olah bisa dijawab dengan asuransi. Bukannya saya nggak seneng sama asuransi, tapi kalau pertanyaannya adalah "Apakah kita membutuhkan asuransi?" mungkin jawaban sebenarnya adalah "belum tentu". Contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan ap…

Syarat KPR BTN Syariah (Seri 1)

Syarat KPR BTN Syariah mirip dengan pengajuan KPR di Bank Syariah lainnya. Prosesnya pun relatif panjang, mulai dari kelengkapan berkas, proses wawancara hingga survey lokasi rumah. Mari kita bahas satu per satu.
Tentang KPR BTN Platinum iB Produk KPR di BTN Syariah pembiayaannya ada berbagai macam. Salah satunya adalah KPR BTN Platinum iB. KPR BTN Platinum iB adalah produk pembiayaan dalam rangka pembelian rumah, ruko, rukan, rusun, atau apartemen bagi nasabah perorangan dengan akad murabahah atau jual beli. Banyak sekali bank yang tidak lagi menalangi pembiayaan, dalam artian rumahnya belum berdiri tapi bank sudah bayar dulu ke developer. Ingat bahwa Bank bukan lembaga sosial dan harus ada untung. Jangan sampai bermunculan developer yang modal dengkul saja, membangun rumah dari uang nasabah dan uang bank.


Keuntungan KPR BTN iB Seperti bank syariah lain, cicilan dari pengembalian pinjaman akan terus tetap nilainya hingga akhir jangka waktu pembiayaan. Kalau sebulan sudah dipatok 1 ju…

Apa Itu Opportunity Cost?

Secara sederhana, opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya yang timbul karena memilih sebuah kegiatan bisnis tertentu dibanding kegiatan bisnis yang lain. Katakanlah Anda memiliki modal bisnis tambahan sebesar Rp 100juta. Dengan uang Rp 100juta tersebut, Anda memilih untuk menambah jumlah mesin, daripada menyewa ruko baru untuk ekspansi regional.

Kegiatan bisnis A : menambah jumlah mesin, menghabiskan dana yang sama dengan kegiatan bisnis B (menyewa ruko baru). Padahal, bila dihitung dan dilakukan riset sedikit, Anda bisa mengetahui bahwa menambah jumlah mesin baru tidak menghasilkan keuntungan yang sebanding bila Anda memilih untuk menyewa ruko baru untuk penetrasi pasar. Keputusan Anda untuk memilih kegiatan bisnis A, berakibat adanya opportunity cost (biaya peluang) Anda tidak bisa menghasilkan keuntungan sebesar ketika Anda memilih kegiatan bisnis B.
Opportunity cost bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat Anda menunggu bis. Ada yang menghabiskan waktu de…