Pengalaman Sekolah Pasar Modal IDX 2013 (Bagian 2)

Tulisan ini melanjutkan postingan terdahulu dengan judul Pengalaman Sekolah Pasar Modal 2013 (Bagian 1). Sekolah pasar modal IDX bersifat gratis.

Disclaimer : saya hanya pemula, dan tulisan ini memang dikhususkan untuk belajar saja. Sekadar perkenalan buat pembaca yang ingin mulai berinvestasi di pasar modal. Mohon maaf bila terjadi kesalahan penulisan, dan mohon koreksi dari pembaca sekalian.

Sekolah Pasar Modal 2013

Di tulisan sebelumnya kita sudah belajar sedikit tentang dunia pasar modal dan saham. Berkaitan dengan IHSG, ada pula Indeks lain seperti sektoral, LQ45, Jakarta Islamic Index, Indeks Kompas 100, Indeks BISNIS-27, dan lain-lain. Sebenarnya indeks-indeks ini adalah indeks juga, tapi sahamnya merupakan saham pilihan, sesuai namanya, misal Kompas 100 adalah saham-saham pilihan dari Kompas. Indeks BISNIS-27 merupakan saham pilihan harian Bisnis Indonesia, terdiri dari 27 saham yang dipilih berdasarkan likuiditas dan kapitalisasi pasar.

Belajar saham selain di sekolah pasar modal IDX

Banyak sekali informasi yang bisa didapat soal perkembangan saham, seperti internet, media cetak ataupun elektronik. Berinvestasi di sektor saham merupakan potensi yang besar karena saat ini hanya 1 juta orang yang berinvestasi di Pasar modal Indonesia (termasuk Reksadana, ORI, dan Unit Link). Hanya sekitar 2,5 % saja dana kelolaan reksadana dibandingkan PDB. Coba bandingkan dengan 34,6% dana kelolaan Deposito. Kita boleh bangga juga karena Indonesia memiliki kelompok penduduk kelas menengah terbesar di Asia Tenggara.

Berinvestasi di pasar modal bukannya tak berbahaya. Sekitar 4 tahun lalu, dana nasabah raib senilai Rp 9 trilyun karena belum ada Rekening Dana Nasabah (RDN). RDN ini mirip tabungan. Dulu saat orang mau beli saham, nasabah akan melakukan top-up (setor) ke rekening perusahaan broker. Masalahnya, duit nasabah masih jadi satu dengan rekening broker. Akibatnya, kalau nasabah setor dan duitnya dibawa kabur sama broker, nggak ada yang jamin. Makanya sekarang ada RDN, ini akan memisahkan rekening broker dan rekening nasabah.

Belum lagi bila perusahaan di-delisting misalnya karena bangkrut. Yang harus pertama kali dibayar adalah pemerintah, misalnya pajak. Sedangkan pemegang saham akan dibayar TERAKHIR. Bisa dikatakan, saat perusahaan di-delisting dari bursa efek, pemegang saham nggak bakalan dapet apa-apa.

Prinsip-prinsip dasar berinvestasi di Pasar Modal

  • Gunakan dana lebih (excess fund)
  • Dapatkan informasi mengenai produk investasi sebelum mengambil keputusan.
  • Don't put your egges in one basket. Diversifikasi produk investasi.
  • Disiplin, baik saat TP (taking profit) ataupun cut loss (jual rugi).
  • Kenali perusahaan sekuritas di mana Anda berinvestasi.

Bagaimana caranya membeli saham?

Pada dasarnya ada 3 cara :
  • Via Pasar Perdana
    Membeli saham pada saat sebuah perusahaan go public atau penawaran umum (IPO).
  • Pasar Sekunder
    Membeli saham yang telah tercatat di bursa, artinya yang sudah diperdagangkan oleh sesama pemegang saham.
  • Reksadana
    Membeli saham melalui pembelian unit penyertaan Reksa Dana.

Enaknya membeli saham dari perusahaan yang akan go public adalah kita tidak dikenakan biaya transaksi, karena fee penjualan sudah ditanggung oleh Penjamin Emisi. Tidak semua perusahaan yang IPO sahamnya akan laku. Misalnya karena kinerja perusahaan tidak sebagus yang diperkirakan, sehingga publik akan menganggap harga IPO terlalu mahal. Terus jarang yang beli deh.

Membuka Rekening Efek

Prinsipnya sama saja dengan membuka rekening/tabungan biasa di bank. Kita harus memilih perusahaan broker atau sekuritas dulu. Pilihlah perusahaan yang sudah bonafid, misalnya karena pertimbangan berikut.
  1. BUMN
  2. Memiliki fasilitas transaksi via internet/telpon/aplikasi mobile.
  3. Memiliki rekomendasi saham harian yang terpercaya.
  4. Fee atas penjualan dan pembelian yang kompetitif. Untuk setiap transaksi beli atau jual saham, biasanya broker mengenakan biaya yang kisarannya 0.2%. Untuk transaksi jual, sering kali selisihnya lebih mahal 0.1% daripada transaksi beli, ini dikarenakan terdapat Pajak Transaksi yang nilainya 0.1% dari nilai transaksi.
  5. Kapitalisasi. Terlihat dari seberapa besar nilai transaksi yang pernah terjadi di broker tersebut, atau jumlah nasabahnya.
  6. Minimum deposit awal yang tak terlalu tinggi. Kemarin saat Sekolah Pasar Modal, ada broker yang juga jadi sponsor. Normalnya, deposit awal minimal Rp 5juta, namun saat SPM bisa membuka rekening efek dengan minimum deposit Rp 200ribu sahaja.

Mengenai Margin (Margin Call dan Force Sell)

Contoh kasus begini : Anda memiliki saham-saham oke yang nilainya Rp 100juta. Ada sebuah saham yang ingin Anda beli, namun cash on hand (jumlah uang yang tersedia di RDN) ternyata Rp 0. Bagaimana membeli saham tanpa uang? Kita pakai cara orang Amerika : hutang. Dari mana memperoleh hutang untuk membeli saham? Dari broker. Inilah yang disebut dengan margin. Secara sederhana, margin adalah dana talangan dari broker untuk investor. Hanya broker tertentu yang memiliki fitur ini karena tak semua broker memperoleh izin.

Katakan saya ingin menggunakan fitur margin ini, dengan membeli sebuah saham dengan nilai transaksi Rp 10 juta. Berapa nilai maksimal hutangan atau margin ini perhitungannya berbeda-beda untuk masing-masing broker. Bisa jadi bisa jadi (udah kayak eat bulaga aja), nilainya 80% dari total saham yang dimiliki. Perlu diingat bahwa fitur margin ini juga memiliki bunga! Jadi kalau Anda sehari dua hari nggak bayar mungkin broker nggak peduli, tapi T+3 kalau saya belum setor-setor juga, pihak broker akan mulai meneror via telepon, mirip-mirip debt collector.

Lalu, gimana kalau ternyata setelah berhari-hari saya juga tak kunjung membayar margin? Pihak broker akan "menjual paksa" atawa Force Sell saham-saham yang saya miliki. Kalau ternyata masih kurang juga, ya urusannya jadi perdata alias siap-siap nyanyiin "Tembok Derita"-nya Asmin Cayder ajah. Jadi, menggunakan fitur margin sangat-sangat tidak direkomendasikan.

Tulisan Selanjutnya...

Di tulisan selanjutnya kita akan belajar sedikit soal analisis fundamental, teknikal, dan praktek langsung transaksi jual beli saham via aplikasi online Direct Trading dari Bahana Securities (broker tempat saya menjadi nasabah).

Lanjutkan ke Pengalaman Sekolah Pasar Modal Bagian 3

Teknik-teknik Menawar Harga

Dalam bertransaksi, sudah menjadi hal yang biasa untuk melakukan bargaining atau tawar menawar. Kalau kita meihat di komik Gober Bebek, salah satu sebab ia menjadi orang yang tajir mampus adalah karena pada saat menawar, ia kejam sekali. Misal penjual memulai harga di 1000, ia akan memulai menawar harga di katakan 250. Gober menaikkan harga per 10 sedangkan penjual menurunkan harga per 50. Akibatnya harga tengah-tengah akan jauh di bawah 1000.

aktivitas di stock exchange

Tujuan menawar harga

Namun menawar harga bukanlah sekadar mencoba mendapatkan harga beli yang lebih murah. Demikian pula, penjual pun bukan berarti menghendaki harga jual yang tinggi semata. Inti dari proses tawar menawar adalah bagaimana pembeli dan penjual sama-sama senang dan ikhlas dengan transaksi. Kalau di akhir transaksi salah satu ada yang masih ngedumel dengan harga yang terjadi, boleh jadi hukum jual belinya menjadi tidak sah, karena tidak ada keridhoan dari salah satu atau kedua belah pihak.

Berikut cara-cara atau teknik-teknik menawar harga yang biasanya saya praktekkan.

Menjadi Gembel

Bergayalah seperti gembel, dan gembel betulan itu pake sendal jepit mau putus dan kaos lusuh. Jangan sekali-kali keluarin iPhone. Ini sukses saya terapkan di pameran komputer waktu mau beli laptop. Hari pertama, sudah nyembah-nyembah, nggak dikasih. Hari kedua, tetep nggak dikasih. Akhirnya di hari keempat baru dikasih harga murah. Plus, saya dikasih kaos juga sama Cicinya. Iba juga dia kayaknya.

Memakai Perempuan

Mengapa industri rokok dan otomotif selalu menggunakan SPG? Karena daya tarik wanita itu benar-benar kuat untuk produk yang identik dengan lelaki. Perusahaan tidak peduli apakah SPG tahu betul soal produk (walau ada sebagian kecil SPG yang diberi training insentif dan benar-benar pintar), yang penting mejeng aja sambil pamer belahan tetek dan senyum-senyum separuh nakal. Kalau Anda mau nego dengan bos-bos, coba ajak temen cewek yang bahenol, suruh kancing atas lepas satu, selama meeting pilin-pilin rambut sambil jilat bibir.

Jangan Lihat Mata, Jual Mahal Aja

Beberapa penjual akan memasang lampu yang terang di etalase atau toko. Ini bukan tanpa alasan. Dengan lampu seperti itu, maka akan semakin terlihat pupil mata pembeli yang membesar, artinya pembeli benar-benar menginginkan barang. Kalau sudah ketahuan begitu, biasanya harga sudah kayak supermarket, nggak bisa kurang. Ini juga berlaku dalam permainan poker (sampe2 pemain pake kacamata item supaya nggak ketahuan lagi bluffing). Atau cara ampuh ya, "Kalau nawar nggak dapet ya udah saya cari di tempat laen aja...", dipraktekkan sambil mlengos dan tersenyum ketus.

Harga boleh tetap, tapi minta bonus kaos / payung / piring cantik

Menurut survey, diskon 10% tidak terlalu menarik pelanggan dibandingkan dengan iming-iming bonus/hadiah ekslusif seperti boneka, kaos bertanda tangan artis, dll. Coba saja lihat fenomena hadiah boneka Minions dari Mc Donald's beberapa waktu lalu. Benar-benar ludes, sampai-sampai ada yang jualan bonekanya saja di Kaskus.

Beli Banyak

Dengan membeli dalam kuantitas yang lebih besar, kita bisa memperoleh harga yang bagus karena untung toko sejatinya akan lebih banyak, plus turn over mereka akan semakin bagus.

Dapatkan harga per kg/meter/satuan, kalikan balik dengan kuantiti, tawar harga akhir

Misal Anda mau beli ubin/karpet/kertas/apalah yang harga per karton isi 11 nya adalah Rp 202.500. Ukuran per piece adalah 24cm x 24cm. Coba bilang gini, "Itu per cm perseginya jadi berapa, Ci?" Penjual mulai mengambil kalkulator versi badak. Didapatlah angka Rp 31,96 per cm persegi. "Ya udah, jadiin Rp 31 aja ya.." Karena merasa kurangnya cuma Rp 0,96 per cm, cincai lah. "Saya butuh untuk media 195cm x 320xm nih Ci, jadi berapa karton tuh.." Si Cici semlohay kembali tertantang untuk memainkan jarinya di atas kalkulator badak. Didapat 9.85 karton. Tapi nggak mungkin kan beli karton cuma 85 persennya. Jadinya minimal beli 10 karton.

Nah, ultimate-nya "Ya udah saya ambil 11 deh buat jaga-jaga. Jadinya 11karton*24*24*11*Rp 31 per cm. Jadi berapa tuh?" Dengan wajah seksi semi basah si Cici pun kembali menghitung. "Segini nih.." Rp 2.160.576. "Wah, ganjil banget tuh Ci. Ya udah no tiao (dua juta) aja gimana?" Nanti dia bilang, "Mana bisa.. Yu udah ai kasi mura, dua satu lima puluh lah". "Ya udah bungkus, Ci.." Coba bandingkan 202.500 kali 11 karton dengan Rp 2.150.000. Lumayan kan selisihnya?

Pake kosakata Tiong Hoa

Hapalin ya..
1 : ce
2 : no / ji
3 : sa
4 : si
5 : go
6 : lak
7 : cit
8 : pwe
9 : ciu / kao
10/puluhan : cap

100/ratusan : pek
1000/ribuan : ceng
10.000/puluhan ribu : ban
1.000.000 / jutaan : tiao

Harusnya baca angka itu per sepuluh ribuan, mirip di Jepang juga sama. Tapi karena di Indonesia nggak terbiasa, yang lebih sering didengar adalah cara baca per seribu (3 digit).
ce tiao-gope jigo ceng- sape kong go = 1.525.305

Referal, link, dan koneksi

Anda bisa pakai caranya si Connor Woodman ketika menawar. Ia pasti bilang, "Bagaimana kalau setelah transaksi ini berhasil, aku akan memberikan link-ku di Cina pada Anda, supaya Anda bisa punya koneksi di sana?". Jadi ia menukar koneksi yang sifatnya jangka panjang, dengan potongan harga (jangka pendek). Kalau dengan pedagang yang baek, bilang aja "Kasi mura lah Ko, nanti saya sering-sering ambil sini.."

Sebenarnya masih banyak lagi teknik-teknik menawar harga yang lain, tapi nanti postingan ini jadi novel. Pesan terakhir, jangan terlalu kejam juga dengan penjual. Kalau memang harga sudah tidak bisa digoyang, jangan maksa. Jangan jadi Yahudi, bisa jadi memang sudah harganya segitu. Kalau kita nawar di bawah harga beli dia, kita zolim namanya.

Peluang Usaha : Jasa Titip Beli Barang dari Luar Negeri

Beberapa waktu yang lalu saya berkenalan dengan Pak Ngadiyono. Saat ini beliau menjalankan bisnis di Yogyakarta. Ia sudah malang melintang di dunia usaha, dan pernah pula gagal / bangkrut. Namun ia pantang menyerah. Secara tak sengaja, Pak Ngadiyono menemukan website sederhana ini dan mengontak saya via email. Beliau menanyakan perihal langkah-langkah membuka usaha bisnis jasa titip beli barang dari luar negeri, seperti Amazon, eBay, AliExpress, dan Alibaba.

memikirkan konsep bisnis (ilustrasi)

Berikut ringkasan langkah-langkahnya bila Anda ingin membuat bisnis serupa, jasa titip beli barang dari luar negeri.

Buatlah sebuah kartu kredit

Cara-cara dan langkah mendaftar kartu kredit sudah pernah saya bahas di blog ini dengan tulisan "Pengalaman Membuat Kartu Kredit". Usahakan limitnya agak besar, sekitar 5 atau 10 juta rupiah. Tapi kecil pun tak mengapa, nanti kalau orderan sudah ramai dan lapak mulai besar, limit kartu kredit bisa dinaikkan dengan mudah.

Membuat account / melakukan registrasi di situs-situs online shop ternama

Misalnya di Amazon, eBay, AliBaba, AliExpress, PlayAsia, dan lain-lain. Registrasi di situs-situs tersebut bersifat gratis alias tanpa biaya. Plus, situs tersebut sudah terpercaya dan kebanyakannya bukan penipu. Ini penting karena kita akan bertransaksi dengan orang yang tak kita kenal, dan di luar negeri pula. Kebanyakan orang yang mencari barang dari luar negeri merujuk pada situs-situs tersebut juga.

Verifikasi PayPal

Setelah membuat account di PayPal (gratis), kita bisa membuat account kita berstatus verified. Artinya, kita harus menghubungkan kartu kredit yang kita gunakan dengan account PayPal yang sudah dibuat. Cara ini menghindari kita mengisikan detail kartu kredit pada online shop yang kurang terpercaya, namun menerima PayPal. Langkahnya, kunjungi Profile dan masuk ke pilihan "Add/Edit Card". Isi semua kolom yang tersedia, dan PayPal akan mencharge kartu kredit Anda sebesar 1 atau 2 dollar (jumlah yang kecil).

Dalam billing statement kartu kredit, akan ada keterangan kode yang harus Anda masukkan (seingat saya 4 digit). Ini menunjukkan bahwa kartu kredit tersebut memang benar milik Anda. Jika tidak ingin menunggu keluarnya billing statement (misalnya baru keluar di akhir bulan ini), Anda bisa menelpon langsung Customer Service bank tempat Anda membuat kartu kredit, dan menanyakan detail transaksi dari PayPal.

Setelah berstatus "verified", uang senilai $1-$2 tadi akan dimasukkan dalam deposit, dan bisa dipergunakan kembali. Perlu diingat bahwa setiap kali melakukan transaksi dengan PayPal, kartu kredit yang bersangkutan akan langsung dikenakan biaya, jadi hati-hati kalau limit kartu kredit terlalu kecil.

Saatnya gelar lapak di Kaskus

Contohnya bisa Anda lihat di lapak jasa titip beli barang dari luar negeri saya di Kaskus. Untuk pernak perniknya silakan Anda berkreasi sendiri. Jangan khawatir, nanti lama-lama juga rame kok. Sering-sering disundul aja Gan.. Cara lain Anda juga bisa buat website khusus untuk itu dengan Wordpress seperti yang saya buat di http://titip.muhajirin.net.

Bagaimana menentukan profit?

Profit bisnis jasa titip beli barang dari luar negeri bisa diambil dari selisih kurs yang digunakan oleh bank. Misalnya bank menetapkan $1 = Rp 11.500, namun Anda mengenakan charge pukul rata $1 = Rp 12.000. Atau mungkin mau meniru saya, yang hanya menerapkan komisi 5% dari transaksi.

Ini harus diberitahukan di awal transaksi, termasuk biaya-biaya lain yang mungkin timbul, misalnya karena pelanggan menghendaki shipping method yang lebih cepat (pake DHL, express service, dll). Ada pula yang mengenakan free charge untuk 3 transaksi pertama, biasanya jika kartu kredit sudah memiliki limit yang sangat besar. Mungkin juga karena yang punya bingung mau diapain tuh kartu kredit Platinum.

Apa saja kendala berbisnis di sini?

Yang saya rasakan selama ini adalah

Kadang-kadang barang tidak bisa dikirim ke Indonesia

Ini meliputi alat-alat elektronik, kamera, dll dari Amazon. Atau bisa dikirim tapi pake jasa forwarder alias perantara alamat di US. Barang akan dikirim ke US dulu sebelum dikirim ke Indonesia. Tapi siap-siap saja bayar jauh lebih mahal. Setahu saya belum ada jasa seperti itu yang murah.

Online shop tidak menerima PayPal

Ini bahaya juga. Jangan sekali-sekali memasukkan detail kartu kredit ke online shop yang sifatnya abal-abal. Tahu-tahu di billing statement ada tagihan $50 Anda menginap di sebuah hotel di Rusia. Ribet dah ah.

Pelanggan minta dicarikan barangnya

Alih-alih langsung mengirim link ke produk yang dituju, biasanya pelanggan hanya bilang "Gan, ada nggak kamera murah merek xxxxxx dari eBay yang harganya nggak sampe $400?" Kalau sudah begini kita biasanya rugi waktu. Kalau Anda niat, ya sudah ladeni saja. Tapi saya sih males, soalnya komisi cuma 5%. Hehehehe.

Pajak

Biasanya yang dikenakan pajak adalah orang yang menerima paket (alias alamat pelanggan). Tapi Anda harus beritahu mereka sebelum order via Anda. Ini karena nilai pajak bisa mendekati harga asli barang tersebut, dan tidak banyak orang yang tahu. Kalau via EMS (biasanya nyampe di Kantor Pos) paling2 dikenai biaya 7rebu perak untuk ongkos bongkar paket (paket kita dilihat sama orang Cukai).

Tips-tips

Setelah beberapa lama, kita bisa melihat pola pembelian dan mengetahui barang apa saja yang laku dijual di Indonesia, impor dari luar negeri. Misalnya, ada tas-tas murah dari Alibaba yang harganya di Indonesia bisa 300ribu per item, namun dijual $100 per 10 item dari luar. Ini untungnya lebih dari 5% loh..

Selamat berbisnis, semoga bermanfaat.

Makna Frase "Nggak Ada Duit"

Sering kali kita bilang "lagi nggak ada duit" ke orang lain. Di kebiasaan orang Tiong Hoa, dikenal pula istilah "bo lui bo ciak", makna "bo" sebenarnya sih "tidak". Jadi, "bo lui bo ciak" bisa diartikan "nggak punya uang dan nggak bisa makan". Namun frase ini sebenarnya punya makna yang beragam, tergantung situasi.

tidak ada uang

Bener-bener nggak punya uang bahkan sekadar buat makan.

Ini yang parah. Kalau seumur hidup sudah pernah nangis gara-gara laper karena nggak punya duit buat beli makan, itu berarti sudah menjalani fase hidup yang tough. Nggak masalah, justru hal-hal seperti ini yang bikin kebal dan penumpuk sukses di masa depan. Survival skill biasanya akan menjadi semakin terasah kalau sering ketemu dengan keadaan macam begini. Sekepepet-kepepetnya, kunjungin aja rumah makan padang yang agak gedean, terus makan dari sisa orang yang nggak habis. Sebagai gantinya, jadi tukang cuci piring buat sehari bolehlah..

Punya uang, tapi mungkin sudah dialokasikan untuk hal lain yang lebih krusial dan esensi.

Misalnya ada yang nawarin mobil murah. Kenapa nggak diambil aja, toh harganya lagi rendah? Karena mungkin uangnya sudah kepake buat invest di tempat lain, atau untuk bayar sekolah anak, atau untuk bayar cicilan.

Tidak punya uang, bahkan punya hutang segunung.

Nah, ini. Sudahlah tidak punya aset, tapi malah punya hutang. Bukan lagi nol, tapi minus. Artinya lebih miskin dari pengemis sekali pun. Pengemis masih mending nggak punya apa-apa. Kalau sudah nggak punya apa-apa tapi punya hutang, artinya kita butuh perencanaan keuangan yang lebih baik. Nggak masalah, orang sekelas Donald Trump pun pernah dililit hutang hingga 900 juta dollar di awal tahun 90-an. Silakan dihitung sendiri nolnya ada berapa.

Tidak punya uang cash, tapi masih punya emas sekilo, portfolio investasi berlembar-lembar, dan tanah sehektar.

Biasanya ini yang sudah mapan, dan nggak mau ketahuan kaya. Mungkin karena takut dikejar-kejar orang pajak atau dimintain sumbangan melulu. Banyak juga yang model begini usahanya nggak terkesan wow-wow banget. Misal jadi importir sendal jepit, produk makanan kaleng, atau ekspor bumbu dapur ke Arab Saudi.

Punya uang banyak, tapi hanya sekadar untuk menghentikan penawaran orang marketing atau tukang jualan.

Kalau sudah kepentok dengan tawaran MLM atau yang semacamnya, sampai-sampai orang tersebut terkesan memaksa, biasanya ini yang jadi alasan supaya si penawar MLM pergi jauh-jauh. "Bapak kan bisa ke ATM sekarang, saya temenin deh.." kata orang yang udah kemakan bujuk rayu upline buat dapetin kapal pesiar. "Atau bapak bisa jual handphone Bapak, bagaimana?" makin ngeri rayuannya.

Kalau Anda bilang sedang tidak punya uang, keadaan sebenarnya yang mana?

Pengaruh BI Rate terhadap Bisnis

Apa itu BI Rate? Dan seberapa besar pengaruhnya bagi perbankan? Apa pula pengaruh BI Rate bagi bisnis kita? Yang bagus BI Rate itu naik atau turun? Apa hubungannya BI Rate, inflasi, dan gain/profit dalam instrumen investasi kita? Tulisan ini mencoba menjawab dengan sesederhana mungkin, sesuai dengan pengetahuan penulis yang terbatas saja. Tentu banyak tulisan lain yang bisa lebih menjelaskan apa itu BI Rate.

Secara sederhana, BI Rate adalah tingkat suku bunga yang dijadikan acuan untuk bunga pinjaman (pengusaha yang berhutang) ataupun bunga simpanan (tabungan, deposito, dll) pada bank dan lembaga keuangan seluruh Indonesia.
BI Rate adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank Indonesia dan diumumkan kepada publik
Biasanya BI Rate disebut dalam persen, per tahun. Saat ini, sedang seru-serunya berita kenaikan BI Rate menjadi 7,25% per tahun. Biasanya (namun tak selalu), BI Rate dinaikkan guna menurunkan tingkat inflasi. Bisa begitu, gimana ceritanya, Gan?


BI Rate adalah tingkat suku bunga dari BI, sedang inflasi naik bila uang yang beredar di masyarakat terlampau besar. Jika BI Rate dinaikkan, harapannya adalah semakin banyak orang yang akan tergiur untuk "mengendapkan" uangnya di Bank, soalnya bunganya makin besar (makin menguntungkan). Karena duit orang-orang sudah mengendap di Bank, makanya jumlah uang yang beredar di masyarakat akan semakin sedikit, sehingga inflasi turun. Harapannya sih demikian..

Pengaruh BI Rate terhadap Dunia Usaha

Namun, di sisi lain, bagi pengusaha dan peminjam atawa orang yang berhutang dari bank, maka kenaikan BI Rate ini mungkin akan mempersulit bisnis, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Karena apa? Pertama, suku bunga kalau kita ngutang ke bank jadi lebih besar. Makin susah ngebayarnya kalau bunga jadi tinggi kan? Kedua, daripada ngeri kena kredit macet dari pengusaha yang berhutang ke bank, bank akan ramai-ramai "menyetor" dana ke BI dalam bentuk SBI, dan mendapat bunga 7,25% per tahun.

Daripada guwa pinjemin ke pengusaha, entar doski kagak bisa bayar, mending ditaruh dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI) aja, kan dijamin pemerintah jadi nggak mungkin modal guwa nggak balik. Mungkin itu kata bankir.

Pengaruh BI Rate terhadap Instrumen Investasi

Lalu, apa akibatnya bagi instrumen investasi kita, di stocks misalnya? Secara jangka pendek, kenaikan BI Rate mungkin akan menyebabkan IHSG agak lesu. Ingat bahwa tujuan dinaikkannya BI Rate biasanya karena inflasi tinggi. Seiring dengan langkah BI ini, biasanya BI juga mengeluarkan berbagai macam produk yang tujuannya menyedot sebanyak-banyaknya cash dari masyarakat. Kalau para investor lebih memilih mengalihkan duit mereka ke sukuk dari bank Indonesia, maka boleh jadi ini yang membuat IHSG akan lesu sementara.

Disebut sementara, karena produk seperti sukuk dibuat bukan dengan tujuan supaya orang memperoleh gain. Iya mungkin ada gain, tapi jumlahnya hanya sekadar mengalahkan nilai inflasi. Sukuk seperti ini hanya seperti emas, tujuannya melindungi dana dari penurunan nilai uang. Nanti kalau sudah normal lagi, biasanya BI Rate akan diturunkan lagi, dan IHSG akan semakin bergairah lagi.

Menyikapi Ajakan MLM

Kata orang, hati-hati kalau tiba-tiba diajak "berbisnis" oleh teman atau sanak saudara yang sudah bertahun-tahun tidak pernah komunikasi. Apalagi dengan janji-janji yang agak manis terkait profit singkat, kapal pesiar, mobil mewah, dan lain sebagainya. Karena kemungkinan besar Anda akan "dijebak" dalam sebuah skema money game khas ajakan mlm, alias sekadar dijadikan alat oleh para upline alias orang yang sudah menjadi member terlebih dahulu.

berpenampilan menarik

Walaupun terdapat fatwa ulama kalau MLM itu haram, terus terang justru saya merekomendasikan Anda untuk ikut dalam berbagai seminar MLM, selama masih gratis dan dapet makan siang. Seminarnya loh ya, bukan menjadi member mereka dengan membayar sejumlah uang atau dipaksa untuk membeli produk dengan harga yang tidak masuk akal. Berikut alasan-alasan untuk ikut serta dalam seminar MLM.

Menambah relasi

Penulis yakin tidak akan ada member MLM yang seumur hidup nggak sadar-sadar kalau lagi dikibulin. Tugas kita sebenarnya adalah menyadarkan mereka, kalau mimpi mereka ketinggian (ati-ati entar jadi gila beneran). Nanti kalau mereka sudah sadar, mereka bisa jadi teman kita.

Meningkatkan skill verbal

Rata-rata orang MLM punya kemampuan ngomong yang oke, lancar, dan persuasif. Ini penting untuk marketing. Dari seminar-seminar mereka (kebanyakannya sih gratis), kita bisa belajar banyak, ambil cerita-cerita inspiratifnya (biasanya mereka juga ambil dari buku self-help atau kisah sukses orang-orang besar).

Belajar punya penampilan menarik

Orang-orang MLM nggak ada yang lusuh-lusuh atau berpenampilan seperti gembel. Minimal pake jas, walau minjem. Walau rumah masih ngontrak di Gang Beluntas, ke mana-mana naik angkot, mereka selalu totalitas di atas "panggung". Kita bisa simak secara detail bagaimana cara mereka berpenampilan dengan penghasilan yang sebenernya terbatas.

Sekadar mengisi waktu luang aja

Daripada sendirian di kosan juga nggak ngapa-ngapain, itung-itung ngabisin waktu joged-joged, atau terlibat dalam games kecil di seminar MLM. Kalau beruntung bisa bawa pulang payung, piring cantik, handuk, atau apalah. Intinya jangan sampe keluar modal apa-apa. Kalau di ujung acara Anda merasa tertekan karena disuruh ambil duit ke ATM, tuker jam tangan atau handphone, dlsb, bilang saja "saya belum tertarik gabung".

Punya wawasan lebih di skema bisnis money game

Sebenarnya di Amerika sana, MLM adalah sebuah bisnis retail yang tak beda dengan bisnis-bisnis lainnya. Namun karena di Indonesia ini banyak sekali perusahaan MLM yang tak jelas model bisnisnya, maka kebanyakannya mengimplementasikan bisnis money game, skema Ponzi, piramid, dll. Sehingga kesannya jadi negatif. Duitnya cuma muter-muter antar sesama member, jadi bukan murni jualan produk. Biasanya kita akan mulai mengerti "skema" bisnis perusahaan MLM dari cara mereka menjelaskan prospek profit yang bisa didapat. "Bayangkan kalau Ibu Bapak mendapatkan 1 orang downline saja per bulan, dan dari masing-masing downline juga mendapatkan 1 downline per bulan..." terus yang ngomong gambar kaki-kaki, tabel angka, bunder-bunder, khas banget pokoknya.

Perlukah menolak ajakan MLM?

Saran saya, ikut saja salah satu MLM sembarang dengan biaya paling murah. Jadi kalau ada yang nawarin lagi, kita bisa jawab kalau kita sudah ikut MLM yang lain, dan nggak tertarik dengan cara-cara dapet kekayaan dari model MLM yang lain.

Pengusaha Harus Punya "Biji"

Dalam bahasa Inggris ada istilah "balls" yang arti sebenarnya memang skrotum alias "biji". Biji di sini tentu hanya dimiliki lelaki, sehingga kalau kita dikatain "You've got no balls" artinya kita tidak gentle, nggak punya nyali. Ciut.


Sebagai seorang pengusaha, penting punya nyali, daripada punya skill bisnis yang mumpuni. Karena menurut saya..
Pengambilan keputusan yang cepat, jauh lebih penting daripada mengambil keputusan yang benar tapi kelamaan
Contoh saja teman saya si Indra yang murni jadi pengusaha, ketika meminjam uang untuk usaha besar pertamanya, sebuah hotspot center. Tak tanggung-tanggung, dana pinjamannya mencapai puluhan juta rupiah. Jika mau dipikir dengan akal manusia yang waras, tentu jumlah tersebut sangat-sangat besar untuk ukuran seorang mahasiswa. Tapi, bermimpi besar, dan start action, itulah yang menjadi pembeda.

Nyali Besar dan Wanita Cantik

Tak heran, bila kebanyakan wanita yang menjadi istri pengusaha biasanya cantik-cantik. Menurut penelitian, percaya diri menjadi salah satu karakter yang digemari perempuan. Pengusaha semuanya pede-pede, walau kadang skill sales tak seberapa, yang pasti mereka berani. Berani ini modelnya macam-macam, termasuk berani mengambil resiko, berani berhutang, berani membangun relasi dengan siapapun, dan berani memulai sesuatu yang tak terpikirkan oleh kebanyakan orang. Pengusaha harus punya keberanian.

Tak jarang, dari keberanian tersebut, lahir keputusan atau inovasi yang mendunia. Prinsipnya sederhana saja, kalau belum ada yang coba sebelumnya, berarti bisa booming booming sekalian, atau bangkrut-bangkrut sekalian. Tidak ada di tengah-tengah.

Keberanian dan Kegagalan

Keberanian itu biasanya juga berbentuk keberanian untuk gagal. Gagal dalam artian kita jatuh tapi masih ada safety net, gagal yang masih bisa diperhitungkan. Kalau pengamannya saja jebol, ya itu sudah menjadi resiko. Berani bangkrut, sampai-sampai berakhir dengan hutang yang besar. Masih untung kalau cuma rugi modal nggak balik, bisa jadi bangkrut itu sampai minus berminus-minus.

Saya pernah membaca sebuah artikel di Tempo tentang seorang pengusaha ayam yang bangkrut sebangkrut-bangkrutnya hingga punya hutang hingga 300 juta rupiah. Namun dengan integritas yang tinggi, akhirnya pengusaha tersebut berhasil membalikkan keadaan dan menjadi salah satu pengusaha yang menerima penghargaan dari sebuah bank nasional.

Yang membuat ia selalu yakin adalah Ayahnya selalu memberikan support. Saat ia jarang pulang karena takut dikejar-kejar tukang tagih, Ayahnya mulai meyakinkannya untuk bangkit, membayar hutang-hutangnya, rupiah demi rupiah, hingga lunas.

Salah satu fase yang dilalui pengusaha sebelum benar-benar sukses biasanya adalah nilai asetnya akan fluktuatif. Di suatu waktu bisa makan enak sampe buncit, di kali yang lain dia benar-benar harus menahan lapar atau pake lauk cuma ikan asin. Pas ada duit bisa hidup enak, pas nggak ada duit bener-bener nggak ada duit. Pagi untung, malem miringin kopiah, semacam orang yang sedang berjudi. Ini normal, dan bisa kita lihat dari pergerakan nilai kekayaan para hartawan yang sering dimuat di Forbes.

Apa Syarat Penting Berangkat Haji?

Jika pertanyaan ini mau dijawab dengan jujur, sebenarnya jawaban dari pertanyaan syarat penting berangkat haji hanya : sudah punya uang. Sedangkan alasan-alasan lain hanyalah excuse alias alasan-alasan yang kita buat-buat sendiri. Terkait dengan keadaan "sudah punya uang" ini menyiratkan bahwa agama Islam menyuruh kita untuk jadi orang kaya. Atau setidaknya jangan jadi orang yang gembel-gembel banget, sampe-sampe selama masa produktif dari umur 25 hingga 45 tahun, masak iya tabungan 20 tahun nggak bisa sampe buat biaya haji yang berkisar $4000 saja?
berangkat haji
Penulis masih ingat salah satu pesan dari teman penulis, Aldo, yang di umur belia (kurang lebih 21 tahun, saat masih kuliah) sudah bisa berangkat haji. "Bo, salah satu hikmah dari berhaji adalah minimal sekali dalam seumur hidup, kita pernah ke luar negeri. Melihat luasnya dunia". Daripada jalan-jalan ke Singapore, Hongkong, atau mana saja hanya sekadar shopping-shopping tas branded (yang sebenernya bisa didapat dari eBay atau situs online lain dengan harga murah), lebih baik jalan-jalan ke luar negerinya ditukar dengan "jalan-jalan" ke Arab Saudi.

Naik Haji Modal Rp 500ribu

Kalau kata Ustad Yusuf Mansur, sebenernya hanya perlu gopek ceng alias Rp 500rebu, untuk naik haji. Ya benar, cukup dengan Rp 500ribu saja, kita sudah bisa berhaji. Caranya? Bawa duit gopek ceng ke Bank Syariah, terus bilang mau buka rekening haji. Ya cukup kan? Cukup apa? Cukup untuk membuktikan azzam atau niat kita, bahwa kita benar-benar ingin menunaikan panggilan ilahi. Nanti bila kita punya rejeki lebih, baru mulai menyisihkan 50ribu, 100ribu, atau 1juta ke rekening haji yang sudah kita buat.

Ibadah haji ini termasuk ibadah fisik, jadi semakin kita tua, semakin besar pula kemungkinan kita bakal pulang tinggal nama, alias mokat di tanah suci. Bayangkan saja kalau kita baru berangkat haji di usia di atas 60 tahun. Mengelilingi Ka'bah sekali saja sudah ngos-ngosan. Belum sa'i, belum lempar jumroh. Belum nanti di sana pasti cuacanya beda dengan di tanah air. Hidung meler sudah pasti, badan bisa remuk redam kalau stamina tak kuat. Apalagi nanti kita bersinggungan badan dengan jamaah Afrika, orangnya kasar-kasar. Disenggol sedikit kita bisa jatuh, desak-desakan.

Simulasi Biaya Haji

Mari kita simulasikan, orang yang sama-sama punya uang Rp 25juta. Pak Amir langsung menggunakan mendaftar haji, lalu menabung lagi sekitar 10 tahun sambil menunggu masa berangkat. Sedang Pak Badu, tetap menyimpan Rp 25juta tersebut dalam bentuk RDN atau reksana dana paling optimis (dengan maksud sewaktu-waktu dananya bisa diambil), sambil terus menunggu. Keduanya menabung Rp 1 juta per tahun hingga 10 tahun, dan mendapatkan return 20% (paling optimis) per tahun.

Dari simulasi tersebut kita bisa lihat, memang di akhir tahun ke-10, uang yang dimiliki Pak Badu jauh melebihi Pak Amir. Namun kita mesti ingat bahwa setelah 10 tahun, keadaan sudah tak sama lagi. Pak Badu mungkin punya uang yang lebih banyak, tapi ia tidak bisa langsung berangkat haji. Ia harus menunggu minimal selama 15 tahun (tidak mungkin masa antrinya masih 10 tahun), dan initial cost untuk bayar "DP" haji mungkin sudah bukan Rp 25juta. Setelah tambahan yang 12 tahun itu, dengan mengasumsikan peningkatan biaya haji per tahun sebesar 4% dan penurunan nilai tukar rupiah sebesar 0.5% per tahun, maka hitung saja sendiri berapa yang harus dikeluarkan Pak Badu setelah harus menunggu sekian puluh tahun.

Sedangkan Pak Amir, maksud saya Haji Amir, boleh jadi tak sekaya Pak Badu. Tapi ia telah menginvestasikan waktu, sesuatu yang tak akan bisa kembali. Selagi Pak Badu masih menunggu giliran untuk berangkat haji, kualitas hidup Haji Amir sudah meroket jauh. Dulunya seneng pasang togel, sekarang udah nggak. Sholat selalu tepat waktu, ngaji lancar, nggak pernah ngomongin orang lagi, dsb. Udah Haji men, malu kalo masih maksiat dan cabul.

Jadi, kapan kita ke bank?

SimCity 5 : Game Untuk Melatih Skill Manajerial

Beberapa hari lalu penulis baru saja membeli game besutan Electronic Arts : SimCity 5 yang dibanderol di harga IDR 59,99 atau sekitar Rp 670ribu dengan kurs rupiah saat ini saat penulis beli. Dari mulai Sim City 3000 (saat penulis masih SMA), penulis sudah mulai menikmati game simulasi seperti ini. Tentu saat itu dengan kemampuan PC yang ala kadarnya sahaja, dengan kualitas grafik yang cenderung hanya kotak-kotak.

Oya, tentu dulu penulis pun masih menggunakan versi bajakannya, mulai dari Windows 98 hingga gamesnya (dulu masih diusung oleh Maxis, seingat penulis belum merger dengan EA).

Sim City 5 Deluxe Edition

Yang berbeda dan menarik dari Sim City 5 dibandingkan dengan Sim City versi sebelumnya adalah engine gamenya. Dikabarkan, engine di Sim City 5 (yang namanya GlassBox) memberikan efek "realita" yang lebih baik. Semua penjelasan mengenai game engine GlassBox dapat dilihat langsung di blog / situs Sim City. Sebagai contoh, saat ini kita tidak usah manual membuat saluran air, listrik, dll, karena semua area yang tercover oleh jalan raya, maka otomatis juga tercover oleh air dan listrik (bila resource mencukupi tentu saja).

Perbedaan versi Deluxe dan Biasa

Yang penulis beli adalah versi Deluxe alias versi yang lebih mahal sekitar $20. Versi Deluxe memiliki kelebihan fitur seperti Heroes (penting bagi penulis, karena penulis akan membuat kota di mana tidak ada polisi. We don't need cops, we need heroes) dan Villains, serta beberapa tambahan set kota yang mirip dengan kota-kota besar dunia (di Eropa pada umumnya). Tentu Anda harus sudah memiliki kartu kredit untuk bisa membeli game ini dari Origin (semacam "marketplace" game-game milik EA).

Dulu harga Sim City 5 saat pertama kali diluncurkan adalah $79,99. Namun mungkin karena banyak yang protes dengan berbagai macam kekurangan game ini (seperti server yang sering down, data hilang, dsb), maka harganya sudah turun alias diskon $20. Versi Deluxe Edition tidak memilik PC Physical jadi kita harus mendownload game tersebut setelah melakukan pemesanan. Besarnya kira-kira 5GB.

Game Simulasi dan Skill Manajerial

Yang menarik adalah game model simulasi seperti ini sebenarnya mengajarkan kita untuk menjadi manager yang handal. Game simulasi mengajarkan kita agar punya skill manajerial yang oke. Cara kita mengarahkan kota (entah menjadi kota industri, perdagangan, elektronik, pengolah sumber daya alam, pariwisata, dll) lebih kurang menggambarkan cara kita mengatur hal-hal serupa lain, contohnya perusahaan. Ini mirip dengan membawa arah perusahaan, dan menghasilkan kebahagiaan bagi sebanyak mungkin orang, sekaligus profit (terbukti dengan cash / keuangan kota yang selalu positif).

Belum lagi bila terdapat berbagai macam offer di sepanjang permainan dari kota-kota di sekeliling kota kita. Misalnya, apakah kita ingin menerima order besar (berguna bagi pemasukan kota) dari sebuah pabrik pengolah sampah nuklir, dengan resiko akan terjadi kebocoran dan membuat polusi? Belum lagi protes di depan kantor Bupati,eh walikota yang sepanjang hari selalu ada. Mana yang harus kita pilih, menaikkan tarif pajak atau tetap bertahan dengan pemasukan dari tax namun kita punya bond (hutang) dengan bunga mencekik?

Bisa dilihat, semua pengambilan keputusan dalam game akan berpengaruh bukan saja dengan kemampuan "ngegame", tapi lebih kepada kemampuan untuk mengatasi real-world problem, karena di dalam game ini pun kita bisa berkolaborasi dengan gamer lain dari seluruh dunia. Menyenangkan, bukan? Sejujurnya, selain alasan tersebut, alasan paling masuk akal mengapa orang harus membeli SimCity 5 adalah untuk melatih diri menjadi walikota atau bupati beneran, sebelum nyalon!

Dengan memberikan game ini kepada para calon Bupati beserta timnya, bakal kelihatan siapa yang sebenarnya bisa mengatasi masalah kemacetan, kemiskinan, pendidikan, kriminalitas, keuangan kota, polusi, tata ruang, keterbatasan sumber daya alam, ketersediaan air bersih, dan sebagainya. Menurut saya, tidak perlu ada debat segala rupa yang menghabiskan waktu dan uang (dan perhatian kita jadi tidak fokus pada hal-hal yang penting).

Jika Anda juga pemain SimCity 5, jangan lupa tambahkan saya sebagai teman di Origin dengan nickname saya : sangprabo. Semoga kita bisa menjadi pemimpin yang hebat di masa depan dengan berlatih melalui game simulasi ini.

Enaknya Jadi Bos

Yang namanya bos, juragan, mandor pabrik, pasti punya bawahan yang bisa dipercaya. Jadi boleh dibilang, menjadi boss adalah pekerjaan paling gampang sedunia akhirat. Lapar? Minta masakin. Pergi-pergi? Panggil supir. Ngatur duit? Sewa akuntan. Bermasalah di pengadilan? Tenang, ada pengacara. Semua urusan yang remeh-remeh, semua sudah ada yang menangani.
boss with laptop

Delegasi

Kemampuan seorang bos yang penting adalah mampu mendelegasikan semua task pada orang yang tepat. Bos tidak perlu tahu cara membuat laporan keuangan yang mantap. Ia hanya tahu kalau akuntan-akuntannya adalah orang terbaik di bidangnya. Bos juga tidak perlu paham betul setiap detail pekerjaan pegawai. Pegawai hanya tahu semua pekerjaan yang diserahkan padanya harus selesai tepat waktu, terima gaji di akhir bulan, dan selebihnya adalah bukan urusan pegawai. Itu enaknya jadi Bos.

Tidak enaknya jadi bos

Selain enaknya, ada juga tidak enaknya jadi bos. Mungkin lebih banyak tidak enaknya. Ingat bahwa besarnya salary menunjukkan besarnya tanggung jawab dan beban kerja. Besarnya salary bukan ditunjukkan dari working hours atau siapa yang lebih berkeringat. Salah ambil keputusan penting adalah hal yang harus ditanggung bos. Amat sangat tidak adil bila pegawai rendahan pula yang harus menanggung semua resiko akibat pekerjaan dengan gaji tak seberapa. Juru gali pipa air misalnya, hanya bertanggung jawab terhadap beban setara nilai gajinya, yang tak sampai satu setengah kali UMR.

Apa akibatnya kalau si juru pipa air salah gali lubang, misalnya tak sengaja paculnya mengenai salah satu jaringan fiber optic nasional, yang berujung pada kerugian bermilyar-milyar? Tentu ini bukan kerugian yang harus dibayar si juru gali pipa. Gajinya menunjukkan ruang lingkup tanggung jawab yang tak sampai bermilyar-milyar. Mandor pabriknya atau managernya lah yang harus bertanggung jawab, paling maksimal masuk penjara.

Jika sebuah project telat dari jadwal atau estimasi yang semula direncanakan, maka yang bertanggung jawab juga bukan pegawai rendahan. Kesalahan sepenuhnya dilimpahkan pada tukang suruh-suruh, entah itu manager, mandor atau bos. Jika memang harus lembur, maka yang seharusnya lembur sebenarnya adalah manager, bukan bawahan. Itu adalah hukuman dari ketidakberesan manajemen dalam mendelegasikan setiap detail pekerjaan. Jika Anda berpikir bahwa menjadi boss atau tukang suruh-suruh itu mudah, silakan berpikir ulang.

Ini belum termasuk soal kesejahteraan pegawai, dan beberapa hal di luar pekerjaan. Misalnya saja pegawai tiba-tiba sakit, mengalami kecelakaan, atau mendadak harus cuti karena keluarganya ada yang meninggal. Atau mungkin terdapat hal-hal di luar perkiraan seperti cuaca yang tak bersahabat, musibah, dan bencana alam. Semua itu menjadi tanggungan bos, bukan menjadi beban dari pegawai yang bersangkutan saja. Jadi pekerjaan bos lebih ke "mikir yang berat-berat" dibandingin "melakukan hal-hal yang sulit".

Bagi-bagi Hosting Gratis 100MB

Penulis berpikir kalau judul artikel ini sedikit bombastis. Tapi nggak papa deh, demi marketing yang oke.

server web hosting

Ceritanya saya akan bagi-bagi hosting gratis dengan kapasitas maksimal 100MB dari shared hosting saya di Hawkhost. Saat ini saya menggunakan paket Super dengan space 24GB, namun insya Allah saya akan downgrade ke paket kelas gembel dengan space 3GB. Jadi, kesempatannya benar-benar terbatas.

Apa yang akan Anda dapatkan?

  1. Space hingga 100 MB (by request, bisa kurang dari itu misalnya untuk memberikan kesempatan pada orang lain yang lebih membutuhkan).
  2. Sebuah username di muhajirin.net untuk akses via FTP.
  3. Sebuah MySQL database dengan 1 username.
  4. Jika belum memiliki domain, bisa menggunakan subdomain saya misalnya dengan alamat muhammad.muhajirin.net

Syaratnya simple saja

  1. Jujur dan bersih : tidak ada file ilegal di dalam hosting, termasuk namun tidak terbatas pada image, video, mp3, games, film, ebook, dll.
  2. Menghormati pemilik hosting yang lain dengan tidak menghabiskan resource sendirian.
Perlu diingat : saya berhak menghapus account Anda kapan saja bila saya (tentu secara subjektif) menilai Anda tidak pantas mendapatkan fasilitas gratis ini.

Sebagai imbal balik dari layanan gratis ini, saya tidak berharap apa-apa. Doain aja rejeki saya lancar. Udah gitu doang.

Untuk yang berminat, silakan isi kolom komentar di bawah ini atau langsung kontak saya via email prabowo.murti di gmail dot com.

Terima kasih.

Jangan Takut Punya Hutang

Memang sih, hutang itu kata orang adalah hal yang bikin malu di siang hari, dan menjadi beban di malam hari. Siang malam kerasa sekali tidak enaknya. Kalau mau pulang ke rumah takut ditagih, kalau mau tidur kepikiran terus. Penulis sendiri pernah terlibat hutang yang luar biasa besar, namun Alhamdulillah saat ini hutang-hutang terdahulu sudah lunas, tinggal hutang yang baru saja yang belum lunas, soalnya jauh lebih besar daripada hutang-hutang yang dulu.

floating money

Berhutang dalam dunia usaha adalah hal biasa. Justru karena dunia usaha adalah dunia yang serba tidak pasti, makanya kita berhutang. Kalau mau pasti-pasti saja, ya jadi karyawan saja. Insya Allah tetep bisa hidup istiqomah, alias istiqomah jadi gembel. Ada kalanya kita juga HARUS berhutang, karena tidak ada pilihan lain. Kalau tidak memulai menyicil kendaraan pengantar, maka barang produksi kita tidak akan bisa tembus luar kota, misalnya.

Yang perlu kita tanyakan pada diri sendiri adalah apakah kita punya peluang besar untuk bisa membayar di kemudian hari? Jika tidak, mending jangan berani-berani berhutang, nanti salah-salah bisa disidang dan masuk penjara.

Macam-macam alasan orang berhutang

Kepingin barang, tapi belum punya uang

Biasanya karena barang yang diinginkan sedang masa diskon, atau benar-benar diperlukan saat ini, tapi dananya baru tersedia katakanlah setahun atau 2 tahun lagi.

Kebutuhan hidup mendesak, atau kena musibah

Tiba-tiba anak jatuh sakit, atau masuk RS tapi nggak ada asuransi (karena berprinsip asuransi tidak penting). Atau tiba-tiba rumah kebanjiran, kebakaran, dll. Namanya musibah kita tidak tahu datangnya kapan.

Hendak berbisnis yang prospeknya cerah

Jika yakin bisa mendapat untung dalam waktu dekat, mungkin meminjam modal bisa jadi solusi tepat. Ingat time value of money.

Investasi aset yang keuntungannya akan mengalahkan bunga pinjaman

Kalau bunga pinjaman jauh lebih besar daripada profit, itu sih namanya ngasih makan orang bank. Mending jangan pinjam dulu.

Punya dosa

Sehingga diberi cobaan berupa keadaan payah berhutang. Bisa jadi karena durhaka sama kedua orang tua, atau kita punya manajemen hidup nggak bener, suka berzina, maen cewek, atau berjudi baik judi togel atau judi bola.

Siapa yang bisa dihutangin?

Keluarga

Menurut penulis, keluarga adalah "aset" yang paling penting kalau Anda hendak memulai usaha. Dari keluarga biasanya bukan hanya dukungan dana yang pasti nggak pake bunga / riba, tapi juga dukungan semangat dengan apa yang kita lakukan.

Teman dekat

Penulis pernah mendapat cerita dari seorang teman mengenai "perkumpulan" yang mirip arisan, tapi nggak pake kocok. Intinya mereka berdelapan punya "tabungan bersama". Masing-masing orang terserah saja punya duit berapa, cemplungin di situ. Nanti kalau ada yang benar-benar butuh, bakal ambil saja dari tabungan tadi. Tanpa bunga, tanpa ribet. Hanya bermodal asas saling percaya.

Rekan bisnis

Tidak dapat dipungkiri lagi, rekan bisnis biasanya bermula dari teman dekat yang punya visi yang sama. Tentu saja dengan sifat/nilai yang positif seperti jujur, senang bekerja keras, dan tidak tamak dengan dunia.

Bank

Sekepepet-kepepetnya, kita pun bisa pinjam ke "sumber duit" yang tak mungkin habis. Dengan resiko berurusan dengan riba dan birokrasi.

Rentenir

Nah ini yang harus kita hindari jauh-jauh. Tak peduli apa pun judulnya : rentenir, lintah darat, kedok koperasi simpan pinjam, tetap saja mereka hanya berupaya memutar uang tanpa adanya nilai tambah buat "nasabah"-nya, selain untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya dari si penghutang.

Apa sebab orang tidak bisa bayar hutang?

Salah niat : meminjam untuk barang konsumtif

Gara-gara lihat tetangga ganti mobil baru, eh kepengen juga ganti padahal mobil sekarang masih bagus. Cuma sekadar pengen dikatain orang tajir se-RT. Cuma sekadar pengen ngejar gengsi. Ngutang deh...

Salah tata kelola keuangan : mengira hutang adalah aset

Ini biasanya yang terjebak hutang kartu kredit. Merasa kartu kredit banyak, dan bayarnya bisa belakangan, gesek sana gesek sini sampe tagihan membengkak. Salah kaprah karena mengira limit kartu kredit adalah aset.

Nasib

Tidak bisa dielak lagi, kadang perhitungan kita memang salah. Bisnis tidak bisa selancar rencana, dan akibatnya kita mesti gulung tikar. Tidak apa-apa. Salah satu ciri pengusaha handal adalah asetnya bergerak SANGAT fluktuatif, dalam arti di satu waktu bener-bener bisa tajir banget, tapi di lain waktu hutang jauh lebih besar daripada aset.

Tabiat manusia yang emang demen berhutang tapi nggak suka bayar

Model begini yang sebaiknya jangan dijadikan teman dekat. Pinjam sana sini tak lupa diembel-embeli janji manis akan dibayar cepat. Bilangnya mau buat sekolah anak, biaya pengobatan, bayar kontrakan, nggak tahunya dipake buat ganti handphone. Duh.

Konsekuensi tidak bisa membayar hutang

Hidup tidak tenang

Kalau malam jadi insomnia karena kepikiran gimana caranya bayar hutang. Paginya pas bangun tidur hal pertama yang dipikir pasti "Hari ini gimana caranya mengelak dari tukang tagih?" Hahaha.

Keluarga diteror

Bisa jadi karena sudah terlalu akut itu hutang tak terbayar-bayar. Semua perabot rumah, surat tanah, BPKB motor, sudah ludes des des untuk bayar hutang, tapi belum cukup-cukup juga. Akhirnya keluarga terdekat juga ikut kena tagih.

Berurusan dengan penjara

Nanti urusannya jadi perdata, dan siap-siap terima surat cinta dari pengadilan. Eh, tapi setahu saya Ustad Yusuf Mansur juga pernah masuk bui karena punya hutang 1 milyar. Kata beliau kira-kira begini, "Justru di penjara lebih adem. Sholat pasti tepat waktu, banyak kesempatan buat Dhuha, dzikir, baca qur'an, sholat malam, yang nggak akan kita bisa tunaikan kalau kita terus mengejar dunia".

Dianggap sebagai orang yang susah dipercaya

Misalnya karena hutang sudah terlampau besar, maka dari itu kita agak susah mendapat pinjaman dari orang yang sama. Lebih parah, orang yang kita hutangin ini biasanya bilang-bilang ke orang lain kalau kita ini orang yang susah bayar. Akhirnya makin susah dapet pinjaman terus.

Mungkin lain kali saya akan tulis cara membayar hutang, kalau keadaannya sudah semakin sulit.

Apa Itu Elastisitas Permintaan?

Elastisitas permintaan menunjukkan hubungan antara perbedaan harga dengan banyaknya permintaan. Semakin murah harganya, biasanya permintaannya akan semakin naik. Demikian juga sebaliknya, kalau harganya naik maka permintaannya biasanya turun.

cash register

Sebuah barang dikatakan elastis bila persentase perubahan (entah naik atau turun) permintaannya lebih besar dibanding persentase perubahan harganya. Dengan kata lain, "harga turun dikit aja, yang ngantri udah kayak konser Slank, alias rame bangat.."
Elastisitas Permintaan adalah tingkat kepekaan perubahan jumlah permintaan ketika harga barang berubah
Contoh, harga handphone Samsung Galaxy S4 katakanlah Rp 7.000.000. Jika harganya diturunkan menjadi Rp 6.000.000 saja, maka akan terjadi kenaikan permintaan hingga 10%. Karena penurunan harganya = Rp 1.000.000 / Rp 7.000.000 * 100% = 14,29%, maka kita bisa katakan bahwa handphone tersebut inelastis karena harganya sudah diturunkan 14,29%, tapi kenaikan permintaannya cuma 10%.


Elastisitas permintaan biasanya terkait dengan jenis barangnya. Barang yang cenderung "akan terus diburu orang berapapun harganya", biasanya bersifat inelastis. Dengan kata lain, nggak ngaruh mau mahal mau murah, permintaannya tetep segitu-segitu juga. Contoh saja obat, infus, atau produk kesehatan lainnya. Memang, kalau orang tidak mau disuntik, masih bisa ke dukun. Tapi di dukun juga pasti nggak sembuh-sembuh amat.

Elastisitas permintaan juga terkait dengan adanya barang substitusi atau pengganti atau saingan lain (lapak dengan model bisnis yang sama). Kalau alternatifnya masih banyak, bisanya pengurangan harga juga tidak terlalu berpengaruh pada jumlah permintaan, karena orang bisa beralih ke produk lain yang sejenis. Contoh saja sabun, atau mi instan. Sabun merek A naek harga, bukan berarti orang jadi tidak mandi. Tapi mungkin beralih ke sabun merek B yang lebih murah atau harganya tidak naik.

Elastisitas Permintaan dan Strategi Perusahaan 

Elastisitas permintaan juga terkait dengan strategi perusahaan untuk menentukan harga yang benar-benar PAS agar market bisa menerimanya. Contoh saja kopi luwak yang variannya saat ini semakin banyak (versi instannya). Untuk mengalahkan kompetitor yang brand-nya sudah terlanjur terkenal duluan, kopi luwak dengan merek baru biasanya akan bersaing merebut potongan kue yang kecil dengan cara memperkenalkan harga yang lebih murah.

Contoh lain lagi, misal saat kita mau jual tanah, tapi nggak tahu mau dijual berapa. Harga pasar saat ini berapa? Ada bangunan apa di dekat tanah kita yang akan menaikkan "land value"? Kantor Bupati kah? Jalan tol kah? Taman safari kah? Kalau kita benar-benar tidak tahu harga pasaran saat ini, tetapkan saja sebuah harga yang selangit. Nanti untuk sementara waktu kita lihat kuantitas permintaannya. Kalau banyak yang dateng ke rumah nanyain tuh tanah, itu berarti harganya KEMURAHAN. Gampang kan?

Sebuah survey dibuat untuk mengetahui mana di antara dua aksi marketing berikut yang memberikan DAMPAK lebih baik (meningkatkan permintaan pasar). Catatan: total dana yang dikucurkan untuk dua opsi adalah sama besar.

OPSI A : menurunkan harga per item sebesar 10%
OPSI B : harga tetap, namun setiap pembelian item akan berbonus (berwujud piring, mainan, apapun) yang nilainya sebenarnya 10% dari harga


Hasil survey menunjukkan, bahwa OPSI B akan menghasilkan efek yang lebih baik.

Tips Membangun Relasi Bisnis

Di jaman sekarang ini, kalau nggak punya koneksi atau membangun relasi bisnis, kata orang mau usaha apa saja jadi susah. Jangankan hanya sekadar bisnis sampingan, yang menjadikan usaha atau bisnis sebagai lahan utama pekerjaan saja masih sering kebingungan. Tentu ini bisa disiasati dengan rajin-rajin mendapatkan kenalan, baik itu dari keluarga, teman, tetangga kanan-kiri (tidak pakai "oke"), atau bahkan dari komunitas di mana kita sering ngumpul. Yup, relasi bisnis dimulai dari mengakrabkan diri ke lebih banyak orang.
Membangun relasi bisnis dimulai dari mengakrabkan diri ke lebih banyak orang
Berikut tips saya dalam menjalin kenalan atau rekanan bisnis dengan siapa saja, bahkan termasuk petinggi-petinggi di pemerintahan.

jabat tangan

Jangan malu, takut, segan, antipati untuk berteman dengan siapa saja

Jaman sekarang kita nggak tahu kita ditakdirkan akan menjalin keeratan hubungan dengan siapa, jadi saat memiliki peluang untuk "melebur" ke dalam lingkungan yang agak asing, lakukan saja! Selalulah punya anggapan bahwa siapapun, walau berbeda keyakinan/agama/ras/dll, bisa saja menguntungkan di masa depan. Bukalah diri pada dunia yang lebih luas. Walau Anda benci dengan petugas pemerintahan, tapi nggak semua orang pemerintahan jahat kan?

Menjadi pribadi yang menyenangkan

Berusahalah ramah pada siapa saja, jangan pasang muka kusut dan preman, nanti orang kira kita ini preman betulan atau orang jahat. Di kereta, di perjalanan panjang, berusahalah mengenal orang yang duduk di sebelah kita. Misalnya dia pakai jas mahal, oh ini pasti orang tajir. Tapi kalau dia pakai baju biasa-biasa saja, oh mungkin PNS yang lagi dinas. Cari tahu, dan cari bahan pembicaraan.

Cukup 1 (satu) nomer handphone baru setiap minggu

Membangun relasi bisnis bisa dimulai dengan menambah jumlah phone book di hape Anda. Ini adalah aturan tak tertulis penulis. Setiap minggu, saya harus berhasil mendapatkan nomer kontak baru, untuk dimasukkan ke dalam phone book handphone. Oya, handphone kalau bisa yang agak kerenan dikit, jangan kayak orang susah untuk soal beginian. Pilih handphone yang kapasitas phone book besar, tangguh, dan kalau dikeluarin dari kantong nggak malu-maluin banget.

Berani malu!

Apa sih kemungkinan terburuk dari tanggapan orang yang baru Anda temui? Dilecehkan? Dimaki-maki karena sok akrab? Nggak mungkin seburuk itu, dan nggak mungkin bikin kita mati juga. Jadi, ikutilah pedoman agen asuransi dalam memikat nasabah baru : kalau saya nggak dapet nasabah baru, artinya saya nggak bisa makan besok!

Sering-sering ikut dalam seminar MLM

"Ih, MLM kan haram? Money game money game gitu kok malah dideketin?" Yang haram MLM-nya. Tapi seminar gratisnya nggak. Jadi kalau ada temen atau siapa saja yang mengajak Anda ikut MLM, iyakan saja! Toh gratis ini. Di seminar MLM Anda bisa belajar banyak hal. Misal cara berpenampilan, cara bicara, cerita unik, yang tentu nggak bakal bikin rugi. Tapi nanti kalau sudah diprospek lebih jauh, bilang aja "NGGAK TERTARIK!" sambil buang muka. Hehehehe.

Hapalkan 1 saja (ya, cukup 1 saja) HAL UNIK dari seseorang

Misal Anda tahu Tukang Ojek di depan gang ternyata anaknya jadi guru di Indonesia Mengajar. Sekali waktu, kalau ketemu, tanya saja "Gimana anaknya Pak, masih jadi guru di Lombok?". Atau, misal pak RT ternyata istrinya buka restoran gado-gado di Soekarno Hatta. Tanya saja "Yang bantuin Bu RT di kantin Bandara sehari-hari siapa Pak?". HAL UNIK ini bisa apa saja, dan harus bener-bener "berbeda" supaya mudah diingat. Ini menimbulkan kesan Anda perhatian banget sama tuh orang, sehingga hubungan bisa makin akrab.

The Power of "Mengapa"

Saat bercakap-cakap pada orang yang baru dikenal, misal di dalam pesawat, hindari pertanyaan seperti "Sudah berkeluarga, Pak?" atau "Tinggalnya di mana?". Pertanyaan ini selain sudah basi, agak rawan juga karena sensitif banget (misal tiba-tiba Anda ketemu orang yang ternyata umur udah 40 tapi nggak kawin-kawin). Daripada begitu, tanya saja "Kok keluarga nggak ikut Pak?" atau "Tumben ya, cewek kok ambil Teknik Mesin. Kenapa tertarik di situ?"

Nama. Nama. Nama.

Tidak ada kata yang lebih indah didengar seseorang, selain namanya sendiri. Karena itulah, di customer service bank manapun di dunia ini, nama Anda akan disebut minimal sebanyak 5 kali. Ya, benar. Minimal lima kali dalam sebuah percakapan!

"Selamat siang Pak Prabowo. Ada yang bisa saya bantu untuk Pak Prabowo? Oh.. Begitu ya Pak, baik.. Jadi Pak Prabowo ingin meminjam dana sebanyak Rp 5 milyar. Kalau boleh tahu, saat ini Pak Prabowo memiliki usaha apa saja ya Pak? Oh, usaha kerupuk udang? Bagus sekali itu Pak.. Tapi, mohon maaf ya Pak Prabowo, saat ini kami belum bisa memberikan pinjaman lagi, karena pinjaman Pak Prabowo senilai Rp 300 trilyun belum selesai masa pelunasannya. Ada lagi yang bisa saya bantu, Pak Prabowo?"

Sering-seringlah menyebut nama orang yang sedang jadi lawan bicara kita. Tatap matanya lekat-lekat. Jadilah pendengar yang baik.

Itu saja tips untuk memperbanyak kenalan, semoga bermanfaat.

Cara Memperlancar Rizki

Rizki yang dimaksud di sini tentu bukanlah Rizki Aditia yang pemain sinetron itu. Rizki bisa berbentuk apa saja, tapi orang biasanya salah kaprah menganggap rizki hanya berbentuk uang. Rizki bisa berbentuk kesehatan, kelapangan pikiran (nggak stress), keluarga yang bahagia, dan sebagainya.
Rizki seringnya tidak berbentuk uang
Yang lebih salah kaprah lagi adalah kadang orang mengamalkan doa-doa yang katanya dari orang pintar, plus mandi kembang atau makan bunga melati biar usaha lancar atau cepet naek pangkat. Naudzubillah...

memperlancar rizki

Berikut beberapa tips untuk melancarkan rizki

Semakin rajin ibadah

Bangun lebih pagi, sholat fajar (sholat sunnah sebelum shubuh 2 rakaat), dan usahakan di masjid. Mungkin kadang-kadang kita ketiduran, atau bangun kesiangan. Tapi ini bisa disiasati dengan jangan bergadang di malam sebelumnya. Kalau sudah adzan segerakan sholat. Ngaji abis maghrib. Pas sepertiga malem terakhir bangun untuk "minta" pada yang Maha Memberi.

Istighfar, dan meninggalkan dosa besar

Buat yang suka godain bini orang (siapa tuh??), jangan lagi-lagi maen api. Buat yang mungkin suka pasang togel, mulai ditinggalin. Buat yang masih suka maen di meja bilyard sambil nenggak Heineken, ganti aja maen kelereng apa layangan yang lebih halal dikit. Intinya jangan biarkan amalan kita tergerus oleh dosa-dosa besar favorit.

Silaturrahim

Mulailah berkenalan dengan tetangga-tetangga dekat. Atau menjalin hubungan yang lebih baik dengan keluarga yang sudah lama tak bersua. Kalau memang jauh, ya apa boleh dikata, via telpon sahaja. Iseng-iseng tanya kabar, atau sekadar mendoakan supaya pendidikan sepupu lancar. Ngedoain orang gratis ini...

Sedekah pada fakir miskin

Jangan takut jadi miskin karena kita kebanyakan nyumbang. Suatu waktu nanti kita pasti dibantu orang, entah bagaimana caranya. Misalkan saja saat kita dililit hutang, pasti ada keluarga yang sedang kelebihan. Atau saat kita tiba-tiba naek gaji. Atau saat tiba-tiba kita dapet orderan project dari orang yang sebelumnya nggak kita kenal.

Naek haji atau Umrah

Kalau kata Ustad Yusuf Mansur, naek haji modal Rp 500rebu aja cukup kok. Mau tau caranya? Gampang! Sediain gopek ceng (Rp 500rebu) dan datanglah ke Bank Syariah, bilang aja mau bikin rekening haji. Rekening haji ini nggak bisa diambil kecuali karena 2 hal : kita bisa berangkat haji beneran, atau saat kita mau menutup rekening haji (misal karena ada keperluan). Cukup kan? Ya cukup untuk membuktikan niat kita memenuhi panggilan-Nya.

Menghindari harta haram (riba dan gharar)


Misal kita sebagai web programmer, usahakan jangan lagi menggunakan software bajakan dalam mencari uang. Beli Operating System yang asli atau pakai software gratisan yang jelas kehalalannya. Jangan lagi download mp3 dari 4shared, atau nonton film dari Indowebster. Hindari upaya untuk menggunakan suap, entah kepada orang pajak, atau petugas pemerintah. Jangan sampai keluarga kita ikut tersiksa di neraka gara-gara sumber rizki kita tak berkah.

Istiqomah dan tawakkal

Semua makhluk sudah digariskan takdirnya. Jadi jangan pernah iri dengan rizki orang lain. Semua sudah ditentukan kadarnya oleh Yang Maha Kuasa. Boleh jadi hari ini kita susah makan, tapi kalau tetap berusaha dan berserah diri padaNya, insya Allah setahun atau 2 tahun lagi keadaan akan berubah. Boleh jadi pula Tuhan tak mau Memberi kelimpahan saat ini, karena Ia takut kita bakal menjadi pribadi yang sombong, lupa kalau dulu gembel, nggak tahu syukur.

Menikah

Menikah adalah menggenapkan separuh agama, sekaligus menjaga kesucian diri. Nah, banyak yang bilang kalau menikah ngabisin modal. Ini sih aliran sesat, biasanya yang pengen resepsinya di gedong dengan menghabiskan dana ratusan juta rupiah hanya untuk kemubaziran, tapi abis itu hidup ngontrak berpayah-payah di gang sempit di Tambora. Logikanya orang menikah maka akan semakin mudah mengatur keuangan. Kalo makan jadi nggak sering-sering di restoran dan bisa masak sendiri. Kalau beli rumah bisa patungan (kan jadi berdua).

Mungkin itu saja cara memperlancar rizki. Bukannya pake ajimat...

Memahami "Turn Over" Dalam Berjualan

Frasa "turn over" menurut Mbah Google bisa berarti 2 hal
  1. The amount of money taken by a business in a particular period.

  2. The volume of shares traded during a particular period, as a percentage of total shares listed.
cash register

Kita ingin bahas yang pertama : jumlah uang beredar dalam bisnis untuk periode tertentu. Saya ambil dari salah satu cerita dalam Daikichi's Salesmanship saja ya. Ceritanya, untuk memenangkan penghargaan Most Valuable Stand di porseni sekolah, parameternya ada 3 macam : total profit, jumlah pengunjung, dan hak angket pengunjung. Selama 3 hari, tim Daikichi dan tim Sagano (rival abadi Daikichi) bersaing sengit.

Di hari pertama, Daikichi bisa memanfaatkan tempat paling strategis (yang justru di samping toilet!) untuk menggaet pengunjung sebanyak-banyaknya. Turn over pengunjungnya bagus, tapi profitnya sedikit karena untungnya sedikit dibandingkan restoran mewah Sagano (sekali transaksi restoran Sagano untungnya bisa berkali lipat karena koneksinya dengan distributor yang bisa memberi harga murah).

Pernahkah Anda "diusir" secara halus di resto cepat saji atau rumah makan mewah karena terlalu lama nongkrong? Misalnya pramusajinya akan mendatangi Anda dan teman-teman yang sedang asik ketawa-ketiwi, sambil nanya "Mau ada pesanan apa lagi Pak?". Ini karena pihak restoran ingin meningkatkan turn over pengunjung, alias meningkatkan turn over pendapatan pula. Jangan sampai, pembeli hanya nongkrong berjam-jam, tapi orderan cuma kopi secangkir harga 10 rebu.

Di hari kedua, Sagano juga punya taktik untuk meningkatkan turn over pengunjung, yaitu dengan cara mengurangi jumlah kursi per meja (semula 4 kursi menjadi 2 kursi per meja saja), dan menambah pramusaji yang berdiri di pojok ruangan. Gunanya? Supaya pembelinya habis makan cepet-cepet pulang! Nggak usah lama-lama di restoran tapi nggak beli apa-apa.

Cara untuk meningkatkan turn over

Mengatur "ritme" jumlah pengunjung

Pengunjung yang banyak akan mendatangkan kesan "Wah, restorannya rame!". Namun pengunjung yang banyak bisa mendatangkan lebih banyak masalah seperti itu tadi, nongkrong lama-lama tapi nggak menambah pesan apa-apa. Menambah variasi jumlah kursi per meja juga turut menolong. Biasanya di restoran akan ada meja untuk 2, 4, atau bahkan 12 orang (keluarga besar). Coba deh sekali-sekali main game flash yang cafe-cafe-an.

Mengganti paket dengan a la carte

Penjual pulsa (handphone) akan lebih senang bisa berjualan 10 voucher pulsa isi ulang senilai Rp 10.000 daripada menjual 1 voucher yang nilainya Rp 100.000. Ini karena untung 10 kali jauh lebih oke daripada sekali jual dengan untung yang sama. Dengan menyediakan paket "ketengan", diharapkan akan lebih banyak transaksi yang terjadi, menghindari terlalu menumpuknya stok barang di gudang/persediaan.

Display barang di lokasi yang strategis

Seberapa sering kita butuh baterai non-rechargeable? Biasanya jarang. Mungkin karena kita nggak perlu, atau sudah punya baterai yang bisa di-charge ulang. Tapi, kalau diperhatikan, di supermarket-supermarket besar, di dekat posisi kasir, selalu ditampilkan baterai. Mengapa harus baterai? Karena pihak supermarket ingin "transaksi" baterai meningkat. Sama seperti permen karet, silet cukur, dll yang harganya tak seberapa tapi membuat orang akan berpikir "Kayaknya butuh nih" atau "Sambil nunggu antrian enak kali ya beli Nu Green Tea" (sorry sebut merk..)

Hindari kredit macet dengan membatasi piutang

Kalau pelanggan sudah terbiasa ngebon, itu pertanda bisnis makin kusut. Kalau mau ngebon lagi, yang lama harus sudah lunas dulu. Mengapa? Karena perputaran uang kas Anda jadi terbatas. Semakin banyak yang ngebon, maka semakin kecil peluang untuk bisa membeli barang dari distributor lagi. Artinya, ada waktunya stok habis namun permintaan banyak. Prioritaskan buat orang-orang yang bayar cash.

"Maaf, kami nggak jualan barang itu" VS "Maaf, stoknya lagi kosong"

Jangan pernah bilang "kami nggak jual barang itu", tapi bilang aja "barangnya lagi habis".
Barangnya lagi kosong
Ini berguna buat mengesankan bahwa kita memang menjual barang tersebut (kalau yang nanyain banyak, besok ambil di distributor), dan supaya membantu perputaran kas (supaya besok-besok kalau dapet cash bisa tahu mau ambil barang apa yang paling laku). Contoh saja, kalau kita tanya model hape tertentu di Roxy (pasar handphone terbesar se-Asia Tenggara), nggak akan pernah dapet jawaban "nggak ada". Itu yang jual pasti telpon sana-sini cari barangnya, kalau ketemu harganya di-markup dikit (alias jadi makelar dadakan).

Sekali-sekali jual rugi daripada barang busuk di dalem

Saya tahu sebuah toko roti yang kalau lewat jam 9 malam, selalu kasih diskon 50% untuk semua jenis roti. Mengapa? Pilihannya cuma 2 : rugi besar karena roti nggak mungkin bisa dijual besok pagi, atau cut loss malam ini di harga jauh lebih murah supaya pelanggan lebih banyak datang. Diskon 50% pun nggak jelek-jelek amat, dan bukan berarti kita rugi 50%. Misal harga awal 10ribu, modal kan pasti nggak 10ribu, katakan cuma 7500. Nah, dijual goceng (5000), cuma rugi 2500, alias 33%. Anggap saja sedekah, buang sial.

Saya rasa itu beberapa tips untuk meningkatkan turn over. Silahkan kalau ada yang ingin ditambahkan.

Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi investasi, dan berbagai macam model asuransi lainnya, semakin berkembang sejak tahun 1998 di negeri ini. Mengapa? Karena sejak peristiwa kerusuhan Mei, orang mulai sedikit cemas. Bagaimana mengamankan aset yang sudah diraih, atau memastikan apa yang akan dicapai dalam waktu sekian tahun mendatang? Pendidikan anak saya siapa yang jamin? Kalau mobil saya kenapa-kenapa, duit siapa buat bayar bengkel? Kalau saya satu-satunya tulang punggung keluarga dan mati kena serangan jantung/stroke, siapa yang ngasih makan istri dan anak?

ilustrasi perhitungan asuransi


Semua pertanyaan-pertanyaan yang solusinya tidak pasti, seolah-olah bisa dijawab dengan asuransi. Bukannya saya nggak seneng sama asuransi, tapi kalau pertanyaannya adalah "Apakah kita membutuhkan asuransi?" mungkin jawaban sebenarnya adalah "belum tentu". Contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan apabila Anda ikut asuransi jiwa. Ini sama saja mengatakan, Anda cenderung buang-buang uang, untuk sesuatu yang kemungkinannya kecil sekali, plus dampak finansialnya juga kecil.

Alasan sederhana paling umum ketika orang membeli produk asuransi bisa dipersingkat menjadi "saya nggak mau jatoh miskin, saat (pilih salah satu) : mobil saya nabrak, anak saya mau sekolah, rumah saya kebakar, atau saya sakit parah/operasi". Dengan kata lain, asuransi hanya berfungsi sebagai pengurang dampak finansial dari resiko. Jadi, salah kaprah kalau penghasilan Anda 100 juta sebulan, tapi ikut asuransi kesehatan yang uang pertanggungannya cuma sejuta perak. Ngapain? Anda udah terlalu tajir untuk ikut asuransi ecek-ecek!

Pesan 1 : kalau udah kelewat tajir, nggak usah beli asuransi

Tapi kan, saya ikut asuransi investasi, nanti duitnya setelah 5-10 tahun, bakal jadi semilyar?

Begini, sebagai sebuah bidang usaha yang mengelola dana nasabah (dalam hal ini nasabah asuransi), tentu agen asuransi akan mengiming-imingi keuntungan yang nilainya "kudu dibilang wow gituh". Padahal, ada cost perusahaan, ada profit yang harus dibukukan, ada karyawan/agen asuransi yang harus digaji. Artinya, sebenernya dana yang Anda pakai untuk beli produk insurance, kalau tidak dipotong biaya-biaya tadi, akan menghasilkan profit yang jauh lebih besar bila diinvestasikan langsung ke produk investasi, bukan via asuransi investasi atau unit link (campuran).

Pesan 2 : beli asuransi investasi lebih merugikan dibanding invest langsung di produk investasi murni

Tapi kan, ini sama aja kayak nabung?

Tidak. Anda ikut asuransi investasi nggak sama kayak nabung. Kalau kita nabung Pak/Bu, duitnya bisa kita ambil kapan aja. Duit kita likuid, alias gampang cair. Nunggu selama 10 tahun makan waktu. Iya kalau perusahaan asuransinya nggak bangkrut, iya kalau di tengah jalan kita nggak butuh duit. Kalau kita ambil di misalnya 5 tahun pertama, tentu kita kena biaya tambahan.

Pesan 3 : kalau ada hajat yang masih lama (5-20 tahun), mending nyicil beli emas, saham, atau tanah saja, terkait likuiditas dan potensi profit

Sesuai judul, saya tidak menyarankan Anda "beli" produk insurance. Tapi kalau sudah disediakan kantor/perusahaan tempat kita kerja, ambil aja! :D

CATATAN PINGGIR

Mengingat cukup banyak komentar di tulisan ini yang berasal dari agen asuransi, saya rasa akan sangat-sangat fair bila agen tersebut langsung saja menyebutkan berasal dari perusahaan asuransi mana, produknya apa saja, premi berapa, dan bila perlu kontak ke yang bersangkutan bila ada pembaca blog ini yang tertarik bergabung menjadi nasabah. Tidak perlu malu dan sungkan, karena saya tidak akan memoderasi komentar yang berbau promosi kecuali sudah tidak sopan (dengan menyerang secara langsung produk/perusahaan asuransi lain, menggunakan bahasa yang kasar, dll). Cukup adil, bukan?

Strategy for Business : Simple Approach

When people start thinking about running a great company, most of time they just overthink. They start comparing their plan with the existing ones such as Microsoft, Google, Oracle, or others. The more they think about the giants, the more difficult they take a little baby step. They think they need more money to build their business. They think that the tension of competition is high. They think they will not have enough luck in the long run. They think they will end up as a loser, just like the others.

light bulb

Don't overthink. Don't make it perfect.

The problem of thinking too much is that you will make your vision more vague. Your business is not started yet, but you already made some delusive possibilities. You block your own way to the freedom, to be successful.

When people see you start a very new and rare kind of business, they will say "Gosh, I guarantee you will fail. Nobody wants to buy a bloody pink hat in graduation ceremony". But if you try to mimic the Coca Cola, of Kentucky Fried Chicken, you will hear another sound saying "You're not going to make it. People are loyal to some popular brands". The solution of this case is simple : be dull of hearing. Do what you need to do.

Start it. And start it now.

My coworker has a story. His brother told him that he wanted to start a very successful business, as brilliant as an idea of selling the roasted peanuts (in Indonesia, there is an idiom for a product that gets a very high demand = "laris manis seperti kacang goreng" = in high demand just like roasted peanuts). "So, what do you sell?" my co-worker asked. "Damn sure, roasted peanuts!!" Don't think such a complicated solution. There should be a quick fix to get the problem solved.

Another clownish story, still by the same person. He made an online store with "acrylic" as the part key of the domain name. Unfortunately, we stumbled on another domain contains "akrilik" (note the letter "i"), the more familiar word in Indonesia. We, as people who sit more than 10-hours sucking screen and write software codes, then "whois" that domain so we can grasp the owner's name. From the whois information, we were riffing through another dull outmoded archaic online shops he owned.

Then, we came to a conclusion that the person is not so tech savvy. But heck, the online shops are running. He sells! Look, we spent most of our entire lives learning HTML / CSS / JavaScript / PHP, you named it.. Yet we still have one and only online shop powered by the most convincing e-commerce framework, but with big header says "UNDER CONSTRUCTION"?

The moral of the story is that you should start with the "Simple Approach".

What is "Simple Approach" and how come this can be a powerful strategy for our business?

The "Simple Approach" just some phrase that stumbled and crossed my mind, but you probably found it easily elsewhere. The approach believes that every single problem should be solved using the very least and minimum effort. 
Every single problem should be solved using the very least and minimum effort
In practice, we just don't give much sweat to a business challenge, and we should act like we know nothing. We should be dumb and oafish. We should forget that we hold some titles from BSc, MBA, PhD, whatever. We should forget what the text-book said. We should ask ourselves these kind of simple questions :

"How do I fix this broken roof, if I'm not getting a bachelor degree of engineering from Oxford University?"
"He doesn't even go to school. How come he could own more than 100 companies?"
"I spent 4 years studying and reading billions of reference of car machines. A trashman comes with a hammer, knock some part of my hood, and fvck... It's just fixed"

Wanna sell your cookies? Start bake it. Don't worry if it tastes like a shit. Sell it anyway.

Bisnis Jasa Titip Beli Barang dari Luar Negeri

Jasa titip beli dari luar negeri atau situs belanja online seperti eBay, Amazon, atau Alibaba, cukup menjamur di Indonesia. Sebagai imbal jasa titip beli, maka biasanya si penjual jasa titip beli akan mengenakan biaya per transaksi yang berkisar antara Rp 50ribu hingga Rp 200ribu. Ada pula yang mengambil profit dari selisih kurs dollar yang dipakai oleh bank.

kontainer di pelabuhan

Kendala dalam bertransaksi via situs e-commerce terkemuka dari luar negeri adalah ketiadaan kartu kredit sehingga tidak bisa melakukan pembayaran. Bayangkan waktu yang tersita bila seseorang harus apply kartu kredit dulu, menunggu approval dari pihak Bank, mendaftarkan kartu kredit ke PayPal, terverifikasi, dan baru bisa melakukan transaksi.
Mengapa harus membeli barang dari luar negeri?
Berikut beberapa alasan umum mengapa orang mengimpor barang dari luar negeri.
  1. Barang tidak dijual di Indonesia. Sebagai contoh buku/e-book, film, game, elektronik, mesin, dll.

  2. Harganya lebih murah. Bila kita ingin mendapat harga yang lebih miring, situs seperti aliexpress dot com bisa menjadi alternatif.

  3. Untuk dijual kembali kepada pembeli di Indonesia. Misalnya produk fashion seperti baju atau tas.
Untuk menjadi seller jasa titip beli barang dari luar negeri boleh dibilang gampang-gampang susah. Susahnya adalah
  1. Harus sudah memiliki kartu kredit, dan terverifikasi. Disarankan limit kartu kredit lebih dari cukup karena nilai transaksi bisa ratusan dollar.

  2. Penting memiliki jasa forwarder di USA. Karena kebanyakan barang dari US tidak dapat dikirim langsung ke Indonesia oleh online shop, maka kita membutuhkan jasa "makelar/broker" di negara pengirim, yang akan meneruskan pengiriman ke Indonesia. Contoh saja situs sepertu www.myus.com. Tentu ada biaya tambahan untuk itu.

  3. Penting untuk sudah punya pengalaman. Biasanya minimal pernah bertransaksi duluan. Masalah yang paling umum adalah keterlambatan karena barang ditahan dulu di Bea Cukai (Pajak) atau Kantor Pos.

Profit.

Biasanya dari nilai kurs diambil 5%, dikali total biaya. Dan ditambah nilai fixed cost yang nilainya bervariasi.

Kelancaran dalam transaksi

Kartu kredit akan terus dipakai, namun dengan dana milik orang lain, sehingga terkesan Anda lancar sekali membayar "hutang". Ini membuat catatan di BI Checking agak mulus, dan kemungkinan Anda akan ditelpon oleh orang Bank untuk penawaran kenaikan pagu/limit kartu.

Paham tren pasar

Boleh jadi, dalam sekian kali transaksi, Anda bertemu dengan order ke Cina, di mana barang tersebut memang sudah booming di sana. Kalau peluang tersebut bisa kita raih, bukan tidak mungkin kita akan jadi pelopor bisnis serupa di tanah air.

Untuk berhasil dalam dunia yang memang pasarnya lumayan oke saat ini, beberapa tips mungkin bisa diterapkan. Contoh..
  1. Pastikan kita mudah dihubungi. Pelayanan prima jauh lebih penting daripada soal harga.

  2. Nilai komisi yang affordable dan competitive. Bila terlalu mahal, pelanggan akan beralih ke lapak sebelah. Bila terlalu murah, orang akan curiga. "Jangan-jangan nipu, nih?" mungkin begitu pikir mereka.
  3. Berikan nilai tambah. Bahasa kerennya "added value". What does make it difference? Sebutkan dengan jelas mengapa kita memulai bisnis ini, bukan hanya sekadar profit. Harus ada alasan yang lebih besar dari sekadar uang. Seperti kata Simon Sinek,
People don't buy what you do. People buy why you do it -- Simon Sinek
Terakhir, semoga dengan begitu kita bisa lebih banyak mengenal orang lain. Berdaganglah demi sebanyak mungkin senyum!

Pengalaman Sekolah Pasar Modal (1)

Disclaimer : saya bukan pakar, dan seri tulisan di kategori saham hanyalah catatan pinggir proses saya belajar. Mohon saran dan masukannya pada kolom komentar.

Pengertian Sekolah Pasar Modal

Sekolah Pasar Modal 2013 adalah sebuah program dari IDX alias PT Bursa Efek Indonesia yang diperuntukkan sebagai edukasi bagi investor pemula di dunia pasar modal (saham dan turunannya). Program ini bersifat gratis dan memang sudah dimulai sejak tahun 2006. Tulisan ini adalah cuplikan pengalaman saya di Sekolah Pasar Modal 2013 yang lalu, untuk level 1 (awal April 2013) dan level 2 (awal Mei 2013). Bila Anda tertarik ikut di kelas Sekolah Pasar Modal kloter berikutnya, silakan langsung email sekolahpasarmodal at idx.co.id dengan menyertakan identitas lengkap dan nomor kontak yang bisa dihubungi.

Pasar modal (saham dan turunannya) menjadi alternatif lain portofolio investasi karena dinilai relatif lebih menguntungkan daripada produk investasi lain seperti reksadana, emas, atau deposito/tabungan berjangka. Kelas Sekolah Pasar Modal 2013 sendiri berlangsung selama total 3 hari (2 hari untuk level 1 dan sehari untuk level 2). Syaratnya untuk menjadi peserta di level 1 sebenarnya tidak ada, namun karena waktu pelaksanaannya selalu di hari kerja, Anda harus mengajukan cuti jauh2 hari sebelumnya. Untuk menjadi peserta di level 2, Anda perlu terdaftar sebagai nasabah di salah satu broker (sudah memiliki kartu Akses dari KSEI).

sekolah pasar modal

Apa saja materi di sekolah pasar modal?

Materi Sekolah Pasar Modal di Level 1 A (hari pertama)

  1. Pengenalan Pasar Modal
  2. Produk Investasi di Bursa Efek Indonesia
  3. Investasi di Pasar Modal
  4. Analisa Fundamental

Materi Sekolah Pasar Modal di Level 1 B (hari kedua)

  1. Mekanisme Transaksi Efek di Bursa Efek Indonesia
  2. Analisa Teknikal
  3. Pentingnya memiliki Kartu AKSes & SID
  4. Simulasi dan Market Update
Sedangkan di Level 2, materinya sedikit lebih advance (karena itu Anda diharuskan sudah menjadi nasabah salah satu broker atau perusahaan sekuritas sebagai syarat mendaftar).

Mater Sekolah Pasar Modal di Level 2

  1. Pengenalan Pasar Modal Syariah
  2. Pengenalan Produk Reksadana di Pasar Modal
  3. Pengenalan Produk Derivatif di Pasar Modal
  4. Instrument Fixed Income
Saran saya, bila Anda memang tidak tertarik di produk investasi selain saham, jangan mendaftar di Level 2 (saya akan jelaskan beberapa alasannya di tulisan selanjutnya (alias, kalau penulis nggak males ngetik, hehehehe)).

Pengenalan Pasar Modal

Alasan berinvestasi biasanya untuk melindungi aset dari gejolak inflasi (mempertahankan nilai aset) dan memperoleh keuntungan. Berinvestasi di Pasar Modal, sebenarnya bagian dari jenis financial investment atau Investasi Keuangan. Tentu, Anda bisa saja langsung berinvestasi di real property, tangible personal property, atau commodity investment (misal kelapa sawit).

Pasar Modal juga ada sebagai sarana edukasi pada masyarakat, supaya tidak tertarik dengan model investasi BODONG alias tepu-tepu yang merebak. Daripada menghamburkan uang di model investasi bodong, lebih baik berinvestasi di pasar modal.

Struktur tertinggi Pasar Modal Indonesia dipegang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tugas utamanya membina, mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal. Di bawah OJK, terdapat Bursa Efek Indonesia yang tugasnya menyediakan sarana/sistem untuk perdagangan efek/saham.

Dulu, saham bersifat kertas atas unjuk. Kurang lebih seperti uang kertas biasa. Siapa pun yang memegang lembaran saham (bentuknya seperti sertifikat/ijazah), itu berarti pemiliknya. Oleh karena itu, istilah "lembar" pada saham kadang masih kita jumpai dalam dunia bursa saat ini.

Waktu berlalu, dan lantai bursa tak lagi terdapat komputer-komputer dan wajah-wajah frustrasi. Sebagai gantinya, saham sudah bersifat digital (tak dicetak di atas kertas), dan orang sudah bisa melakukan transaksi di balkon lantai 2 rumah masing-masing.

Analogi Bursa Efek Indonesia bisa disamakan dengan Perusahaan Pengelola Mall. Sebagai contoh, Mall Central Park, sebenarnya dikelola oleh PT Tiara Metropolitan Jaya, --sekarang berubah nama menjadi PT Agung Podomoro Land Tbk.

PT Agung Podomoro Land


  • Fasilitator : Menyediakan sarana prasarana aman di dalam mall (AC, parkir, toilet, musholla, dll)
  • Pedagang : Membuka kios sepatu, pakaian, elektronik, dll
  • Pembeli : pengunjung mall yang berbelanja

Bursa Efek Indonesia

  • Fasilitator : Menyediakan sistem agar perdagangan teratur wajar dan efisien
  • Pedagang : Anggota bursa atau perusahaan efek yang mejnadi broker jual beli saham
  • Pembeli : investor yang melakukan transaksi saham
Demikian sekilas tentang pasar modal.

Produk Investasi di Bursa Efek Indonesia

Seperti analogi mall di atas, terdapat banyak sekali produk investasi di BEI yang diperdagangkan, dan saham hanyalah salah satunya.
Saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan
Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut. Contoh, tetangga Anda, Haji Dji'un, ingin membuka bengkel service motor. Setelah dihitung-hitung, ternyata modalnya kurang Rp 75juta, dari total Rp 100juta (artinya Haji Dji'un hanya punya Rp 25juta). Sebagai tambahan modal, daripada ia meminjam ke Bank (riba), ia meminjam pada Anda, tetangganya yang baik hati. Nyatanya, Anda pun tak punya uang sebanyak itu, dan hanya punya, katakan Rp 25juta. Anda pun menelpon saya, teman Anda yang baik hati juga. Setelah melihat prospek Bengkel Motor Haji Dji'un, saya tertarik untuk melakukan penyertaan modal sebesar Rp 50juta.

Oke, deal. Semua surat perjanjian bermaterai 6000 perak sudah ditanda tangani. Sebagai pemilik, Haji Dji'un menanggung 60% dari kerugian, maupun keuntungan. Sedangkan sisanya yang 40%, dibagi menurut porsi kepemilikan modal antar investor. Saya yang menyertakan modal paling besar, Rp 50juta, mendapat porsi keuntungan 50juta/100juta dikali 40%, sedang Anda dan Haji Dji'un masing-masing mendapat Rp 25juta/Rp 100 juta dikali 40%. Ini adalah model investasi yang sederhana, aslinya jauh lebih rumit.

Nah, dalam saham kurang lebih juga demikian. Semakin besar porsi investasi yang kita berikan, maka semakin besar pula dividen atau kontrol yang Anda miliki pada arah kebijakan perusahaan. Karakteristik yuridis pemegang saham antara lain Limited Risk (bertanggung jawab sesuai jumlah yang disetorkan), Ultimate Control (secara kolektif ikut menentukan arah tujuan perusahaan), dan Residual Claim (mendapat pembagian hasil usaha yang paling akhir). Perkara Residual Claim ini, juga termasuk bila perusahaan tiba-tiba di-delisting (keluar) dari lantai bursa, entah karena bangkrut atau semua direksinya masuk penjara apa bagaimana lah.. Saham yang kita miliki pun lenyap.

Stock atau saham mudah dipelajari dan karakteristiknya lebih "reguler" daripada produk derivatif/turunannya. Kita bisa memperoleh keuntungan dari dividen (keuntungan perusahaan penerbit saham), dan capital gain (karena selisih harga saat Anda membeli dan menjual saham). Porsi investor asing di bursa efek saat ini (tahun 2013) adalah 58%, agak lebih kecil dari tahun 2008 yang sebesar 70%. Artinya, orang Indonesia sudah mulai beralih berinvestasi di pasar modal.

Cara Membeli Saham

Cara membeli saham ada 3 macam.
  1. Via Pasar Perdana (IPO / Initial Public Offering)
    Ini berarti Anda harus sudah menjadi nasabah di salah satu perusahaan sekuritas (broker). Contoh, saat IPO Baturaja nanti, ada 3 perusahaan sekuritas yang jualan : Bahana, Mandiri, dan Danareksa. Jika kita adalah nasabah dari salah satu broker tersebut, maka kita akan memperoleh "right issue" yaitu "hak untuk memesan saham duluan" dibanding nasabah sekuritas lain.

  2. Pasar Sekunder
    Kurang lebih seperti saat pasar perdana, kita membeli saham yang sudah tercatat dan beredar di bursa efek, via broker / perusahaan sekuritas.

  3. Reksadana
    Produk ini lebih murah dan untuk investor pemula, saya sarankan untuk memilih produk investasi ini saja sebelum terjun di dunia pasar modal. Buat belajar dikit-dikit.

Apa sih resiko berinvestasi pada saham?

Banyak! Layaknya jenis investasi keuangan, semakin besar gain / profit yang diharapkan, maka akan semakin besar pula resikonya. Misalnya saja, kita bisa saja tidak mendapat dividen (bagi hasil usaha), capital loss (tiba-tiba harga saham anjlok), perusahaan yang Anda beli sahamnya di delisting (misal karena bangkrut, direksinya bermasalah, dll), atau saham yang di-suspend.

Syarat-syarat perusahaan sebelum "Go Public"

Sebelum perusahaan "go public" atau listing di Bursa Efek Indonesia, ada syarat-syaratnya.
  1. Berbadan hukum Perseroan Terbatas (artinya perusahaan ecek-ecek yang asetnya di bawah 50 juta perak nggak bisa daftar).
  2. Minimal sudah beroperasi selama 3 tahun.
  3. Memiliki laporan keuangan yang diaudit 3 tahun.
  4. Memiliki opini Laporan Keuangan Wajar Tanpa Pengecualian 2 tahun (jadi nggak boleh ada transaksi mencurigakan seperti sogok/suap, korupsi pengadaan barang, dll).
  5. Punya aktiva >= Rp 100 miliar
  6. Jumlah minimum pemegang saham bukan pengendali >= Rp 100 juta saham atau 35% dari modal disetor.
  7. Jumlah pemegang saham minimal 1000 pemegang saham.
Hanya ada 400-an perusahaan yang listing di BEI. Jumlah ini terlampau sedikit, boleh jadi karena dua hal utama : syarat yang terlalu berat, dan pengetahuan pengelola perusahaan di Indonesia yang terlampau dangkal di dunia pasar modal. Coba bandingkan dengan bursa saham di Cina atau Taiwan.

Di Indonesia menghafal kode saham masih bisa karena Telkom ya jadi TLKM, Astra International jadi ASII, Adaro Energy jadi ADRO, dsb. Tapi di Cina, saking banyaknya perusahaan yang listing di bursa (sampai-sampai bengkel tambal panci bocor pun mungkin bisa masuk bursa), kita harus bawa-bawa buku setebal Yellow Pages ke mana-mana karena kode saham perusahaan sudah dengan angka.

Contoh Perusahaan Go Private

Ada pula perusahaan keluarga yang nggak mau dijadikan perusahaan terbuka. Atau ada pula perusahaan yang sudah masuk ke bursa, tapi buy back (membeli kembali semua saham yang sudah terlanjur beredar di pasar modal) dan menjadi go private (kebalikan go public). Contoh, AQUA di tahun 2010, menawarkan buy back Rp 150rebu per saham. Nggak ada yang mau jual. Dinaikin jadi Rp 250.000, sama juga. Sepi. Saat harganya naik menjadi Rp 500ribu per saham, kuorum tercapai, dan PT Aqua Golden Mississipi Tbk pun resmi menjadi perusahaan tertutup, setelah lebih kurang 20 tahun listing di bursa.

Cara Menghitung IHSG

Salah satu indikator pergerakan harga saham ditunjukkan oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Cara menghitung IHSG sederhana saja.

perhitungan IHSG

Di mana
p = harga saham di pasar reguler
x = jumlah saham
d = nilai dasar

Angka 100 menunjukkan nilai IHSG pada hari dasar (ditetapkan tanggal 10 Agustus 1982). Untuk saham-saham yang baru IPO setelah tanggal tersebut, maka nilai dasarnya adalah nilai pada hari / tanggal IPO, alias harga perdananya. Bisa kita simpulkan, selama kurang lebih 30 tahun sejak 1982, nilai IHSG sudah meningkat kurang lebih menjadi 47 kali lipat, atau 4700%. Bandingkan kalau Anda nabung di celengan semar dari tahun 1980-an, setelah 30 tahun cuma jadi makanan rayap.

Anda bisa melihat sejarah pasar modal di Indonesia dengan mengunjungi langsung gedung Bursa Efek Indonesia tower 1, Jalan Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta.