Skip to main content

Pengalaman Sekolah Pasar Modal (1)

Disclaimer : saya bukan pakar, dan seri tulisan di kategori saham hanyalah catatan pinggir proses saya belajar. Mohon saran dan masukannya pada kolom komentar.

Pengertian Sekolah Pasar Modal

Sekolah Pasar Modal 2013 adalah sebuah program dari IDX alias PT Bursa Efek Indonesia yang diperuntukkan sebagai edukasi bagi investor pemula di dunia pasar modal (saham dan turunannya). Program ini bersifat gratis dan memang sudah dimulai sejak tahun 2006. Tulisan ini adalah cuplikan pengalaman saya di Sekolah Pasar Modal 2013 yang lalu, untuk level 1 (awal April 2013) dan level 2 (awal Mei 2013). Bila Anda tertarik ikut di kelas Sekolah Pasar Modal kloter berikutnya, silakan langsung email sekolahpasarmodal at idx.co.id dengan menyertakan identitas lengkap dan nomor kontak yang bisa dihubungi.

Pasar modal (saham dan turunannya) menjadi alternatif lain portofolio investasi karena dinilai relatif lebih menguntungkan daripada produk investasi lain seperti reksadana, emas, atau deposito/tabungan berjangka. Kelas Sekolah Pasar Modal 2013 sendiri berlangsung selama total 3 hari (2 hari untuk level 1 dan sehari untuk level 2). Syaratnya untuk menjadi peserta di level 1 sebenarnya tidak ada, namun karena waktu pelaksanaannya selalu di hari kerja, Anda harus mengajukan cuti jauh2 hari sebelumnya. Untuk menjadi peserta di level 2, Anda perlu terdaftar sebagai nasabah di salah satu broker (sudah memiliki kartu Akses dari KSEI).

sekolah pasar modal

Apa saja materi di sekolah pasar modal?

Materi Sekolah Pasar Modal di Level 1 A (hari pertama)

  1. Pengenalan Pasar Modal
  2. Produk Investasi di Bursa Efek Indonesia
  3. Investasi di Pasar Modal
  4. Analisa Fundamental

Materi Sekolah Pasar Modal di Level 1 B (hari kedua)

  1. Mekanisme Transaksi Efek di Bursa Efek Indonesia
  2. Analisa Teknikal
  3. Pentingnya memiliki Kartu AKSes & SID
  4. Simulasi dan Market Update
Sedangkan di Level 2, materinya sedikit lebih advance (karena itu Anda diharuskan sudah menjadi nasabah salah satu broker atau perusahaan sekuritas sebagai syarat mendaftar).

Mater Sekolah Pasar Modal di Level 2

  1. Pengenalan Pasar Modal Syariah
  2. Pengenalan Produk Reksadana di Pasar Modal
  3. Pengenalan Produk Derivatif di Pasar Modal
  4. Instrument Fixed Income
Saran saya, bila Anda memang tidak tertarik di produk investasi selain saham, jangan mendaftar di Level 2 (saya akan jelaskan beberapa alasannya di tulisan selanjutnya (alias, kalau penulis nggak males ngetik, hehehehe)).

Pengenalan Pasar Modal

Alasan berinvestasi biasanya untuk melindungi aset dari gejolak inflasi (mempertahankan nilai aset) dan memperoleh keuntungan. Berinvestasi di Pasar Modal, sebenarnya bagian dari jenis financial investment atau Investasi Keuangan. Tentu, Anda bisa saja langsung berinvestasi di real property, tangible personal property, atau commodity investment (misal kelapa sawit).

Pasar Modal juga ada sebagai sarana edukasi pada masyarakat, supaya tidak tertarik dengan model investasi BODONG alias tepu-tepu yang merebak. Daripada menghamburkan uang di model investasi bodong, lebih baik berinvestasi di pasar modal.

Struktur tertinggi Pasar Modal Indonesia dipegang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tugas utamanya membina, mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal. Di bawah OJK, terdapat Bursa Efek Indonesia yang tugasnya menyediakan sarana/sistem untuk perdagangan efek/saham.

Dulu, saham bersifat kertas atas unjuk. Kurang lebih seperti uang kertas biasa. Siapa pun yang memegang lembaran saham (bentuknya seperti sertifikat/ijazah), itu berarti pemiliknya. Oleh karena itu, istilah "lembar" pada saham kadang masih kita jumpai dalam dunia bursa saat ini.

Waktu berlalu, dan lantai bursa tak lagi terdapat komputer-komputer dan wajah-wajah frustrasi. Sebagai gantinya, saham sudah bersifat digital (tak dicetak di atas kertas), dan orang sudah bisa melakukan transaksi di balkon lantai 2 rumah masing-masing.

Analogi Bursa Efek Indonesia bisa disamakan dengan Perusahaan Pengelola Mall. Sebagai contoh, Mall Central Park, sebenarnya dikelola oleh PT Tiara Metropolitan Jaya, --sekarang berubah nama menjadi PT Agung Podomoro Land Tbk.

PT Agung Podomoro Land


  • Fasilitator : Menyediakan sarana prasarana aman di dalam mall (AC, parkir, toilet, musholla, dll)
  • Pedagang : Membuka kios sepatu, pakaian, elektronik, dll
  • Pembeli : pengunjung mall yang berbelanja

Bursa Efek Indonesia

  • Fasilitator : Menyediakan sistem agar perdagangan teratur wajar dan efisien
  • Pedagang : Anggota bursa atau perusahaan efek yang mejnadi broker jual beli saham
  • Pembeli : investor yang melakukan transaksi saham
Demikian sekilas tentang pasar modal.

Produk Investasi di Bursa Efek Indonesia

Seperti analogi mall di atas, terdapat banyak sekali produk investasi di BEI yang diperdagangkan, dan saham hanyalah salah satunya.
Saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan
Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut. Contoh, tetangga Anda, Haji Dji'un, ingin membuka bengkel service motor. Setelah dihitung-hitung, ternyata modalnya kurang Rp 75juta, dari total Rp 100juta (artinya Haji Dji'un hanya punya Rp 25juta). Sebagai tambahan modal, daripada ia meminjam ke Bank (riba), ia meminjam pada Anda, tetangganya yang baik hati. Nyatanya, Anda pun tak punya uang sebanyak itu, dan hanya punya, katakan Rp 25juta. Anda pun menelpon saya, teman Anda yang baik hati juga. Setelah melihat prospek Bengkel Motor Haji Dji'un, saya tertarik untuk melakukan penyertaan modal sebesar Rp 50juta.

Oke, deal. Semua surat perjanjian bermaterai 6000 perak sudah ditanda tangani. Sebagai pemilik, Haji Dji'un menanggung 60% dari kerugian, maupun keuntungan. Sedangkan sisanya yang 40%, dibagi menurut porsi kepemilikan modal antar investor. Saya yang menyertakan modal paling besar, Rp 50juta, mendapat porsi keuntungan 50juta/100juta dikali 40%, sedang Anda dan Haji Dji'un masing-masing mendapat Rp 25juta/Rp 100 juta dikali 40%. Ini adalah model investasi yang sederhana, aslinya jauh lebih rumit.

Nah, dalam saham kurang lebih juga demikian. Semakin besar porsi investasi yang kita berikan, maka semakin besar pula dividen atau kontrol yang Anda miliki pada arah kebijakan perusahaan. Karakteristik yuridis pemegang saham antara lain Limited Risk (bertanggung jawab sesuai jumlah yang disetorkan), Ultimate Control (secara kolektif ikut menentukan arah tujuan perusahaan), dan Residual Claim (mendapat pembagian hasil usaha yang paling akhir). Perkara Residual Claim ini, juga termasuk bila perusahaan tiba-tiba di-delisting (keluar) dari lantai bursa, entah karena bangkrut atau semua direksinya masuk penjara apa bagaimana lah.. Saham yang kita miliki pun lenyap.

Stock atau saham mudah dipelajari dan karakteristiknya lebih "reguler" daripada produk derivatif/turunannya. Kita bisa memperoleh keuntungan dari dividen (keuntungan perusahaan penerbit saham), dan capital gain (karena selisih harga saat Anda membeli dan menjual saham). Porsi investor asing di bursa efek saat ini (tahun 2013) adalah 58%, agak lebih kecil dari tahun 2008 yang sebesar 70%. Artinya, orang Indonesia sudah mulai beralih berinvestasi di pasar modal.

Cara Membeli Saham

Cara membeli saham ada 3 macam.
  1. Via Pasar Perdana (IPO / Initial Public Offering)
    Ini berarti Anda harus sudah menjadi nasabah di salah satu perusahaan sekuritas (broker). Contoh, saat IPO Baturaja nanti, ada 3 perusahaan sekuritas yang jualan : Bahana, Mandiri, dan Danareksa. Jika kita adalah nasabah dari salah satu broker tersebut, maka kita akan memperoleh "right issue" yaitu "hak untuk memesan saham duluan" dibanding nasabah sekuritas lain.

  2. Pasar Sekunder
    Kurang lebih seperti saat pasar perdana, kita membeli saham yang sudah tercatat dan beredar di bursa efek, via broker / perusahaan sekuritas.

  3. Reksadana
    Produk ini lebih murah dan untuk investor pemula, saya sarankan untuk memilih produk investasi ini saja sebelum terjun di dunia pasar modal. Buat belajar dikit-dikit.

Apa sih resiko berinvestasi pada saham?

Banyak! Layaknya jenis investasi keuangan, semakin besar gain / profit yang diharapkan, maka akan semakin besar pula resikonya. Misalnya saja, kita bisa saja tidak mendapat dividen (bagi hasil usaha), capital loss (tiba-tiba harga saham anjlok), perusahaan yang Anda beli sahamnya di delisting (misal karena bangkrut, direksinya bermasalah, dll), atau saham yang di-suspend.

Syarat-syarat perusahaan sebelum "Go Public"

Sebelum perusahaan "go public" atau listing di Bursa Efek Indonesia, ada syarat-syaratnya.
  1. Berbadan hukum Perseroan Terbatas (artinya perusahaan ecek-ecek yang asetnya di bawah 50 juta perak nggak bisa daftar).
  2. Minimal sudah beroperasi selama 3 tahun.
  3. Memiliki laporan keuangan yang diaudit 3 tahun.
  4. Memiliki opini Laporan Keuangan Wajar Tanpa Pengecualian 2 tahun (jadi nggak boleh ada transaksi mencurigakan seperti sogok/suap, korupsi pengadaan barang, dll).
  5. Punya aktiva >= Rp 100 miliar
  6. Jumlah minimum pemegang saham bukan pengendali >= Rp 100 juta saham atau 35% dari modal disetor.
  7. Jumlah pemegang saham minimal 1000 pemegang saham.
Hanya ada 400-an perusahaan yang listing di BEI. Jumlah ini terlampau sedikit, boleh jadi karena dua hal utama : syarat yang terlalu berat, dan pengetahuan pengelola perusahaan di Indonesia yang terlampau dangkal di dunia pasar modal. Coba bandingkan dengan bursa saham di Cina atau Taiwan.

Di Indonesia menghafal kode saham masih bisa karena Telkom ya jadi TLKM, Astra International jadi ASII, Adaro Energy jadi ADRO, dsb. Tapi di Cina, saking banyaknya perusahaan yang listing di bursa (sampai-sampai bengkel tambal panci bocor pun mungkin bisa masuk bursa), kita harus bawa-bawa buku setebal Yellow Pages ke mana-mana karena kode saham perusahaan sudah dengan angka.

Contoh Perusahaan Go Private

Ada pula perusahaan keluarga yang nggak mau dijadikan perusahaan terbuka. Atau ada pula perusahaan yang sudah masuk ke bursa, tapi buy back (membeli kembali semua saham yang sudah terlanjur beredar di pasar modal) dan menjadi go private (kebalikan go public). Contoh, AQUA di tahun 2010, menawarkan buy back Rp 150rebu per saham. Nggak ada yang mau jual. Dinaikin jadi Rp 250.000, sama juga. Sepi. Saat harganya naik menjadi Rp 500ribu per saham, kuorum tercapai, dan PT Aqua Golden Mississipi Tbk pun resmi menjadi perusahaan tertutup, setelah lebih kurang 20 tahun listing di bursa.

Cara Menghitung IHSG

Salah satu indikator pergerakan harga saham ditunjukkan oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Cara menghitung IHSG sederhana saja.

perhitungan IHSG

Di mana
p = harga saham di pasar reguler
x = jumlah saham
d = nilai dasar

Angka 100 menunjukkan nilai IHSG pada hari dasar (ditetapkan tanggal 10 Agustus 1982). Untuk saham-saham yang baru IPO setelah tanggal tersebut, maka nilai dasarnya adalah nilai pada hari / tanggal IPO, alias harga perdananya. Bisa kita simpulkan, selama kurang lebih 30 tahun sejak 1982, nilai IHSG sudah meningkat kurang lebih menjadi 47 kali lipat, atau 4700%. Bandingkan kalau Anda nabung di celengan semar dari tahun 1980-an, setelah 30 tahun cuma jadi makanan rayap.

Anda bisa melihat sejarah pasar modal di Indonesia dengan mengunjungi langsung gedung Bursa Efek Indonesia tower 1, Jalan Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta.



Comments

  1. Ane juga pengen ikut, tapi masih buta banget soal beginii

    Kalo artikelnya dilengkapin sampe abis, belajar dari sini aja lah

    Thnx

    ReplyDelete
  2. saya ingin ikutan, apakah ikut pasar modal ini ilmunya sulit tidak ya, dulu kakau saya baca buku trading saham, koq susah sekali yah, atau mungkin praktek di lapangan lebih mudah ya? apa ada buku yang direkomendasikan untuk dibaca oleh calon trader awam seperti saya, saya mau ikut kelas yang bulan september

    ReplyDelete
  3. Thanks, nanti insya Allah saya lengkapi. Masih (sok) sibuk dengan hal lain.. :)

    ReplyDelete
  4. Hi Elviera, sejauh yang saya ikuti tidak terlalu sulit. Asumsinya yang ikut Sekolah Pasar Modal bener2 yang belum tahu apa-apa tentang dunia pasar modal. Jadi kalau sebelum itu sudah baca-baca bukunya duluan, saya rasa akan jadi lebih mudah.

    Nanti di Sekolah Pasar Modal diajari berbagai macam analisis baik teknikal (membaca grafik) atau fundamental (menelaah laporan keuangan perusahaan). Kalau saya agak kurang senang di trading alias teknikal, tapi coba saja ikut, siapa tahu menjadi semakin tercerahkan. :D

    ReplyDelete
  5. terima kasih atas masukan nya...boleh saya tahu dan direkomen bisa baca buku apa yah selain membaca ulasan bapak nanti buat menambah ilmu saya supaya ga kelihatan bodoh beneran hehehehe....terima kasih

    ReplyDelete
  6. Terus terang saya juga kurang begitu paham referensi untuk "trading" karena sejak sebelum ikut sekolah pasar modal pun saya tidak tertarik dengan analisis teknikal. Namun kalau untuk analisis fundamental, Mbak bisa baca2 blog yang "beraliran" fundamental seperti blognya Pak Teguh Hidayat di teguhhidayat dot com (beliau juga menjual ebook), atau ke bolasalju dot com.

    Intinya jangan khawatir di sekolah pasar modal, cukup banyak kok yg juga masih belajar, termasuk saya juga tidak tahu apa-apa.

    ReplyDelete
  7. terima kasih banyak buat masukan nya....saya akan mulai belajar sedikit sedikit, maklum penakutnya minta ampun tapi saya harus belajar biar pintar seperti yang lain ......thank you buat informasinya ya....

    ReplyDelete
  8. Hallo Prabowo.... Saya kebetulan mahasiswi Pasca Sarjana, yang sedang melakukan penelitian tentang investor saham di Indonesia. Mau nggak, Prabowo untuk menjadi responden kuesioner penelitian saya. Terima kasih banyak ya. Kalo berkenan, nanti akan saya kirim kuesionernya.

    ReplyDelete
  9. Halo Mbak Indra,

    Boleh-boleh saja. Silakan kirim via email saja ke contact at muhajirin.net, nanti saya isi. Terima kasih.

    ReplyDelete
  10. saya dan teman saya masih duduk di bangku smk tapi kami sudah tertarik dengan pasar modal. Bisa gak ya ikut kelas regulernya? apa kalau masuk sekarang masih kebagian belajar? mohon responnya. terima kasih.

    ReplyDelete
  11. Bisa! Coba saja email sekolahpasarmodal at idx.co.id supaya bisa ikut di kelas berikutnya. Untuk jadwalnya sepertinya mengikuti minat / sampai kuota 200 orang tercapai.

    Kalau boleh tahu, ada ilham apa sampai tertarik di pasar modal? :D

    ReplyDelete
  12. Mas Murti saya mau tanya nih, kemarin sabtu saya ikutan seminar gratis ttg trading saham yang diselenggarakan oleh Wealth Creation Asia di Bellezza shopping Arcade (dengar dari radio Pass FM), mereka memperkenalkan pada kami sistem yang bisa dipakai untuk trading saham yaitu sistem Darvas dan saham2 apa saja yang cocok untuk dibeli setiap harinya, untuk trading biaya 5-10 juta sedangkan untuk pendidikan selama 1 tahun, tiap senin ada kelas dan mentor yang mendampngi serta sabtu dan minggu workshop sebesar Rp 7.800.000 (bisa dicicil)...Mereka dibawah JASA UTAMA CAPITAL SEKURITAS....saya amat sangat tertarik, tapi yg jd masalah apakah memang ilmu mereka itu bisa dipertanggung jawabkan mengingat banyak juga (contoh Monex) yg menawarkan hal serupa tp beda sistem. saya jadi bingung begitu banyak penawaran trus darimana saya tahu kalau ini lebih baik dari yang lain nya? bagaimana pendapat Mas Murti ya?
    Terima kasih Mas...

    ReplyDelete
  13. Wow, mahal juga ya. Karena saya tidak tertarik dengan trading "harian", mungkin saya kurang bisa memberi jawaban yang pas. Tapi jika Mbak Elviera menjadi nasabah sekuritas yang sudah ternama, Mbak Elviera pun juga akan mendapatkan rekomendasi saham untuk trading, lengkap dengan laporan keuangan dan analisis teknikal/fundamental. Setiap hari.

    Perlu diingat, rekomendasi hanyalah rekomendasi. Semua sekuritas boleh saja memproklamirkan diri sebagai yang terbaik, seperti botol kecap yang labelnya selalu "Ketjap Nomer Satoe". Keputusan tetap di tangan investor.

    Kalau saya boleh saran, sebaiknya Mbak Elviera bergaya "fundamental" saja, karena blog ini pun akan mengalir ke jurusan tersebut. Tapi jika Mbak lebih cocok dengan gaya teknikal, baca grafik, beli pagi jual petang, jantung empot2an karena saham yang dipegang turun 2% saja, saya hanya mendoakan semoga Mbak Elviera berhasil. :)

    ReplyDelete
  14. Mas Murti, kata mereka itu termasuk murah,katanya tempat lain bisa sampai ratusan juta (masa sih???bingung juga..).
    Trus yang menariknya tuh, kata mereka saya hanya perlu 5-10 menit tiap harinya untuk berkutat di depan komputer, bahkan seperti yg saya takutkan and takes time adalah belajar fundamental, kata dia tidak perlu (lantas mereka ambil contoh saham unilever, yg tren nya ternyata turun padahal fundamental bgs...(walahhhh ), trus saya juga akan direkomendasikan 2 saham setiap harinya yang tidak perlu harus take action tiap harinya.
    Oya mas mereka juga bilang bahwa mereka sangat tidak menganjurkan trading harian(beli sekarang tutup nanti sore) saran mereka hold saham paling lama 5 hari kata mereka loh mas...saya koq tambah bingung yah....tapi memang kita kan harus cari mentor yang qualified kan mas sebelum terjun ke bursa?mereka juga tidak ada virtual trading... saya pikir mereka cukup handal, tapi tidak tahu lagi deh...????

    ReplyDelete
  15. Kalo Mbak Elviera yakin, ambil aja Mbak.. :)

    Masing-masing kubu, baik teknikal maupun fundamental, memang kadang tidak bisa mengklaim sebagai style invest/trade yang oke, semua tergantung gaya orang masing2.

    ReplyDelete
  16. Hehe waktu itu pernah ikut lomba Pasar Modal dan dapat kesempatan berkunjung ke BEI. Jadi sekaarng mumpung ada kesempatan mau memperdalam lagi.
    Saya sudah kirim email dan mendapat balasan dari pradapaningsih(at)idx(dot)co(dot)id kalau saya terdaftar di SPM Syariah. Pengirimnya pradapaningsih(at)idx(dot)co(dot)id bukan sekolahpasarmodal(at)idx(dot)co(dot)id
    Apakah ini valid?

    ReplyDelete
  17. Wow.. Pengalaman yg mengesankan. Iya benar, itu pegawai di Bursa Efek Indonesia. Cuma kalau SPM Syariah saya belum pernah ikut.

    ReplyDelete
  18. Terima kasih. Hehe.
    Oh baguslah kalau memang beliau pegawai BEI. Yang saya bingungkan lagi, dalam email itu, (saya menggunakan gmail) pengirimnya adalah pradapaningsih(at)idx(dot)co(dot)id namun kepadanya doddy(dot)prasetya(at)idx(dot)co(dot)id. Bukan pada alamat email saya. Namun email tersebut masuk ke email saya. Kenapa begitu ya?

    ReplyDelete
  19. Mungkin dia CC (kirim email copy) juga ke pegawai BEI yg lain (Doddy) supaya menindaklanjuti proses pendaftaran kamu di SPM Syariah.. :)

    ReplyDelete
  20. Jika mahasiswa boleh ikut sekolah pasar modal tidak

    ReplyDelete
  21. Siapapun boleh asal sudah berusia di atas 17 tahun (punya kartu identitas)

    ReplyDelete
  22. mas prabowo, apakah sekolah pasar modal hanya diadakan di jakarta saja?

    ReplyDelete
  23. Sepertinya demikian Mas, karena lokasinya di Bursa Efek Indonesia. Mungkin di Surabaya juga mengadakan (bursa efek surabaya)?

    ReplyDelete
  24. prabowo Yth,
    untuk mengikuti sekolah pasar modal di BEI , berapa biaya yg harus dibayar?

    ReplyDelete
  25. Halo Mbak Endang,
    Untuk ikut Sekolah Pasar Modal tidak perlu biaya apa pun (gratis). Namun untuk level 2, kita diwajibkan untuk sudah menjadi nasabah di salah satu broker. Biasanya di level 1 akan ada sponsor (perusahaan broker) yang menawarkan pembukaan account dengan deposit awal yg rendah. Saat saya kemarin brokernya dari Bahana Securities dengan deposit 200,000 rupiah saja.

    ReplyDelete
  26. buat mbak elviera diatas...jgn percaya teori teknikal mentah2,darvas dan sebagainya adalah teknik yg rumit...butuh pengalaman bertahun2,market saham gak semudah itu.saya dah 8 tahun dipasar modal,segala macam teknik analisa sdh pernah saya coba...kalo mau aman.pelajari saja teknik analisa fundamental (laporan keuangan)...buat pemula jauh lebih aman.

    kecuali anda sdh lebih dari 3 tahun dimarket saham bisa mengkombinasikan teknikal dan fundamental,mau pun psikologi trading.

    jangan pernah trading harian.....saya jamin bangkrut.

    ReplyDelete
  27. Pengalaman yang mantap juga.. Dan gratis juga... Itu yang hebat ya

    Kalau saya sih belum bisa apa-apa, nannti kalo udah cukup modal yg agak gedean dikit baru bisa mulai start baca2 lagi. Kalo sekarang malesnya pas kena rugi hehehe

    ReplyDelete
  28. Halo, ini menarik sekali lho tulisannya. Saya mau tanya, setelah kelas selesai, tidak berarti harus langsung buka account kan ya? Dan teknis kelasnya, kita bisa bertanya gitu nggak ya? Atau cenderung satu arah? Lokasi gedung BEI Tower II dekat jalur busway atau stasiun tidak ya? Karena di Sudirman saya pikir mungkin dekat jalur 1 trans jakarta. Dan selain SPM dari BEI, apa masnya tahu kelas pasar modal/ reksa dana *gratis* lain? Maaf banyak tanya, saya mau coba ikut tapi takutnya nanti yang lain eksmud saya mahasiswa gembel sendiri, hahaha. Trimakasih.

    ReplyDelete
  29. Halo Mbak Ifa,
    Nggak harus buka account, tapi kemarin kesempatan buka account dengan deposit rendah hanya berlaku saat SPM. Kalau di Bahana normalnya minimal harus deposit 4 juta kalau tidak salah. Di SPM hanya 200rb sudah cukup punya account. Teknis kelasnya, kapan pun ada yang nyeletuk selalu ditanggapin, berani angkat tangan aja!

    Lokasi di tower BEI, dekat dengan halte transJakarta. Kalau stasiun mungkin harus ke stasiun Sudirman dulu baru lanjut naik trans Jakarta.

    Kalau kelas serupa rasa2nya jarang Mbak, tapi setelah jadi nasabah, di Bahana Securities kita sering kok diundang buat dateng hari Sabtu di kantor mereka buat belajar. Jangan khawatir Mbak, kata temen saya kalau mau jadi orang sukses harus belajar jadi orang yang nggak tau malu dulu :))

    ReplyDelete
  30. mas klo boleh tau menurut mas murti apa perbedaan antara berinvestasi forex dan berinvestasi saham
    apakah gain risk sama?

    ReplyDelete
  31. Halo Mas Muchlis,

    Kurang ilmu saya kalo pasar uang. Saya tidak berinvestasi di forex karena sifatnya yang lebih spekulatif. Kalau di stocks/saham walau nilai saham turun kita masih bisa dapet profit dari pembagian deviden, tapi kalau pasar uang? Denger2 sih haram Mas.. Karena uang harusnya bukan komiditi yang diperjualbelikan.

    ReplyDelete
  32. mas kuliah jurusan apa yang mempelajari investasi pasar modal? sy berniat ambil jurusan ekonomi manajamen, apakah cocok?
    mohon reply nya,, makasih mas prabowo :)

    ReplyDelete
  33. Kuliah apa ya? Kayaknya sembarang aja Mas.. Investor-investor yang saya temui nggak mesti sarjana Ekonomi juga. :)

    ReplyDelete
  34. Assalamualaikum mas Murti, saya ingin tanya,, Apakah pendaftaran Sekolah pasar modal sudah ditutup untuk sekarang??

    ReplyDelete
  35. Wa'alaikumsalaam Mbak Fatia

    Pendaftarannya sih selalu dibuka, cuma nanti kalau quotanya sudah tercapai (sekitar 200 orang saat giliran saya kemarin), Mbak akan ikut di jadwal SPM selanjutnya. Semangat Mbak...

    ReplyDelete
  36. maaf mas saya mau tanya dikit...saya dengar2 n baca untk pembukaan account rata rata minimal 5 juta ke atas di setiap perusahaan skuritas,, apa tidak ada pembuatan account d bawah 3 juta ? (di perusahaan skuritas yang mas murti tau)..trima kasih sebelumnya :D

    ReplyDelete
  37. Hi Mas Roni

    Banyak kok Mas. Kemarin saya bikin di Bahana Securities hanya 200ribu rupiah, tapi khusus untuk yang ikut SPM. Coba ke Danareksa. Cuma saran saya, kalau dananya belum memadai Mas Roni bisa coba instrumen Reksadana dulu. Stocks/saham mirip main poker Mas, kalau modalnya kecil takutnya cepet habis karena mainnya long run. Salam.

    ReplyDelete
  38. […] Tulisan ini melanjutkan postingan terdahulu dengan judul Pengalaman Sekolah Pasar Modal 2013 (Bagian 1) […]

    ReplyDelete
  39. pak, untuk belajar menjadi seorang trader butuh media virtual trader, kira-kira virtual tradeing yang seperti apa pak yang bagus?
    terimakasih

    ReplyDelete
  40. Halo Bung Wahid,

    Bung Wahid bisa baca tulisan saya yang lain di http://muhajirin.net/investasi/mencari-aplikasi-virtual-trading-gratis/. Menurut saya Bung coba dulu di IDX Virtual Trading, itu free tapi tiap bulan dulu saya mesti registrasi ulang.

    ReplyDelete
  41. Selamat siang mas Prabowo, artikelnya sangat menarik, saya jadi pengen ikut SPM juga hehe, tapi saya masih bingung, cara mendaftarnya, apa saja yg biodata yg diperlukan untuk mendaftar SPM? Lalu pembukaan pendaftaran SPM bisa dimulai dari kapan ya? Lalu, kalo ikut SPM, bisa dapet sertifikat, nah sertifikat itu bisa diambil pada saat kita mengikuti SPM kah? Atau harus menunggu beberapa saat dulu? Terimakasih :)

    ReplyDelete
  42. Bung Yorgi,
    Bung bisa langsung kirim email saja, sertakan nama lengkap, nomer ktp dan nomer hape yang bisa dihubungi. Nanti kalau ada jadwalnya akan diberitahu via email. Dulu saya dapet sertifikat kira-kira seminggu sejak ikut. Tapi nggak saya ambil, menurut saya nggak terlalu penting :)

    ReplyDelete
  43. Selamat siang bung prabowo,
    Ingin bertanya,mengenai alamat email pendaftaran sekolah pasar modal,Saya kirim email ke sekolahpasarmodal@idx.co.id tp belum ada balasan pak?

    ReplyDelete
  44. Salam kenal Bung Andy,

    Memang setahu saya mereka tidak punya jadwal pasti. Ditunggu saja Bung, setahu saya memang prosesnya agak lama. Dulu saya mesti menunggu 3 bulan lebih.

    ReplyDelete
  45. Terimah kasih bung prabowo,
    Berarti tidak ada masalah dengan alamat email yg saya kirim (Takut salah alamat email),Mungkin setelah kirim email,otomatis akan terdaftar begitu yah bung prabowo?

    ReplyDelete
  46. Tidak masalah Bung Andy, nanti kontaknya ke salah satu pegawai IDX. Kalau sudah tidak sabar, bisa kontak Ibu Yane Mulfiani di yane.mulfiani at idx.co.id atau Andi Tiara Gemilang di andi.tiara at idx.co.id. Semoga berhasil ya Bung.

    ReplyDelete
  47. Terimah kasih banyak bung prabowo :)

    ReplyDelete
  48. terimakasih ..
    tapi sebelumnya saya mau menanyakan ... kira kira untuk pendaftaran sekolah pasar modal yang diselenggarakan ooleh bei itu dikenakan biaya tidak ya pak mohon penjelasannya ....

    ReplyDelete
  49. pak prabowo saya dengan aris supriyantoro alamat di depok kelapa dua ...

    saya meu menanyakan kira kira untuk pendaftaran sekolah pasar modal yang diselenggarakan oleh pt bursa efek indonesia itu dikenakan biaya tambahan tidak ya... saya butuh infonya ... pengen sekali untuk mendaftar di sekolah pasar modall...

    suadh difokuskan untuk memulai karier dari bursa saham...dan kira kira buku apa yang bisa saya pelajari untuk dapat mengenal pasar modal dan bursa efek secara lebih jauh....selama ini saya mencari refernsi buku buku yang cocok tetapi belum menemukan juga....kalo untuk sekedar berkunjung di perpustakaan pasar modal ICAMEl masih bisa tapi klo berkunjung setiap hari apa boleh yah

    ReplyDelete
  50. buku tentang analisa teknikal dan fundamentalnya yang sedang saya cari....klo bapak prabowo mempunyai referensi yang tepat boleh sedikit berbagi tentang referensi buku yang baik..


    terimakasih pak prabowo ... mohon pesan saya bisa di jawab dng cepat ya .. balasanya ditunggu.

    arissupriyantoro@gmail.com

    ReplyDelete
  51. Salam kenal Bung Ariss,

    SPM dari Bursa Efek Indonesia gratis Bung. Cuma untuk jadi nasabah di Bahana (broker) memang harus ada depositnya, tapi ini opsional, kalau nggak mau jadi nasabah di Bahana nanti Bung bisa daftar di broker lain waktu.

    Untuk buku, terus terang saya tidak bisa memberi saran, karena saya tidak punya referensi. Untuk belajar saya hanya dari blog dan situs2 yang gratis menyediakan informasi tentang saham dan dunia pasar modal. Mungkin pembaca lain di blog ini ada saran?

    ReplyDelete
  52. Andreas RudiwantoroApril 12, 2014 7:46 pm

    Memberi Info saja, mungkin ada manfaatnya, sekolah pasar modal gratis yang diselenggarakan oleh BUrsa Effek sudah dibuka kembali. Jadwal bisa dilihat di website sekolah pasar modal. Gelombang pertama level 1 dimulai tanggal 29 April 2014. Terima kasih. Semoga informasi ini bermanfaat bagi rekan rekan yang ingin mengikuti sekolah pasar modal gratis.

    ReplyDelete
  53. gan, buku materi SPM nya masih ada ga? klo ada boleh donk minta copyannya, tar ane ganti ongkosnya :P klo berkenan sih..hehe

    kmaren2, 1 bulan terakhir sy coba kontak via email, gak cuman email SPM yg primer, email2 sales2nya jg udah saya kirim jg...ga dibales :( apa udah bubaran kali ya SPM nya??... zzzz

    ReplyDelete
  54. Terima kasih Bung Andreas, atas informasinya.

    ReplyDelete
  55. Masih ada Gan, kalau mau email aja ane di contact at muhajirin dot net, kasih alamat lengkap agan sama nomor hape nanti insya Allah ane kirim pake JNE. Nggak usah bayar Gan, doain aja rejeki ane lancar :)

    ReplyDelete
  56. wah...baik banget agan, okeydeh ane kirim emailnya ya :D makasih bgt sblmnya lho brow :D

    ReplyDelete
  57. Mas prabowo mau nanya,, saya udah download IDX virtual dan adobe air, tetapi ketika selesai di instal hasilnya blank aplikasinya, atau aplikasinya ada tapi semua menu ga ada atau layar Virtual kosong,, trims

    ReplyDelete
  58. Salam kenal Bung Yogi,

    Maaf Bung saya kurang paham. Itu di Mac apa Windows?

    ReplyDelete
  59. salam kenal mas Prabowo, saya tertarik dengan entah apakah itu namanya jual beli saham. Karena yg katanya kq di indonesia masih jauh dari kata ideal dari jumlah penduduknya, jadi ada peluang untuk terjun menjadi pedagang saham. tapi yang menjadi bingung karena banyak orang bilang jual beli saham sungguh banyak bangkrupnya alias buntung. seperti tulisan mas Prabowo diawal pas saya click folder saham disana mengenai berapa besar modal yg dibutuhkan tertulis "sejumlah uang yang Anda rela korbankan untuk HILANG. Kalau ikhlas 1 juta, ya 1 juta. Ikhlas hilang 10 juta, setor 10 juta." Menjadi bingung mas, jadi kalau untuk sukses di sini jual beli saham kayaknya harus nyantrik di idx sana dulu dong ya mas, memang sih butuh proses kalau untuk sukses. hal yg kedua yang menjadi bingung banyak sekali iklan untuk jual beli di saham, kemarin sempat mendaftar di iforex tapi gak ada kelanjutannya ya sibuk trus dan masih bingung karena nol sama sekali dari mana harus memulainya.
    Jadi intinya dimanakah tempat yang pas untuk bisa tutorial dulu dan lansung menjadi pedagang saham. terima kasih sebelumnya mas Prabowo.
    nyantrik di sini sama mas Prabowo saja saya...he..he

    ReplyDelete
  60. Selamat siang mas,
    Masih punya buku panduan yang dari SPM ga??
    Klo masih ada, boleh minta tolong dikirimin copynya ke saya?? Hard copy atau soft copy juga boleh.
    Ongkos kirim biar saya yang tanggung.
    Thx ya sebelumnya.

    ReplyDelete
  61. Waaaa saya sudah telefon sana sini buat daftar di kelas Pasar Modal Syariah, baik yang di idx atau di consulting lainnya tapi belum ada yang fix jadwalnya. Akhirnya barusan kirim email ke idx semoga idxnya inget ngabarin saya kalau mau buka kelasnya, mengingat saya perlu banget kelas ini buat wawasan bikin tesis.. huhu

    thanks buat tulisannya, makin yakin kalo saya perlu bgt ikut kelas ini.

    salam kenal ya Mas Prabowo ^_^

    ReplyDelete
  62. Salam kenal juga Bu Yoelhie,

    Saya pun masih belajar Bu. Untuk referensi, sebagian besar dari mencoba langsung menjadi nasabah di Bahana Securities dan rajin ikut dalam gathering yang mereka adakan. Selebihnya hanya baca dari blog analisis saham fundamental (sebagai contoh di teguhhidayat dot com). Untuk forex, saya tidak tertarik sama sekali.

    ReplyDelete
  63. Mohon maaf Bung Sanggara, bukunya sudah saya kirimkan ke pembaca lain blog ini yang minta buku tersebut duluan. Sebagian besar materi di SPM sudah saya ceritakan di blog ini, dengan kategori "Saham". Terima kasih.

    ReplyDelete
  64. Salam kenal Bu Nina,

    Menurut pengalaman saya, masa penantiannya hingga ada kabar memang lama. Sekitar 3-4 bulan, seingat saya. Oya, untuk Pasar Modal Syariah mungkin beda ya sama yang Sekolah Pasar Modal? Mungkin pembaca lain ada kabar terbaru?

    ReplyDelete
  65. Mas Prabowo,

    Untuk level 1 katanya 2 hari. Maksudnya 2 hari berturut2 ya? Rabu dan kamis?
    Mau ikutan spm nih di BEI.. :)

    Salam

    ReplyDelete
  66. Hi Bung Billy,
    Kalau hari pastinya saya kurang tahu, tapi memang biasanya mengambil 2 hari kerja berurutan. Siap-siap ambil cuti saja. Terima kasih.

    ReplyDelete
  67. Mas dapet sertifikatnya gimana ? satu hari langsung atau ada proses selanjutnya ?

    ReplyDelete
  68. Halo Bung Agil,

    Untuk sertifikat waktunya sekitar sebulan lebih, nanti dikabari via email atau dari brokernya. Tapi waktu itu saya tidak ambil sertifikatnya, jadi kurang tahu teknisnya seperti apa.

    ReplyDelete
  69. Rijal Abdul MalikOctober 28, 2014 2:30 am

    Pak seandainya lulusan SMA pengen ikutan sekolah pasar modal apa bisa ? soalnya buta banget soal kaya ginian, tapi saya sangat tertarik

    ReplyDelete
  70. Tidak ada batasan pendidikan atau yang semacamnya Bung Rijal, semua lapisan masyarakat bisa ikut. Semangat Bung.

    ReplyDelete
  71. Mas Prabowo, saya adalah mahasiswa umur 19 tahun.Saya tertarik sekali dengan hal ini. Tapi, sama seperti beberapa yang lain, saya sangat buta tentang pasar modal. Saya berencana untuk mengikuti SPM di Surabaya dan mempelajari lebih lanjut sampai saya "mudeng'. Atas ke-tidak mudeng-an saya ini, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan. (1) SPM memberikan edukasi tentang bagaimana menjadi seorang Investor (per-orangan), apa benar? Dalam bayangan saya, biasanya Investor adalah suatu perusahaan besar? (2) Apakah SPM memberikan edukasi tentang bagaimana menjadi seorang broker atau pialang saham? Karna saya memiliki cita-cita berkantor di BEI, mas. Hehehe. (3) Mas Prabowo ini, adalah Investor atau Pialang saham? Maaf ya mas banyak nanya, karna selama ini saya belum menemukan jawaban yg jelas. Saya harap Mas Prabowo bisa menjawab pertanyaan2 tadi. Mohon bantuannya, Mas! Thanks.

    ReplyDelete
  72. Salam kenal Lila,

    1. Investor bisa siapa saja yang memiliki KTP (dalam beberapa kasus, +NPWP).
    2. Setahu saya tidak sampai sejauh itu.
    3. Saya baru belajar investasi di pasar modal. Saya masih ragu definisi "pialang saham", tapi menurut saya pialang saham = firm broker / sekuritas seperti Bahana Securities begitu?

    Terima kasih kembali. Mungkin pengunjung lain bisa lebih memberi informasi tambahan.

    ReplyDelete
  73. […] Rumus untuk menghitung IHSG sudah pernah kita pelajari pada tulisan berseri sebelumnya, tentang Sekolah Pasar Modal. Ingat bahwa sebenarnya composite index adalah akumulasi rasa percaya masyarakat (investor) pada […]

    ReplyDelete
  74. Halo pak. Saya tertarik ikut training 2 hari ini. Saya mau bertanya apakah bapak merasa training ini berguna untuk anda? Ilmu yang disampaikan dsb? Lebih baik daripada sekedar membaca buku atau belajar dari internet? Soalnya waktunya lumayan lama ya 2 hari cuti. Terima kasih

    ReplyDelete
  75. Salam kenal Bung Be,

    Menurut saya sangat berguna. Namun jika Bung agak berat soal cuti 2 hari, mungkin lebih baik mundur saja karena apa yang diajarkan di Sekolah Pasar Modal sebenarnya sudah saya ringkas dalam 4 tulisan berseri di blog ini. Plus, setiap kali SPM beda sponsor, mungkin tahun ini sponsornya tidak semenarik ketika saya ikut 2 tahun lalu. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa tulis komentar lagi, untuk sarana kita berbagi ilmu di sini. Terima kasih.

    ReplyDelete
  76. Makasih mas. Kemarin akhirnya saya coba ikut SPM 1 cuma 1 hari sekarang, dibagi 3 sesi. Sesi 1 yg ngajar org dr idx ngajarnya enak intro sekilas ttg investasi. Sesi ke-2 ttg ksei agak monoton. Sesi ke-3 dari pihak sponsor, harusnya membahas ttg fundamental tapi cuma diisi promosi kenapa harus pilih perusahaannya dan tipenya kaya penjual asuransi gitu deh, muter2 jelasin harus investasi. Jadi sebenernya kayanya ga paham gitu tentang investasi cuman mau jualan aja. Sayang banget deh jadinya. Saya jadi ilfeel ga mau masuk perusahaan efeknya dia haha.

    Saya jadi galau mau ikut yang kedua atau tidak. Mas pernah denger Training Trading Profitnya Ellen May? Saya lumayan tertarik cuma mahal sekali trainingnya. Sebenernya dari perusahaan efek suka ada training untuk nasabahnya ya. Apa sebenernya cukup ya ikut itu saja ya. Informasi hampir sama kan harusnya.

    Oh iya, Mas ada rekomendasi ga perusahaan efek yang oke tidak ya? Thanks ya.

    ReplyDelete
  77. Kalau boleh tahu sponsor/brokernya dari mana, Bung Be? (cukup inisial saja kalau boleh)

    Sayang sekali, saya tidak tertarik dengan trading dan analisa teknikal (grafik oriented). Saya senengnya analisis fundamental dan investasi long term, jadi saya tidak paham tentang Ellen May.

    Untuk broker saya tidak ada rekomendasi khusus, saya pikir pilih yang sesuai dengan karakter Bung saja, misal kalau senang trading maka cari yang transaction fee nya kecil, dsb. Broker saya pake Bahana Securities, sudah 2 tahun alhamdulillah tidak bermasalah. Salam.

    ReplyDelete
  78. […] ini merupakan lanjutan dari seri tulisan sebelumnya, Pengalaman Sekolah Pasar Modal IDX (Bagian 1) dan Bagian 2. Tentu saja seri tulisan ini hanya sekelumit dari pengalaman saya belajar, mohon […]

    ReplyDelete
  79. Mas aku mau nanya mau ikut saham gitu. Harus minimal punya uang sekitar berapa yaah.
    Dan uangnya masuk di rekening kami saat setiap waktu dan setiap menit saham naik. ??

    ReplyDelete
  80. Minimal deposit tergantung broker, kalau Bahana Securities setahu saya sekarang Rp 5 juta. Kalau Bung ikut sekolah pasar modal, mereka biasanya sering ada promo sehingga minimal deposit menjadi kecil. Dulu saya ikut SPM daftar di Bahana hanya Rp 200ribu.

    ReplyDelete
  81. assalamualaikum mas prabowo saya tertarik untuk mengikuti sekolah pasar modal tapi untuk mahasiswa kira-kira bisa ikut ga ya mas??karena mahasiswa harus kuliah tidak free kecuali sabtu minggu

    ReplyDelete
  82. Wa'alaykumsalaam warohmatullah wabarokatuh. Mahasiswa boleh ikut, syaratnya hanya kartu identitas saja. Bolos kuliah 1-2 hari tidak masalah. Ilmunya banyak sekali di sini, jangan khawatir, tidak bakal rugi.

    ReplyDelete
  83. Even yang diadakan BEI ini sangat dianjurkan bagi pemula. Jangan sampe terjun ke bursa saham tanpa ilmu apa-apa. Kesempatan bagus untuk belajar secara sistematis dengan gratis nih bagi pemula.

    ReplyDelete
  84. Dear bang Murti,
    Saya tertarik dengan investasi pasar modal, akhirnya pernah menyimpan dana pada dplk bank syariah dengan investasi paket c deposito, resakdana, dan saham. diawal2 saya dapat return yang tinggi, terus mengalami return sebaliknya saldo terus berkurang akhirnya saya ubah paket a saja...sampai sekarang, apakah tepat atau kapan untuk berinvestasi paket c? boleh diberikan instrumen reverensinya?
    dan lagi bang, sekarang ada di surabaya semacam kursus/seminar yang ingin investasi di saham amerika yang diasuh oleh bapak Budi suharja, apakah pernah mendengar dan bagaimana menurut bang Murti?
    sebelumnya banyak terimakasih...

    ReplyDelete
  85. Salam kenal Bung Yoelhie,
    Mohon maaf sekali, untuk investasi paket A atau C saya belum pernah mendengar, jadi saya tidak tahu soal tersebut. Terkait kursus/seminar, jikalau memang benar-benar bermanfaat tidak ada salahnya. Tapi setahu saya sekolah pasar modal juga ada di Surabaya, dan silakan daftar karena tidak dipungut biaya apapun. Semoga menjadi keberkahan dan manfaat buat Bung sekeluarga.

    ReplyDelete
  86. haloo bang bowo, kenalin nih gue juli mahasiswa ITS Surabaya. gue mau ngikut acara ini nih. minggu depan gue ikut SPM. btw sekarang ikut SPM berbayar 100rb, uang tersebut untuk saldo awal saham. nah acaranya cuma sehari doaang. SPM 1 dimulai pukul 08.30-12.00 dan SPM 2 dimulai pukul 13.00 s.d 16.00. jadi SPM 1 dan 2 bisa dijadikan satu hari. gue juga baru terjun banget dah ini...gue dapet ilham ini dari mata kuliah gue "Analisis Financial". gue di awal denger2 saham reksadana, nah abis itu gue daftar tuh reksadana. abis ini gue mau terjun ke saham dah. makannya SPM 1 dan SPM 2 ini modal ilmu gue pas terjun di saham. btw makasih banget info diatas, sangat berguna sekali.

    ReplyDelete
  87. Terima kasih kembali, semoga dengan ikut SPM bisa menambah pengetahuan kita semua.

    ReplyDelete
  88. Syam's FitrandaniNovember 21, 2016 9:39 pm

    Hallo Mas Prabowo Murti.
    Saya sudah membaca postingan anda ini dan semua balasan komentar-komentar nya.
    Tulisan yang sangat mencerahkan.
    Ijin share sedikit Mas Prabowo.
    Mengenai keikutsertaan SPM, sekarang sudah sangat mudah untuk mengikutinya. Bagi teman-teman yg belum tahu dan ingin ikut SPM di kota anda, daftar saja disini http://sekolahpasarmodal.idx.co.id/education/sekolah-pasar-modal/
    Bagi yang di Medan, sampai ketemu di SPM Weekend ya.
    Terima kasih atas tempat nya Mas Prabowo.
    Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT.

    ReplyDelete

Post a Comment

Tulisan Terpopuler

Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian

Sebetulnya cara menggadaikan barang di pegadaian boleh dibilang lebih mudah daripada yang selama ini kita duga. Berikut saya ceritakan pengalaman saya menggadaikan emas (barang yang paling umum digadaikan di pegadaian) di Pegadaian Negeri Slipi Petamburan, Jakarta.
Mengapa memilih Pegadaian? Pegadaian adalah salah satu BUMN yang pernah mau masuk ke bursa saham. Pegadaian memang memiliki aset yang banyak, sehingga dulu Dahlan Iskan berencana membuat PT Pegadaian IPO. Ada banyak sekali barang "sekolahan" yang nggak ditebus sama pemiliknya. Karena nilai pinjaman selalu lebih rendah (atau minimal sama dengan) nilai taksiran barang, otomatis pegadaian jarang merugi.

Menurut saya, setidaknya ada 2 alasan utama mengapa orang lebih senang ke Pegadaian. Pertama, bunga yang ditawarkan Pegadaian lebih rendah daripada rentenir. Pegadaian juga lebih terpercaya karena merupakan perusahaan plat merah. Kedua, prosesnya relatif cepat untuk sekadar mengejar likuiditas. Hampir apa saja bisa di…

Apa Itu Opportunity Cost?

Secara sederhana, opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya yang timbul karena memilih sebuah kegiatan bisnis tertentu dibanding kegiatan bisnis yang lain. Katakanlah Anda memiliki modal bisnis tambahan sebesar Rp 100juta. Dengan uang Rp 100juta tersebut, Anda memilih untuk menambah jumlah mesin, daripada menyewa ruko baru untuk ekspansi regional.

Kegiatan bisnis A : menambah jumlah mesin, menghabiskan dana yang sama dengan kegiatan bisnis B (menyewa ruko baru). Padahal, bila dihitung dan dilakukan riset sedikit, Anda bisa mengetahui bahwa menambah jumlah mesin baru tidak menghasilkan keuntungan yang sebanding bila Anda memilih untuk menyewa ruko baru untuk penetrasi pasar. Keputusan Anda untuk memilih kegiatan bisnis A, berakibat adanya opportunity cost (biaya peluang) Anda tidak bisa menghasilkan keuntungan sebesar ketika Anda memilih kegiatan bisnis B.
Opportunity cost bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat Anda menunggu bis. Ada yang menghabiskan waktu de…

Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi investasi, dan berbagai macam model asuransi lainnya, semakin berkembang sejak tahun 1998 di negeri ini. Mengapa? Karena sejak peristiwa kerusuhan Mei, orang mulai sedikit cemas. Bagaimana mengamankan aset yang sudah diraih, atau memastikan apa yang akan dicapai dalam waktu sekian tahun mendatang? Pendidikan anak saya siapa yang jamin? Kalau mobil saya kenapa-kenapa, duit siapa buat bayar bengkel? Kalau saya satu-satunya tulang punggung keluarga dan mati kena serangan jantung/stroke, siapa yang ngasih makan istri dan anak?



Semua pertanyaan-pertanyaan yang solusinya tidak pasti, seolah-olah bisa dijawab dengan asuransi. Bukannya saya nggak seneng sama asuransi, tapi kalau pertanyaannya adalah "Apakah kita membutuhkan asuransi?" mungkin jawaban sebenarnya adalah "belum tentu". Contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan ap…

Pengalaman Membuat Kartu Kredit

Kalau ada pertanyaan, apa sih yang membuat aplikasi kartu kredit kita diterima atau ditolak oleh bank? Jawaban sebenarnya adalah, tidak ada yang tahu pasti. Katanya harus bekerja minimal setahun, katanya lagi minimal penghasilan harus sekian juta sebulan, katanya lagi mesti ada saldo terendap sekian rupiah di tabungan. Semua serba katanya dan katanya. Bahkan pegawai bank sendiri tidak bisa memberi Anda alasan bila aplikasi kartu kredit Anda ternyata REJECTED.
Namun yang saya tahu, memang ada beberapa hal yang "memperkuat" kemungkinan aplikasi Anda diterima oleh Bank. Beberapa alasan tersebut adalah Bukan tipikal nasabah yang bermasalah Tahukah Anda bahwa sebetulnya data kita di Bank Indonesia memiliki rapor tersendiri. Katakan kita sudah terlanjur mencicil apartemen, dan tercatat beberapa kali menunggak atau telat bayar. Di mata Bank Indonesia, nilai kita sudah minus. Rapor tersebut dikenal dengan sebutan BI Checking, dan laporan ini bisa diakses oleh semua bank dan lembaga…

Syarat KPR BTN Syariah (Seri 1)

Syarat KPR BTN Syariah mirip dengan pengajuan KPR di Bank Syariah lainnya. Prosesnya pun relatif panjang, mulai dari kelengkapan berkas, proses wawancara hingga survey lokasi rumah. Mari kita bahas satu per satu.
Tentang KPR BTN Platinum iB Produk KPR di BTN Syariah pembiayaannya ada berbagai macam. Salah satunya adalah KPR BTN Platinum iB. KPR BTN Platinum iB adalah produk pembiayaan dalam rangka pembelian rumah, ruko, rukan, rusun, atau apartemen bagi nasabah perorangan dengan akad murabahah atau jual beli. Banyak sekali bank yang tidak lagi menalangi pembiayaan, dalam artian rumahnya belum berdiri tapi bank sudah bayar dulu ke developer. Ingat bahwa Bank bukan lembaga sosial dan harus ada untung. Jangan sampai bermunculan developer yang modal dengkul saja, membangun rumah dari uang nasabah dan uang bank.


Keuntungan KPR BTN iB Seperti bank syariah lain, cicilan dari pengembalian pinjaman akan terus tetap nilainya hingga akhir jangka waktu pembiayaan. Kalau sebulan sudah dipatok 1 ju…