Skip to main content

Jangan Takut Punya Hutang

Memang sih, hutang itu kata orang adalah hal yang bikin malu di siang hari, dan menjadi beban di malam hari. Siang malam kerasa sekali tidak enaknya. Kalau mau pulang ke rumah takut ditagih, kalau mau tidur kepikiran terus. Penulis sendiri pernah terlibat hutang yang luar biasa besar, namun Alhamdulillah saat ini hutang-hutang terdahulu sudah lunas, tinggal hutang yang baru saja yang belum lunas, soalnya jauh lebih besar daripada hutang-hutang yang dulu.

floating money

Berhutang dalam dunia usaha adalah hal biasa. Justru karena dunia usaha adalah dunia yang serba tidak pasti, makanya kita berhutang. Kalau mau pasti-pasti saja, ya jadi karyawan saja. Insya Allah tetep bisa hidup istiqomah, alias istiqomah jadi gembel. Ada kalanya kita juga HARUS berhutang, karena tidak ada pilihan lain. Kalau tidak memulai menyicil kendaraan pengantar, maka barang produksi kita tidak akan bisa tembus luar kota, misalnya.

Yang perlu kita tanyakan pada diri sendiri adalah apakah kita punya peluang besar untuk bisa membayar di kemudian hari? Jika tidak, mending jangan berani-berani berhutang, nanti salah-salah bisa disidang dan masuk penjara.

Macam-macam alasan orang berhutang

Kepingin barang, tapi belum punya uang

Biasanya karena barang yang diinginkan sedang masa diskon, atau benar-benar diperlukan saat ini, tapi dananya baru tersedia katakanlah setahun atau 2 tahun lagi.

Kebutuhan hidup mendesak, atau kena musibah

Tiba-tiba anak jatuh sakit, atau masuk RS tapi nggak ada asuransi (karena berprinsip asuransi tidak penting). Atau tiba-tiba rumah kebanjiran, kebakaran, dll. Namanya musibah kita tidak tahu datangnya kapan.

Hendak berbisnis yang prospeknya cerah

Jika yakin bisa mendapat untung dalam waktu dekat, mungkin meminjam modal bisa jadi solusi tepat. Ingat time value of money.

Investasi aset yang keuntungannya akan mengalahkan bunga pinjaman

Kalau bunga pinjaman jauh lebih besar daripada profit, itu sih namanya ngasih makan orang bank. Mending jangan pinjam dulu.

Punya dosa

Sehingga diberi cobaan berupa keadaan payah berhutang. Bisa jadi karena durhaka sama kedua orang tua, atau kita punya manajemen hidup nggak bener, suka berzina, maen cewek, atau berjudi baik judi togel atau judi bola.

Siapa yang bisa dihutangin?

Keluarga

Menurut penulis, keluarga adalah "aset" yang paling penting kalau Anda hendak memulai usaha. Dari keluarga biasanya bukan hanya dukungan dana yang pasti nggak pake bunga / riba, tapi juga dukungan semangat dengan apa yang kita lakukan.

Teman dekat

Penulis pernah mendapat cerita dari seorang teman mengenai "perkumpulan" yang mirip arisan, tapi nggak pake kocok. Intinya mereka berdelapan punya "tabungan bersama". Masing-masing orang terserah saja punya duit berapa, cemplungin di situ. Nanti kalau ada yang benar-benar butuh, bakal ambil saja dari tabungan tadi. Tanpa bunga, tanpa ribet. Hanya bermodal asas saling percaya.

Rekan bisnis

Tidak dapat dipungkiri lagi, rekan bisnis biasanya bermula dari teman dekat yang punya visi yang sama. Tentu saja dengan sifat/nilai yang positif seperti jujur, senang bekerja keras, dan tidak tamak dengan dunia.

Bank

Sekepepet-kepepetnya, kita pun bisa pinjam ke "sumber duit" yang tak mungkin habis. Dengan resiko berurusan dengan riba dan birokrasi.

Rentenir

Nah ini yang harus kita hindari jauh-jauh. Tak peduli apa pun judulnya : rentenir, lintah darat, kedok koperasi simpan pinjam, tetap saja mereka hanya berupaya memutar uang tanpa adanya nilai tambah buat "nasabah"-nya, selain untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya dari si penghutang.

Apa sebab orang tidak bisa bayar hutang?

Salah niat : meminjam untuk barang konsumtif

Gara-gara lihat tetangga ganti mobil baru, eh kepengen juga ganti padahal mobil sekarang masih bagus. Cuma sekadar pengen dikatain orang tajir se-RT. Cuma sekadar pengen ngejar gengsi. Ngutang deh...

Salah tata kelola keuangan : mengira hutang adalah aset

Ini biasanya yang terjebak hutang kartu kredit. Merasa kartu kredit banyak, dan bayarnya bisa belakangan, gesek sana gesek sini sampe tagihan membengkak. Salah kaprah karena mengira limit kartu kredit adalah aset.

Nasib

Tidak bisa dielak lagi, kadang perhitungan kita memang salah. Bisnis tidak bisa selancar rencana, dan akibatnya kita mesti gulung tikar. Tidak apa-apa. Salah satu ciri pengusaha handal adalah asetnya bergerak SANGAT fluktuatif, dalam arti di satu waktu bener-bener bisa tajir banget, tapi di lain waktu hutang jauh lebih besar daripada aset.

Tabiat manusia yang emang demen berhutang tapi nggak suka bayar

Model begini yang sebaiknya jangan dijadikan teman dekat. Pinjam sana sini tak lupa diembel-embeli janji manis akan dibayar cepat. Bilangnya mau buat sekolah anak, biaya pengobatan, bayar kontrakan, nggak tahunya dipake buat ganti handphone. Duh.

Konsekuensi tidak bisa membayar hutang

Hidup tidak tenang

Kalau malam jadi insomnia karena kepikiran gimana caranya bayar hutang. Paginya pas bangun tidur hal pertama yang dipikir pasti "Hari ini gimana caranya mengelak dari tukang tagih?" Hahaha.

Keluarga diteror

Bisa jadi karena sudah terlalu akut itu hutang tak terbayar-bayar. Semua perabot rumah, surat tanah, BPKB motor, sudah ludes des des untuk bayar hutang, tapi belum cukup-cukup juga. Akhirnya keluarga terdekat juga ikut kena tagih.

Berurusan dengan penjara

Nanti urusannya jadi perdata, dan siap-siap terima surat cinta dari pengadilan. Eh, tapi setahu saya Ustad Yusuf Mansur juga pernah masuk bui karena punya hutang 1 milyar. Kata beliau kira-kira begini, "Justru di penjara lebih adem. Sholat pasti tepat waktu, banyak kesempatan buat Dhuha, dzikir, baca qur'an, sholat malam, yang nggak akan kita bisa tunaikan kalau kita terus mengejar dunia".

Dianggap sebagai orang yang susah dipercaya

Misalnya karena hutang sudah terlampau besar, maka dari itu kita agak susah mendapat pinjaman dari orang yang sama. Lebih parah, orang yang kita hutangin ini biasanya bilang-bilang ke orang lain kalau kita ini orang yang susah bayar. Akhirnya makin susah dapet pinjaman terus.

Mungkin lain kali saya akan tulis cara membayar hutang, kalau keadaannya sudah semakin sulit.

Comments

lobito said…
Anda membutuhkan pinjaman? jika ya kontak melalui lobitohelpfunds@hotmail.com
regita amelia said…
sya dri bekasi btuh dana buat buka usaha gmna cara'ya., trmaksh
[…] yang pasti mereka berani. Berani ini modelnya macam-macam, termasuk berani mengambil resiko, berani berhutang, berani membangun relasi dengan siapapun, dan berani memulai sesuatu yang tak terpikirkan oleh […]

Tulisan Terpopuler

Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian

Sebetulnya cara menggadaikan barang di pegadaian boleh dibilang lebih mudah daripada yang selama ini kita duga. Berikut saya ceritakan pengalaman saya menggadaikan emas (barang yang paling umum digadaikan di pegadaian) di Pegadaian Negeri Slipi Petamburan, Jakarta.
Mengapa memilih Pegadaian? Pegadaian adalah salah satu BUMN yang pernah mau masuk ke bursa saham. Pegadaian memang memiliki aset yang banyak, sehingga dulu Dahlan Iskan berencana membuat PT Pegadaian IPO. Ada banyak sekali barang "sekolahan" yang nggak ditebus sama pemiliknya. Karena nilai pinjaman selalu lebih rendah (atau minimal sama dengan) nilai taksiran barang, otomatis pegadaian jarang merugi.

Menurut saya, setidaknya ada 2 alasan utama mengapa orang lebih senang ke Pegadaian. Pertama, bunga yang ditawarkan Pegadaian lebih rendah daripada rentenir. Pegadaian juga lebih terpercaya karena merupakan perusahaan plat merah. Kedua, prosesnya relatif cepat untuk sekadar mengejar likuiditas. Hampir apa saja bisa di…

Pengalaman Membuat Kartu Kredit

Kalau ada pertanyaan, apa sih yang membuat aplikasi kartu kredit kita diterima atau ditolak oleh bank? Jawaban sebenarnya adalah, tidak ada yang tahu pasti. Katanya harus bekerja minimal setahun, katanya lagi minimal penghasilan harus sekian juta sebulan, katanya lagi mesti ada saldo terendap sekian rupiah di tabungan. Semua serba katanya dan katanya. Bahkan pegawai bank sendiri tidak bisa memberi Anda alasan bila aplikasi kartu kredit Anda ternyata REJECTED.
Namun yang saya tahu, memang ada beberapa hal yang "memperkuat" kemungkinan aplikasi Anda diterima oleh Bank. Beberapa alasan tersebut adalah Bukan tipikal nasabah yang bermasalah Tahukah Anda bahwa sebetulnya data kita di Bank Indonesia memiliki rapor tersendiri. Katakan kita sudah terlanjur mencicil apartemen, dan tercatat beberapa kali menunggak atau telat bayar. Di mata Bank Indonesia, nilai kita sudah minus. Rapor tersebut dikenal dengan sebutan BI Checking, dan laporan ini bisa diakses oleh semua bank dan lembaga…

Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi investasi, dan berbagai macam model asuransi lainnya, semakin berkembang sejak tahun 1998 di negeri ini. Mengapa? Karena sejak peristiwa kerusuhan Mei, orang mulai sedikit cemas. Bagaimana mengamankan aset yang sudah diraih, atau memastikan apa yang akan dicapai dalam waktu sekian tahun mendatang? Pendidikan anak saya siapa yang jamin? Kalau mobil saya kenapa-kenapa, duit siapa buat bayar bengkel? Kalau saya satu-satunya tulang punggung keluarga dan mati kena serangan jantung/stroke, siapa yang ngasih makan istri dan anak?



Semua pertanyaan-pertanyaan yang solusinya tidak pasti, seolah-olah bisa dijawab dengan asuransi. Bukannya saya nggak seneng sama asuransi, tapi kalau pertanyaannya adalah "Apakah kita membutuhkan asuransi?" mungkin jawaban sebenarnya adalah "belum tentu". Contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan ap…

Syarat KPR BTN Syariah (Seri 1)

Syarat KPR BTN Syariah mirip dengan pengajuan KPR di Bank Syariah lainnya. Prosesnya pun relatif panjang, mulai dari kelengkapan berkas, proses wawancara hingga survey lokasi rumah. Mari kita bahas satu per satu.
Tentang KPR BTN Platinum iB Produk KPR di BTN Syariah pembiayaannya ada berbagai macam. Salah satunya adalah KPR BTN Platinum iB. KPR BTN Platinum iB adalah produk pembiayaan dalam rangka pembelian rumah, ruko, rukan, rusun, atau apartemen bagi nasabah perorangan dengan akad murabahah atau jual beli. Banyak sekali bank yang tidak lagi menalangi pembiayaan, dalam artian rumahnya belum berdiri tapi bank sudah bayar dulu ke developer. Ingat bahwa Bank bukan lembaga sosial dan harus ada untung. Jangan sampai bermunculan developer yang modal dengkul saja, membangun rumah dari uang nasabah dan uang bank.


Keuntungan KPR BTN iB Seperti bank syariah lain, cicilan dari pengembalian pinjaman akan terus tetap nilainya hingga akhir jangka waktu pembiayaan. Kalau sebulan sudah dipatok 1 ju…

Apa Itu Opportunity Cost?

Secara sederhana, opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya yang timbul karena memilih sebuah kegiatan bisnis tertentu dibanding kegiatan bisnis yang lain. Katakanlah Anda memiliki modal bisnis tambahan sebesar Rp 100juta. Dengan uang Rp 100juta tersebut, Anda memilih untuk menambah jumlah mesin, daripada menyewa ruko baru untuk ekspansi regional.

Kegiatan bisnis A : menambah jumlah mesin, menghabiskan dana yang sama dengan kegiatan bisnis B (menyewa ruko baru). Padahal, bila dihitung dan dilakukan riset sedikit, Anda bisa mengetahui bahwa menambah jumlah mesin baru tidak menghasilkan keuntungan yang sebanding bila Anda memilih untuk menyewa ruko baru untuk penetrasi pasar. Keputusan Anda untuk memilih kegiatan bisnis A, berakibat adanya opportunity cost (biaya peluang) Anda tidak bisa menghasilkan keuntungan sebesar ketika Anda memilih kegiatan bisnis B.
Opportunity cost bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat Anda menunggu bis. Ada yang menghabiskan waktu de…