Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi investasi, dan berbagai macam model asuransi lainnya, semakin berkembang sejak tahun 1998 di negeri ini. Mengapa? Karena sejak peristiwa kerusuhan Mei, orang mulai sedikit cemas. Bagaimana mengamankan aset yang sudah diraih, atau memastikan apa yang akan dicapai dalam waktu sekian tahun mendatang? Pendidikan anak saya siapa yang jamin? Kalau mobil saya kenapa-kenapa, duit siapa buat bayar bengkel? Kalau saya satu-satunya tulang punggung keluarga dan mati kena serangan jantung/stroke, siapa yang ngasih makan istri dan anak?

ilustrasi perhitungan asuransi


Semua pertanyaan-pertanyaan yang solusinya tidak pasti, seolah-olah bisa dijawab dengan asuransi. Bukannya saya nggak seneng sama asuransi, tapi kalau pertanyaannya adalah "Apakah kita membutuhkan asuransi?" mungkin jawaban sebenarnya adalah "belum tentu". Contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan apabila Anda ikut asuransi jiwa. Ini sama saja mengatakan, Anda cenderung buang-buang uang, untuk sesuatu yang kemungkinannya kecil sekali, plus dampak finansialnya juga kecil.

Alasan sederhana paling umum ketika orang membeli produk asuransi bisa dipersingkat menjadi "saya nggak mau jatoh miskin, saat (pilih salah satu) : mobil saya nabrak, anak saya mau sekolah, rumah saya kebakar, atau saya sakit parah/operasi". Dengan kata lain, asuransi hanya berfungsi sebagai pengurang dampak finansial dari resiko. Jadi, salah kaprah kalau penghasilan Anda 100 juta sebulan, tapi ikut asuransi kesehatan yang uang pertanggungannya cuma sejuta perak. Ngapain? Anda udah terlalu tajir untuk ikut asuransi ecek-ecek!

Pesan 1 : kalau udah kelewat tajir, nggak usah beli asuransi

Tapi kan, saya ikut asuransi investasi, nanti duitnya setelah 5-10 tahun, bakal jadi semilyar?

Begini, sebagai sebuah bidang usaha yang mengelola dana nasabah (dalam hal ini nasabah asuransi), tentu agen asuransi akan mengiming-imingi keuntungan yang nilainya "kudu dibilang wow gituh". Padahal, ada cost perusahaan, ada profit yang harus dibukukan, ada karyawan/agen asuransi yang harus digaji. Artinya, sebenernya dana yang Anda pakai untuk beli produk insurance, kalau tidak dipotong biaya-biaya tadi, akan menghasilkan profit yang jauh lebih besar bila diinvestasikan langsung ke produk investasi, bukan via asuransi investasi atau unit link (campuran).

Pesan 2 : beli asuransi investasi lebih merugikan dibanding invest langsung di produk investasi murni

Tapi kan, ini sama aja kayak nabung?

Tidak. Anda ikut asuransi investasi nggak sama kayak nabung. Kalau kita nabung Pak/Bu, duitnya bisa kita ambil kapan aja. Duit kita likuid, alias gampang cair. Nunggu selama 10 tahun makan waktu. Iya kalau perusahaan asuransinya nggak bangkrut, iya kalau di tengah jalan kita nggak butuh duit. Kalau kita ambil di misalnya 5 tahun pertama, tentu kita kena biaya tambahan.

Pesan 3 : kalau ada hajat yang masih lama (5-20 tahun), mending nyicil beli emas, saham, atau tanah saja, terkait likuiditas dan potensi profit

Sesuai judul, saya tidak menyarankan Anda "beli" produk insurance. Tapi kalau sudah disediakan kantor/perusahaan tempat kita kerja, ambil aja! :D

CATATAN PINGGIR

Mengingat cukup banyak komentar di tulisan ini yang berasal dari agen asuransi, saya rasa akan sangat-sangat fair bila agen tersebut langsung saja menyebutkan berasal dari perusahaan asuransi mana, produknya apa saja, premi berapa, dan bila perlu kontak ke yang bersangkutan bila ada pembaca blog ini yang tertarik bergabung menjadi nasabah. Tidak perlu malu dan sungkan, karena saya tidak akan memoderasi komentar yang berbau promosi kecuali sudah tidak sopan (dengan menyerang secara langsung produk/perusahaan asuransi lain, menggunakan bahasa yang kasar, dll). Cukup adil, bukan?

I work as a web programmer. I like to read and write. If you have any question, feel free to submit a comment, or email me : prabowo.murti at gmail dot com. Have a nice day.

601 komentar

«Terlama   ‹Lebih tua   201 – 400 dari 601   Lebih baru›   Terbaru»

mungkin si prabowo ini dulu cowoknya kerja di asuransi, mungkin ada masalah dan sakit hati makanya dia antipati. hmm.. dimana mana namanya prabowo kok jadi penentang, ikut koalisi merah putih aja sekalian

Sebetulnya komentar yang satu stereotipe dengan komentar ini (tidak relevan dengan artikel plus anonim pula) sangat banyak, tapi buat hore-horean dan sekadar blog ini nggak sepi ya boleh lah sekali-sekali saya approve. :)

Seru banget baca komentar pro dan kontra nya. Semoga gak ada yg panas atau anarkis karena beda pendapat. Hidup perdamaian. Perbedaan itu indah.

Saya seorang ayah 1 anak, dimana istri saya tidak mencari uang. Dia sepenuh hati bekerja untuk saya dan anak saya.

Penghasilan saya naik turun karena usaha sendiri. Biaya kebutuhan per bulan tidak sampai 10jt. Ada 2 aprtemen disewakan. Ada 1 apt br jadi dan akan disewakan. Ada cicilan rumah utk investasi. Jadi saya memang suka investasi ke properti. Kurang lebih gambaran saya gitu.

Saya punya asuransi dari Prudential, Generali, Sunlife dan Mega, supaya kalau saya meninggal, keluar 2M utk menjamin anak saya bisa sekolah sampai kuliaj tanpa perlu jual2 properti yg sudah susah2 saya cicil, yg mana uang sewa nya bisa buat biaya hidup janda dan yatim saya.

Selain itu, dari asuransi, SETIAP TAHUN akan kasi gaji buta untuk anak istri saya sebesar 80jt sampai anak saya umur 25 dan istri umur 70, kalau saya meninggal atau kena sakit kritis.

Kalau sakit kritis, malah ada tambahan 50jt lg TIAP TAHUN sampe saya umur 70 thn.

Selain itu, saya kl masuk rumah sakit ada kartu Pru dan Generali dengan total limit tahunan 600jt, yg saya rasa cukup lah sementara ini. Jg ada kartu utk anak istri saya.

Karena saya usaha sendiri, kalau saya sakit, masuk rumah sakit, sy gak bs dapet duit jualan, karena itu sy ada cover asuransi lagi, selain kartu diatas, saya juga dapat penggantian 3jt per hari setiap masuk rumah sakit (max 150 hr per tahun kalo gak salah).

Total biaya asuransi saya tidak sampai 10jt. Kalau mau tanya2 lbh ljt hub saya di 0812.9927.1010 karena saya paham ttg financial planner dan polis2 asuransi. Dan agent2 saya pun dah 5 thn belakangan selalu ajak saya jadi agent, tp sementara saya blm bisa fokus.

Saya berasal dari orang gak punya, makanya saya kerja keras utk punya sesuatu. Dan saya ga rela hasil kerja keras nya raib gitu saja sebelum maksimal sesuai target saya.

Invest emas, reksadana, properti, ada kalanya stagnan, ada kalanya turun, ada kalanya naik. Kalau dari seminar2 dan buku2 keuangan yg saya pelajari, kita harus balance antara investasi 3 diatas dengan asuransi sebagai jaring pengaman.

Jangan sampai untung belum maksimal, keburu sakit, akhirnya tarik rugi. Jgn sampe rumah ato apt belom jadi, keburu sakit, ga bs ljt cicilan, terpaksa kena klausul jual paksa dr pengembang (yg suka main properti primary pasti tau).

Yang saya sarankan, pikirkan, kalau kita meninggal atau sakit sampai gak bs kerja, sediakan dana yg cukup buat anak sekolah minimal SMA dan kebutuhan sehari2nya. Pakailah asuransi utk itu. Setelah itu baru kerja jadi nyaman. Gapailah mimpimu. Kalau sudah jadi triliyuner, silahkan mati2kan asuransi nya krn kalau mati atau sakit, uang sendiri sudah cukup.

Sekian dan terima kasih.

Satu lagi menyambung komen diatas. Di Australia, asuransi private itu DILARANG. Jd hanya asuransi dari pemerintah saja yang ada.

Tapi di negara berkembang, asuransi pemerintah belum bagus dan terjamin. Jadi mau tidak mau pakai asuransi umum. Pilihlah asuransi umum yg perusahaan nya BAGUS. Dalam arti, masuk top di dunia, pengalaman ratusan tahun, nasabah banyak, cabang di dunia banyak, bahkan kl bisa yg tidak pernah nutup cabang karena rugi. Lihat komitmen nya. Lihat rank perusahaan di Global 500. Kalo di Indonesia, pergi ke AAJI di plaza indonesia, minta rank nya.

Sesudah itu, dari nama2 perusahaan asuransi, minta agent nya presentasiin dan bawa contoh polis. Lihat klausul nya. Kalau pusing ga usah semua, yg penting aja, yaitu tentang claim dan pembatalan polis. Jgn sampai kebanyakan yg gak bs di claim ataupun bisa dibatalkan sepihak oleh pihak asuransi.

Kalau istilah nya bingung, tanya mbah google, tp pertama2 tanya agent nya dl dan kalo bs difoto dan di crosscheck ke agent2 asuransi lain biar fair.

Asuransi adalah biaya. Jangan utamakan tabungan. Tetap pakai yg unitlink dibanding tradisional karena kita utamakan kontrak hingga usia tua. Kalau masih hidup terus, lumayan, tiba tiba punya dana pensiun. Aset bisa diwariskan.

Makasi pak Prabowo atas room nya.

Nte di bidang investasi yha bos?...
Asuransi tidak penting bagi mereka yang memang tidak akan mengalami resiko dalam hidupnya,tapi apakah kita bisa menjamin resiko itu tidak datang di hidup kita?...
Dan resiko bisa di sebabkan dar 3 faktor,diri sendiri,orang lain,dan faktor alam...
Dan jika anda jeli dan anda berada di tingkat ekonomi yang bagus,mengapa tidak ambil produk investasi dan produk asuransi yang tujuannya sama2 untuk masa depan anda?...

Dan anda belum tahu kalau sekarang asuransi pun ada yang bersertifikat syariah yang mengedepankan syariat islam,dan saya ingin mempertanyakan apakah investasi bisa menjamin anda dari segi resiko?.. Dan apa yang akan anda lakukan jika nilai invest anda tidak mencukupi untuk biaya pengobatan sakit kritis?...

assalamu'alaikum..
min, saya mau tanya,,,
di jaman rosul dulu ada gak sih yg namanya asuransi ( sejenisnya).
biar warga muslim tau tentang itu asuransi...
mohon dipaparkan dalilnya...
terimakasih...

Saya Fudianto, hanya bisa bilang bahwa asuransi layaknya ban serep, tidak dibutuhkan setiap saat, tetapi saat butuh . luar biasa manfaatnya.

Kondisi sehat, enggan mendengarkan dan membeli produk asuransi.
Di kala sakit, ingin masuk pun susah bahkan di tolak.

So ? Kasih kesempatan agen Anda untuk bercerita, jika cocok, ambil. Jika tidak sreg.cari yang lain..

Salam dari Prudential.

Apakah Anda membutuhkan pinjaman untuk melunasi utang atau tagihan jika ya hubungi kami melalui email: missveronicacruzloanfim@hotmail.com

salam...sy ketawa aja baca komen2 yg kontra dng asuransi..
sy adalah agen asuransi di AIA Financial...jika anda butuh Asuransi proteksi/kesehatan produk kami bs call sy di 081333251363 / add 27edf204
thx...

Salam,
Terima kasih untuk penulis blog ini, melalui tulisan dan komen yg ada sy mendapat pencerahan, mhn maaf bila ada kesalahan. Berikut ini yang saya dapatkan bahwa untuk mendapatkan keamanan finansial maka kita sebaiknya memiliki,
1. Income, artinya ada pekerjaan atau aset produktif yang memberi kita penghasilan
2. Asuransi, untuk mengganti nilai ekonomis kita bila mengalami musibah
3. Investasi baik pendek, atau panjang
Salam sukses buat semua

Banyak yang salah kaprah ttg arti life insurance. Life insurance bukanlah asuransi utk yg meninggal krn yg meninggal akan tetap meninggal dan itu sdh takdir. Ttp life insurance bicara ttg bgmn yg hidup harus tetap hidup, yaitu bagaimana anak yg ditinggalkan bisa terus makan, melanjutkan pendidikan dan hidup layak... bagaimana istri yg ditinggalkan juga tetap dapat makan, membiayai anak2nya, dan hidup layak saat kehilangan pencari nafkah atau "mesin ATM".

Saat kita sakitpun, kadang saat kita sudah cukup menderita dgn sakit kita dan hanya ingin atau hanya bisa tiduran saja di rumah sakit, ada pihak keluarga kita yang terus memikirkan bagaimana agar kita bisa cepat sembuh dan saat kita yg sakit sudah give up pun mereka terus berjuang bagaimanapun caranya agar kita dapat sembuh.

Saat saya thn 2012 demam berdarah dan typhus, sayapun hanya dapat tidur dan tidur saja krn pusing dan mual. Tetapi saya tidak tahu bahwa ada suami saya yg terus menerus diinformasikan oleh perawat, tentang infus yg harus dinaikkkan dosisnya dan apakah suami saya setuju menandatangani atau tidak atas biaya sebesar 250 ribu/botol infus. Atau menandatangani adanya penambahan obat dengan harga yang agak mahal.

Begitupun saat saya menunggu ayah saya sedang stroke dan prostat. Saya dipanggil berkali2 untuk menandatangani persetujuan operasi dengan biaya puluhan juta per operasi dan tindakan2 lain. Saya lakukan saat ayah saya hanya tertidur koma dan tidak tahu apa yg terjadi.

Saya yakin... jika seseorang mencintai keluarganya dan mempunyai value family oriented di dalam perjuangannya dalam mencari nafkah.... dia akan memastikan bahwa keluarganya hidup bahagia dan layak ada dan tiadanya, mampu dan tidak mampunya dia bekerja.

Saya seorang istri, bukan pencari nafkah utama, tetapi sungguh bagaimanapun saya tidak akan mengatakan suami dan anak saya laknat jika mereka bisa melanjutkan hidup dengan bahagia, khususnya anak2 saya dapat melanjutkan impian mereka sekolah setinggi2nya, dari warisan uang yang saya tinggalkan untuk mereka.

Saya juga tidak akan mengatakan suami dan anak saya orang2 pemalas hanya karena saat saya sakit mereka tidak banting tulang cari uang untuk biaya berobat saya, melainkan saya membiarkan polis asuransi saya, yang saya bayar sendiri preminya stiap bulan, membayarkan semua biaya rumah sakit saya (waktu dbd dan typhus saya dirawat 4 hari menghabiskan biaya 15 juta di rs permata cibubur).

Di satu sisi, daripada kita memperdebatkan produk, lebih baik kita bahas ttg kebutuhan seseorang. Asuransi tradisional dan asuransi unit link sama baiknya, tergantung kebutuhan orang tsb. Kebutuhan seperti apa? Kita tidak usah dibahas di sini dl aja kali ya.

Begitupun saat orang mau memilih berinvestasi di sahamkah, di reksadanakah, di emas, properti, atau unit link... kita harus tahu dl juga apa tujuan investasi dia, utk jangka waktu brp lama, risk profile dia, dan besar dana yang sanggup dia investasikan. Itu juga ada bahasan sendiri. Semua investasi bagus asal tepat kebutuhan dan di diversifikasi atau dibagi2 ke beberapa keranjang.

"INGAT !!! Asuransi itu untuk :
“MENCIPTAKAN RASA AMAN”. "
Rasanya saya tidak merasa lebih aman tuh dengan adanya asuransi. Lebih baik diinvestasikan untuk makan makanan yang lebih sehat, berolahraga, dan waspada saat saat berkendaraan/berjalan kaki. Percuma rasa aamn ditanggung dengan uang kalau cuma dengan keberadaan asuransi anda malah jadi lengah. Selain itu asuransi menanggung musibah dengan "kekecualian", kalau sedang sial kena musibahnya pas di luar apa yang diasuransikan ya percuma punya asuransi. Asuransi itu sampai porsi tertentu termasuk untung-untungan, kalo pas kena musibah yang langka terima nasib saja.

Sampe kiamat pembahasan ini gk bakal selesai. Yg suka ya jalani dan yg gk suka ya hindari. Simpel. Tp gk usah bikin opini yg saling menjatuhkan.

Permisi, mas wowo ini tau manfaat asuransi, Tp dia cm ga suka sm sales agent asuransinya, hi hihiihhi hi Lucu ya

Mas prabowo.... Ga usah pengaruhi orang-orang yang ajaran kamu bikin sesat. cukup aja kamu yang berprinsip anti asuransi, nnt klw sdh dapat resiko baru sadar Asuransi. Nnt kamu nya baru bikin blognya lg klw asuransi benar- benar bermanfaat. Jgn terlalu pintar dr pd pemerintah, ngapain ada akses, bpjs???? Mikiiiiiiir...... So pintar bnget

dari sekian coment and cerita2 mbak2 and mas2, secara simple ane cuman mau coment dkit...asuransi tu pilihan kyak ente mau bli barang atau tidak..msalah di bohongin maupun tidak ya catatan buat agent kalo nawarin yang fair jujur n jelas, kalo meurutku asuransi itu dari berbagai koment di atas adalah "bagaimana cara kita mengatur keuangan kita yang berpenghasilan lumayan (artinya bukan tukang sapu di pinggir jalan yg penghasilan minim)...sya tak mau berdbat karena sya bukan ahli keuangan, bukan ahli hukum islam dsb, klo coment ya silahkan...dan semoga statemen sya tidak menyinggung namun semoga menengahi perdebatan.. yg suka silahkan beli yg tidak jga tak apa2 tp jgn menghujar, menghina dll....fair kan....karena saya suka slogan "bhineka tunggal ika"

Wah bersyukur banget ya buat yang bisa bilang asuransi ga ada gunanya... iriii hikkksss

Saya

Bung prabowo kalau buntu gak apa apa asal bijak ya.

Bener nih. Kayanya perlu di rencanakan

Kurang tau juga mengenai bpjs. Yang paling ama sih jangan sampe sakit aja hehe

Dewasa sekali pemikirannya. #kasihescebdolcampurdurenmontong

saya pikir penulis ini mempunyai pemikiran yg sempit...seharusnya lebih banyak membaca lagi ttg asuransi dan meluaskan pergaulan anda dgn org2 yg mmpunyai investasi dan asset yg bnyak..dan bertanya apakah mereka msh perlu asuransi ato tidak?dan knp mrka msh perlu?
mengenai butuh ato tidaknya...anda harus tau bahwa asuransi hanya bisa dibeli saat anda 'tidak butuh' saat anda 'butuh' asuransi tidak bisa dibeli.

"no one likes insurance companies"
but the fact is 'THEY NEED PROTECTION'

Luar biasa Lisa anda pribadi yg mengagumkan dalam menyikapi berbagai peristiwa yg terjadi, keluarga anda hebat,,salut

yang jelas bila anda yakin bahwa anda bisa mengolah keuangan atau tabungan anda menjadi asset produktif maka melakukannya sendiri tanpa bantuan asuransi yah tidak apa-apa, malah bisa jadi lebih barokah karena menghindari hal-hal yang tidak jelas hukumnya adalah lebih disarankan terutama untuk anda kaum muslim.
memang sekarang sudah banyak sekali model asuransi syariah, tapi saya pribadi tidak terlalu tertarik, mohon maaf sebelumnya, karena saya sudah terlanjur mempercayai untuk tidak lagi terseret dengan produk-produk capitalist dengan tag line syariah :D
cuma saran saya untuk anda yang menginginkan asuransi, berhati-hatilah dalam memilih produk asuransi. jangan sampe seperti saya :(
dulu saya ikut asuransi prudential syariah unit link (lupa saya nama pastinya), premi yang diambil 10thn. semua berjalan lancar dari tahun pertama sampai dengan tahun ke-3. memasuki tahun ke-4 usaha saya sedikit berantakan, bahkan sampai dengan bagnkrut. saya sampai tidak bisa membayar premi saya yang hanya 500 ribu/bulan nya. dan saya pun dinyatakan gagal premi. walaupun dengan embel-embel syariah ternyata mereka tetap tidak peduli dengan kondisi nasabah. jadi yah cicilian premi yang sudah saya bayar selama 3 tahun itu dianggap hilang begitu saja.
yah apa mau dikata, itulah kebodohan saya yang dulu terlalu percaya dengan logo syariah.
sejak usaha saya kembali membaik saya memutuskan untuk mengalihkan tabungan saya dalam bentuk dinar, saya sih ngga berharap untuk jatuh sakit. tapi setidaknya sementara ini solusi saya baru itu, setidaknya untuk mempertahan value assets saya terhadap kejamnya inflasi.

anyway kali aja bossnya prudential baca dan mau bantu urusan gagal premi saya, walaupun saya pesimis mereka mau bantu hihihihi. silahkan kontak saya yah di +62 8968 569 0186

berkerjalah di perusahaan yang memberikan asuransi kepada karyawan dan keluarganya nya. sisanya NGGA USAH!

sukses dan sehat selalu mas prabowo. :)

Wahyu Rudi Hartono November 04, 2014 7:15 PM

Saya ikutan asuransi unit-link Prudential dari 2006- 2013 dengan premi 500rb/bln tp masih loss sekitar2-3 juta, mungkin kalo dilanjutin 25 tahun lagi baru untung kali ya....

mas and mb>>>

kita terlalu ribet mikrin halal haram asuransi...kan dah ada MUI...kalau MUI ga kita percaya kiblatnya kemana dong...
kalau mikirin haram dan halal...motor yang kita pake bukanya buatan jepang yang sudah pasti antek Amerika...sadar ga sadar perusahaan jepang bayar pajak kepada mereka..bahkan pangkalan angkatan darat mereka ada di okinawa...
berarti haram dong....kita beli motor karna kita menjadi kontributor dana kepada mereka..yang menjadi negara jahiliyah..
asuransi melindungi aset yang dikumpulkan bukan menolak ataupun mengharapkan takdir buruk terjadi...mencari yang halal adalah wajib acuanya adalah ulama dan pemerintah yang ada....jangan menjadi pembenaran karna hanya akan ada kesesatan yg terjadi...
intropeksi diri lebih banyak .....karna sertifikat dari MUI merupakan hasil pemikiran beliau beliau yg lebih paham...ketika ada label halal pada makanan apakah kita yakin sepenuhnya halal...kita nggak pernah tau...tapi andai itu haram maka tuhan akan menghalalkanya karna kita telah berusaha mencari kehalalanya...itulah fungsi kita manusia...
demikian juga asuransi hanya berusaha..untuk meminimalisasi kerugian...
karna hanya orang sakti....yang tak pernah mati dan selalu sehat yang tidak butuh asuransi...terimakasih

Assalaamu'alaykum dan salam kenal pak prabowo

Walau batal jadi presiden yang pasti saya tetap dukung bapak (bercanda) hehehe,

Pro kontra asuransi adalah hal biasa, menurut sya sih saya nggak butuh-2 banget. Mending duitnya ditabung untuk hal lain yang lebih mendesak. Apalagi unit link, terlalu banyak resikonya, yang duit gak balik lah, yang ketipu janji agen lah, muluk-2 banget sih abisnya ngomongnya muter-2,

Tp sih sya yakin bahwa saya ambil keputusan yang tepat. Lihat saya 10-15 tahun lagi mereka yang ikutan asuransi bakal jadi apa. Sama kayak gembar gembor mlm dulu, katanya bakal dapet kapal pesiar dan mobil mewah, buktinya sama aja gembelnya.. hehehe peace,

Mas bowo,pertimbangan anda mengenai produk investasi memang benar,tapi semua kembali ke penilaian masing2, smua ada porsinya Dan sesuaikan dengan kebutuhan financial kita, instrument investasi apapun ada resiko,termasuk,deposito, pasar modal,property,emas, asuransi dll,kita hanya me manage resiko tsb dengan penempatan alokasi investasi yang proportional termasuk produk asuransi yang kita beli,jadi ga bisa sebuah produk asuransi itu tidak baik...tergantung produk asuransi yg mana yg kita butuhkan

Kalau mau gelar lapak di sini jangan basa-basi please.

Terima kasih Bung Masterpiece atas komentar dan pengalamannya yang bermanfaat. Semoga menjadi hikmah untuk kita semua, saya doakan Bung tetap dalam keberkahan dan rasa bahagia.

Terima kasih Bung Wahyu atas komentarnya. Salam kenal.

Jika Bung Ferry baca lagi lebih teliti, tulisan saya tidak membahas hukum halal dan haram dalam Islam, tetapi terkait profit / untung-rugi membeli produk asuransi. Jika Bung tertarik untuk membahasnya, saya sarankan untuk mengunjungi link berikut ini pengusahamuslim.com/bagaimanakah-hukum-asuransi-dalam-islam-33

Anda mau jualan apa? Langsung saja digelar barang dagangannya di sini.

Suatu saat...
ada orang beli mobil baru seharga 500jt.. belum 1bulan mobilnya kecelakaan hancur, pengemudi+penumpang cacat.. ternyata mobil + penumpang tdk diasuransikan..
Lihatlah dr segi ekonomisnya.. klo diasuransikan mobil mgkn akan diganti asuransi, pengemudi juga akan disantuni biaya..

sy setuju mbak erna, tdk suka dgn perusahaan/agent nya tp sy sadar sy butuh asuransi.. krn nilai ekonomis tsb.. kecuali anda adlh klrga cendana yg mgkn tdk butuh asuransi, krn harta tdk akan habis smp tujuh turunan..

asuransi adlh pilihan hidup.. mgkn tdk rela uang tersisih dgn hal yg belum dinikmati dlm jangka waktu dekat, tp mgkn nanti berguna utk kita dan khususnya utk keluarga saya jk terjadi hal2 yg tdk diinginkan (santunan).. setidaknya itu lebih baik mnrt saya drpd tdk sama sekali.. hidup di indonesia semua sudah susah krn faktor ekonomi...

hanya pendapat pribadi :)

Suatu saat…
ada orang beli mobil baru seharga 500jt.. belum 1bulan mobilnya kecelakaan hancur, pengemudi+penumpang cacat.. ternyata mobil + penumpang tdk diasuransikan..
Lihatlah dr segi ekonomisnya.. klo diasuransikan mobil mgkn akan diganti asuransi, pengemudi juga akan disantuni biaya..

Bisa sebutkan nama perusahaan asuransi yang Bung maksud? Kalau belum satu bulan tiba-tiba sudah ada klaim, apakah perusahaan asuransi mau percaya? Ataukah urusan akan semakin panjang karena melibatkan polisi? Apakah penggantiannya 100%?

Sip betul sekali, saya setuju dengan komen saudara, sy jg merasa dirugikan dgn asuransi unit link apalagi berembel2x syariah, krmn sy baru saja surennder polis sy, kerugian sy 7 jt lbh

Bener banget saya setuju sekali dengan artikelnya pak Prabowo Mukti, jadi emang betul kalo mau berinvestasi jangan di asuransi, karena banyak sekali biaya" yang mengurangi nilai investasinya. Mau untung.. Eh malah buntung =D X_X , jadi kalau mau beli asuransi harus berpikir bahwa itu adalah pengalihan resiko, jangan berharap investasinya..
Contoh di Progam asuransiku
Umur 25 tahun, Nabung 1 juta/bln
Manfaat:
1.Uang pertanggungan : 500 juta
2. Biaya rumah sakit diganti sesuai tagihan, contoh apabila operasi apa aja mau pasang ring jantung 400 juta, pembedahan 1M diganti sesuai tagihan (ini nih hebatnya progam ini, masa kita ikut asuransi kalau sakit masih keluar uang lagi X_X, kalau jadi nasabah ya aku g mau lah, tapi kalau sesuai tagihan itu baru bagus untuk dipertimbangkan)
3. Gratis pembayaran premi, bila nasabah sakit kritis, cacat tetap total dll.

Note : pilih asuransi yg kesehatannya sesuai tagihan, jadi kita sudah bayar tu gak rugi, be smart customer agan" sebelum membeli

Bila masih ada pertanyaan bisa hubungi saya di email ini santososusanto91@gmail.com

Numpang Koment. menurut saya investasi yang nyata itu adalah Emas Dan Tanah

Numpang Koment. menurut saya investasi yang nyata itu adalah Emas Dan Tanah. Sekian Dan Terima Kasih

Prabowo... Anda terlalu sombong dengan apa yg anda miliki klu anda muslim saya sarankan anda istigfarlah...

Bung, tidak ada yang saya sombongkan karena saya tidak punya apa-apa. Tapi terima kasih sudah mengingatkan, saya mohon maaf pada Anda dan mohon ampun pada Allah

Mantab, saya salut dengan penulis.. Yang membiarkan orang yang tidak menyukainnya berkomentar "Tanpa Moderasi". Semoga Amal Ibadah Penulis atas sharingnya diterima oleh Allah dan menjadi ilmu yang bermanfaat sebagai amal jariyahnya... Amien...

Saya setuju dengan anda.
Yang ada di Indonesia saat ini kebanyakan tidak tahu asuransi. Bisa dikatakan jika nama "asuransi" hanyalah kedok mereka.
Tidaklah semua asuransi bekerja selayaknya perusahaan asuransi yang berfungsi sebagai transfer resiko sebagaimana mestinya.
Yang semestinya, perusahaan Asuransi itu bak "judi" bisa untung atau rugi terhadap nasabahnya.
Untuk itu selalu ada persyaratan misalnya orang dalam keadaan sehat / tidak sakit. Nah ketika nasabah bersangkutan terkena musibah, barulah nasabah memperoleh dana tersebut.

Jika dilihat dari perusahaan Asuransi di Indonesia yang saat ini kebanyakan tentunya tidak akan sampai bahkan 50% saja biaya ekonomis tergantikan dengan premi nasabah. Karena kebanyakan di Indonesia tidak mengerti arti dari transfer resiko yang sebenarnya. Dan hanyalah kedok belaka.

Dan bego terlalu sombong untuk mengatakan orang lain sombong.

baru saja ditawarkan asuransi(semacamnya) pas lagi ngurus kartu ATM hilang. akhirnya galau2 saya cari artikel dan simulasi antara deposito berjangka atau asuransi. nemu blog ini kalo dibaca dari atas (taun 2013) sampai bawah (sekarang) menarik juga..
dan kemudian saya berkesimpulan untuk ambil deposito berjangka ajalah.. dengan alasan toh saya bisa mengendalikan diri dengan menyisihkan 40% penghasilan saya sebagai tabungan (kalo asuransi kan mau gak mau terdebet dari rekening mungkin ini cocok sekali untuk orang yg emang susah mengendalikan diri dlam hal menabung, ada berapa pun di tabungan kalo udah masuk mall ato kumpul ama temen2 suka kalap maen gesek kartu ATM ampe ludes) dan kalo sudah cukup buat deposito mending saya depositokan dg jangka waktu yg bs lebih fleksibel (mulai 1 bulan sam pai 1 tahun dan bisa dilanjutkan) kalo udah punya deposito trus nabung lagi cukup beli emas beli aja dikit2 sepertinya pemikiran seperti ini lebih cocok buat saya, just for sharing sih ya..

Akan tetapi jika membeli emas tetaplah berhati-hati. sebaiknya jika bermain dengan emas main short-term saja, karena bandar emas sejak 2008 tabungannya menipis terkena dampak efek domino, sehingga kini dia perlu mengubah-ubah nilainya serta melakukan buy-back.

Salam 42/13........yg namanya masih musyrik bahas beginian gak bakalan ketemu ujung pangkalnya......yg jelas bijaklah menanggapi sesuatu......& profesi apapun kerjakanlah secara profesional & bertanggungjawab terhadap pekerjaannya ......kebanyakkan pola kerja bangsa ini mau enaknya sendiri/egois, giliran susah baru tau manfaatnya..... Pelayanan kurang maksimal krn product knowledge masih kurang paham...... Informasi yg diberikan harus lebih edukatif & jgn menyesatkan... Sebelum ambil keputusan gunakan lah 10/100 akal mu... Salam 42/13 dimana semua sistem musrik akan musnah.....

Bapak Prabowo & saudara2 semua.
Terimakasih atas ilmunya. Semoga bermanfaat.
Kebetulah saya mau kerja kecanada, dari agent menawarkan untuk ikut prudential. Kata pihak prudential ada 3 negara yg ga bisa menggunakan fasiltas prudential, yaitu di canada jepang n USA.
Dari diri pribadi saya masih ragu untuk ikut. Tolong berikan saya pencerahan berupa solusi tau saran mengenai hal ini.
Tolong fast respon. Krn tanggal 8 des '14 harus sudah memberi keputusn ikut apa ngganya.
Terimakasih

Thank you pak Prabowo buat artiikelnya. Saya Daniel Fernando.
Saya langsung ke intinya ya. Seharusnya 30% - 40% dari pendapatan kerja / usaha kita langsung dipotong otomatis oleh negara. Nah itu ada komponen pajak, biaya asuransi / proteksi, biaya pensiunan nanti, biaya kesehatan, dll, semuanya masuk pada kantong dana bantuan rakyat.
Jadi negara HARUS mengelola itu semua dengan JUJUR.

Pas, ada rakyat sakit, semuanya otomatis masuk kelas VIP, dan gratis semuanya.
Yang bayarin semuanya itu diambil dari kantong dana bantuan rakyat.
Terus, kalau ada pelanggaran" , seperti parkir sembarangan, tidak pakai helm, menyetel musik keras" pada malam hari di daerah pemukiman penduduk, maling, dll, nah itu semua sanksinya berupa uang yang harus disetor ke Kantong Dana Rakyat.
Misalnya kalau mau masuk busway, boleh, asal di depan jalan, sdh ada polisi siap dengan mesin EDC dari bank manapun, tinggal gesek. Nah ini masuk Kantong Dana Rakyat juga.
Bagi yang tidak bisa bayar denda, hukumannya bekerja jadi petugas kesehatan, jadi suster contohnya.

Jadi semua orang kan aman banget tuh, dan asuransinya gratis dibayarin negara. Negara juga sudah dibayarin oleh pelanggar" hukum.

Saya saranin Anda pisah kapal antara pasangan, dan anak anak. Masing" 3 kapal terbang. Jadi kalau 1 kapal meledak, yang lain selamat. Dan bisa klaim meninggal, ikut Prudential atau asuransi manapun boleh.
Malah harus gedein bagian yang meninggal kalau perlu 5 Milyard. Nanti kalau pulang ke Indo lagi, turunin UP meninggalnya. Bisa kok kaya gitu. Serius, temen saya ada yg kaya gitu

Iyaa, saya kena tuh investasi emas bodong, yg tempatnya di daerah Pluit. Yg pakai manggil Fauzi Bowo dan syariat syariat begitu. Ternyata itu semua bayaran. Sorry bukan bermaksud meledek. Tapi saran saya jangan sekedar percaya dengan foto foto owner nya dgn pejabat, foto foto owner nya dgn kyai, atau sgala macem. Tapi lihat track record nya sdh brp tahun.

surya* mau tau segalanya Desember 06, 2014 6:30 AM

Mas Prabowo dan srIbu saya ikut asuransi, dengan premi 1 juta, (tanpa sepengetahuan saya). Disini Ibu saya ikut yang 5 tahun dengan premi 1 jutadi perusahaan asuransi terbesar di indonesia. Saya pernah bertanya kepada agen asuransi ibu saya,: "Apakah Dana yang diperoleh pasti lebih besar dari total iuran yang saya bayar",??? ( iuran 1juta perbulan x 5 th/60 bln= 60 juta) jadi total dana yang disetor adalah 60 juta rupiah. Jawaban dari agen asuransi: tidak pasti bisa lebih atau bisa kurang. Saya sangat terkejut hal itu tidak disampaikan saat promosi/ prospek/ penawaran ke Ibu saya. PADAHAL, itu duit yang DISisih nya dari gaji nya sebagai guru. Dan kebetulan juga sekarang Ibu lagi sakit, yang hanya ditanggung hanya saat ada tindakan operasi dan rawat inap saja.
Yang saya tanyakan disini, :
1. APa jaminan jika perusahaan Asuransi tersebut bangkrut?
2. Bagaimana bisa uang/ beban/ biaya pengobatan yang ditanggung lebih besar daripada premi yang disetor, bagiamana bisa. apa ngk bangkrut, JELASKAN alur bagaimana??
3. Jika semua total iuran yang sudah disetorkan, ingin ditarik kapan waktunya?? apakah dana yg diperoleh sama atau lebih besar atau bisa kurang dari total premi??
4. kenapa saya harus ikut asuransi,? selain manfaat resiko sudah tercover. saya juga bisa nabung di BAnk trus tarik duit di atm atau tinggal gesek saja, uang ditabungan juga bisa digunakan untuk keperluan lain. Tabungan produknya lebih mudah dicairkan, untuk investasi bisa deposito, atau property.
Ayo agan2, dishare, tolong jelaskan dari asuransi mana? dan web link perusahaan saudara, yang isinya sesuai dengan pernyataan/coment saudara, biar ngk asal ngebacot!! Jadi saya juga mau buka asuransi, perlu apa ngk ya??

saya ingin mnnyakan kpd para agen yg ada disini, sblmy saya sring dtwrin kwn2 saya utk ikt asrnsi mrka/mnjdi agen asrnsi dtmpat mrka.tpi saya msih bingung akan komisi yg mreka dptkan dlm hkum agma apkah halal/tdk ?dan apakah prlu saya mnjdi agen asrnsi ?dan utk pak prabowo murti mohon saran nya.trmksih

iya betul....smlm gw baru diprospek agen asuransi. kata2nya sama persis

pak yang agen asuransi, saya mau numpang tanya neh. saya ikut yang unit link manulife thn dpn sdh jln 5thn, saya bandingkan dgn ilustrasi kok jauh bgt ya...kira2 thn ke-10 sy dpt uang sy utuh g? minim balik modallah? sy ambil asuransi krn yg jual tmn sy, sy prcya aja sm dy,tpi sdh brjln lm sy bandingkn sm ilustrasi, spertinya uang sy, akan balik modal ketika thn ke-20,jdi sebaiknya sy teruskan atau tdk ya. bc sblm2nya unit link berisiko....

Dear All...
Beda pendapat itu biasa dan kita tidak perlu saling menghujat, saling menghargai itu lebih baik.
Bagi yg alergi dengan asuransi dan merasa asuransi tidak penting, tidak perlu berasuransi, dan kalau pun ada agen yg nawarin tinggal tolak aja terus, sampe dia bosan sendiri.
Bagi yg merasa asuransi penting, silahkan berasuransi dan pilih asuransi yg tepat dan sesuai dengan keinginan Anda. Cari agen yg benar2 menguasai produk & bisa menjelaskan detil produknya. Yg lebih penting minta si agen menjelaskan isi polis, jika ada yg tidak cocok anda bisa batalkan polis tsb krn kita diberi waktu 14 hari (sejak polis kita terima) utk mempelajari polis.
Apapun pekerjaannya, apapun profesinya, itu mungkin sdh menjadi pilihan, maka wajib bagi kita harus saling menghormati.
Peace...

Dulu saya diberitahu, ada 2 macam orang yang tidak perlu asuransi: orang yang kaya sekali (karena berapapun biaya pengobatan dia sanggup bayar) dan orang yang miskin sekali (karena tidak bisa bayar premi dan tidak ada nilai ekonomis yang perlu diproteksi). Tapi karena saya tidak termasuk salah satu dari keduanya, saya merasa membutuhkan asuransi...hehehe.

Bukan sembarang asuransi, tapi lebih ke arah proteksi terhadap kesehatan. Kenapa? Kalau orang meninggal, keluarganya tinggal pikir penguburannya dan modal awal buat keluarga yang ditinggalkan. Nah, kalau orang sakit, sudah tidak bisa kerja (penghasilan hilang/ berkurang), keluar uang banyak pula.

Di luar negeri saya tahu ada perusahaan-perusahaan asuransi besar yang khusus menjual asuransi kesehatan murni. Biayanya tidak terlalu mahal. Nah yang jadi masalah, kenapa saya sulit sekali menemukan asuransi semacam itu? Tapi syukurlah sekarang ada BPJS...hehehe....

Oya, sekedar pendapat pribadi saja, memang benar dalam jangka panjang investasi lebih menguntungkan daripada asuransi. Tapi investasi butuh waktu supaya bisa berkembang maksimal, katakanlah di atas 5 tahun. Kalau sebelum itu ternyata (amit-amit) kita mengalami musibah (sakit atau kecelakaan), lalu bagaimana? Yang penting terlindungi secukupnya saja.

Salam kenal Bung Surya,

Terima kasih atas komentar Bung, sangat informatif sekali. Mungkin pertanyaan Bung lebih bisa dijawab oleh agen asuransi ya? Silakan yang mau gelar lapak.

Salam Bu Ani, gimana kabar Pak SBY, Bu? (oh maaf, itu Ani yang lain)

Menurut saya Ibu tidak usah menjadi agen asuransi, masih banyak peluang bisnis dan pekerjaan lain yang lebih menjanjikan bukan hanya dari segi profit tapi juga dari kepastian kehalalannya. Terima kasih.

Salam Bung Vanjoel,

Jelas tulisan ini akan ditentang habis-habisan oleh agen asuransi, karena dapur mereka ngebul karena komisi agen. Bayangkan ada 10 orang saja yang bikin blog dan berusaha mengintimidasi pengunjung blognya untuk tidak ikut asuransi, belum lagi persaingan antar lapak perusahaan asuransi. Duh...

Prabowo murti you gak sekolah ya??sok2 bikin blog tapi isinya gak bermutu sama sekali...anda ini kerja apaan sih?atau ahli di bidang apa? Belajar dulu yg bener baru berkoar koar,kalo gak ngerti definisi asuransi,investasi,unit link dll mbokkk jangan sok pinter ya.....wajah situ aja kaya orang idiot
Pendapat you benar2 murahan cuma ngerti asuransi kulit luar nya saja,emang you punya investasi apa aja sihh sampe segitu sok tau nya....kasian ya bae2 gila masss

Bung vanjoel

Jangan ikutan stress sama yg punya blog ini,dia gak punya uang kali untuk beli asuransi makanya sakit hati,atau jangan2 dia jual investasi bodong biar dapur dia yg ngebul....saya sumbang buat dia makan deh tiap bulan daripada kerjanya menyebar kebencian di mana mana,manusia yg satu ini sebenar nya gak ngerti soal asuransi atau investasi makanya cara menjelaskan pun gak berbobot sama sekali,kuli pasar juga bisa nulis kaya judul di atas.....hadehhhh kasian bgt sih nihh orang

You just read my blog. That's enough social interaction for one day.

Saya risih baca tulisan anda yg gak mutu...kalo mental you gak kuat di kritik jangan mengkritik sesuatu yg you gak ngerti,ini forum bebas kalo you bisa bebas bicara saya pun bisa bebas berpendapat...

:) Dengan satu kali klik, semua komentar Anda bisa saya hapus. Tapi saya toh akan approve semua komentar yang bernada merendahkan. Bagaimana itu bisa disebut 'gak kuat di kritik'? Mohon maaf kalau tidak bisa jadi pribadi yang menyenangkan semua orang. Jadi, kembali ke topik, bagaimana Anda menilai asuransi akan lebih menguntungkan?

@ All : semuanya adalah masalah pilihan.. Jika memilih untuk berasuransi, maka pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan Anda, bijaklah dalam memilih.

Produk Asuransi menurut saya adalah netral, bermanfaat sesuai dengan peruntukannya dan kebutuhan orang yang membelinya. Hanya agen asuransi lah yang kadang tidak mengerti produknya dan kemudian menjualnya dengan bermacam-macam iming-iming. Semua bisa dicover, tidak pakai ribet..bla..bla..Apalagi agen yang hanya money oriented, atau agen kutu loncat. Tidak semua agen asuransi itu tidak baik, tidak semua agen asuransi itu baik. Karena agen asuransi = manusia.

Untuk para agen asuransi, saya mengharapkan pasarkanlah produk asuransi dengan hati nurani, pikirkanlah kebutuhan para nasabah Anda. Bilamana Anda tidak lagi bekerja di perusahaan Anda sekarang, apakah para nasabah Anda akan tetap terurus? Mudahkah mereka mengajukan klaim? Adakah orang-orang yang berkompeten nantinya yang menggantikan Anda untuk mengurus nasabah Anda?

Bertanyalah kembali kepada hati nurani Anda, sudahkah saya menjual produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah Anda? Sudahkah Anda menjelaskan dengan sebenarnya produk asuransi Anda, atau hanya semata untuk mengisi pundi-pundi uang Anda? Apakah marketing harus dijalankan dengan tanpa hati nurani? Yang penting untung...???

Mengenai agen asuransi yang dianggap sering menakut-nakuti para calon nasabahnya, seperti yang dikatakan oleh Tung Desem Waringin, otak manusia itu selalu berusaha mencari nikmat, menghindari sengsara. Itu salah satu teknik marketing yang bisa dilakukan, maka sebagai konsumen atau orang yang diprospek, Anda harus bijak dalam menentukan pilihan, apakah benar itu sesuai dengan kebutuhan Anda sesuai dengan perhitungan yang matang?

Ketika seseorang dalam kondisi takut, maka bagian primtiif dari otak manusia yang akan bereaksi untuk mencari selamat atau kedamaian. Itu bisa menjelaskan mengapa ada orang yang mengambil keputusan untuk membeli suatu produk, ketika ditakut-takuti (walaupun tidak semua orang bisa dipengaruhi). Salah satu pelajaran yang dapat kita pelajari dari hypnosis, sekarang muncul dalam berbagai istilah hypnoselling dsbnya... Tentunya para agen asuransi banyak juga yang menguasai hypnoselling bukan?

Intinya milikilah kesadaran akan apa yang Anda butuhkan..

Salam sejahtera untuk kita semua

Semua instrument keuangan bisa berguna, baik itu investasi maupun asuransi. Yang penting Anda tahu cara untuk mengaturnya, diperlukan pengetahuan untuk menyusun keuangan. Mempelajari Financial Planning adalah pilihan yang bijak.

apakah ada asuransi yang berani tanda tangan diatas materai secara kontrak(tentunya ada efek hukum pidana juga perdata) untuk pencapain nilai investasi sesuai dengan ilustrasi awal investasi???
ada asuransi produk penjamin pengangguran gak ya??? macam di luar negeri,jaga2 phk masal...

1.sekarang ada BPJS, tapi bbrp case tdk ditanggung alias keluar biaya lg..terbatasnya kamar ranap,kekakuan PPK 1-2,domisili wilayah rujukan,gk semua obat sudah masuk daftar standar BPJS,gk semua RS sedia obat entah krn gangguan distribusi ato oknum",
2.dijalan darat ada Jasa Raharja..tapi ada plafonnya cuuuuyyy.
3.udara ato laut jg ada asuransinya knn??
4.yg kerja di perusahaan standar biasanya ada asuransi dari perusahaan, baik mungkin melalui pihak asuransi atopun reimbust..
4hal diatas gk bisa dtawar utk tdk ikutkn...alias fasilitas kulit..hahaha yg pasti nempel tiap kerja,prpnjang sim/stnk,kerja di perusahaan yg stndr..
jadi msh perlu asuransi swasta gk ya??

Saya pribadi benar2 SANGAT2 KAPOK sama Ansuransi.
2 x saya mengalami kerugian.
Pertama ada ansuransi kesehatan anak perushaan suatu bank yang suka menawarkan produk via telp. uang saya langsung didebet tiap bulan smapai bertahun2. sementara sya gk dpt apa2
kedua, ansuransi jiwa dari suatu perushaan ansuransi ***Life. Awalnya agennya gk mau jujur bhwa itu ansuransi jiwa. tpi diiming2 akan menghasilkan uang berkali2 lipat selama 10 tahun, Saya diberikan buku polis setelah sy membayar premi pertama 4 jt. Stlh sy merasa rugi, kebijakan itu sangat merugikan saya. sy meminta untuk penhentian, tpi agennya mengatakan bahwa tdk bisa, harus 10 thn. akhirnya sy dengan susah payah membayar polis tahun kedua. akhirnya sy menghubungi langsung kantor pusatnya, uang yang dikembalikan hnya 1,8 jt. dari 8 jt uang saya yang disetor!! itu msh sebatas janji, karena smpai hari ini sy belum terima dananya, serta prosesny rumit luar biasa!
Akhirnya, SELAMAT TINGGAL ANSURANSI,!!

Ini hanya iming2 sj.
Sewakty kita menagih hak kita, prosesnya berbelit,
melelahkan. Semoga teman2 jangan ada yang merugi

Dear All,

Wah rame juga ya dunia persilatan Investasi keuangan di Indonesia...
Saya setuju dengan pendapat agan-agan semua sebagai anak-anak bangsa Indonesia yang sudah maju pemikirannya dan mengenal apa yang dinamakan Investasi Keuangan yang Intinya adalah bagaimana kita Mendapatkan Uang dan Bagaimana Uang kita Berkembang...saya mengajak agan-agan semua untuk mulai saat ini jangan kita diperbudak oleh Uang...walau disadari atau tidak kita bekerja kan untuk mendapatkan Uang..betulkan, nah bagaimana kalau UANG yang menjadi KARYAWAN kita sehingga biarkan UANG yang bekerja untuk kita...dan kita tinggal menikmati UANG untuk membeli semua keinginan dan kebutuhan hidup kita...jadi agan-agan kerjanya gak usah lama-lama, gak takut keluarga nanti makan apa..anak nanti biaya sekolahnya bagaimana..kalo sakit atau tidak bagaimana..,uang saya hilang bagaimana..biar kita mikirnya enaak, mudah dan sehat , jadi kita bisa menikmati aja kehidupan yg telah diberikan ALLAH ini dengan baik dengan UANG HALAL yang telah bekerja untuk kita.. Kalo agan semua tertarik silakan menghubungi saya di 081315313216 atau email saya di generaligalaxysolid7@gmail.com untuk penjelasan dan cara bagaimana Uang Bekerja untuk Anda dimana-mana ..Andanya Belanja pake Uang dimana-mana...

saluuut buat si penulis, yang membuat dirinya seolah yang paling paham tentang investasi, dan asuransi,, kenapa negara tetangga sudah pada paham ni malah menggiring orang [pada hal yang seebaliknya..., jelaskan investasi jenis apa yang tidak ada resikonya, dan bisa meyakinkan keamanan serta jauh dari kata HARAM

Hay penulis...
Wah kata-kata yang sangat luar biasa sekali..
Sangat pantas INDONESIA ga pernah bisa maju kalau orang-orang berfikir seperti anda

Mantab, tulisannya bagus.

Sama seperti, mengapa anda tak butuh beli rumah. Mending sewa saja. Tak perlu beli mobil, naik bus atau motor saja. Atau tak perlu beli motor, beli mobil saja. Dll

Mau membeli sesuatu, termasuk asuransi, adalah gabungan BAN.
Budget, Authority dan Need.

Klo anda punya budget, kekuasaan dan need terhadap asuransi, ya anda akan beli.
Klo salah satu tidak terpenuhi, tidak akan beli. Tidak ada orang yang membeli segalanya. Bahkan beras, ada yang ga beli. Tapi memilih gandum.

Asuransi sendiri memang proteksi, bukan investasi. Uang premi harus hangus. Supaya ga keliatan hangus, diimbangi unitlink. Dipisahkan juga bagus. Reksadana sendiri, asuransi sendiri, misal.

Salam,

yudhistya.com

CFP

Saya pikir juga asuransi tdk perlu... kalo untuk asuransi pendidikan, mending uangnya saya alokasikan ke saham. Beli saham blue chip, trus di harga diskon alias lg turun, dijamin hrg merangkak naik, bahkan bisa sampe naik 300% setahun. Toh di asuransi, uang lbh banyak dialokasikan ke saham. Untuk asuransi kesehatan, ikut BPJS aja, kalo mau aman.

untuk lebih jelasnya Mas Probowo Murti, supaya sy bisa jelaskan secara rinci kelebihn produk asuransi di Prudential, baiknya Mas Probowo kirmkn sy nama lengkap Mas Prabowo (sesuai KTP), Tanggal lahir, Pekerjaan apa? n merokok/tdk meroko, rencana menabungnya berapa per bulan (1 jt? 2jt? ato >2jt?). sy akan buatkan ilustrasi manfaat menjadi nasabah di Prudential Syariah (GRATIS brow)
Prudential Syariah sudh mendapat legalitas dari Dewan Syariah MUI, artinya segala bentuk tanggung jawab di DUNIA dan di AKHIRAT sepenuhnya tanggung jawab MUI. Apalagi sejak beberapa tahun terakhir Prudential mendapat penghargaan sebagai perusahaan asuransi terbaik di Indonesia (banyak informasinya di Mas Google).

Salam kenal Bung Muslimin,

Bung Muslimin bisa jelaskan apa yang Bung jual via komentar, tanpa saya harus menyerahkan data diri saya, agar pembaca lain (atau agen asuransi dari perusahaan berbeda) bisa mengetahui kelebihan Pr*dential. Terima kasih.

Terusterang sy SALUT dg Mas Prabowo yg begitu terbuka dalam berbagi informasi, ini mungkin sedikit memberikan gambaran ttg Prudential Syariah :

Klo boleh tau Mas, Asuransi ap yg pernah dimasuki sehingga terkesan begitu kecewa (pisimis) dg asuransi?

Buat Rekan Rekan Yang Masih Belum Memahami dengan Baik apa itu ASURANSI, Sebaiknya anda TIDAK MENULIS KOMENTAR NEGATIF. Karena Perusahaan asuransi itu sangat patuh terhadap Hukum Di Indonesia.

Jika anda merasa dirugikan oleh perusahaan asuransi, silahkan bawa BUKTI ke Kantor POLISI untuk Di proses secara Hukum.

Namun jika anda NDAK PUNYA BUKTI atau anda hanya bicara sesuatu yang hanya ISU atau KATANYA, maka sebaiknya anda diam saja, karena bisa jadi asal bicara negatif bisa menyeret anda ke ranah Hukum dengan tuduhan PENCEMARAN NAMA BAIK.

Bagi rekan2 yg ingin penjelasn lebih detile ttg Asuransi Prudential Syariah bisa hubungi sy di nomor ini : 081248123936 (Muslimin Aksa)
Mohon maaf sy tdk bs jelaskan secra detile lewat posting komentar

Mbak Finni : ini mungkin sedikit memberikan gambaran ttg Prudential Syariah :

Mas Iswanto jaiz, saya Agen Prudential Syariah yg berlicensi dari AAJI (Assossiasi Asuransi Jiwa Indonesia), mmg betul ap yg mas gambarkan di atas bahwa persentase tabungn di awl2 tahun tidk sesuai dg yg kt tabung, krn itu sudh menjadi ketentuan dr pihak asuransi dg sistem dana tabarru (kebaikan/tolong menolong). Tapi.....sayngnya penjelasn anda belum tuntas sehingga anda mengatakan rugi.
Tapi coba anda pikirkan, sekiranya pada awal tahun anda menabung tiba2 anda masuk rumah sakit krn penyakit kritis yg membutuhkan dana sebesar 140jt dan sepenuhnya ditanggung oleh pihak Pudential tampa anda harus mengembalikan ato tampa anda mengambil tabungan anda, kira2 anda masih rugi? padahal uang tabungan anda mash puluhan juta, dan yg lebih menarik lagi setelah anda keluar rumh sakit, pada bulan berikutnya anda tidk punya lagi kewajiban menabung setiap bulan 1 jt (STOP menabung), tetapi DITABUNGKAN 1 jt/bulan sampai umur anda 65 tahun. kira2 apakah masih mau mengatakan RUGI???!!!
klo buth penjelasan lebih lanjut silahkan hubungi sy di nmr in : 081248123936

Firman Allah tentang perintah mempersiapkan hari depan:
(??? ???????? ????????? ??????? ???????? ??????? ??????????? ?????? ???? ????????? ?????? ?????????? ??????? ????? ??????? ??????? ????? ??????????? ???
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hasyr [59] : 18)

Q.S. A.-Nisaa ayat 9 (QS.4:9)
(?????????? ????????? ???? ????????? ???? ?????????? ?????????? ???????? ???????? ?????????? ????????????? ?????? ?????????????? ??????? ???????? ??
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka

( Dialog Rasulullah dengan sahabat Saad bin Abi Waqash)
”Wahai Saad, apabila kamu tinggalkan keturunanmu dalam keadaan cukup jaminan hartanya adalah lebih baik ketimbang kamu tinggalkannya dalam keadaan serba kekurangan, sehingga mereka terpaksa meminta-minta kepada orang terkadang diberi terkadang ditolak.”

Saya agen asuransi Prudential Syariah di Sulsel, tidk perlu saya banding2kan dg prushan asuransi lain di posting in (smg ibu bs mengerti maksud sy), yang pasti sejak bberpa tahun terkahir Purdential Syariah sllu mendapat penghargaan sbg asuransi terbaik di Indonesia, tentu berdasrkan beberp indikator2. Jadi klo ad yg mau lebih jelas ttg Asuransi Prudential bisa hubungi sy di nmr in : 081248123936 (Muslimin)

inilayah salah satu yg membedakan kita dengan negra maju di dunia, krn pemahan dan kesadaran kita ttg pentingya asuransi masih sangat sempit.
Di negara-negara maju seperti Amerika dan berbagai negara di belahan Eropa, mayoritas penduduknya sudah memiliki kesadaran akan pentingnya peranan asuransi sehingga tanpa harus ditawari pun mereka akan mencari sendiri produk asuransi yang cocok bagi mereka. Sebaliknya, di negara-negara berkembang seperti Indonesia, kesadaran orang mengenai pentingnya asuransi belum terlalu diutamakan. Sehingga jika ada musibah baik skala kecil, sedang maupun besar dampaknya bertahun2 belum tuntas juga, beda skali seperti Jepang yg tdk butuh waktu lama, warganya bisa kembali hidup normal seperti semula bhkan lebih maju dari sebelumnya

Saya mau sedikit sharing tentang perbedaan pandangan tentang asuransi di negara berkembang dan negara maju.

3-4 tahun belakangan memang dunia asuransi di indonesia mengalami perkembangan yg cukup pesat. hanya masih cukup banyak orang yg apatis bahkan anti terhadap asuransi. Laen hal nya di negara2 maju, warga nya mempunyai pola yg berbeda dengan masyarakat negara berkembang (indonesia)

Saat masyarakat negara maju mendapatkan penghasilan/gaji , alokasi pertama adalah untuk asuransi. segala hal yg bisa mereka asuransikan, akan mereka asuransikan. mereka tidak takut kehilangan sebagian kecil uang daripada kehilangan uang lebih besar saat terjadi hal-hal yg tidak diinginkan

Beda hal nya dengan masyarakat negara berkembang semisal indonesia. sebagian besar orang lebih takut kehilangan uang untuk asuransi daripada spending/belanja. mereka takut kehilangan uang kecil dan pada akhir nya kehilangan uang yg lebih besar ketika resiko kehidupan menimpa mereka (meninggal,kecelakaan,sakit kritis).

Padahal Di dunia perencanaan keuangan yg saya miliki, proteksi/asuransi adl hal utama yg harus seseorang miliki jika ingin di kategorikan memiliki perencanaan keuangan yg baik.

saya agen asuransi Prudential, sudh banyak orang berterima kasih skali setelah merasakan manfaat asuransi ketika keluarga mereka harus di operasi jantung dan menghabiskan dana Rp. 450.000.000 juta dan asuransi yg meng-cover pengobatan biayanya (kira2 apa itu yg dimaksud RUGI?)

jika tidak ada asuransi, sudah pasti keluarga mereka harus menjual asset2 untuk menutupi biaya itu.

saya hanya mengingatkan saja bahwa ASURANSI ITU PENTING, jika anda pernah kecewa dgn asuransi, itu bukan salah perusahaan nya. mungkin hanya oknum/agent nya saja yg tidak punya kompetensi yg memadai

untuk konsultasi mengenai asuransi di Prudential dan perencanaan keuangan bisa hubungi saya di :
081248123936 (1x24 jam siap melayani ANDA)
nawwafsabiq@gmail.com

Inilah yg membedakan kita (warga Indonesia) dengan negra2 maju di dunia tentang pemahaman dan kesadaran akan pentinya Asuransi.

Saya mau sedikit sharing tentang perbedaan pandangan tentang asuransi di negara berkembang dan negara maju.

3-4 tahun belakangan memang dunia asuransi di indonesia mengalami perkembangan yg cukup pesat. hanya masih cukup banyak orang yg apatis bahkan anti terhadap asuransi. Laen hal nya di negara2 maju, warga nya mempunyai pola yg berbeda dengan masyarakat negara berkembang (indonesia)

Saat masyarakat negara maju mendapatkan penghasilan/gaji , alokasi pertama adalah untuk asuransi. segala hal yg bisa mereka asuransikan, akan mereka asuransikan. mereka tidak takut kehilangan sebagian kecil uang daripada kehilangan uang lebih besar saat terjadi hal-hal yg tidak diinginkan

Beda hal nya dengan masyarakat negara berkembang semisal indonesia. sebagian besar orang lebih takut kehilangan uang untuk asuransi daripada spending/belanja. mereka takut kehilangan uang kecil dan pada akhir nya kehilangan uang yg lebih besar ketika resiko kehidupan menimpa mereka (meninggal,kecelakaan,sakit kritis).


Padahal Di dunia perencanaan keuangan yg saya miliki, proteksi/asuransi adl hal utama yg harus seseorang miliki jika ingin di kategorikan memiliki perencanaan keuangan yg baik.

saya seorang agen asuransi di Prudentian, sudah banyak orang yg berterima kasih setelah merasakan manfaat asuransi ketika keluarga mereka harus di operasi jantung dan menghabiskan dana Rp. 450.000.000 juta dan asuransi yg meng-cover pengobatannya.

jika tidak ada asuransi, sudah pasti saya harus menjual asset2 saya untuk menutupi biaya itu.

saya hanya mengingatkan saja bahwa ASURANSI ITU PENTING, jika anda pernah kecewa dgn asuransi, itu bukan salah perusahaan nya. mungkin hanya oknum/agent nya saja yg tidak punya kompetensi yg memadai

untuk konsultasi mengenai investasi, asuransi dan perencanaan keuangan bisa hubungi saya di :
081248123935 (Siap melayani ANDA 1x24 jam)
nawwafsabiq at gmail.com

Dear calon nasabah Prudential yang saya hormati, berikut saya contohkan Ilustrasi Tabungan Plus (Proteksi/2in1) dengan profile penabung seperti berikut:
Contoh :
Penabung : Bpk. Bijaksana
Pekerjaan : Karyawan Kantoran
Usia saat menabung: 30 tahun
Merokok/tidak : Merokok
Menabung : Rp 2.000.000/bln
Tujuan : Proteksi
Mulai menabung : 02 Januari 2015

Pada tgl. 03 Januari 2016 Bpk. Bijaksana tiba2 masuk rumah sakit yang mengharuskan rawat inap karena terdiagnosa penyakit kritis (Kanker Paru-paru), maka manfaat proteksi yang akan didapatkan:
Proteksi:
1. Rawat inap harian : 1.500.000/hari max 120 hari/tahun
2. ICU : Rp 3.000.000/hari max 30 hari/tahun
3. Kunjungan dokter Umum : Rp 500.000 Max 1 kunjungan per hari
4. Kunjungan dokter spesialis : Rp 750.000 Max 1 kunjungan per hari
5. Tindakan Operasi :
Tipe 4 : Rp 208.500.000
Tipe 3 : Rp 124.000.000
Tipe 2 : Rp 77.800.000
Tipe 1 : Rp 42.150.000
6. Biaya Aneka perwatan rumah sakit : Rp 29.400.000
7. Perawatan di rumah oleh juru rawat setelah rawat inap : Rp 4.500.000 Max 120 hari/Tahun
8. Biaya Abulance lokal : Rp 600.000
9. Biaya perawatan sebelum rawat inap : Rp 4.500.000 (30 hari sebelum masuk rumah sakit)
10. Biaya perawatan setelah rawat inap : Rp 4.500.000 (90 hari sesudah keluar rumah sakit)
11. Rawat jalan darurat kecelakaan : Rp 15.000.000 per Tahun
12. Perawatan kanker : Rp 162.000.000 per Tahun
13. Cuci darah : Rp 45.000.000 per Tahun

Jadi total dana yg disiapkan setiap tahun untuk men-cover resiko sakit Rp 645.000.000

Keuntungan lain yang akan didapat setelah keluar dari rumah sakit krn penyakit kanker paru-paru :
** Pada bulan berikutnya Bpk. Bijaksana tidak punya kewajiaban lagi menabung setiap bulan Rp 2.000.000, tetapi sejak bulan depannya akan ditabungankan secara otomatis oleh Prudential ke rekeningnya sebanyak Rp 2.000.000 per Bulan sampai usia Bpk. Bijaksana 65 tahun.
Jadi silahkan dihitung sendiri berapa keuntungan yang diperoleh.

** Jika bpk. Bijaksana meninggal karena kecelakaan sebelum berusia 65 tahun maka dana pertanggungan yang didapat ahli warisnya Rp 220.000.000
Jika bpk. Bijaksana meninggal sebelum berusia 99 tahun maka dana pertanggungan yang didapat ahli warisnya Rp 170.000.000

** namun apabila bpk. Bijaksana masih hidup sampai usia 65 tahun dengan catatan di tidak pernah menarik uang ditabungannya sampai usia 65 tahun, maka potensi dana pensiunannya Rp 2.584.598.000 (2,5 M)

KETENTUAN :
Calon nasabah harus JUJUR dengan segala informasi yg diberikan pada saat mengajukan SPAJ, begitupula Agen Asuransi harus JUJUR memberikan informasi terkait hak dan kewajiban nasabah dan segala kenetuan yang berlakuk di perushaanya.

Kalau antara calon nasbah dan Agen semua sudah CLEAR di awal, pasti tidak akan ada yang merasa KECEWA atau DIRUGIKAN

Jika butuh informasi lebih lanjut, bisa hubungi saya di :
HP : 081248123936 (Muslimin Aksa)
Email : nawwafsabiq at gmail.com

mas adhy bikin anda capek aja menanggapinya:), saya heran juga bagaimana seorang yang ndak ada ilmu bisa nulis panjang lebar layaknya seorang pakar. saya yakin bung prabowo ini ndak akan menjawab secara berani semua pertanyaan anda

Saya setuju sama tulisan ini.

Prngalaman pribadi maupun pengalaman ortu saya yg "investasi" unitlink.

Katany ada jaminan keaehatannya. Pada waktu harus pasang ring jantung kmrin malah tidak bisa dan malah ditolong"sama bpjs kesehatan.

Jadi 10 thn terakhir duitnya dipptong srjuta sebulan apa gunanya?

intinya asuransi itu gk di ajarkan rasullullah ,jadi gk perlu ikutan asuransi ,cukup berdagagng dan berternak ,makan berhenti sebelum kenyang ,makan korma 4 butir tiap hari,bekerja baca doa ,jangan lupa berolah raga ,hindari banyak hutang ,sehabis maghrib ngumpul bareng kluarga ,hidup tenang sehat selalu ..amiiiiin!

@vaiveraar: Tulisan yg bagus. Menurut saya asuransi kesehatan memang penting, carilah asuransi murni, bukan unit link. Sedangkan utuk tabungan hari tua dengan menyisihkan sekian persen gaji untuk dibelikan unit reksadana, emas, tanah dsb.

Fatria Panji Kasih Januari 14, 2015 2:07 AM

ASURANSI ITU SEPERTI FARDU KIPAYAH KEMATIAN KALOK ORANG TIONG HUA KAN ADA YAYASAN. JADI HUKUMNYA WAJIB

Fatria Panji Kasih Januari 14, 2015 2:11 AM

Untuk jenis penyakit yang di caver agen asuransi harus WAJIB!!!! menjelaskan. saya agen di sinarmaslife MSIG dan saya sangat jelas menjelaskan tentang klousul asuransi,apaa itu AKUISISI dan barapa lama akuisisi berjalan,semua saya jelaskan dalam proposal.

Terimakasih kasih pak eddy atas penjelasannya di atas. Saya menjadi tercerahkan
Berhubung saya ikut seminar properti. Jadi ilmunya persis sama seperti yang bapak sampaikan. Terima kasih juga buat pak prabowo yang udah bikin artikel ini. Sangat bermanfaat sekali. Sesuai sekali dengan kondisi hidup saya saat ini. Izin share sedikit bahwa saya adalah seorang pebisnis kecil dengan suplier baju untuk toko dan bisnis makanan ringan dijual di swalayan dengan modal CC. Jadi saya mikirnya begini. Capek2 cari duit di bisnis ini. Sekian persen Kira2 300 atau 500 rb kita bayar cuma2 tiap bulan. Yang tahun pertama nya 100%bukan untuk kita sebagai nasabah. Yang jadi pertanyaan saya. Apakah hidup hanya begini? Mencari uang di bisnis memutar otak lalu hasil dari bisnis itu kita bayar untuk premi asuransi untuk protect menurut kita? Satu lagi bagi para sesepuh yang udah berpengalaman di asuransi yang produknya untuk investasi. Coba tunjukkan bukti klaim asuransi yang menunjukkan hasil investasi selama 7 tahun atau lebih? Agar saya bisa lebih tertarik untuk bergabung terimakasih

Hahaha kalian semua takut akan sesuatu yang pasti terjadi dalam hidup kalian, buat apa hidup? Ikhlas aja, berawal dari tidak ada lalu kembali ke tidak ada lantas masalahnya apa? Lihat sekeliling kalian, tidakah kalian lihat orang2 sukses itu bukan orang yang ingin tenang dengan menggantungkan hidupnya atas jaminan pihak lain, tetapi orang2 yang berani mengambil resiko atas hidupnya, berpikirlah out of the box, tp jika memang kalian tidak sanggup berpikir keras ya sudah tidak ada yang menyalahkan kalian untuk menjadi orang2 biasa yang hanya bisa merasa aman & tenang dibawah jaminan pihak lain, di dunia ini memang perlu orang2 biasa agar ada orang2 yang luar biasa, betul? Hahahaha

Selamat siang Mas Bowo...!
Saya akan buat ilustrasi masalah asuransi dan menabung di Bank.

Jika anda menabung dibank 500.000/Bulan dengan durasi 10 Tahun maka jumlah tabungan = 500.000 x 10 x 12 = 60.000.000
tiba-tiba anda jatuh sakit dengan biaya perobattan 70.000.000 anda akan menarik dana dari bank sebanyak 60.000.0000 dan punyak utang 10.000.000.

Jika anda menabung di Asuransi dengan Premi 500.000/bulan maka anda akan mendapat tabungan 60.000.000 dan biaya perobatan sudah ditanggung oleh perusahaan asuransi.

itulah perbedaan menabung di asuransi dan Bank

Ini saya tidak setuju, kalau yg dimaksud itu unit link !! ya saya setuju sebab unit link itu merugukan tetapi asuransi yg sifatnya Term atau Whole Life serta kesehatan itu perlu..... meski umur kita masih 10 tahun masih sehat kita perlu asuransi Jiwa , karena apa ?? saat itu pemi sangat murah (jangan yg term) tapi yg whole life, karena anda kan pasti menikah ?? pasti punya anak ... nah kalau sdh menikah umur 40 baru masuk maka premi sangat mahal ... kalau sdh punya anak maka ambillah yg term (karena premi murah) INGAT asuransi itu adalah proteksi , tolong bedakan dengan INVESTASI (Apapun jenis dan namanya) Investasi itu baru ok saat sehat no problem (kalau kita sehat maka asuransi akan kelihatan mubazir) sebaliknya asuransi akan kelihatan manfaat saat sakit jadi bedakan proteksi dan investasi sebab dasarnya beda....... memang jangan unit link ..!!!! ambil tradisional term atau whole life ...... mau diskusi silahkan di dwihono@yahoo.com

Kalau menurut saya ya tetap RUGI. Coba Anda baca-baca artikel soal asuransi di priyadi dot net, terlebih soal ILUSI FINANSIAL. Kalau sampeyan malas membaca, saya rangkumkan di sini saja. Ilustrasinya da dua orang loper koran, A dan B. Koran A harga langganannya Rp 50ribu. Koran B dijual Rp 100ribu. Logikanya, dengan kualitas yang sama, koran A akan lebih laku. Tapi, loper koran B menaikkan harganya menjadi Rp 200ribu, dengan catatan Rp 100ribu untuk berlangganan, plus Rp 100ribu untuk investasi.

Di akhir tahun ke 10, atau dalam jangka waktu 120 bulan, keseluruhan uang pelanggan koran B akan dikembalikan, yakni senilai Rp 24juta (12 * 10 * 200ribu). Tidak hanya itu, pelanggan koran B akan di-GRATIS-kan dari kewajiban membayar biaya berlangganan koran B, sampai mampus.

Jika Anda menjadi pelanggan koran, tipe koran mana yang Anda pilih?

Tolong jawab pertanyaan saya terlebih dahulu. Karena statement ini lucu sekali.

Mulai menabung : 02 Januari 2015

Pada tgl. 03 Januari 2016 Bpk. Bijaksana tiba2 masuk rumah sakit yang mengharuskan rawat inap karena terdiagnosa penyakit kritis (Kanker Paru-paru),


Di mana dalam perjanjian asuransi, disebutkan bahwa hanya dalam waktu sehari sejak mulai menjadi nasabah, yang bersangkutan bisa melakukan klaim, apalagi dengan kondisi kanker paru-paru? Yang terjadi sebenarnya adalah, klaim nasabah akan ditolak perusahaan asuransi karena dianggap telah memiliki penyakit kritis sejak sebelum ikut asuransi. :)

Kalau situ nggak punya uang untuk sekadar bayar hosting dan domain, yang biayanya berkisar hanya Rp 200ribu setahun, silakan buat blog gratisan, lalu tunjukkan Bung lebih pintar dari saya. :D

Terima kasih Bung Luki atas komentarnya. Mungkin itu bisa dijelaskan oleh para agen asuransi yang suka bacot di komentar. :D

Terima kasih Bung Bob atas komentarnya.

Belajar ngetik dulu yang bener baru komentar.

Terima kasih dan salam kenal Bung Andre. Menurut saya tidak ada nasabah yang bertahan selama 7 tahun, kecuali terpaksa karena galau mikirin "Ambil nggak ya? Ambil nggak ya?"

Terima kasih komentarnya Bung Sakernan. Membuat calon nasabah takut miskin adalah salah satu senjata para agen asuransi, namanya juga biar dapur ngebul.

Ya ampun Bung Polma, hitungan Anda seperti anak SD kelas tiga. Tidak ada orang yang menabung Rp 500ribu per bulan selama 10 tahun. Yang cerdas, Rp 500ribu dikumpulin buat beli gerobak gorengan, dapet untung lalu pindah ke warung sewa. Dapet untung lagi, diputerin lagi, terus sampe counternya punya sendiri dan buka cabang di 18 kota. Atau kalau mau paling gampang, bisa diinvestasikan di stock market.

Sekali lagi, tidak ada orang yang menabung konstan Rp 500ribu selama 10 tahun, hanya untuk mendapatkan Rp 60 juta. Sepuluh tahun dari sekarang, nilai Rp 60 juta itu sungguh receh. Plus, selama 10 tahun, jika dimasukkan asuransi, duitnya nggak bisa keambil. :D

Ini ngitungnya gimana sih?



Kita lihat saja premi asuransi jiwa per kapita sebesar 275 ribu per orang. Itu berarti hanya menyediakan kurang dari 1000 rupiah per hari. Rasanya uang sebesar itu masih bisa disisihkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Bukankah harga rokok atau gorengan saja lebih mahal dari itu?

Yang Anda maksud seribu rupiah itu Rp 275ribu dibagi 30 hari?

hei,
saya adalah salah satu orang yang tidak percaya dengan asuransi. Dan saya sangat percaya dengan "sedekah", kenapa alasannya? saya rasa tidak perlu dijelaskan disini, karena semua orang sudah tahu itu. Silahkan anda temukan sendiri alasannya. Demikian yang saya perolah dari Islam.
Dengarkan suara hati kecil kalian. semoga bermanfaat.

kalo saya pribadi, untuk asuransi kesehatan mending ikut BPJS saja, murah meriah 59rb kelas 1. memang resiko kenyamanan lbh diabaikan karena antrean panjang banget, tapi dgn pertimbangan sakit juga tidak tiap hari & cocok untuk kelas ekonomi saya.
500rb per bulan dibelikan emas saja, lebih mudah dicairkan gak perlu klaim.

Setuju untuk tidak membeli asuransi!

Tapi saya punya alasan lain.
Bagi Muslim, dengan membeli asuransi berarti menisbatkan "rasa aman" dan "perlindungan" diri/harta benda kepada yang namanya agen asuransi.
Sudah jelas asuransi itu riba, jadi memang seharusnya ditinggalkan.

Padahal sudah jelas dalam Quran :

"...hasbunallah wa ni'mal wakiil"
[cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung]".
(QS. Ali 'Imron: 173)

Kebetulan ni ada porum ini.sblmnya saya ucpkn trmksh.atas adanya porum ini...sya mau brbgi pngalaman mslh asuransi.emang sh asransi aga ribet dan saya kurang percaya.ceritanya kk saya meninggal sdang kn no polisnya g ada mklm lh orang awam ikt asuransi.kata orang asuransi katanya ga bisa di proses soalnya g ada polisnya.ini menurut anda gimana mhn pencerahannya trmksh

Kl sy lbih baik investasikan duit kt ke hal2 yg lbih berguna, lagi pun kl ikut asuransi itu dftr paling mudah, tp kl giliran mau klaim, haiizzz rumitnya mnt ampun. Pdhal duit, duit kt. Tp dibikin rumit..

pengalaman pribadi,saya ex nasabah a***anz, saya ikut asuransi krn ajakan teman sy dan sy percaya krn teman sy ngomong yg bagus2 tentang asuransi yg dia jual. premi yg sy bayar 500/bulan dan itu autodebet dr tabungan sy. dan sy mencoba utk berhenti selama 2th,krn sy pikir kesehatan sdh ditanggung oleh kantor. sy sangat kaget pas CS a***anz bilang kalau sy hny mendapatkan 70Ribu dari hasil bayar premi 500rb/bulan selama 2thn..padahal sy tdk pernah pakai atau claim sama sekali..ajeegileee...jd slama ini uang sy byr premi slm 2th kmn?? benar2 bikin sy kecewaa dan bikin sy KAPOKKKKKK..taiiiikkkk emank!!!

Pengalaman saya pribadi juga gitu,
ditolak terus sama All*anz karena belum ada 1 thn umur asuransi, jd utk operasi miom tdk ditanggung.
Trus udah gitu mama saya meninggal, harus isi form sebanyak 17 lembar
ribetnya minta ampun.
Kalo kata org rekam medis: Mba namanya juga all*anz, dari A sampai Z ribetnya!
Mana itu agen asuransi bantu saya?
cuman manis diawalnya doang...
segala urusan klaim lama...
musti kita yg aktif follow up.
Sakit kritis juga ada masa tunggu 3 bulan.
Jangan dikira asuransi gampang...
pengalaman pribadi kapok dah sama asuransi All*anz

Bung Heri, karena di sini banyak sekali agen asuransi yang tidak bertanggung jawab dan nggak pedulian, sepertinya sulit mendapatkan jawaban dari pertanyaan Bung di sini :D

Bung Zee, welcome to the club. (nama perusahaan asuransi saya sensor supaya saya tidak cepat masuk bui).

Terima kasih atas dukungannya, Ibu Shintia. Welcome to the club.

Iyaa,,ni mas saya jg galau gini ikut asuransi,awalnya ci ikut buat tabungan pendidikan anak,ternyata tidak seindah yg d harapkan!!dan saya pun belum pernah mengklaim apapun!!sakitnya tuh d sini bngt mas mending saya ikut arisan dah.terus saya sebaiknya gimna mas d tutup kah atau lanjut!!d tutup aja kena saldo lumayan besar,tp kl saya lanjut kn takut tidak sesuai harapaan,,yaa tau sendiri deh mas promosinya agen!!makasi ya mas atas jawabannya.

Silahkan pelajari hukum asuransi komersial menurut Islam:
http://pengusahamuslim.com/bagaimanakah-hukum-asuransi-dalam-islam-13/#.VOWAuf9Smgw
http://pengusahamuslim.com/bagaimanakah-hukum-asuransi-dalam-islam-23/#.VOWAbP9Smgw
http://www.konsultasisyariah.com/hukum-asuransi-bagi-pegawai/
https://jacksite.wordpress.com/2007/07/11/hukum-asuransi-menurut-islam/

Kenapa mas bowo selalu mengatakan "silahkan buka lapak disini?" Padahal mereka hanya mengeluarkan opini, belum tentu mengeluarkan opini... Sebaiknya anda memilih kalimat lain yang maaf lebih masuk ke logika pembaca... Tolong juga jelaskan instrumen investasi lain sehingga para pengguna jasa asuransi bisa sadar dan mengalihkan dananya... Terima kasih...

mantap n setuju dgn blog ini. saat ini setiap orang kalau di tanya, umumnya, siapapun itu pasti bakalan bilang "kagak butuh asuransi".
karena belom kejadian.

Panjang sekali blog ini. Haha..
Asuransi perlu diambil bagi orang yang sayang keluarga saja.
kalo tidak,,untuk apa tinggalin warisan untuk istri/anak?

kalo bisa invest sendiri, itu hal yg menarik karena banyak orang indo belum ngerti investasi yg bagus itu dimana. Maka perusahaan reksadana/unitlink menjadi sebuah alat investasi yg tentu mereka minta fee/biaya.
tetapi apakah uang 1jt/bln anda bisa jadi 1M besok ketika Allah minta anda balik?

Sekali lagi. Ambil jika perlu dan sayang keluarga. sukses !!

Ane korban *x* diprospek oleh orang yg kayaknya officeboy yg dipaksa nyambi/direkrut jadi agent. Udah setor premi udah 102x (8.5 taon)@rp250rb, dan gak pernah klaim samasekali. Merasa ketipu, ane tarik cuma dapat Rp21juta.,alias kepotong lebih dari 5 juta. Investasi taik kucing yg mereka alokasikan duit ane, padahal harga2 saham udah naik 285% sejak 2006

DARI PADA DI INVESTASIKAN DI ASURANSI...BELIKAN PROPERTY/CICIL PROPERTY..LEBIH PASTI DAN AMAN..SAYA KORBAN AGEN ASURANSI *X* UANG 50JT JADI 41 JT..AGEN-AGEN ASURANSI HANYA KEJAR KOMISI SAJA ...SAYA JUGA PERNAH IKUTI TRAINING JADI AGEN ASURANSI 4 HARI..SAYA MUNDUR..ASURANSI YA TETAP ASURANSI...WAHAI PARA AGEN ASURANSI SADARLAH KERJA ANDA MENIPU ORANG..DUIT TIDAK HALAL..INVESTASI APARTEMEN UANG 20 JUTA(CICILAN UANG MUKA 1 DAN 2) 2 TAHUN KEMUDIAN JADI 100 JT..MAKNYUS DEH...

Coba baca tulisan saya yang lain soal saham, Bung.

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya Bung Ardhi.

Saya salah satu pemegang Polis asuransi dengan gabungan unitlink
saya kecewa sudah setor selama 5 tahun tapi nilai tunai saya tidak sesuai dengan ilustrasi yang diberikan bahkan dengan porsi yang terendah

saya bukan membela pak prabowo tapi memang benar asuransi itu dan agen agennya hanya sekedar mencari keuntungan

saran saya seluruh pembaca lebih baik ikut BPJS sama saja kan
saya hanya karyawan biasa
buntung dibuatnya oleh asuransi

Saya nasabah asuransi dan mempunyai polis dari pru* sudah 5 tahun dengan asuransi gabungan unitlink,
saya beranggapan asuransi dan agennya tidak jujur dan tidak memberikan pemahaman yang jelas ke nasabahnya
dengan iming iming investasi unitlink dana tunai saya selama 5 tahun tidak sesuai dengan ilustrasi yang diberikan bahkan dengan ilustrasi terendah padahal kita juga gak pernah claim

yang ada kita buntung ikut asuransi
lebih baik saya sarankan ikut BPJS

saya termask yang dirugikan asuransi pru*

---
*Note from admin : nama perusahaan saya samarkan

Benar RFP saya selama ini juga salah satu yang dirugikan oleh asuransi yang berkedok investasi lebih baik jujur seperti BPJS ada pemisahan JHT dan kesehatan
jadi masyarakat juga faham mengenai kesehatan dan dana pensiun

asuransi pr*den contohnya dikemas dengan baik unitlink syariah dsb menjanjikan investasi dan asuransi tetap apa hasilnya dana kita habis untuk administrasi

saya setiap hari kesehatan ditanggung BPJS malah
banyak yang complain juga nasabahnya claim susah agen dicari susah
banyak penipuan agennya lari

saran saya lebih baik apabila asuransi kesehatan ke BPJS
untuk investasi bisa reksadana, emas, property atau deposito dll

---
Note from admin : nama perusahaan saya samarkan

saya selama ini juga salah satu yang dirugikan oleh asuransi yang berkedok investasi lebih baik jujur seperti BPJS ada pemisahan JHT dan kesehatan
jadi masyarakat juga faham mengenai kesehatan dan dana pensiun

asuransi pru*en contohnya dikemas dengan baik unitlink syariah dsb menjanjikan investasi dan asuransi tetap apa hasilnya dana kita habis untuk administrasi

saya setiap hari kesehatan ditanggung BPJS malah
banyak yang complain juga nasabahnya claim susah agen dicari susah
banyak penipuan agennya lari

saran saya lebih baik apabila asuransi kesehatan ke BPJS
untuk investasi bisa reksadana, emas, property atau deposito dll

@ mas hans saya bukan membela zulfan
selama ini agen yang saya temui memang menjual asuransi berkedok investasi saya juga salah satu kena tipu daya dan saya sdh 5 tahun ikut unitlink yang saya dapat apa uang saya habis untuk biaya administrasi perusahaan padahal belum pernah claim
dan teman teman saya yang claim juga kebanyakan susah cairnya

sangat sedikit yang dibilang lancar dalam pengajuan claim

saya sarankan anda yang menjadi agen asuransi jangan jadi pembohong
apa adanya saja apabila orang yang anda ajak ikut sudah peduli mengenai asuransi untuk kesahatan dan jiwa mereka pasti akan ikut gak usah jual jual berkedok investasi

Dear Pak Prabowo

saya salut dengan blog anda saya juga salah satu yang ketipu oleh agen pru*en
dimana saya dijanjikan nilai unitlink dengan ilustrasi yang cukup lumayan

tapi hasilnya setelah saya 5 tahun bergabung nilai tunai saya dibawah dari ilustrasi jauh bahkan dari prosi terendah

apabila anda( masyarakat) menginginkan asuransi kesehatan atau jiwa atau pensiun lebih baik ke BPJS lebih nyata rawat jalan rawat inap dana pensiun lengkap sesuai dengan apa yang kita bayar

dan tolong anda agen asuransi jangan berbohong untuk mengejar komisi anda
kasian keluarga anda dapat rizki dari nipu oranglain

bagaimana dengan Asuransi kesehatan BPJS mas...?
ato yg lebih parah lagi, Asuransi Jiwa Sraya... mas pernah samsat motor/mobil..? disitu ada asuransinya...
kira2 kl itu regulasi, apakah salah juga...?

itu kan versi islam menurut tafsir mas...
kl di indonesia, MUI mengharamkan asuransi kredit bank ya... atau asuransi BPJS yang diwajibkan sekarang..
hayoooo

dan skg berkembang asuransi syariah... na lo... itu judi ato apa ya...?

Saya tertarik dgn pernyataan mas prabowo: Tapi kalau mengutip kata Mas Priyadi, saya lebih senang punya uang cash Rp 500 juta daripada punya proteksi sakit senilai Rp 500 juta

Prinsip dasar asuransi di seluruh dunia adalah menanggung resiko dengan memberikan manfaat yang bekali lipat dari premi yg dibayarkan. Artinya dengan premi 1jt saja, bisa dicover sebesar 500jt. Sesuai pernyataan diatas, apakah anda sudah menghitung berapa yang mas hrs sisihkan untuk dapat uang cash 500jt? Rasanya tidak mungkin ada produk investasi diluar asuransiyang bisa memberikan cash 500jt hanya dengan menabung 1x 1jt. Kalau ada saya juga mau ikut. Artinya apakah anda yakin mau menanggung sendiri resiko selama anda menabung untuk dapat uang cash 500jt? Kalaupun iya, kalau dibanding dengan yg punya asuransi, pada saat anda terkumpul 500jt cash, utk biaya kesehatan, dia sudah memiliki juga 500jt tabungan plus proteksi awal 500jt. Total 1M. Maaf kalau saya ikutan,saya bukan agen, tapi nasabah, yang kebetulan cukup mengerti apa yg saya ambil. Terimakasih

asuransi itu pertahun suruh bayar administrasi dan lain2 lagi ya ?
kalau seumpama 1 tahun ngikut, trus uangnya ditarik jadi berkurang dong ya ?
trus waktu di kasih tau ada nilai investasinya itu di investasikan kemna ya ?
kok katanya ada rendah - sedang - tinggi ?

trus kalo sehat sampai umur yang ditentukan di polis, berarti selama itu juga kita bayar trus perbulan + bayar admnistrasi dan lain lainnya ya? nah kalo dipecat atau keluar dari pekerjaan gmn ? uangnya kepotong admnistrasi +dll nya dong? lama2 habis ya ?

Ass,mohon maaf dulu yoow...saya sangat setuju dengan asuransi,karena saya sudah membuktikan,baru nabung 12jt/tahun dan baru bayar pertama/tahun pertama dan di bulan ke 3 masuk RS dan harus keluar kocek 32.550.000 , tapi untungnya di cover full oleh asuransi ,coba klo gak ada asuransi?berarti nombok banyak too?dan keluarga happy karena gak usah pontang panting nyari kurangnya....contoh yg lebih jelas,olga syahputra jual rumah dll untuk pengobatan...so,terserah anda saja

Mas prabowo,maaf nih....,sekarang total kekayaan financial berapa??? Pasti sudah triliun-an ya??? Misal nih kekayaan mas bowo 1M trus tiba2 harus keluarin dana kesehatan 1M,terus keluarga dikasih opo???soalnya kesehatan itu tidak bisa di prediksi abis brp klo sakit, Tapi saya yakin mas orang kaya deh....

Bung Bowo, bicara soal gharar, ya sebenarnya investasipun juga ada ketentuannya dalam Syariah. Nah Bung ini nulis artikel dari kacamata mana? Asuransi & Investasi konvensional? Syariah? Kalau Bung bicara soal investasi konvensional ya gak usah bahas kacamata Islam, jelas Bung jadinya lebih ngawur dari agen asuransi. Bung ini jalur-nya yang mana ya?

Kalau yang saya tahu, cukupkan dulu proteksi, kemudian baru investasi, dan seterusnya. Bung mau investasi duluan? monggo. Tapi kalau boleh ingatkan, itu artinya Bung membentuk asset seperti membangun istana pasir.

Lain kali, kalau nulis atau jawab komen ya yang bobot. Kasihan pembaca baru yang tidak begitu paham, akhirnya bisa tersesat ikut bangun istana pasir juga, itu kalau Bung punya tanggungjawab lho sebagai penulis. Lagipula Bung nulis seperti ini apa punya jaminan bahwa itu 100% baik?

Gak perlu juga menulis nantangin agen jual lapak, kalau emang butuh asuransi, bilang saja kebutuhannya apa. Karena asuransi sendiri ada banyak macam varian produknya. Pastinya agen yang baca kalau dimintai baik-baik juga akan senang hati menjelaskan.

Perkara analogi ban mobil serep, saya sih cuma bilang kalau emang 100% gak butuh asuransi, kenapa gak sekalian aja keluar rumah tanpa alas kaki? Udah sebut-sebut agen asuransi, tukang ban serep pula yang dibahas. Dua minggu lalu ke tukang ban serep, nggak ada tuh tukang ban-nya nakut-nakutin saya buat beli ban. Saya bebas milih ban-nya.

Agen asuransi gak butuh prospek yang gak sadar resiko kok, capek ngejelasinnya, buang waktu. Hidup kan milik kita masing-masing. Lagipula Bung udah nulis seperti ini pasti akalnya panjang dong. Ngomong-ngomong udah baca statistik penyebab mati? Udah tahu kan 95% itu sakit? Untuk Bung yang cerdas ini, tahu dong artinya apa? Bung bisa proyeksikan biaya di Rumah Sakit nanti abis berapa sebelum akhirnya bisa pindah dunia? Bisa Bung bikin target investasi berdasarkan sakit pilihan yang dimaui? Oh iya, sekedar bantu Bung nih, obat termahal di dunia kurang lebih Rp. 15.000.000.000. Kira-kira gimana investasinya sementara Bung gak tak bakal kena sakit itu apa nggak.

Saya merespon karena kasihan sama yang lain, khawatir mereka terjerumus ikutan bikin istana pasir seperti yang saya sebutkan di atas. Jadi masyarakat harus hati-hati. Apalagi dengan tulisan-tulisan model ini, yang kalau dicermati dangkalnya banyak. Terima kasih.

All the best luck ya Bung. Happy projecting investment, ingat, harga obat termhal Rp. 15.000.000.000 aja.

Terserah Bung, tapi bagi saya Rp 500 juta berwujud proteksi = receh.

Mungkin bisa ditanyakan pada agen asuransi yang berkeliaran di artikel ini. :)

Silakan saja. Saya nggak peduli.

Aset saya akan lebih banyak dibanding aset Anda. Pastinya demikian.

Obat termahal Rp 15 milyar? Receh.

Kewajiban Muslim untuk berasuransi (Syariah) ada di ayat Al Baqarah ayat 120 : " Wahai orang2 Mukmin yang akan meninggal dunia, tinggalkanlah nafkah untuk istri-istri mu minimal untuk jangka waktu 1 tahun (setelah kamu meninggal). Dan setelah itu tidak ada kewajiban bagi kamu setelahnya (apakah akan tetap tinggal atau menikah dengan laki-laki lain)."

Asuransi (Syariah) juga difirmankan oleh Allah SWT kepada Nabi Yusuf AS supaya bersiap siaga dalam masa-masa paceklik.

Salam PruSyariah.

Asuransi hanya dibeli oleh orang-orang cerdas yang mempertimbangkan cost vs benefit. Karena asuransi hanya uang receh untuk manfaat precaution yang luar biasa mahal. Anda tidak membelinya. Berarti anda ?

Salam PruSyariah.

Orang yang tidak membeli asuransi hanya ada 3 jenis manusia :

1. Orang yang tidak akan meninggal, sehingga dia yakin akan dapat hidup terus menafkahi keluarganya, atau
2. Orang yang yakin tidak akan sakit, apalagi sakit kritis, seumur hidupnya, atau,
3. Orang yang merasa tidak akan pernah tua renta, sehingga tidak perlu tabungan pensiun, karena diumur 80 - 99 tahun masih bisa setir mobil, masih bisa berdiri tegak, masih bisa naik/turun tangga, masih bisa....

Saya yakin anda adalah orang yang tak akan meninggal (tiba-tiba), tak kan pernah sakit seumur hidup anda (apalagi sakit kritis), dan saya yakin anda diusia 99 tahun masih bisa bekerja sehingga tak perlu dana pensiun.

Salam Pru Syariah

Di mana dalam ayat tersebut yang menyebutkan asuransi?

Kalau saya tidak beli asuransi berarti saya bukan nasabah asuransi. Omong kosong macam apa ini?

Rasulullah tidak pernah ikut Asuransi apalagi asuransi prusyariah.

Berikut firman firman Allah Swt dan Hadits Nabi Muhammad Saw Berikut tentang precautionary motive / asuransi :

Surah Al-Maidah (5:2)
Surah ini mengajarkan kepada kita untuk saling tolong menolong dalam semua jenis kebaikan dan perbuatan yang menuju kepada ketaqwaan dan pelaksanaan tugas-tugas yang telah dibebankan Allah Taala kepada kita semua.

Surah Al-Baqarah (2:240)
Ayat ini menegaskan bahwa para suami disamping berkewajiban memberikan nafkah kepada isteri dan anak-anaknya sesuai dengan standar kelayakan, maka mereka juga dituntut untuk mempersiapkan dana yang cukup bagi para isteri untuk jangka waktu setahun lamanya.

Surah An-Nissa (4:9)
An-Nisaa artinya kaum ibu dan kaum ibu adalah sentra keluarga. Surah ini menerangkan tentang pengaturan keluarga sesuai syariah. Para orangtua diperintahkan untuk mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi yang kuat. Kekuatan Aqidah (Iman), Akhlaq, Ilmu Pengetahuan, Fisik (Badan) dan Ekonomi.

Surah Al-Hasyr (59:18)
Ayat ini menyeru setiap individu muslim untuk:
1. Beriman dan bertaqwa kepada-Nya.
2. Mempersiapkan diri untuk mempersiapkan diri menyongsong datangnya hari esok baik itu persiapan selama hidup di dunia dan persiapan untuk kehidupan akhirat.

Saad bin Abi Waqqas ra
Saad bin Abi Waqqas ra adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang berharta dan hidup dalam kecukupan, ketika beliau sakit menjelang ajal, Rasul SAW datang menjenguknya, kemudian Saad bin Abi Waqqas ra berkeinginan untuk menyerahkan semua harta yang akan ditinggal akan dihadiahkan untuk Baitul Maal, namun Rasul saw menolaknya.

Bagaimana jika setengahnya pinta Saad ra, Rasul SAW pun masih menolaknya, bagaimana jika 1/3-nya, maka Rasul SAW menerimanya dan berkata: “1/3 itu sudah cukup banyak. Wahai Saad, apabila kamu tinggalkan keturunanmu dalam keadaan cukup jaminan hartanya adalah lebih baik ketimbang kamu tinggalkannya dalam keadaan serba kekurangan, sehingga mereka terpaksa meminta-minta kepada orang, terkadang diberi dan terkadang ditolak.”

Hadis Nabi Muhammad SAW
Barangsiapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat; dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya, selama ia suka menolong saudaranya. (HR. Muslim dari Abu Hurayrah). Solidaritas antara sesama anggota masyarakat dalam menghadapi aneka cobaan yang mengancam keselamatan harta benda dan jiwa (nyawa).

Hahahahaha...tanggung jawab dunia akhirat loh mas bowo bikin orang2 dan anda sendiri pd berdebat yg bikin berantem dgn buat tulisan n komen2nya

Sure. That is one of hidden agenda behind this blog. To make people angry and killing each other. Let the world burn, and start everything from scratch.

Yah anda tujuannya begituu buat tulisan ini tp msh bawa2 islam segala lah, bawa2 rasulullah lah..hadeuuhhh.

Anda agen asuransi? Merasa terganggu?

Kagak..sumpah..ane bukan agen asuransi..hahahaha

Sy gak merasa terganggu. Sy hanya menyoroti perilaku anda. Sy jd ingat yg namanya "anatomi perilaku". Tdk heran klo anda menulis dan bersikap demikian krn Tujuan anda dlm menulis blog ini khan: "That is one of hidden agenda behind this blog. To make people angry and killing each other. Let the world burn, and start everything from scratch." #anda sendiri yg bilang. Jd gak heran klo anda bersikap demikian krn sdh jelas tujuan anda spt itu. So..knp harus heran guys???? Sy rasa mas bowo sangat2 wajar berperilaku demikian..krn itulah cerminan dr hatinya, cerminan dr kesadarannya. Khan tujuannya: That is one of hidden agenda behind this blog. To make people angry and killing each other. Let the world burn, and start everything from scratch.# gw ulang lg deh. So guys, kalian gak perlu marah

Komentar Anda sedari awal sudah tidak nyambung, jadi saya sekalian saja bikin genderang perang. Saya tuh males mau adu bacod kalau lawannya nggak berpendidikan, dan miskin. Kalau Anda bukan gembel, silakan bikin blog sendiri, biayanya murah tidak sampai 200 ribu perak setahun. Di blog Anda, silakan tulis sesuka hati mengapa Anda mendukung asuransi. Kenapa harus menumpang dan bikin rusuh di blog ini?

Mikir.

Mana saya tahu, situ kan dari awal sudah anonim? Biasanya orang-orang macam begini dari pertama sudah saya marked as spam, biar dunia ini bersih dari orang-orang sampah dan tidak punya kualitas. Kalau komentar Anda bisa tampil di sini, boleh jadi karena saya kasihan, atau memang orang-orang seperti Anda akan saya pajang sekadar untuk bahan olok-olok.

Insurance is just an effort. Tawakkal is just only to Allah SWT. Rasul SAW is not taking any insurance, but he SAW is riding the best horse or camel or even using a full metal war jacket in every war and it is an effort of life insurance. He SAW is also asking to his fellows to tie up their horses or camels, then let them go, and that is an effort/ikhtiar to ensure the horses/camels.

If something is not becoming perfect (without it) in doing ibadah, then it is a must.

If you know you will die anytime ontime, while you know you have wife and kids depending on your income, so Syariah Insurance is a must. If you you don't have it and you die, and your family lose hope and become beggars, you are dzhalim towards them.

Salam Prudential Syariah.

"Insurance is just an effort. Tawakkal is just only to Allah SWT. Rasul SAW is not taking any insurance, but he SAW is riding the best horse or camel or even using a full metal war jacket in every war and it is an effort of life insurance. He SAW is also asking to his fellows to tie up their horses or camels, then let them go, and that is an effort/ikhtiar to ensure the horses/camels."

Maaf sebelumnya saya tidak terlalu mengerti dengan konsep asuransi, karena saya bukan pengguna jasa asuransi, disini pun saya sependapat dengan Pak Bowo bahwa saya tidak butuh asuransi. mengenai tulisan saudara prusyariah yang saya ambil, berarti bisa diganti kan dana untuk membayar premi asuransi dengan berusaha hidup sehat, contohnya saya sendiri, saya karyawan biasa saja dengan penghasilan biasa saja, saya ditawari agen salah satu asuransi terkenal di Indonesia dengan premi 500k/ bln. yang akan saya dapatkan dari asuransi tersebut hanya kesehatan, jiwa, dan investasi sebesar 90m setelah 15 tahun. itupun yang dicover hanya saya saja bukan dengan keluarga saya.

Jujur saja, dana 500k bagi saya bukan jumlah sedikit. saya lebih baik membelanjakan uang tersebut kepada hal hal yang baik mis. makanan yang sehat, memperbaiki tempat tinggal agar layak, dll . Hal itu sama kan dengan Rasulullah yang mengendarai unta yang baik dan memakai pakaian zirah yang baik ketika perang. Nah uang saya yang lainnya saya tabungkan untuk sesuatu hal yang bersifat tidak mendesak.

If you know you will die anytime ontime, while you know you have wife and kids depending on your income, so Syariah Insurance is a must. If you you don’t have it and you die, and your family lose hope and become beggars, you are dzhalim towards them.

ingat loh, jika kita berharap perusahaan asuransi bisa membuat keluarga kita tidak miskin ketika kita wafat. itu secara tidak langsung bisa menjerumuskan kita kepada perbuatan yang tidak diampuni oleh Allah yaitu syirik. Rizki tiap orang sudah diatur bahkan sebelum kita terlahir ke dunia, ketika kita wafat belum tentu orang yang kita tinggalkan akan hidup sengsara.

Sebaik baiknya belanja adalah dibelanjakan di jalan Allah, janji Allah itu benar, dan menurut saya yang bisa menjamin kita hanya Allah, bukan makhluk lainnya.

hal yang saya lakukan dengan hidup saya, saya gunakan uang saya agar keluarga saya hidup layak (bukan membayar sesuatu yang belum pasti tapi membiarkan keluarga saya hidup ngirit demi membayar premi). Uang lainnya saya gunakan untuk menabung dan perbanyak zakat, infaq shodaqoh ( jika niat kita ikhlas, jika kita mengalami kesusahan/ bencana ) insya Allah, Allah yang akan menjamin kita. keajaiban-keajaiban karena sering membelanjakan harta di jalan Allah sudah banyak terjadi, dan saya menyaksikan sendiri keajaiban itu (karena itu juga yang memotiviasi saya untuk perbanyak sedekah)

satu lagi yang saya tambahkan, saya memang tidak menggunakan asuransi yang mengharuskan saya membayar premi kepada perusahaan asuransi. Tapi saya dan keluarga dicover oleh asuransi yang sudah disediakan oleh kantor tempat saya bekerja sebagai fasilitas kesehatan dari kantor, saya anggap itu sebagai rizki yang tidak saya tolak.

Syariah Insurance is not a must. You think that if you tell us more about "Allah", "Rasulullah SAW", "Syariah", "Islam", and include so many other 'islamic terms' inside your marketing speech, it's gonna be easier for you to sell your crappy products. The fact is that you are not better than a poor insurance marketer pursuing dream of making a 30% commission.

Terima kasih banyak Anonim atas komentarnya, semoga menyadarkan yang bersangkutan.

Wahhh...menarik,pas iseng baca artikel asuransi..

Kalo saya ikut bpjs mandiri,lumayan bmanfaat disaat sakit..buat saya skluarga berempat tiap bulan 240rb..dkabupaten saya jg ada subsidi kesehatan dr pemda dpuskesmas..jd buat ksehatan kami udh tercukupi..kalo soal bpjs nya,jika saat sehat saya niatkan sedekah buat rakyat Indonesia lainnya yg lebih membutuhkan..mudah2an jd amal..

Kali buat asuransi unitlink kayanya ga sesuai kebutuhan saya..saya prefer dan sudah invest logam mulia dan property..
Slain itu saya jg nyaman dg mnabung dn bermodal diusaha konvensional..

Mgkn kalo udh usia 35 an nanti gpp lah ber asuransi..tp yg termlife/asuransi jiwa murni spya efektif mengcover jiwa saya dg premi yg ga trlalu mengganggu permodalan n cashflow kami

kalo mndngar crita agen asuransi, sya pngen ikut asuransi. memng sbenarnya ada manfaatnya. tp apakah ada buktinya? org yg sudah ikut asuransi 20th yg lalu. skarang apakah dpat merasakan manfaatnya??

pak Prabowo Murti, thanks buat pencerahan di artikel ini. ini ditulis tahun 2013 tapi masih ada aja yang comment sampai skrg (include me! :D)
saya sudah ikut insurance sejak 10 tahun yl dan sampai skrg masih ada aja yang terus nawarin produk-produk insurance, yang paling sedih apabila yang nawarin adalah sanak saudara yang kita sebenernya gak kepengen nolak. saya nggak anti insurance, tapi memang udah nggak berniat nambah insurance lagi, setelah dapat pencerahan dari ngobrol2 sama beberapa teman yang berkecimpung di bidang finance.
menurut saya, yang sangat disayangkan adalah cara agen2 insurance "mengintimidasi" customer dalam meng-gol-kan produk mrk. well, memberi info boleh2 saja tapii PENTING dan PERLU dari 'kacamata' kita, bisa beda loh dgn 'kacamata' orang lain. mungkin memang ini imbas dari ketatnya persaingan di dunia pemasaran asuransi ya... :(
to sum up, IMHO, yang kita yakini benar dan baik buat kita belum tentu sedemikian benar dan baik untuk orang lain.
salam!

[…] masih sering salah mengartikan konten dengan iklan yang muncul. Misal, ketika saya menulis tentang asuransi secara negatif, maka yang muncul adalah iklan asuransi. Ketika saya menulis tentang saham dan stock market, […]

Terima kasih atas komentarnya juga. Salam.

mau nanya nih mas,
saya tertarik dan ingin belajar investasi saham,
apa saja keuntungan dari investasi saham itu di banding asuransi dan bagai mana langkah - langkahnya kalau kita mau berinvestasi di saham.
mohon penjelasanya secara rinci karna saya awam di bidang ini

Just Info aja :

Secara hitungan matematika ambil asuransi skrg tidak ada ruginya malahan sangat untung mengapa ?

Misal kan anda laki2 usia 30 thn tdk merokok dan menabung 500rb/bln selama 10 th (total rp. 60jt) di Prudential.
Manfaat yg didpt adalah :

1. Sudah disiapkan rp. 75jt utk warisan dr Prudential utk kelg anda...rugikah anda...?
Tidak...!!! Malah Untung 15 jt.

2. Disiapkan rp. 20jt uang santunan sakit kritis...
( Semua org memang gak mau Sakit kritis, tetapi apabila anda tiba2 terkena sakit kritis maka dikasih uang tunai 20jt itu sebagai santunan dr Prudential.. gak mau..?

3. Dikasih uang rp. 20jt sbg santunan cacat tetap.
( semua org jg gak mau cacat tetap, tetapi apabila terjadi kecelakaan dan cacat tetap santunan 20jt akan dikasihkan kpd anda . Gak Mau..?

4. Bebas Premi bulanan apabila terkena sakit kritis/cacat tetap dan gak bisa kerja.
Premi tetap berjalan dan dibayarkan terus oleh Prudential...gak mau..?

5. Dpt rp.150jt/thn utk proteksi rawat inap.
( Semua org jg gak mau sakit dan dirawat di RS. )
TAPI YAKINKAH ANDA AKAN SEHAT SELAMANYA..?
Kalau terpaksa anda sakit dan dirawat di RS dan ada yg mau bayarin gratis..apakah anda gak mau..?
5
Yg tidak mau manfaat lebih jika menabung di Prudential adalah mereka yg belum sadar begitu pentingannya asuransi.

KRN WAKTU YG TEPAT AMBIL ASURANSI ADALAH SEKARANG JUGA DISAAT MASIH SEHAT WAL AFIAT.
KRN APABILA SUDAH PUNYA RIWAYAT SAKIT BERAT MAKA ASURANSI AKAN MENOLAK KITA.

So...keputusan ada di tangan anda...
Sudahkah anda siapkan dana kesehatan skrg..?
Jangan sampai ketika anda sakit dan butuh biaya besar, semua aset yg anda kumpulkan selama anda bekerja bertahun2 hanya akan anda setorkan lg ke RS.
Biarkan Prudential yg mengcover biaya RS anda jika terjadi sesuatu yg memaksa anda dirawat di RS.

Jadi aset anda tetap aman.
Info lgkp produk prudential sgr hub sy di : 0818.0817.0815 / 0838.0789.7511
Pin BB 7facb4b9

Mas Bowo dkk. Kalo saya beli produk asuransi yg tujuannya sosial (wakaf/filantropi).
Intinya, kalo sy meninggal, klaim asuransi yg cair, digunakan untuk wakaf (tentunya dg persetujuan istri).
Gmn menurut Mas Bowo?

Halo Bung Wirahadi,

Bung bisa baca pengalaman saya di Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia. Program ini gratis, jadi dicoba saja. Semoga berhasil.

Ya ampun Bos, sudah premi Rp 500ribu dapetnya cuma Rp 15 juta perak, itupun mesti nunggu 10 tahun. Mending setor sama saya sini saya bikinin lapak yang ramean dikit. :D

Mengapa Bung harus via asuransi untuk mewakafkan harta? Bukankah tinggal menulis surat wasiat? Saya tidak paham.

asuransi, mau pakai atau gak itu HAK. kunci utk mengikuti asuransi y duit. semua orang ingin di asuransikan/dijamin masa dpn nya, itu PASTI. tapi perlu diingat jumlah pekerja di indo yg berpenghasilan tetap dan diatas rata2 itu lebih sedikit dari pekerja kontrak di PT yg gaji nya pas buat makan sama nyicil motor. maka nya kenapa asuransi identik sama orang kaya ? padahal resiko jiwa,kecelakaan atau sampai anak putus sekolah itu siapa kalo bukan yg dari menengah ke bawah. itulah nama nya hidup. yg menengah atas semakin terjamin. yg menengah ke bawah ? ? klaim BPJS aja kadang ada yg mempersulit (oknum). itu lah kehidupan.

Pak Prabowo,yg banyak komen disini agen asuransi,saya orang asset manajemen investasi,semua premi nasabah yg dibayarkan customer itu di serahkan dikelola oleh manajaer investasi di pasar uang,obligasi dll.Prudential memakai PT Schroder Asset Manajemen,dan kebanyakan nasabah asuransi lebih percaya kepada marketing agen asuranssi dari pada isi polis yg nasabah terima yg disana berisikan hak dan kewajiban dan aturan aturan ketentuan yg nasabah wajib tahu.
Kalau Proteksi,Asuransi Penting,Untuk investasi ambil produk reksadana.Untuk saya pribadi lebih baik ambil asuransi kesehatan,untuk investasi saya tidak mau di asuransi,investasi di bunga deposito masih lebih besar dari pada di asuransi,Reksadana bisa diambil kapan saja,liquid systim di beri keuntungan,uang di alokasikan ke produk investasi pasar modal,rata rata keuntungan diatas 20% pertahun cocok untuk kelas karyawan mulai buka tabungan reksadana 100 ribu sudah bisa,saya gunakan reksadana untuk tabungan hari tua saya dan untuk beasiswa anak saya,saya pernah hitung ikut asuransi beasiswa anak ketika anak saya masuk smp saya claim dapat nya sedikit dari asuransi dengan preimi yg besar.thx.

Mas Prabowo...

Artinya asuransi ini bukan instrument investasi ya ? menurut mas, bagaimana prospek reksadana ? reksadana macam apa yang bisa diambil oleh pekerja yang penghasilannya < =4 juta perbulan, konservatif, tidak mau ambil resiko terlalu tinggi ? apakah bisa melawan laju inflasi di tahun2 depan ?

Mohon pencerahannya

Masalahnya, investasi apaan? Masyarakat cuma dapat uang 2-3 jutaan perak sebulan bahkan kurang, buat makan saja masih pas-pasan. Apa tak lbh bagus nyetor asuransi 300 ribuan perbulan utk proteksi kesehatan krn insyaallah tak selamanya manusia sehat?

Riba tetep riba, apapun jenisnya... Cuma sekedar menjalankan tugas sebagai manusia yg saling mengingatkan...

Assallammuallaikum mas Bowo, semuga kita selalu dalam rahmat Allah S.W.T
Mas saya ada dua pertanyaan nih..
1. Mas kalo saya dan teman2 "pinjamkan" uang kami kepada suatu perusahaan dengan akad kerja sama bagi hasil usaha yg halal gimana hukumnya?

2. Mas jabarin deh, perusahaan asuransi yg haram apa saja?

Thanks atas informasinya yang begitu lengka dalam artikel ini.

Oalaaah panjang skl komen2nya.

Apapun itu, jgn lah berburuk sangka dgn apapun dan siapapun. Rejeki dr mana pun sdh ada yg mengatur. Mdh2an mas yg nulis artikel ini sll sehat, pjg umur dan sll dilindungi oleh Allah SWT. Amien.

Salam.
Tia | AXA Financial.
Ps : doa sy bkn krn sy agen asuransi loh. Tp krn sy manusia biasa yg ingin mendoakan sesamanya.

"Tp krn sy manusia biasa yg ingin mendoakan sesamanya" <-- Omong kosong

Bah. Masak Anda mau alokasikan 10 persen dari revenue hanya untuk proteksi kesehatan? Ngomong dipikir dulu, Bro.

Salam kenal Bung Handoko.

Saya tidak beli reksadana karena kurang ada adrenalinnya.

Bung Indra bisa baca komentar Bung Handoko di atas, ambil reksadana pasar modal saja, Bung.

Wa'alaikumsalaam.

1. Saya kurang ilmu, jadi saya tidak bisa jawab dengan rinci, Bung.
2. Setahu saya tidak ada perusahaan asuransi yang halal. :D

cerita ibu lisa sangat menyentuh,,
cerita g bermutu blaaasss goblok ne orang..... keliyatan klo orang asuransi juga ne pinter omong g masuk akal,, faaakk u

all asuransi memang menyengsarakan,, pegawainya calon penghuni neraka semua ne... jd keset>>>

lebih baik menjadi orang kaya raya tapi tidak mengenal asuransi dan kalau ingin mengikuti pemikiran prabowo murti ya bagus juga, lebih baik buat inves beli emas atau tanah yang pasti dalam jangka berapa puluh tahun akan naik dratis dan akan mendapatkan byk untung. tp lebih baik lagi jadi raja kaya jaman dulu tidak mengenal apa2, cuma mengenal perang dan rebutan lahan akhirnya mati.intine yaa aja mikir macem2 tinggal serahin ke takdir seperti yang dialami oleh orang2 miskin

hal yang pasti, dan menjadi pegangan saya adalah ikhtiar menyiapkan segala hal untuk anak saya, saya tidak pernah berfikir untung rugi karena akibat investasi. Karena hasil investasi berimpak pada hasil dari situasi pasar, sedang nyawa hanya kuasa Tuhan. Dalam alquran pun tidak boleh kita meninggalkan istri dan anak dalam keadaan lemah, karena itu saya mengikuti asuransi. Up nya pun disesuaikan dengan berapa kebutuhan yang diperlukan anak saya sewaktu2 saya meninggal. Hal yang pasti dalam asuransi dan bukan gharar adalah nilai pertanggungan UP. banyak yang tidak bisa berhitung berapa sih nilai diri kita sebagai aset dari keluarga. Seandainya kita bisa berhitung, pastinya kita akan lebih sadar pentingnya asuransi. dan diasuransi jiwa murni, tidak mahal kok untuk hanya mendapat kepastian jiwa 1 milyar bila masi muda cukup 3 juta pertahun, seperti premi yang sudah saya ikuti saat ini.

Hidih, cuma dapet 1 M masak bayar 3 juta perak setahun. Kemahalan lah..

dini hadiyanti Mei 05, 2015 3:35 AM

Saya ingin bertanya bisa kh polis d.jual pada saat asuransinya itu lagi dalam keadaan bangkrut atau d.saat asuransix mengalami kerugian ?!
Tolong jawabannya dan penjelasannya segera, terima kasih.

Sepakat no asuransi, meski dah pake alxxxnz. Bayar mahal sakit yang butuh dicover ga dicover, claim2annya bikin sepot jantung. Dipindah buat cicil rumah2 lain aja ama jaga kesehatan yang bener. Ngapain mikir cancer paru segala kalu ga mau dapet kan sudah ada ilmu prevention. Kalu mau asuransi pilih punya pemerintah aja itung2 bantu pemerintah yang lagi ga mampu keluar duit buat jamin masyarakatnya.

«Terlama   ‹Lebih tua   201 – 400 dari 601   Lebih baru›   Terbaru»

Silakan berkomentar, insya Allah akan kami jawab. Terima kasih