Skip to main content

Skema Ponzi dan Cara Mewaspadainya

Baru-baru ini kita dikejutkan dengan kasus bangkrutnya sebuah biro umrah yang terkesan profesional, namun pada akhirnya harus ditebus dengan perkara di pengadilan. Kasus "penipuan" seperti ini memang banyak macamnya, namun yang paling sering dijumpai adalah yang menggunakan skema ponzi.
uang tumbuh

Skema Ponzi

Skema Ponzi dibuat oleh Charles Ponzi (nama aslinya adalah Carlo Pietro Giovanni Guglielmo Tebaldo Ponzi), pada tahun 1900-an. Ponzi adalah seorang yang berkarakter pemimpi bin penghayal. Yang ia cita-citakan adalah bagaimana meraup kekayaan dalam waktu sesingkat mungkin. Ia pun beberapa kali berurusan dengan penjara karena kasus penipuan dan semacamnya.

Ia bermigrasi dari Italia ke US, dengan bekal hanya USD 2.5, namun ia selalu bermimpi meraup 1 juta dollar. Dalam keadaan bangkrut tersebut, ia berpindah-pindah pekerjaan mulai dari pegawai pos, tukang cuci piring, perawat di tenda pertambangan, dan sebagainya. Dalam keadaan tak berpunya itulah, skema ponzi lahir.

Suatu hari, mungkin terinspirasi dari surat-surat berisi bualan tentang kehidupan hartawan yang ia tulis untuk sanak saudaranya di Italia, sebuah gagasan lahir dari kepalanya. Gagasan itu, saking hebatnya, ia sebut sebagai "Gagasan Hebat". Dan memang benar, karena dari ide inilah lahir yang kita kenal saat ini sebagai arbitrage.

Pada jaman dahulu, untuk berkorespondensi menggunakan surat, orang bisa mengirim kupon yang dinamakan IRC (International Reply Coupon). Prinsipnya sederhana, kupon ini di negara tujuan dapat ditukarkan atau minimal menjadi diskon untuk pembelian perangko. Karena inflasi sangat tinggi akibat perang dunia, harga perangko dapat berbeda sangat jauh antara Italia dan US. Di sinilah Ponzi, secara tidak sengaja dan secara teori, menemukan celah sistem yang akan mengisi koceknya.

Namun Ponzi butuh modal. Ia tak menyerah begitu saja saat ajuan kreditnya ke bank tak diterima. Ia pun membuat sebuah perusahaan dan mengumpulkan modal dari publik. Orang-orang sangat percaya dengan presentasi Ponzi yang meyakinkan. Perlu diketahui, walaupun miskin, Ponzi selalu berpakaian dengan elegan.

Dengan janji gombal keuntungan 100% dalam waktu 90 hari, ia dengan mudahnya meraup dollar dari para "investor" yang serakah. Ponzi sendiri sudah memahami bahwa "Gagasan Hebat" miliknya tak akan berjalan sesuai teori, karena mayoritas profit dari perangko justru akan kembali ke perusahaan pos. Sampailah pada tahun 1919, mengetahui idenya tak akan berjalan mulus, ia berhenti berurusan dengan perangko. Ia fokus untuk menggaet "investor".

Kasus Ponzi Terbongkar

Orang-orang berduyun-duyun mempercayakan uangnya kepada Ponzi. Sampai pada tahun 1920, tepatnya bulan Juli, ia berhasil mengumpulkan 1 juta dollar, per hari. Sebuah impian yang dari dulu ia cita-citakan.

Namun kesuksesan Ponzi tak berlangsung lama, karena mulai banyak yang mempertanyakan tentang bisnis perusahaanya. Adalah tidak mungkin berjual beli kupon perangko dengan jumlah dana luar biasa besar, karena sirkulasi kupon perangko yang beredar hanyalah ~27,000 saja.

Jika Ponzi tidak berbisnis kupon perangko, lalu darimana "profit" investor bisa ia bayarkan? Jawabannya : dari investor yang menyetorkan uangnya belakangan. Jika orang masih percaya bahwa investasinya akan kembali dengan berlipat ganda dalam kurun waktu singkat, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Profit dan modal investor sebelumnya didapat dari uang investor berikutnya.

Ponzi pada akhirnya harus menyerah, dan mengakui bahwa sekitar 20 ribu orang investornya sudah kehilangan lebih dari $20 juta.

Ciri-ciri Skema Ponzi

Secara kasat mata :

  • Menawarkan keuntungan yang fantastis, bahkan dalam waktu singkat
  • Tidak menjelaskan secara detail, bagaimana bisnis perusahaan berjalan. Atau, bisnisnya tidak jelas (tidak ada fisik item, harga mahal, dll).
  • Legalitas perusahaan dipertanyakan.
  • Ketika investor akan mengambil uangnya, dipersulit sedemikian rupa.
Pada intinya, jangan mudah tergiur dengan tawaran yang tidak masuk akal. Semakin tinggi return yang dijanjikan, semakin besar kemungkinannya bahwa itu adalah investasi abal-abal.

Comments

Tulisan Terpopuler

Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian

Sebetulnya cara menggadaikan barang di pegadaian boleh dibilang lebih mudah daripada yang selama ini kita duga. Berikut saya ceritakan pengalaman saya menggadaikan emas (barang yang paling umum digadaikan di pegadaian) di Pegadaian Negeri Slipi Petamburan, Jakarta.
Mengapa memilih Pegadaian? Pegadaian adalah salah satu BUMN yang pernah mau masuk ke bursa saham. Pegadaian memang memiliki aset yang banyak, sehingga dulu Dahlan Iskan berencana membuat PT Pegadaian IPO. Ada banyak sekali barang "sekolahan" yang nggak ditebus sama pemiliknya. Karena nilai pinjaman selalu lebih rendah (atau minimal sama dengan) nilai taksiran barang, otomatis pegadaian jarang merugi.

Menurut saya, setidaknya ada 2 alasan utama mengapa orang lebih senang ke Pegadaian. Pertama, bunga yang ditawarkan Pegadaian lebih rendah daripada rentenir. Pegadaian juga lebih terpercaya karena merupakan perusahaan plat merah. Kedua, prosesnya relatif cepat untuk sekadar mengejar likuiditas. Hampir apa saja bisa di…

Pengalaman Membuat Kartu Kredit

Kalau ada pertanyaan, apa sih yang membuat aplikasi kartu kredit kita diterima atau ditolak oleh bank? Jawaban sebenarnya adalah, tidak ada yang tahu pasti. Katanya harus bekerja minimal setahun, katanya lagi minimal penghasilan harus sekian juta sebulan, katanya lagi mesti ada saldo terendap sekian rupiah di tabungan. Semua serba katanya dan katanya. Bahkan pegawai bank sendiri tidak bisa memberi Anda alasan bila aplikasi kartu kredit Anda ternyata REJECTED.
Namun yang saya tahu, memang ada beberapa hal yang "memperkuat" kemungkinan aplikasi Anda diterima oleh Bank. Beberapa alasan tersebut adalah Bukan tipikal nasabah yang bermasalah Tahukah Anda bahwa sebetulnya data kita di Bank Indonesia memiliki rapor tersendiri. Katakan kita sudah terlanjur mencicil apartemen, dan tercatat beberapa kali menunggak atau telat bayar. Di mata Bank Indonesia, nilai kita sudah minus. Rapor tersebut dikenal dengan sebutan BI Checking, dan laporan ini bisa diakses oleh semua bank dan lembaga…

Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi investasi, dan berbagai macam model asuransi lainnya, semakin berkembang sejak tahun 1998 di negeri ini. Mengapa? Karena sejak peristiwa kerusuhan Mei, orang mulai sedikit cemas. Bagaimana mengamankan aset yang sudah diraih, atau memastikan apa yang akan dicapai dalam waktu sekian tahun mendatang? Pendidikan anak saya siapa yang jamin? Kalau mobil saya kenapa-kenapa, duit siapa buat bayar bengkel? Kalau saya satu-satunya tulang punggung keluarga dan mati kena serangan jantung/stroke, siapa yang ngasih makan istri dan anak?



Semua pertanyaan-pertanyaan yang solusinya tidak pasti, seolah-olah bisa dijawab dengan asuransi. Bukannya saya nggak seneng sama asuransi, tapi kalau pertanyaannya adalah "Apakah kita membutuhkan asuransi?" mungkin jawaban sebenarnya adalah "belum tentu". Contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan ap…

Syarat KPR BTN Syariah (Seri 1)

Syarat KPR BTN Syariah mirip dengan pengajuan KPR di Bank Syariah lainnya. Prosesnya pun relatif panjang, mulai dari kelengkapan berkas, proses wawancara hingga survey lokasi rumah. Mari kita bahas satu per satu.
Tentang KPR BTN Platinum iB Produk KPR di BTN Syariah pembiayaannya ada berbagai macam. Salah satunya adalah KPR BTN Platinum iB. KPR BTN Platinum iB adalah produk pembiayaan dalam rangka pembelian rumah, ruko, rukan, rusun, atau apartemen bagi nasabah perorangan dengan akad murabahah atau jual beli. Banyak sekali bank yang tidak lagi menalangi pembiayaan, dalam artian rumahnya belum berdiri tapi bank sudah bayar dulu ke developer. Ingat bahwa Bank bukan lembaga sosial dan harus ada untung. Jangan sampai bermunculan developer yang modal dengkul saja, membangun rumah dari uang nasabah dan uang bank.


Keuntungan KPR BTN iB Seperti bank syariah lain, cicilan dari pengembalian pinjaman akan terus tetap nilainya hingga akhir jangka waktu pembiayaan. Kalau sebulan sudah dipatok 1 ju…

Apa Itu Opportunity Cost?

Secara sederhana, opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya yang timbul karena memilih sebuah kegiatan bisnis tertentu dibanding kegiatan bisnis yang lain. Katakanlah Anda memiliki modal bisnis tambahan sebesar Rp 100juta. Dengan uang Rp 100juta tersebut, Anda memilih untuk menambah jumlah mesin, daripada menyewa ruko baru untuk ekspansi regional.

Kegiatan bisnis A : menambah jumlah mesin, menghabiskan dana yang sama dengan kegiatan bisnis B (menyewa ruko baru). Padahal, bila dihitung dan dilakukan riset sedikit, Anda bisa mengetahui bahwa menambah jumlah mesin baru tidak menghasilkan keuntungan yang sebanding bila Anda memilih untuk menyewa ruko baru untuk penetrasi pasar. Keputusan Anda untuk memilih kegiatan bisnis A, berakibat adanya opportunity cost (biaya peluang) Anda tidak bisa menghasilkan keuntungan sebesar ketika Anda memilih kegiatan bisnis B.
Opportunity cost bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat Anda menunggu bis. Ada yang menghabiskan waktu de…