Skip to main content

Mengintip Kekayaan Capres dan Cawapres 2014

Mari kita telaah satu persatu aset dan kekayaan capres dan cawapres, berdasarkan website KPK di ACCH.KPK.GO.ID. Karena yang menarik adalah keempat orang tersebut memiliki latar belakang kewirausahaan alias pengusaha. Pengumuman pemilu Presiden tinggal menunggu hitungan menit. Pilihannya hanya dua, kalau tak Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang menang, sudah barang tentu Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang melenggang ke istana negara. Seri hampir tak mungkin.

Kekayaan Capres dan Cawapres

kekayaan capres dan cawapres

Kekayaan Prabowo Subianto

Prabowo lebih dikenal karena karir militernya. Yang tak banyak diketahui orang, sebetulnya Prabowo hidup di lingkungan pebisnis. Menantu (atau mantan menantu?) dari mantan Presiden Soeharto ini lahir dari seorang begawan ekonomi bernama Soemitro Djojohadikusumo, dan cucu dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo, founder dari Bank Negara Indonesia. Setelah "berhenti" dari karir kemiliterannya pada tahun 1999, Prabowo memulai kehidupan barunya di Yordania, di mana ia berkenalan dengan Pangeran Yordania, Abdullah II (yang juga kawan sekolah militernya) dan berbisnis bersama adik kandungnya, Hashim Sudjono Djojohadikoesoemo.

Pada tahun 2003, Prabowo sempat melaporkan harta kekayaannya ke KPK. Saat itu, ia masih berstatus Mantan Komando - Sekolah Staff dan Komando ABRI. Setelah itu, Prabowo sempat melaporkan harta kekayaannya pada tahun 2009 menjelang pemilu presiden. Saat itu ia digandeng Megawati sebagai calon wakil presiden. Tetapi, LHKPN Prabowo hanya ada tahun 2003 di website KPK.

Pada tahun 2003, total harta kekayaan Prabowo "hanya" berkisar Rp 10 milyar. Namun di tahun 2014 ini, total harta kekayaannya melonjak tajam menjadi 1,6 trilyun rupiah. Ia pun menjadi orang yang paling tajir, bahkan jika harta kekayaan Jokowi, Jusuf Kalla, dan Hatta Rajasa digabungkan, jumlahnya tak mencapai separuh kekayaan Prabowo.

Harta kekayaan Prabowo berasal dari tanahnya yang memiliki luas 9 hektar di Cianjur, dan mayoritas adalah surat berharga bernilai Rp 1,5 trilyun yang tersebar di 26 perusahaan.

kekayaan prabowo subianto

kekayaan prabowo subianto

kekayaan prabowo subianto

kekayaan prabowo subianto



Sedangkan untuk LHKPN terbaru (atau bahkan untuk tahun 2009), penulis belum menemukannya baik di website KPK atau di situs manapun. Mungkin saking banyaknya, jadi ngitungnya susah kali ya?

Kekayaan Jokowi (Joko Widodo)

Joko Widodo merupakan capres yang cukup rajin melaporkan harta kekayaannya ke KPK. Tercatat ia 4 (empat) kali melaporkan kekayaannya ke KPK, yaitu pada tahun 2005, 2008, 2010, dan terakhir 2012 lalu. LHKPN tahun 2014 yang terbaru, belum dicantumkan di website KPK. Dari laporan ke laporan, kekayaan Jokowi tak meningkat tajam seperti Prabowo. Total kekayaan Joko Widodo dari laporan ke laporan berturut-turut adalah Rp 9,6 milyar, Rp 14,192 milyar, Rp 18, 47 milyar, dan pada tahun 2012 sebesar Rp 27,255 milyar.

Jokowi adalah capres dengan harta yang paling minimalis, selisih sedikit dengan harta kekayaan M Hatta Rajasa. LHKPN Jokowi tahun 2014 lalu menyebutkan, ia memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 29,892 milyar. Harta ini didapat selain dari karirnya sebagai walikota dan gubernur, juga berasal dari perusahaan furnitur miliknya yang berkibar di bawah bendera CV Rakabu.

kekayaan joko widodo

Kekayaan Jusuf Kalla

Jusuf Kalla memang lahir dan tumbuh di keluarga yang kental semangat bisnisnya. Di bawah panji Kalla Group, JK terbukti berhasil menjalankan usaha di berbagai bidang industri. Tercatat di website KPK, Jusuf Kalla telah 4 kali melaporkan harta kekayaannya. Termasuk ketika masih menjabat sebagai wakil presiden periode 2004 hingga 2009.

Total kekayaan Jusuf Kalla dari laporan ke laporan adalah Rp 134,26 milyar (tahun 2001), Rp 194,192 milyar (tahun 2004), Rp 253,911 milyar (tahun 2007), dan terakhir tahun 2009 sebesar Rp 314,5 milyar.

Sedangkan laporan terakhir menurut KPK, Jusuf Kalla memiliki jumlah kekayaan sebesar Rp 465, 61 milyar. LHKPN Jusuf Kalla setelah tahun 2009 juga belum penulis temukan di website KPK.

kekayaan jusuf kalla

Kekayaan M Hatta Rajasa

Hatta Rajasa mendirikan PT Arthindo Utama (arthindo.co.id) pada tahun 1982. Sejak tahun 2000, ia berfokus di karir politik sebagai anggota DPR untuk fraksi Amanat Nasional. Jabatan menteri selalu ia terima sejak tahun 2001 (dengan departemen yang berbeda), hingga akhir memutuskan mundur karena berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2014.

Tercatat terdapat 4 (empat) laporan kekayaannya di website KPK. Tahun 2001 (Rp 7,108 milyar), tahun 2004 (Rp 9,635 milyar), tahun 2009 (Rp 14,8 milyar), dan tahun 2012 total kekayaan Hatta Rajasa menjadi Rp 16,955 milyar plus USD 56,936. Menurut KPK, total kekayaan Hatta Rajasa pada tahun 2014 adalah sebesar Rp 30,234 milyar.

kekayaan hatta rajasa

Comments

Tulisan Terpopuler

Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian

Sebetulnya cara menggadaikan barang di pegadaian boleh dibilang lebih mudah daripada yang selama ini kita duga. Berikut saya ceritakan pengalaman saya menggadaikan emas (barang yang paling umum digadaikan di pegadaian) di Pegadaian Negeri Slipi Petamburan, Jakarta.
Mengapa memilih Pegadaian? Pegadaian adalah salah satu BUMN yang pernah mau masuk ke bursa saham. Pegadaian memang memiliki aset yang banyak, sehingga dulu Dahlan Iskan berencana membuat PT Pegadaian IPO. Ada banyak sekali barang "sekolahan" yang nggak ditebus sama pemiliknya. Karena nilai pinjaman selalu lebih rendah (atau minimal sama dengan) nilai taksiran barang, otomatis pegadaian jarang merugi.

Menurut saya, setidaknya ada 2 alasan utama mengapa orang lebih senang ke Pegadaian. Pertama, bunga yang ditawarkan Pegadaian lebih rendah daripada rentenir. Pegadaian juga lebih terpercaya karena merupakan perusahaan plat merah. Kedua, prosesnya relatif cepat untuk sekadar mengejar likuiditas. Hampir apa saja bisa di…

Syarat KPR BTN Syariah (Seri 1)

Syarat KPR BTN Syariah mirip dengan pengajuan KPR di Bank Syariah lainnya. Prosesnya pun relatif panjang, mulai dari kelengkapan berkas, proses wawancara hingga survey lokasi rumah. Mari kita bahas satu per satu.
Tentang KPR BTN Platinum iB Produk KPR di BTN Syariah pembiayaannya ada berbagai macam. Salah satunya adalah KPR BTN Platinum iB. KPR BTN Platinum iB adalah produk pembiayaan dalam rangka pembelian rumah, ruko, rukan, rusun, atau apartemen bagi nasabah perorangan dengan akad murabahah atau jual beli. Banyak sekali bank yang tidak lagi menalangi pembiayaan, dalam artian rumahnya belum berdiri tapi bank sudah bayar dulu ke developer. Ingat bahwa Bank bukan lembaga sosial dan harus ada untung. Jangan sampai bermunculan developer yang modal dengkul saja, membangun rumah dari uang nasabah dan uang bank.


Keuntungan KPR BTN iB Seperti bank syariah lain, cicilan dari pengembalian pinjaman akan terus tetap nilainya hingga akhir jangka waktu pembiayaan. Kalau sebulan sudah dipatok 1 ju…

Apa Itu Opportunity Cost?

Secara sederhana, opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya yang timbul karena memilih sebuah kegiatan bisnis tertentu dibanding kegiatan bisnis yang lain. Katakanlah Anda memiliki modal bisnis tambahan sebesar Rp 100juta. Dengan uang Rp 100juta tersebut, Anda memilih untuk menambah jumlah mesin, daripada menyewa ruko baru untuk ekspansi regional.

Kegiatan bisnis A : menambah jumlah mesin, menghabiskan dana yang sama dengan kegiatan bisnis B (menyewa ruko baru). Padahal, bila dihitung dan dilakukan riset sedikit, Anda bisa mengetahui bahwa menambah jumlah mesin baru tidak menghasilkan keuntungan yang sebanding bila Anda memilih untuk menyewa ruko baru untuk penetrasi pasar. Keputusan Anda untuk memilih kegiatan bisnis A, berakibat adanya opportunity cost (biaya peluang) Anda tidak bisa menghasilkan keuntungan sebesar ketika Anda memilih kegiatan bisnis B.
Opportunity cost bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat Anda menunggu bis. Ada yang menghabiskan waktu de…

Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi investasi, dan berbagai macam model asuransi lainnya, semakin berkembang sejak tahun 1998 di negeri ini. Mengapa? Karena sejak peristiwa kerusuhan Mei, orang mulai sedikit cemas. Bagaimana mengamankan aset yang sudah diraih, atau memastikan apa yang akan dicapai dalam waktu sekian tahun mendatang? Pendidikan anak saya siapa yang jamin? Kalau mobil saya kenapa-kenapa, duit siapa buat bayar bengkel? Kalau saya satu-satunya tulang punggung keluarga dan mati kena serangan jantung/stroke, siapa yang ngasih makan istri dan anak?



Semua pertanyaan-pertanyaan yang solusinya tidak pasti, seolah-olah bisa dijawab dengan asuransi. Bukannya saya nggak seneng sama asuransi, tapi kalau pertanyaannya adalah "Apakah kita membutuhkan asuransi?" mungkin jawaban sebenarnya adalah "belum tentu". Contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan ap…