Skip to main content

Menarik Dana Haji, Mungkinkah?

Menarik dana haji yang sudah terlanjur disetor mungkin-mungkin saja. Misalnya karena sakit, meninggal dunia, atau alasan lain. Jika tidak sangat-sangat terpaksa, penulis sarankan untuk tidak menarik dana haji yang sudah disetor ke Kementerian Agama. Mengapa? Karena prosesnya panjang dan lama. Dan beberapa alasan orang menarik dana haji sebetulnya bisa dimentahkan.

syarat penarikan dana haji

Mengapa dana haji mengendap terlalu lama di Kemenag?

Di Kabupaten saya, orang mesti mengantri minimal 13 tahun untuk berangkat. Bayangkan, 13 tahun kali 25 juta rupiah (setoran minimal saat ini untuk mendaftar), dikali sekian banyak calon jemaah haji. Bukankah uang sebesar itu menimbulkan tanda tanya besar? Dana calon jemaah haji sebetulnya dikemanakan?

Ingat, biaya resmi berangkat ke tanah suci baru diumumkan pemerintah kira-kira setahun sebelum tahun keberangkatan. Artinya, 25 juta perak yang disetorkan calon jemaah haji hanyalah sebagian dari biaya yang mesti dibayar kemudian. Biaya haji saat ini berkisar 3500-4000 dollar Amerika. Ada kemungkinan beberapa calon jemaah kena "gagal bayar" dan gagal berangkat, karena duitnya kurang.

Kembali ke pertanyaan, mengapa dana haji mengendap terlalu lama di Kemenag dan mengapa orang antri hingga belasan tahun. Alasannya sebenarnya sederhana. Sejak tahun 2011, jumlah pendaftar haji meningkat pesat karena 2 hal utama. Alasan pertama, ada banyak orang yang meningkat drastis kesejahteraannya misal karena sertifikasi guru,
renumerasi remunerasi, keadaan ekonomi yang membaik, ketahanan Indonesia akan krisis dunia, dan lain-lain. Indonesia banyak orang tajir.

Alasan kedua, banyak bank yang menerbitkan dana talangan haji. Naik haji, tapi ngutang. Sebetulnya saya kurang setuju dengan cara ini, tapi produk seperti ini populer sekali. Orang bahkan berani berhutang demi mendapat nomor antrian yang lebih awal. Optimis mereka bakal mampu membayar cicilannya setelah pulang dari Mekkah.

Alasan lain, mungkin karena pihak Arab Saudi mengurangi kuota haji per negara, terkait dengan renovasi yang berlangsung di Masjidil Haram. Kabarnya, setelah tahun 2016, proses ini akan selesai dan kuota akan kembali normal. Kita harapkan lama penantian calon jemaah akan menjadi lebih cepat.

Kalau lagi BU, apakah Kemenag mau mengembalikan dana haji?

Jawaban singkatnya : iya. Kemenag akan mengembalikan dana haji yang bertahun-tahun lalu kita setorkan. Masalahnya adalah, saldo bank Anda baru akan tertambah Rp 25 juta minimal 4 bulan setelah proses pengajuan selesai. Ketika saya tanyakan ini ke pegawai Kementerian Agama, hal ini karena sekretaris Kemenag di "pusat" hanya 1 orang, sehingga proses pengembalian / transfer balik ke rekening calon jemaah menjadi lebih rumit.

Jadi, saya sarankan untuk tidak pernah mengambil kembali dana haji dengan alasan lagi BU alias Butuh Uit. Tidak ada alasan lain yang lebih rasional daripada meninggal atau sakit sehingga Anda harus mengambil dana haji yang sudah tersetor. Jika pindah KTP pun, Anda tidak perlu mendaftar ulang di domisili yang baru. Cukup mengajukan keterangan pindah, dan Anda bisa berangkat dari domisili asal.

Kalau karena kebelet buat modal kawin?

Jika memang dana mau diambil, walau harus menunggu 4 bulan lamanya, kita tinggal ke kantor Kementerian Agama dengan membawa syarat-syarat berikut ini :
  1. Surat permohonan penarikan BPIH
  2. BPIH Asli
  3. SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji)
  4. Salinan KTP / Kartu Identitas
  5. Salinan Kartu Keluarga
  6. Surat Pernyataan (isinya kira-kira "Saya yang bertanda-tangan di bawah ini, (nama alamat no ktp), menyatakan ingin mengambil dana haji tersetor, dengan alasan kebelet kawin)"
  7. Untuk alasan meninggal dunia, ditambahkan Surat Kuasa, Surat Keterangan Waris dan Surat Keterangan Meninggal Dunia
  8. Untuk alasan sakit, ditambah surat kuasa dan Surat Keterangan Dokter.

Comments

Rudi said…
bisa tidak naik haji pakai visa turis gan? nabungnya nabung sendiri gtu.
stwn said…
sepertinya yang benar adalah remunerasi.
Prabowo Murti said…
Bisa, tapi istilahnya kita adalah, meminjam istilah pemerintah Saudi Arabia, haji haram. Tekniknya bermacam-macam, mulai dari pake visa kerja terus nanti kalau sudah habis masa berlaku sembunyi di gunung-gunung atau ngumpet di salah satu rumah keluarga atau kolega di sana. Tidak direkomendasikan sih :D
Prabowo Murti said…
Terima kasih Mas, sudah dikoreksi. :)
Wahyu Erca putra said…
Kenapa lama sekali baru keluar dana almarhumah mama saya krn sya mau tarik kembali
Prabowo Murti said…
Jika merujuk pada keterangan pegawai Kementerian Agama, karena proses pengembalian dana haji hanya dikerjakan oleh satu orang saja untuk seluruh Indonesia. Kemungkinan lain, dana tersebut "diputar" dulu untuk modal usaha :D
bunda aja said…
Berapa lama mbk cairnya? Sya juga ngajuin pembatalan haji krna mninggal tpi udh 6 bulan blum juga cair. Thanks
Rudi D. said…
Gan...giman caranya mencair dana haji ibu saya yang meninggal dunia.
Prabowo Murti said…
Untuk alasan meninggal dunia, ditambahkan Surat Kuasa, Surat Keterangan Waris dan Surat Keterangan Meninggal Dunia. Semoga dimudahkan segala urusannya Bung Rudi.
Yumna said…
Mohon infonya
Kenapa penarikan dana calon jemaah yg meninggal lama sekali sdangkan semua surat document sudah masuk 5 bulan yg lalu Mohon keteranganya terimakasih

Tulisan Terpopuler

Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian

Sebetulnya cara menggadaikan barang di pegadaian boleh dibilang lebih mudah daripada yang selama ini kita duga. Berikut saya ceritakan pengalaman saya menggadaikan emas (barang yang paling umum digadaikan di pegadaian) di Pegadaian Negeri Slipi Petamburan, Jakarta.
Mengapa memilih Pegadaian? Pegadaian adalah salah satu BUMN yang pernah mau masuk ke bursa saham. Pegadaian memang memiliki aset yang banyak, sehingga dulu Dahlan Iskan berencana membuat PT Pegadaian IPO. Ada banyak sekali barang "sekolahan" yang nggak ditebus sama pemiliknya. Karena nilai pinjaman selalu lebih rendah (atau minimal sama dengan) nilai taksiran barang, otomatis pegadaian jarang merugi.

Menurut saya, setidaknya ada 2 alasan utama mengapa orang lebih senang ke Pegadaian. Pertama, bunga yang ditawarkan Pegadaian lebih rendah daripada rentenir. Pegadaian juga lebih terpercaya karena merupakan perusahaan plat merah. Kedua, prosesnya relatif cepat untuk sekadar mengejar likuiditas. Hampir apa saja bisa di…

Pengalaman Membuat Kartu Kredit

Kalau ada pertanyaan, apa sih yang membuat aplikasi kartu kredit kita diterima atau ditolak oleh bank? Jawaban sebenarnya adalah, tidak ada yang tahu pasti. Katanya harus bekerja minimal setahun, katanya lagi minimal penghasilan harus sekian juta sebulan, katanya lagi mesti ada saldo terendap sekian rupiah di tabungan. Semua serba katanya dan katanya. Bahkan pegawai bank sendiri tidak bisa memberi Anda alasan bila aplikasi kartu kredit Anda ternyata REJECTED.
Namun yang saya tahu, memang ada beberapa hal yang "memperkuat" kemungkinan aplikasi Anda diterima oleh Bank. Beberapa alasan tersebut adalah Bukan tipikal nasabah yang bermasalah Tahukah Anda bahwa sebetulnya data kita di Bank Indonesia memiliki rapor tersendiri. Katakan kita sudah terlanjur mencicil apartemen, dan tercatat beberapa kali menunggak atau telat bayar. Di mata Bank Indonesia, nilai kita sudah minus. Rapor tersebut dikenal dengan sebutan BI Checking, dan laporan ini bisa diakses oleh semua bank dan lembaga…

Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi investasi, dan berbagai macam model asuransi lainnya, semakin berkembang sejak tahun 1998 di negeri ini. Mengapa? Karena sejak peristiwa kerusuhan Mei, orang mulai sedikit cemas. Bagaimana mengamankan aset yang sudah diraih, atau memastikan apa yang akan dicapai dalam waktu sekian tahun mendatang? Pendidikan anak saya siapa yang jamin? Kalau mobil saya kenapa-kenapa, duit siapa buat bayar bengkel? Kalau saya satu-satunya tulang punggung keluarga dan mati kena serangan jantung/stroke, siapa yang ngasih makan istri dan anak?



Semua pertanyaan-pertanyaan yang solusinya tidak pasti, seolah-olah bisa dijawab dengan asuransi. Bukannya saya nggak seneng sama asuransi, tapi kalau pertanyaannya adalah "Apakah kita membutuhkan asuransi?" mungkin jawaban sebenarnya adalah "belum tentu". Contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan ap…

Syarat KPR BTN Syariah (Seri 1)

Syarat KPR BTN Syariah mirip dengan pengajuan KPR di Bank Syariah lainnya. Prosesnya pun relatif panjang, mulai dari kelengkapan berkas, proses wawancara hingga survey lokasi rumah. Mari kita bahas satu per satu.
Tentang KPR BTN Platinum iB Produk KPR di BTN Syariah pembiayaannya ada berbagai macam. Salah satunya adalah KPR BTN Platinum iB. KPR BTN Platinum iB adalah produk pembiayaan dalam rangka pembelian rumah, ruko, rukan, rusun, atau apartemen bagi nasabah perorangan dengan akad murabahah atau jual beli. Banyak sekali bank yang tidak lagi menalangi pembiayaan, dalam artian rumahnya belum berdiri tapi bank sudah bayar dulu ke developer. Ingat bahwa Bank bukan lembaga sosial dan harus ada untung. Jangan sampai bermunculan developer yang modal dengkul saja, membangun rumah dari uang nasabah dan uang bank.


Keuntungan KPR BTN iB Seperti bank syariah lain, cicilan dari pengembalian pinjaman akan terus tetap nilainya hingga akhir jangka waktu pembiayaan. Kalau sebulan sudah dipatok 1 ju…

Apa Itu Opportunity Cost?

Secara sederhana, opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya yang timbul karena memilih sebuah kegiatan bisnis tertentu dibanding kegiatan bisnis yang lain. Katakanlah Anda memiliki modal bisnis tambahan sebesar Rp 100juta. Dengan uang Rp 100juta tersebut, Anda memilih untuk menambah jumlah mesin, daripada menyewa ruko baru untuk ekspansi regional.

Kegiatan bisnis A : menambah jumlah mesin, menghabiskan dana yang sama dengan kegiatan bisnis B (menyewa ruko baru). Padahal, bila dihitung dan dilakukan riset sedikit, Anda bisa mengetahui bahwa menambah jumlah mesin baru tidak menghasilkan keuntungan yang sebanding bila Anda memilih untuk menyewa ruko baru untuk penetrasi pasar. Keputusan Anda untuk memilih kegiatan bisnis A, berakibat adanya opportunity cost (biaya peluang) Anda tidak bisa menghasilkan keuntungan sebesar ketika Anda memilih kegiatan bisnis B.
Opportunity cost bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat Anda menunggu bis. Ada yang menghabiskan waktu de…