Skip to main content

Pentingnya Belajar Main Poker

Beberapa waktu lalu, saya sempat menulis di blog pribadi tentang Delivering Happiness, sebuah buku bagus karya Tony Hsieh. Ia termasuk pengusaha ternama yang hidup dari berjualan (mayoritas) sepatu via sebuah website bernama Zappos dot Com. Di sela waktu luangnya, Tony memulai ketertarikannya dengan poker. Menurut Tony, banyak sekali kesamaan antara strategi dalam bisnis, dan strategi pada permainan poker. Semuanya bukan melulu soal keberuntungan, menggertak, dan membaca raut muka. Poker adalah matematika dan statistik. Mengapa belajar main poker jadi penting untuk bisnis?
pentingnya belajar main poker

Memang pada awalnya Tony berpikir bahwa permainan poker tidaklah terlalu populer karena tak banyak stasiun televisi yang menayangkan pertandingan poker (khususnya jenis Limit Hold'em), jadi ia bermain untuk kesenangan semata. Namun, itu terjadi pada tahun 1999. Di dalam poker, permainan akan selalu pemain melawan pemain, bukan pemain melawan kasino. Jadi, keterampilan dan pengalaman bermain akan sangat mempengaruhi hasil akhir.

Memahami matematika di balik permainan poker menjadi kunci utama Tony untuk menjadi "master" poker, setidaknya di lingkungan tempat ia tinggal. Poker adalah tentang keberanian menerapkan disiplin diri dalam memilah mana yang termasuk individual outcome dan mana yang termasuk the right decision.

Contoh sederhana, mengharap individual outcome itu seperti menebak angka togel lewat buku tafsir mimpi, atau melakukan kalkulasi yang sok-sokan dianggap nyambung padahal nggak pernah kena juga. Sedangkan the right decision adalah membuat keputusan yang benar walaupun hasilnya tak baik. Ingat, bahwa poker adalah sebuah long-term game. Berikut persamaan strategi pada poker dan strategi di bisnis menurut Tony.

Evaluasi Pasar

  • Memilih meja adalah pengambilan keputusan paling penting
  • Adalah wajar berpindah meja bila kita merasa meja tempat kita bermain sekarang bikin susah menang.
  • Jangan bermain satu meja dengan terlalu banyak orang. Sering kali kebanyakan mereka tidak rasional (terlalu spekulatif) dan tak berpengalaman.

Marketing dan Branding

  • Berlaku lemah saat sedang kuat, dan sebaliknya. Ketahuilah saat paling tepat untuk menggertak / bluffing.
  • Brand atau apa yang dikatakan orang lain terhadap Anda itu penting.
  • Arahkan cerita dan gosip orang lain tentang Anda, sesuai dengan yang Anda mau.

Finansial

  • Selalu siapkan diri untuk skenario paling buruk.
  • Orang yang sering memiliki kartu bagus atau yang tidak pernah kalah, belum tentu orang yang menghasilkan uang paling banyak.
  • Kejar nilai positif, bukan apa yang beresiko.
  • Pastikan saldo lebih dari cukup untuk bermain di meja saat ini, dan kemungkinan resikonya.
  • Bermainlah dengan jumlah uang yang Anda relakan untuk hilang!
  • Ingat bahwa ini adalah permainan jangka panjang. Kita sesekali kalah atau menang, tapi yang terjadi dari awal hingga akhir jauh lebih penting.

Strategi

  • Jangan memainkan permainan yang tak Anda mengerti, walaupun kelihatannya banyak sekali orang yang menghasilkan uang darinya
  • Pelajari permainannya ketika taruhannya tak terlalu besar.
  • Jangan curang. Cheaters never win in the long run.
  • Tetaplah pada prinsip yang Anda pegang.
  • Jadilah fleksibel. Gaya bermain mungkin akan berubah-ubah dalam semalam.
  • Sabar. Dan selalu berpikir jangka panjang.
  • Pemain dengan stamina dan fokus paling baik, biasanya menang.
  • Bedakan diri. Jadilah orang yang melawan arus, lakukan apa yang orang semeja tak lakukan, dan sebaliknya.
  • Sekadar "berharap" tak termasuk rencana yang bagus
  • Jangan lelah. Sesekali tinggalkan meja, dan keluar dari ruangan.

Pembelajaran Berkelanjutan

  • Teruslah mengedukasi diri. Baca buku. Pelajari orang-orang yang sudah mencoba sebelumnya.
  • Learn by doing. Teori memang perlu, tapi tak ada yang mengalahkan pengalaman sebenarnya.
  • Belajar dengan cara berkumpul dengan pemain-pemain bertalenta.
  • Menang sekali bukan berarti Anda hebat dan tak perlu belajar lagi. Mungkin Anda sedang mujur saja.
  • Jangan takut meminta saran.

Kultur

  • Cintai apa yang Anda kerjakan. Live it. Sleep it.
  • Jangan arogan. Jangan congkak. Selalu saja ada orang yang lebih baik dari kita.
  • Berlaku baik dan cari banyak teman. Ini adalah sebuah komunitas kecil.
  • Berbagi apa yang sudah Anda pelajari kepada orang lain.
  • Cari kesempatan di luar permainan. Mungkin teman baru, atau partner bisnis.
  • Have fun. Pada akhirnya ini semua bukan tentang uang.

Comments

Tulisan Terpopuler

Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian

Sebetulnya cara menggadaikan barang di pegadaian boleh dibilang lebih mudah daripada yang selama ini kita duga. Berikut saya ceritakan pengalaman saya menggadaikan emas (barang yang paling umum digadaikan di pegadaian) di Pegadaian Negeri Slipi Petamburan, Jakarta.
Mengapa memilih Pegadaian? Pegadaian adalah salah satu BUMN yang pernah mau masuk ke bursa saham. Pegadaian memang memiliki aset yang banyak, sehingga dulu Dahlan Iskan berencana membuat PT Pegadaian IPO. Ada banyak sekali barang "sekolahan" yang nggak ditebus sama pemiliknya. Karena nilai pinjaman selalu lebih rendah (atau minimal sama dengan) nilai taksiran barang, otomatis pegadaian jarang merugi.

Menurut saya, setidaknya ada 2 alasan utama mengapa orang lebih senang ke Pegadaian. Pertama, bunga yang ditawarkan Pegadaian lebih rendah daripada rentenir. Pegadaian juga lebih terpercaya karena merupakan perusahaan plat merah. Kedua, prosesnya relatif cepat untuk sekadar mengejar likuiditas. Hampir apa saja bisa di…

Apa Itu Opportunity Cost?

Secara sederhana, opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya yang timbul karena memilih sebuah kegiatan bisnis tertentu dibanding kegiatan bisnis yang lain. Katakanlah Anda memiliki modal bisnis tambahan sebesar Rp 100juta. Dengan uang Rp 100juta tersebut, Anda memilih untuk menambah jumlah mesin, daripada menyewa ruko baru untuk ekspansi regional.

Kegiatan bisnis A : menambah jumlah mesin, menghabiskan dana yang sama dengan kegiatan bisnis B (menyewa ruko baru). Padahal, bila dihitung dan dilakukan riset sedikit, Anda bisa mengetahui bahwa menambah jumlah mesin baru tidak menghasilkan keuntungan yang sebanding bila Anda memilih untuk menyewa ruko baru untuk penetrasi pasar. Keputusan Anda untuk memilih kegiatan bisnis A, berakibat adanya opportunity cost (biaya peluang) Anda tidak bisa menghasilkan keuntungan sebesar ketika Anda memilih kegiatan bisnis B.
Opportunity cost bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat Anda menunggu bis. Ada yang menghabiskan waktu de…

Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi investasi, dan berbagai macam model asuransi lainnya, semakin berkembang sejak tahun 1998 di negeri ini. Mengapa? Karena sejak peristiwa kerusuhan Mei, orang mulai sedikit cemas. Bagaimana mengamankan aset yang sudah diraih, atau memastikan apa yang akan dicapai dalam waktu sekian tahun mendatang? Pendidikan anak saya siapa yang jamin? Kalau mobil saya kenapa-kenapa, duit siapa buat bayar bengkel? Kalau saya satu-satunya tulang punggung keluarga dan mati kena serangan jantung/stroke, siapa yang ngasih makan istri dan anak?



Semua pertanyaan-pertanyaan yang solusinya tidak pasti, seolah-olah bisa dijawab dengan asuransi. Bukannya saya nggak seneng sama asuransi, tapi kalau pertanyaannya adalah "Apakah kita membutuhkan asuransi?" mungkin jawaban sebenarnya adalah "belum tentu". Contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan ap…

Pengalaman Membuat Kartu Kredit

Kalau ada pertanyaan, apa sih yang membuat aplikasi kartu kredit kita diterima atau ditolak oleh bank? Jawaban sebenarnya adalah, tidak ada yang tahu pasti. Katanya harus bekerja minimal setahun, katanya lagi minimal penghasilan harus sekian juta sebulan, katanya lagi mesti ada saldo terendap sekian rupiah di tabungan. Semua serba katanya dan katanya. Bahkan pegawai bank sendiri tidak bisa memberi Anda alasan bila aplikasi kartu kredit Anda ternyata REJECTED.
Namun yang saya tahu, memang ada beberapa hal yang "memperkuat" kemungkinan aplikasi Anda diterima oleh Bank. Beberapa alasan tersebut adalah Bukan tipikal nasabah yang bermasalah Tahukah Anda bahwa sebetulnya data kita di Bank Indonesia memiliki rapor tersendiri. Katakan kita sudah terlanjur mencicil apartemen, dan tercatat beberapa kali menunggak atau telat bayar. Di mata Bank Indonesia, nilai kita sudah minus. Rapor tersebut dikenal dengan sebutan BI Checking, dan laporan ini bisa diakses oleh semua bank dan lembaga…

Syarat KPR BTN Syariah (Seri 1)

Syarat KPR BTN Syariah mirip dengan pengajuan KPR di Bank Syariah lainnya. Prosesnya pun relatif panjang, mulai dari kelengkapan berkas, proses wawancara hingga survey lokasi rumah. Mari kita bahas satu per satu.
Tentang KPR BTN Platinum iB Produk KPR di BTN Syariah pembiayaannya ada berbagai macam. Salah satunya adalah KPR BTN Platinum iB. KPR BTN Platinum iB adalah produk pembiayaan dalam rangka pembelian rumah, ruko, rukan, rusun, atau apartemen bagi nasabah perorangan dengan akad murabahah atau jual beli. Banyak sekali bank yang tidak lagi menalangi pembiayaan, dalam artian rumahnya belum berdiri tapi bank sudah bayar dulu ke developer. Ingat bahwa Bank bukan lembaga sosial dan harus ada untung. Jangan sampai bermunculan developer yang modal dengkul saja, membangun rumah dari uang nasabah dan uang bank.


Keuntungan KPR BTN iB Seperti bank syariah lain, cicilan dari pengembalian pinjaman akan terus tetap nilainya hingga akhir jangka waktu pembiayaan. Kalau sebulan sudah dipatok 1 ju…