Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2014

Cross-Selling dan Upselling

Cross-Selling dan Upselling sebenarnya adalah kegiatan marketing yang kita sering temui sehari-hari. Jika kita beli makan atau minum di sebuah gerai cepat saji, biasanya kasir akan menanyakan pertanyaan standar berikut ini. "Gak sekalian CD Agnes Monica-nya, Kak?" Pertanyaan ini sebetulnya secara tidak kita sadari telah "membius" untuk membeli lebih banyak. Misalnya dengan iming-iming membeli paket tertentu, maka akan mendapatkan bonus tertentu. Tambah sekian ribu perak, sudah bisa bawa pulang CD, yang entah didengarkan atau tidak. Pokoknya nambah dikit bisa dapet lebih banyak. Dengan pembelian yang banyak, berujung pada profit yang lebih baik.

Contoh lain, misalnya kita menjadi kasir toko kelontong, dan pembeli sudah membeli asam jawa, kacang panjang, dan melinjo. Bisa jadi, pelanggan kita itu mau bikin sayur asem. Kita bisa bilang, "Kacang tanahnya nggak sekalian, Bu? Saat ini kita sedang ada promo loh.. Setiap pembelian 500 gram kacang tanah dan kelipatanny…

Pentingnya Belajar Main Poker

Beberapa waktu lalu, saya sempat menulis di blog pribadi tentang Delivering Happiness, sebuah buku bagus karya Tony Hsieh. Ia termasuk pengusaha ternama yang hidup dari berjualan (mayoritas) sepatu via sebuah website bernama Zappos dot Com. Di sela waktu luangnya, Tony memulai ketertarikannya dengan poker. Menurut Tony, banyak sekali kesamaan antara strategi dalam bisnis, dan strategi pada permainan poker. Semuanya bukan melulu soal keberuntungan, menggertak, dan membaca raut muka. Poker adalah matematika dan statistik. Mengapa belajar main poker jadi penting untuk bisnis?

Memang pada awalnya Tony berpikir bahwa permainan poker tidaklah terlalu populer karena tak banyak stasiun televisi yang menayangkan pertandingan poker (khususnya jenis Limit Hold'em), jadi ia bermain untuk kesenangan semata. Namun, itu terjadi pada tahun 1999. Di dalam poker, permainan akan selalu pemain melawan pemain, bukan pemain melawan kasino. Jadi, keterampilan dan pengalaman bermain akan sangat mempengar…

Investasi Emas Dengan Sistem Kredit?

Salah satu keluarga bercerita tentang ajakan koleganya untuk bersama-sama berinvestasi emas dengan kredit dari bank Syariah. Beli emas, tapi nyicil.
Simulasi investasi emas dengan sistem kredit Andaikan emas yang mau dibeli dari bank adalah emas 100 gram. Dengan down payment atau uang muka 9 juta rupiah, dan cicilan per bulan senilai 1,1 juta rupiah, maka emas akan bisa dimiliki oleh nasabah setelah 4 tahun. Masalahnya adalah, emas masih disimpan oleh pihak bank, dan baru bisa diambil setelah 4 tahun. Apabila cicilan menunggak atau nasabah tak mampu bayar, maka bank akan menyita emas tersebut dan melelangnya.

Jika kita menghitung secara sederhana, DP 9 juta ditambah 1,1 juta perak dikali 12 bulan dikali 4 tahun sama dengan Rp 61.800.000. Jika emasnya hanya 100 gram, berarti harga per gramnya adalah Rp 618.000. Merujuk situs logammulia.com, harga emas saat ini untuk ukuran cast/minted bars 100 gram adalah Rp 485.500/gram atau setara Rp 48.550.000. Terdapat selisih sebesar Rp 13.250.000…

Belajar Sistem KPR di Bank BNI Syariah

Beberapa waktu lalu penulis sempat iseng bertanya tentang sistem kredit pemilikan rumah atau KPR di Bank BNI Syariah cabang Bendungan Hilir, Jakarta Selatan. Mengapa harus di Bank BNI Syariah? Sebetulnya tidak ada alasan khusus, dan bukan bermaksud membanding-bandingkan sistem KPR dengan bank lainnya. Hanya karena ada kenalan penulis di bank tersebut, dan untuk proses mencari ilmu saja.
Perbedaan KPR Syariah dan Konvensional Sistem KPR di Bank Syariah, memiliki perbedaan dengan sistem kredit pemilikan rumah di bank konvensional, dari segi akad atau perjanjiannya. Jika pada bank konvensional dikenal istilah bunga, maka pada bank syariah tidak terdapat istilah bunga (yang menurut sebagian besar ulama termasuk riba dan haram). Supaya para pegawai Bank Syariah bisa tetep makan enak, mereka mengambil untung dari apa yang disebut "margin".

Memahami Margin KPRMargin ini sebetulnya mirip-mirip dengan bunga. Bedanya, margin keuntungan bank sudah ditentukan sejak pertama kali pembeli …

Kisah Sukses: Bisnis Ayam Potong di Jakarta

Bisnis ayam potong saat ini cukup menjanjikan. Terbukti dengan salah satu kisah inspiratif untuk Anda, langsung dari pemilik bisnis ayamkarkas.com, Mas Angga Andhikka, yang saya rangkum dalam tulisan sederhana ini. Mas Angga ini dulunya adalah teman kerja saya, namun memutuskan untuk full berbisnis ayam potong dengan sasaran pasar di Jakarta dan sekitarnya.

Bisa diceritakan sedikit tentang diri Mas Angga, misal tentang pendidikan, atau keluarga? Saya merupakan keturunan Jawa dan Sunda yang lahir di Banten, Tangerang tepatnya, saya adalah anak pertama dari dua bersaudara, dan saya sudah berkeluarga serta dikaruniai dua orang putri. Saya merupakan lulusan sarjana hukum dari Universitas Parahyangan (UNPAR) Bandung, tapi dari awal saya berkarir tahun 2002 hingga pekerjaan saya yang terakhir sebelum memulai usaha, selalu di bidang marketing dan IT, dan belum pernah bekerja di bidang hukum, diawali dari bekerja sebagai PR di sebuah event organizer di Bandung hingga menjadi Online Marketing …