Skip to main content

Teknik-teknik Menawar Harga

Dalam bertransaksi, sudah menjadi hal yang biasa untuk melakukan bargaining atau tawar menawar. Kalau kita meihat di komik Gober Bebek, salah satu sebab ia menjadi orang yang tajir mampus adalah karena pada saat menawar, ia kejam sekali. Misal penjual memulai harga di 1000, ia akan memulai menawar harga di katakan 250. Gober menaikkan harga per 10 sedangkan penjual menurunkan harga per 50. Akibatnya harga tengah-tengah akan jauh di bawah 1000.

aktivitas di stock exchange

Tujuan menawar harga

Namun menawar harga bukanlah sekadar mencoba mendapatkan harga beli yang lebih murah. Demikian pula, penjual pun bukan berarti menghendaki harga jual yang tinggi semata. Inti dari proses tawar menawar adalah bagaimana pembeli dan penjual sama-sama senang dan ikhlas dengan transaksi. Kalau di akhir transaksi salah satu ada yang masih ngedumel dengan harga yang terjadi, boleh jadi hukum jual belinya menjadi tidak sah, karena tidak ada keridhoan dari salah satu atau kedua belah pihak.

Berikut cara-cara atau teknik-teknik menawar harga yang biasanya saya praktekkan.

Menjadi Gembel

Bergayalah seperti gembel, dan gembel betulan itu pake sendal jepit mau putus dan kaos lusuh. Jangan sekali-kali keluarin iPhone. Ini sukses saya terapkan di pameran komputer waktu mau beli laptop. Hari pertama, sudah nyembah-nyembah, nggak dikasih. Hari kedua, tetep nggak dikasih. Akhirnya di hari keempat baru dikasih harga murah. Plus, saya dikasih kaos juga sama Cicinya. Iba juga dia kayaknya.

Memakai Perempuan

Mengapa industri rokok dan otomotif selalu menggunakan SPG? Karena daya tarik wanita itu benar-benar kuat untuk produk yang identik dengan lelaki. Perusahaan tidak peduli apakah SPG tahu betul soal produk (walau ada sebagian kecil SPG yang diberi training insentif dan benar-benar pintar), yang penting mejeng aja sambil pamer belahan tetek dan senyum-senyum separuh nakal. Kalau Anda mau nego dengan bos-bos, coba ajak temen cewek yang bahenol, suruh kancing atas lepas satu, selama meeting pilin-pilin rambut sambil jilat bibir.

Jangan Lihat Mata, Jual Mahal Aja

Beberapa penjual akan memasang lampu yang terang di etalase atau toko. Ini bukan tanpa alasan. Dengan lampu seperti itu, maka akan semakin terlihat pupil mata pembeli yang membesar, artinya pembeli benar-benar menginginkan barang. Kalau sudah ketahuan begitu, biasanya harga sudah kayak supermarket, nggak bisa kurang. Ini juga berlaku dalam permainan poker (sampe2 pemain pake kacamata item supaya nggak ketahuan lagi bluffing). Atau cara ampuh ya, "Kalau nawar nggak dapet ya udah saya cari di tempat laen aja...", dipraktekkan sambil mlengos dan tersenyum ketus.

Harga boleh tetap, tapi minta bonus kaos / payung / piring cantik

Menurut survey, diskon 10% tidak terlalu menarik pelanggan dibandingkan dengan iming-iming bonus/hadiah ekslusif seperti boneka, kaos bertanda tangan artis, dll. Coba saja lihat fenomena hadiah boneka Minions dari Mc Donald's beberapa waktu lalu. Benar-benar ludes, sampai-sampai ada yang jualan bonekanya saja di Kaskus.

Beli Banyak

Dengan membeli dalam kuantitas yang lebih besar, kita bisa memperoleh harga yang bagus karena untung toko sejatinya akan lebih banyak, plus turn over mereka akan semakin bagus.

Dapatkan harga per kg/meter/satuan, kalikan balik dengan kuantiti, tawar harga akhir

Misal Anda mau beli ubin/karpet/kertas/apalah yang harga per karton isi 11 nya adalah Rp 202.500. Ukuran per piece adalah 24cm x 24cm. Coba bilang gini, "Itu per cm perseginya jadi berapa, Ci?" Penjual mulai mengambil kalkulator versi badak. Didapatlah angka Rp 31,96 per cm persegi. "Ya udah, jadiin Rp 31 aja ya.." Karena merasa kurangnya cuma Rp 0,96 per cm, cincai lah. "Saya butuh untuk media 195cm x 320xm nih Ci, jadi berapa karton tuh.." Si Cici semlohay kembali tertantang untuk memainkan jarinya di atas kalkulator badak. Didapat 9.85 karton. Tapi nggak mungkin kan beli karton cuma 85 persennya. Jadinya minimal beli 10 karton.

Nah, ultimate-nya "Ya udah saya ambil 11 deh buat jaga-jaga. Jadinya 11karton*24*24*11*Rp 31 per cm. Jadi berapa tuh?" Dengan wajah seksi semi basah si Cici pun kembali menghitung. "Segini nih.." Rp 2.160.576. "Wah, ganjil banget tuh Ci. Ya udah no tiao (dua juta) aja gimana?" Nanti dia bilang, "Mana bisa.. Yu udah ai kasi mura, dua satu lima puluh lah". "Ya udah bungkus, Ci.." Coba bandingkan 202.500 kali 11 karton dengan Rp 2.150.000. Lumayan kan selisihnya?

Pake kosakata Tiong Hoa

Hapalin ya..
1 : ce
2 : no / ji
3 : sa
4 : si
5 : go
6 : lak
7 : cit
8 : pwe
9 : ciu / kao
10/puluhan : cap

100/ratusan : pek
1000/ribuan : ceng
10.000/puluhan ribu : ban
1.000.000 / jutaan : tiao

Harusnya baca angka itu per sepuluh ribuan, mirip di Jepang juga sama. Tapi karena di Indonesia nggak terbiasa, yang lebih sering didengar adalah cara baca per seribu (3 digit).
ce tiao-gope jigo ceng- sape kong go = 1.525.305

Referal, link, dan koneksi

Anda bisa pakai caranya si Connor Woodman ketika menawar. Ia pasti bilang, "Bagaimana kalau setelah transaksi ini berhasil, aku akan memberikan link-ku di Cina pada Anda, supaya Anda bisa punya koneksi di sana?". Jadi ia menukar koneksi yang sifatnya jangka panjang, dengan potongan harga (jangka pendek). Kalau dengan pedagang yang baek, bilang aja "Kasi mura lah Ko, nanti saya sering-sering ambil sini.."

Sebenarnya masih banyak lagi teknik-teknik menawar harga yang lain, tapi nanti postingan ini jadi novel. Pesan terakhir, jangan terlalu kejam juga dengan penjual. Kalau memang harga sudah tidak bisa digoyang, jangan maksa. Jangan jadi Yahudi, bisa jadi memang sudah harganya segitu. Kalau kita nawar di bawah harga beli dia, kita zolim namanya.

Comments

[…] sudah belajar sedikit trik untuk menawar harga di tulisan sebelumnya. Dari sisi penjual, sebetulnya kita juga memiliki bargaining power yang mesti dimanfaatkan. Perlu […]

Tulisan Terpopuler

Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian

Sebetulnya cara menggadaikan barang di pegadaian boleh dibilang lebih mudah daripada yang selama ini kita duga. Berikut saya ceritakan pengalaman saya menggadaikan emas (barang yang paling umum digadaikan di pegadaian) di Pegadaian Negeri Slipi Petamburan, Jakarta.
Mengapa memilih Pegadaian? Pegadaian adalah salah satu BUMN yang pernah mau masuk ke bursa saham. Pegadaian memang memiliki aset yang banyak, sehingga dulu Dahlan Iskan berencana membuat PT Pegadaian IPO. Ada banyak sekali barang "sekolahan" yang nggak ditebus sama pemiliknya. Karena nilai pinjaman selalu lebih rendah (atau minimal sama dengan) nilai taksiran barang, otomatis pegadaian jarang merugi.

Menurut saya, setidaknya ada 2 alasan utama mengapa orang lebih senang ke Pegadaian. Pertama, bunga yang ditawarkan Pegadaian lebih rendah daripada rentenir. Pegadaian juga lebih terpercaya karena merupakan perusahaan plat merah. Kedua, prosesnya relatif cepat untuk sekadar mengejar likuiditas. Hampir apa saja bisa di…

Pengalaman Membuat Kartu Kredit

Kalau ada pertanyaan, apa sih yang membuat aplikasi kartu kredit kita diterima atau ditolak oleh bank? Jawaban sebenarnya adalah, tidak ada yang tahu pasti. Katanya harus bekerja minimal setahun, katanya lagi minimal penghasilan harus sekian juta sebulan, katanya lagi mesti ada saldo terendap sekian rupiah di tabungan. Semua serba katanya dan katanya. Bahkan pegawai bank sendiri tidak bisa memberi Anda alasan bila aplikasi kartu kredit Anda ternyata REJECTED.
Namun yang saya tahu, memang ada beberapa hal yang "memperkuat" kemungkinan aplikasi Anda diterima oleh Bank. Beberapa alasan tersebut adalah Bukan tipikal nasabah yang bermasalah Tahukah Anda bahwa sebetulnya data kita di Bank Indonesia memiliki rapor tersendiri. Katakan kita sudah terlanjur mencicil apartemen, dan tercatat beberapa kali menunggak atau telat bayar. Di mata Bank Indonesia, nilai kita sudah minus. Rapor tersebut dikenal dengan sebutan BI Checking, dan laporan ini bisa diakses oleh semua bank dan lembaga…

Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi investasi, dan berbagai macam model asuransi lainnya, semakin berkembang sejak tahun 1998 di negeri ini. Mengapa? Karena sejak peristiwa kerusuhan Mei, orang mulai sedikit cemas. Bagaimana mengamankan aset yang sudah diraih, atau memastikan apa yang akan dicapai dalam waktu sekian tahun mendatang? Pendidikan anak saya siapa yang jamin? Kalau mobil saya kenapa-kenapa, duit siapa buat bayar bengkel? Kalau saya satu-satunya tulang punggung keluarga dan mati kena serangan jantung/stroke, siapa yang ngasih makan istri dan anak?



Semua pertanyaan-pertanyaan yang solusinya tidak pasti, seolah-olah bisa dijawab dengan asuransi. Bukannya saya nggak seneng sama asuransi, tapi kalau pertanyaannya adalah "Apakah kita membutuhkan asuransi?" mungkin jawaban sebenarnya adalah "belum tentu". Contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan ap…

Syarat KPR BTN Syariah (Seri 1)

Syarat KPR BTN Syariah mirip dengan pengajuan KPR di Bank Syariah lainnya. Prosesnya pun relatif panjang, mulai dari kelengkapan berkas, proses wawancara hingga survey lokasi rumah. Mari kita bahas satu per satu.
Tentang KPR BTN Platinum iB Produk KPR di BTN Syariah pembiayaannya ada berbagai macam. Salah satunya adalah KPR BTN Platinum iB. KPR BTN Platinum iB adalah produk pembiayaan dalam rangka pembelian rumah, ruko, rukan, rusun, atau apartemen bagi nasabah perorangan dengan akad murabahah atau jual beli. Banyak sekali bank yang tidak lagi menalangi pembiayaan, dalam artian rumahnya belum berdiri tapi bank sudah bayar dulu ke developer. Ingat bahwa Bank bukan lembaga sosial dan harus ada untung. Jangan sampai bermunculan developer yang modal dengkul saja, membangun rumah dari uang nasabah dan uang bank.


Keuntungan KPR BTN iB Seperti bank syariah lain, cicilan dari pengembalian pinjaman akan terus tetap nilainya hingga akhir jangka waktu pembiayaan. Kalau sebulan sudah dipatok 1 ju…

Apa Itu Opportunity Cost?

Secara sederhana, opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya yang timbul karena memilih sebuah kegiatan bisnis tertentu dibanding kegiatan bisnis yang lain. Katakanlah Anda memiliki modal bisnis tambahan sebesar Rp 100juta. Dengan uang Rp 100juta tersebut, Anda memilih untuk menambah jumlah mesin, daripada menyewa ruko baru untuk ekspansi regional.

Kegiatan bisnis A : menambah jumlah mesin, menghabiskan dana yang sama dengan kegiatan bisnis B (menyewa ruko baru). Padahal, bila dihitung dan dilakukan riset sedikit, Anda bisa mengetahui bahwa menambah jumlah mesin baru tidak menghasilkan keuntungan yang sebanding bila Anda memilih untuk menyewa ruko baru untuk penetrasi pasar. Keputusan Anda untuk memilih kegiatan bisnis A, berakibat adanya opportunity cost (biaya peluang) Anda tidak bisa menghasilkan keuntungan sebesar ketika Anda memilih kegiatan bisnis B.
Opportunity cost bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat Anda menunggu bis. Ada yang menghabiskan waktu de…