Skip to main content

Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi investasi, dan berbagai macam model asuransi lainnya, semakin berkembang sejak tahun 1998 di negeri ini. Mengapa? Karena sejak peristiwa kerusuhan Mei, orang mulai sedikit cemas. Bagaimana mengamankan aset yang sudah diraih, atau memastikan apa yang akan dicapai dalam waktu sekian tahun mendatang? Pendidikan anak saya siapa yang jamin? Kalau mobil saya kenapa-kenapa, duit siapa buat bayar bengkel? Kalau saya satu-satunya tulang punggung keluarga dan mati kena serangan jantung/stroke, siapa yang ngasih makan istri dan anak?

ilustrasi perhitungan asuransi


Semua pertanyaan-pertanyaan yang solusinya tidak pasti, seolah-olah bisa dijawab dengan asuransi. Bukannya saya nggak seneng sama asuransi, tapi kalau pertanyaannya adalah "Apakah kita membutuhkan asuransi?" mungkin jawaban sebenarnya adalah "belum tentu". Contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan apabila Anda ikut asuransi jiwa. Ini sama saja mengatakan, Anda cenderung buang-buang uang, untuk sesuatu yang kemungkinannya kecil sekali, plus dampak finansialnya juga kecil.

Alasan sederhana paling umum ketika orang membeli produk asuransi bisa dipersingkat menjadi "saya nggak mau jatoh miskin, saat (pilih salah satu) : mobil saya nabrak, anak saya mau sekolah, rumah saya kebakar, atau saya sakit parah/operasi". Dengan kata lain, asuransi hanya berfungsi sebagai pengurang dampak finansial dari resiko. Jadi, salah kaprah kalau penghasilan Anda 100 juta sebulan, tapi ikut asuransi kesehatan yang uang pertanggungannya cuma sejuta perak. Ngapain? Anda udah terlalu tajir untuk ikut asuransi ecek-ecek!

Pesan 1 : kalau udah kelewat tajir, nggak usah beli asuransi

Tapi kan, saya ikut asuransi investasi, nanti duitnya setelah 5-10 tahun, bakal jadi semilyar?

Begini, sebagai sebuah bidang usaha yang mengelola dana nasabah (dalam hal ini nasabah asuransi), tentu agen asuransi akan mengiming-imingi keuntungan yang nilainya "kudu dibilang wow gituh". Padahal, ada cost perusahaan, ada profit yang harus dibukukan, ada karyawan/agen asuransi yang harus digaji. Artinya, sebenernya dana yang Anda pakai untuk beli produk insurance, kalau tidak dipotong biaya-biaya tadi, akan menghasilkan profit yang jauh lebih besar bila diinvestasikan langsung ke produk investasi, bukan via asuransi investasi atau unit link (campuran).

Pesan 2 : beli asuransi investasi lebih merugikan dibanding invest langsung di produk investasi murni

Tapi kan, ini sama aja kayak nabung?

Tidak. Anda ikut asuransi investasi nggak sama kayak nabung. Kalau kita nabung Pak/Bu, duitnya bisa kita ambil kapan aja. Duit kita likuid, alias gampang cair. Nunggu selama 10 tahun makan waktu. Iya kalau perusahaan asuransinya nggak bangkrut, iya kalau di tengah jalan kita nggak butuh duit. Kalau kita ambil di misalnya 5 tahun pertama, tentu kita kena biaya tambahan.

Pesan 3 : kalau ada hajat yang masih lama (5-20 tahun), mending nyicil beli emas, saham, atau tanah saja, terkait likuiditas dan potensi profit

Sesuai judul, saya tidak menyarankan Anda "beli" produk insurance. Tapi kalau sudah disediakan kantor/perusahaan tempat kita kerja, ambil aja! :D

CATATAN PINGGIR

Mengingat cukup banyak komentar di tulisan ini yang berasal dari agen asuransi, saya rasa akan sangat-sangat fair bila agen tersebut langsung saja menyebutkan berasal dari perusahaan asuransi mana, produknya apa saja, premi berapa, dan bila perlu kontak ke yang bersangkutan bila ada pembaca blog ini yang tertarik bergabung menjadi nasabah. Tidak perlu malu dan sungkan, karena saya tidak akan memoderasi komentar yang berbau promosi kecuali sudah tidak sopan (dengan menyerang secara langsung produk/perusahaan asuransi lain, menggunakan bahasa yang kasar, dll). Cukup adil, bukan?

Comments

Yudi Ganteng said…
Tapi gini... Misalnya... Ada orang sakit parah bnget,,, sampe2 ngabisin puluhan jt rupiah,, kan brarti mending pake asuransi drpd pk duit sendiri???
Prabowo Murti said…
Hi Yudi Ganteng, silakan dibandingkan saja premi yang telah dibayarkan dengan uang pertanggungan dari pihak asuransi. Jika memang selisihnya tidak terlalu besar, saya pikir lebih menguntungkan bila dana untuk premi dialokasikan untuk investasi yang sifatnya likuid.

Perlu diperhatikan bahwa perusahaan asuransi harus memperoleh profit, jadi semakin besar resiko seseorang terkena penyakit yang akan menguras kantong, maka preminya pun akan semakin besar. Apakah perusahaan asuransi mau menanggung perawatan kanker paru-paru bagi perokok aktif?
ace said…
Saya setuju dg om yudi,saya sendiri adlh sarjana asuransi,back ground saya perawat ,sy prnh bekerja d rumahsakit, banyak org kaya yg tdk pnya asuransi tiba2 sakit sampai mengeluarkan uang berpuluh2 juta,pdhl dg ikut asuransi iuran premi hanya sekian ratus ribu,tp dpt mencover rawat inap/penyakit yg biayanya bs lebh dari iuran premi yg d bayarkan.
Asuransi premi tdk menanggung kanker paru2??
Ca paru(kanker paru2),tdk semua penybabnya adlh perokok aktif,seorang peroko aktif jika mengalami keluhan dari akibat rokoknya biasanya pnykit :batuk,infeksi pernapasan atas,tbc paru(utk tbc paruparu,disediain obat oleh pemerintah d setiap rs/puskesmas secara GRATIS dan d minum selama 6 bln berturutturut) ,jadi intinya premi besar krn qt sdh pnya penyakit/usai pd saat masuk asuransi WAJAR (kan qt udh g sehat saat masuk asuransi),tp kl qt sakit qt ada jaminan,beda kl qt udh penyakitan g ada asuransi,saat qt trkena sakit qt harus mengluarkan uang jauh lbh besar dari premi,dan qt tdk tau kapan sakit itu akan datang ?(Krn risiko itu sifatnya tdk pasti),,,,pahami manfaat asuransi ,jgn d lihat brpa besar premi yg hrs q bayarkan...
Semoga bermanfaat
Prabowo Murti said…
Bebas-bebas saja bila ada pro dan kontra soal asuransi. Sebetulnya dari kacamata Islam, asuransi sifatnya gharar (mengandung ketidakjelasan, apakah kita akan sakit atau tidak). Bisa dibaca di situs muslim.or.id.

Namun dari sisi finansial, saya merasa bila premi kita alihkan ke investasi lain, untuk "membiayai" biaya perawatan kesehatan, akan lebih menguntungkan daripada menyerahkan premi ke perusahaan asuransi. Untuk beberapa kasus memang ada pasien yang biaya berobatnya jauh lebih besar daripada premi asuransi yg telah dibayarkan (pasien untung), namun jauh lebih banyak lagi orang2 sehat baik2 saja yang terus membayar premi tanpa ada klaim (dari sinilah perusahaan asuransi memperoleh (sumber) profit)

Demikian Mas.
kurisutho said…
Dear all..

Kehidupan ini ibarat nyetir mobil....
kebetulan Penulis memilih nyetir mobil tanpa ban serep...

dan kenapa setiap mobil di dunia ini selalu memakai ban serep yang notabene dengan ada biaya ban serep..

yang pasti pencipta mobil menginginkan para pengguna sampai tujuan nnya dengan kepastian tanpa resiko berhenti di jalan karena ban meletus atau bocor.

begitu juga dalam hidup ada cita cita, dan banyak jalan untuk mencapainya.. dan banyak juga resikonya... tinggal pilih
Prabowo Murti said…
Benar sekali, hidup ini ibarat nyetir mobil. Tapi tahukah Anda seberapa sering kita semua mengganti ban serep? Penulis memilih untuk "menginvestasikan biaya ban serep ke instrumen investasi yang lebih menguntungkan, supaya kalau ada apa-apa di jalan masih bisa dihandle tanpa ban serep". Masalahnya, para penjual ban serep menakut-nakuti bahwa jalanan sedemikian hancur, bergelombang, blablabla, sehingga ban serep yang mereka jual laku keras. Ada pula orang yang beli ban serep sampe 3-4 biji.

Inti dari tulisan ini bukan untuk menghalangi rejeki para agen asuransi. Intinya adalah membeli asuransi yang benar-benar Anda butuhkan, daripada mendengarkan bulat-bulat segala omong kosong orang asuransi. Coba simak tulisan Priyadi di http://priyadi.net archives/2011/08/16/membeli-asuransi-perlu-atau-tidak/

Semoga tercerahkan.
manusia biasa said…
GOTONG ROYONG itu esensi dari asuransi... mereka yg kaya mau ikut asuransi itu sadar mereka gk bisa mengelola uangnya sendiri mau nya di tanggung bersama gan :D sama, saia karena gak bisa mengelola uang saia dengan baik ya saia percayakan sama perusahaan asuransi... terlepas dari untung rugi... ya kembali lagi untungnya saat mati... saia apresiasi tulisan anda... ya kl gk mau rugi pastikan diri selalu SEHAT :D

Dan dibalik itu semua akan selalu muncul perbandingan, 20 tahun yg lalu mana ada orang yg mau nabung di BANK mending disimpan dibawah bantal... :D tapi seiringnya waktu liat sekarang hampir disudutan jalan semua ada ATM satu orang bisa punya 5-6 akun di BANK... asuransi sekarang ya seperti itu.. 5/10 tahun lagi percaya atau tidak percaya terima atau tidak terima ASURANSI akan tetap MENGUNTUNGKAN :D

merujuk kepengalaman pribadi paman saia 1thn yg kemarin agen asuransi nawarin tuh kedia... penghasilan sih gk klah2 amat 15jt/bulan... sakit jantung 10 bulan kemudian di kerjaan di pecat, rumah dijual, anak putus sekolah... biaya sakit kebocoran klip jantung 135jt dalam 2 minggu... org kl sudah sakit butuh nya dana segar yg cepat... gak sesimple hitungan diatas... :D

Urusan mau atau tidak mau beli asuransi mah itu urusan ANDA gan, yg punya tanggungan anda yg punya keluarga ya jg anda... mau disimpan kemana juga itu urusan ANDA kok :D begitu juga pembaca yg lain urusan anda sendiri... :D

http://finance.detik.com/read/2009/10/12/175518/1220162/5/tahun-2014-semua-penduduk-wajib-miliki-asuransi-kesehatan
Prabowo Murti said…
Terserah Mas aja deh... :)
manusia biasa said…
satu lagi deh agan jawab yaaaa :D

Bebas-bebas saja bila ada pro dan kontra soal asuransi. Sebetulnya dari kacamata Islam, asuransi sifatnya gharar (mengandung ketidakjelasan, apakah kita akan sakit atau tidak). Bisa dibaca di situs muslim.or.id.

Namun dari sisi finansial, saya merasa bila premi kita alihkan ke investasi lain, untuk “membiayai” biaya perawatan kesehatan, akan lebih menguntungkan daripada menyerahkan premi ke perusahaan asuransi. Untuk beberapa kasus memang ada pasien yang biaya berobatnya jauh lebih besar daripada premi asuransi yg telah dibayarkan (pasien untung), namun jauh lebih banyak lagi orang2 sehat baik2 saja yang terus membayar premi tanpa ada klaim (dari sinilah perusahaan asuransi memperoleh (sumber) profit)

Demikian Mas.

para jamaah haji saja, yang saat ini sedang ibadah ke Makkah, SEMUA DI ASURANSIKAN... Padahal mereka jelas-jelas TAMU
ALLAH.... harusnya mereka ndak perlu lagi donk beli Asuransi? Wah ibadah hajinya HARAM donk???? :D

Kenapa PNS harus ada ASKES yg natabene Indonesia mayoritas ISLAM, berarti haram donk?

Coba perhatikan bagaimana pemerintah mengasuransi semua PNS di ASKES dan menyiapkan dana pensiunnya di
TASPEN, bagaimana semua BANK mengasuransikan semua orang yang mengajukan kredit di bank tersebut, bagaimana
setiap perusahaan mengasuransikan semua karyawannya, bagaimana setiap perusahaan pembiayaan maupun bank juga
mengasuransikan setiap jaminannya, rumah diasuransikan kebakaran, mobil di asuransi All risk, dll... Pertanyaannya :
1. Apakah PEMERINTAH Tidak Mikir hingga keluarga anggaran yang besar uang untuk bayar ASKES dan TASPEN?
2. Apakah semua BANK Syariah atau pun non syariah tidak mempunyai cara lain hingga repot–repot membebani nasabahnya WAJIB memiliki Asuransi Jiwa ?
3. Apakah semua Perusahaan tidak Punya UANG untuk biaya kesehatan karyawannya hingga harus membelikan Asuransi?
4. Apakah para perusahaan Leasing YAKIN bahwa setiap rumah yang dijaminkan PASTI TERBAKAR hingga harus di
asuransikan ? Atau Setiap MOBIL pasti hilang hingga semua juga harus di asuransikan?

INGAT !!! Asuransi itu untuk :
"MENCIPTAKAN RASA AMAN". Ya itulah fungsi asuransi. Saat ini, saya mengasuransikan semua rumah saya dengan asuransi
kebakaran, bukan berarti saya pengen rumah saya terbakar. Saat ini saya mengasuransikan semua mobil saya bukan berarti saya pengen Mobil saya hilang. Saat ini saya mengasuransikan DIRI saya, bukan karena saya pengen Sakit, atau juga bukan berarti saya pengen MATI BESOK. Saya membeli asuransi karena :
1 Saya tidak mau kalau terjadi resiko kebakaran saya harus stress, karena justru rumah saya akan diganti dengan rumah
baru.
2 Saya tidak mau kalau mobil saya lecet atau hilang saya keluarkan uang ekstra, justru mobil saya akan diganti dengan
yang Baru.
3 Saya ingin jika sakit, saya tidak perlu JUAL – JUAL ASET yang saya kumpulkan sejak Lama.
4 Dan saya Mau, jika "Allah panggil saya" maka Istri dan anak–anak saya TETAP MEMILIKI KEHIDUPAN TERBAIKNYA.

coba kita lihat diluar sana, berapa banyak orang yang ketika Rumahnya terbakar, mereka stress dan seperti KEHILANGAN HARAPAN HIDUP ketika ada keluarganya sakit harus merelakan RUMAH satu satunya DIJUAL hanya untuk biaya berobat, dan ketika seorang Kepala Rumah Tangga MENINGGAL, maka Istrinya TERPAKSA KERJA untuk menafkahi anak – anaknya yang masih KECIL – KECIL.
Ok, Sudahlah kalau anda belum punya cukup dana untuk berasuransi, tidak usah komentar negative sama asuransi.
ASURANSI ITU BAIK dan SEMUA ORANG BUTUH ASURANSI. Lebih baik anda focus meningkatkan penghasilan anda supaya anda memiliki cukup dana untuk berasuransi... :)

Jika, anda masih ragu dengan Asuransi itu Halal atau Haram silahkan anda Tanya ke Dewan Syariah di Majelis Ulama Indonesia, mereka adalah kumpulan PARA ULAMA yang mengkaji Asuransi dari semua sudut pandang agama. Jika Asuransi itu HARAM, pastilah MUI akan membuat Fatwa tentang hal ini.
Prabowo Murti said…
Thanks sudah berkomentar ya Mas, tapi maaf saya belum butuh asuransi (dan mudah-mudahan tidak sampai ada klaim asuransi, karena itu berarti saya mengalami sebuah musibah : kecelakaan, sakit, rumah terbakar, anak sekolah nggak punya duit, dll).

Silakan baca ini dulu Mas : http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/hukum-asuransi.html Silakan baca juga link menuju tulisan Mas Priyadi di komentar saya sebelumnya. Sekali lagi terima kasih sudah berkomentar.
Ada Aja Deh said…
Kalau menurut saya yaaa... asuransi itu penting banget laah.. nanti kerasanya kalau pas mau nyekolahin anak,, apalagi kalau anaknya jaraknya deketan.... daripada ribet ngurusin investasi,, mending duitnya 'ditabung' untuk asuransi edukasi, toh nanti kita bisa itung berapa lama duit kita mengendap dll.. kalau masalah halal dan haram sih saya ndak begitu paham.. bismilah aja lah
Prabowo Murti said…
Memang benar Mbak/Mas, asuransi memang penting. Saya sendiri menjadi nasabah di salah satu asuransi kesehatan. Tapi yang saya ikuti hanya sebatas itu. Kalau unit link saya kurang suka dan pilih langsung ke reksadana (kalau memang tujuan utamanya adalah profit). Dana pendidikan anak bisa tercapai walau kita tidak ikut asuransi pendidikan. Caranya kurang lebih sama dengan cara pihak asuransi mengelola dana nasabah : diinvestasikan di instrumen seperti stocks (pasar modal) dan kalau mau konservatif bisa ke tabungan/deposito berjangka.

Tulisan ini memang tidak menilai asuransi secara hukum islam (untuk itu ada tulisan tersendiri di muslim.or.id), namun dari segi untung/rugi buat nasabah...

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. :D
aditya said…
gmn dengan asuransi syariah? ada komentar?
Prabowo Murti said…
Bagaimana detail dari akad asuransi syariah ya? Sayangnya saya belum paham dan kurang ilmu di situ. Jika akadnya kurang lebih sama dengan asuransi konvensional, menurut saya sama saja.

Tulisan ini menilai dari sisi benefit punya asuransi atau tidak.
Kelby said…
Asuransi syariah berbeda dengan asuransi konvensional. Perbedaannya adalah sebagai berikut:
1. Dana dikumpulkan oleh para peserta kemudian dikelola (contohnya saham). Di mana saham yang dimainkan bukan saham yang haram menurut syariah seperti Bank, perus rokok , minuman keras dsb. Dengan istilah lain, kontribusi dikelola secara halal.
2. Dana adalah milik para peserta dan perusahaan hanya bertugas untuk mengelolanya.
3. Biaya asuransi, administrasi dsb pada tahun 1 dan 2 dihutangin dan baru dibayar pada tahun 3. (Berlaku di Prudential) Kalau syariah, iuran tabaru,biaya admin dibayarkan sesuai tahunnya jadi tidak berhutang.
4. Alokasi biaya akuisisi berbeda dengan as.konvensional
5. Jika tidak ada claim selama setahun maka nasabah berhak atas bagi hasil.
6. Di dalam asuransi syariah, ada prinsip gotong royong dmn setiap peserta saling membantu peserta lainnya yang membutuhkan biaya RS.

Saya bisa menjelaskan dengan baik karena saya full time dan ditraining di perusahaan terbaik.
Jika ada yang tertarik untuk mendengarkan penjelasan lebih lanjut, ingin claim, ingin melakukan perubahan2 pada polis Prudential Anda dapat menghubungi:

Kelby Tirtabudi
Your Personal Financial Advisor
Prudential Life Assurance
081534818168
Prabowo Murti said…
Hi Kelby Tirtabudi,

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas komentarnya. Mengenai hukum asuransi syari'ah dalam Islam, saya merujuk pada tulisan Hukum Asuransi di muslim dot or dot id. Yang membuat asuransi syariah tidak jauh berbeda dengan asuransi konvensional adalah pada saat terjadi klaim : jika perusahaan asuransi memberi lebih besar daripada premi yang telah dibayarkan nasabah, itu adalah riba fadhel (riba karena telah terjadi kelebihan harta/uang klaim yang diterima nasabah). Sedangkan bila pihak asuransi hanya memberi sesuai dengan premi yang telah dibayarkan oleh nasabah, maka itu termasuk riba nasi'ah, yaitu riba karena adanya penundaan pembayaran klaim (nasabah harus mendapat celaka dulu atau harus menunggu sekian tahun untuk mendapatkan keuntungan), yang besarnya tidak tentu.

Saya tidak mengerti tentang produk asuransi syariah yang saudara perkenalkan, mungkin bisa dibahas, salah satu saja (mungkin produk Prudential yang paling laris saja) supaya para pembaca yang lain tercerahkan. Terima kasih.
gudangteknoz said…
Menurut kami semua itu benar, pro dan kontra benar dan udah biasa, tapi utk anda yg kontra dari penilaian saya hanya krn anda percaya pada satu referensi saja, coba juga cari refrnsi lain, mengenai pendapat islam ttg asuransi saya kira tdk hanya ada di muslim dot dot itu, mungkin bisa langsung ke websitenya MUI, krn di indo cuma MUI yg berhak membuat fatwa buat yg laen.trims. Dan utk yg Pro Assransi hargai juga yg kontra, jgn terlalu mpertahankan pendapat anda hanya krn anda juga seorang agen dr asuransi tentunya sudah paham sekali manfaatnya, dan itulah tugas anda meng-edukasi. (hanya menengahi)
dicka christama said…
Sepertinya pengertian asuransi oleh pembaca agak rancu ya. mungkin saya perjelas ya, kegunaan asuransi "bukan melindungi kita dari resiko, tetapi melindungi kekayaan atau aset kita pada saat terjadi resiko, atau bisa dibilang pengalihan resiko"

kalau ada yang bilang saya mengikutkan asuransi pendidikan untuk sekolah, asuransi apa dulu ini yang dimaksud? apakah unit link? ketahuilah dulu seluk beluk unit link, biaya yang terkandung dan sebagainya. kalau buat saya sebagai perencana keuangan tidak pernah ada namanya asuransi pendidikan, yang ada hanyalah tabungan pendidikan atau investasi pendidikan, karna biaya sekolah itu dibayarkan dengan uang bukan dengan premi, kalau memang tujuannya untuk sekolah ya berarti lebih optimal dananya dialokasikan di reksadana saja dibandingkan dengan mengikuti unit link, karna tidak terpotong biaya COI COA COR (bisa ditanyakan ke agen penjual asuransi) dan biaya dan premi tersebut mengurangi jumlah unit pada unit link, semakin rugi kan? kalau mau nyari asuransi yang melindungi pembayar premi dari resiko agar premi dilanjutkan oleh asuransi (Waiver of Premium) bisa nyari produk yang murni asuransi yang terdapat raider tersebut.

kegunaan asuransi itu baik, selama kita benar2 tau tujuan kita membuka asuransi itu apa, kebutuhan asuransi setiap orang berbeda2, disesuaikan juga dengan kondisi kita sekarang.

untuk penulis, saya setuju kalau pembeliaan asuransi itu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan, kalau kita single ya mungkin masih belum tentu, kalau sudah ada tanggungan berarti kita butuh asuransi jiwa, tetapi mungkin sedikit sharing saja, mengikuti asuransi itu bukan berarti kita takut akan resiko dan mendoakan kita terkena resiko, mendahului Tuhan dll, karna kita tidak tahu kapan akan terjadi resiko, kita bisa menghindari sakit dengan hidup sehat dan olahraga teratur, tetapi yang bisa menghindari kita dari kemiskinan karena resiko siapa? kalau ada alat bantu (asuransi) yang mau menanggung kerugian kita knapa tidak kita ambil? kalau saya pribadi, saya ndak mau keluarga saya mendadak miskin dan tidak bisa melanjutkan hidup gara2 tidak ada benteng yang melindungi saya.

saya sebagai perencana keuangan selalu menganjurkan untuk mempunyai asuransi sebagai pengalih resiko, tetapi jika ada kala nasabah bersi keras tidak ingin mempunyai asuransi, saya harus membuat perencanaan keuangan yang mengalokasikan lebih banyak dana ke pos dana darurat dan resiko

smoga bisa bermanfaat
Prabowo Murti said…
Halo Mas Dicka Christama,

Terima kasih atas komentarnya.
taufik said…
asuransi bukan solusi untuk semua permasalahan, hanya sebagai PENGURANG DAMPAK RESIKO.
misal kendaraan anda tertabrak, asuransi mengurangi resiko untuk permasalahan di bengkel dan permasalahan kendaraan anda, bisa dipinjamkan kendaraan selama kendaraan anda dibengkel. misalkan anda single dan masuk rumah sakit, anda tidak perlu repot mengurusi masalah rs, anda bisa menggunakan fasilitas cashless dr asuransi

siapa bilang tidak liquid, tetap bisa koq dilakukan penebusan sebagian (partial withdrawal). cuma emang tidak disarankan. di takutkan investasi anda tidak maksimal. dan akan di kenakan pinalti kalau anda melakukan penarikan sampai ke penutupan akun sebelum masa akhir kontrak selesai (Surrender charges). namanya juga menabung, butuh konsistensi. sangat berbeda dengan bank yg liquid. bank nya 1, atmnya 1 tarikannya sering hehehehe.... ini bukan konsep menabung toh. kayak celengan saja mas. di pecahkan kalo sudah penuh.
soal riba, asuransi syariah di bawah pengawasan langsung de Dewan Pengawas Syariah - Majelis Ulama Indonesia, baca di surat edara BI no. 15/22/DPbS
kalau bicara riba, kontradiksi ketika anda menyarankan dan mengambil reksadana/pasarmodal/tabungan berjangka ataupun deposito.emang ini product ga riba???

sebagai saran, jangan terlalu mengumbar ketidaktahuan. lebih baik dikaji dulu dengan benar ^^, kategorinya mengarah ke fitnah kan.

sebagai catatan. tulisan anda bagus, tapi perhatikan kembali... beberapa kontradiksi

semoga bermanfaat

jazakumullah khairan
Prabowo Murti said…
Terima kasih Mas Taufik atas komentarnya. Salam.
Donny said…
Awalnya saya juga anti asuransi, karena menurut saya:

"ngapain sih tiap bulan bayar ratusan ribu buat hal yang nggak kliatan, mendingan uangnya ditabung di bank. kalau ada apa-apa gampang diambil"

sampai suatu kejadian menimpa kakak saya. kecelakaan motor dan patah tulang kaki. saat itu biaya perawatan sekitar 25jt-an. untungnya dia punya asuransi, dan biayanya alhamdulillah tercover semua.

dari situ saya mulai berpikir, saya adalah pemotor yang setiap hari bekerja dan bepergian menggunakan motor. bagaimana kalau kejadian itu menimpa saya? kalau tabungan saya cukup sih tidak masalah walaupun harus kehilangan semua hasil jerih payah. tapi rasanya sayang sekalli kalau uang tabungan yang saya kumpulkan untuk masa depan harus saya berikan ke rumah sakit. lantas bagaimana jika ternyata tabungan saya kurang untuk membiayai pengobatan? berhutang? meminta sumbangan ke saudara/teman?

peristiwa itu menjadi bahan perenungan saya.

tak berapa lama kemudian salah seorang saudara saya terkena penyakit jantung dan harus dioperasi di RS.BINAWALUYA dengan biaya lebih dari 300jt. beliau adalah sosok yang anti asuransi juga. dengan biaya sebesar itu keluarga mereka menjadi agak goyah. setelah peristiwa itu, beliau langsung mendaftarkan keluarganya ikut asuransi.

2 peristiwa dari lingkungan terdekat dengan saya inilah yang menggugah saya untuk berasuransi. jadi menurut saya asuransi itu memproteksi kesehatan,jiwa dan juga harta kita.

tapi kembali lagi, masing-masing orang punya pemikiran masing-masing.
Prabowo Murti said…
Hi Mas Donny, sebelumnya terima kasih atas komentarnya.

Pertanyaan saya ada beberapa Mas :
0. Asuransi mana yang digunakan oleh kakak Anda, sehingga mendapat FULL penggantian? Berapa lama kakak Anda ikut dalam asuransi tersebut? Maksud saya, berapa total biaya yang telah ia keluarkan?

1. Jika memang saudara Anda yang terkena penyakit jantung tersebut ikut asuransi sejak lama, saya yakin pihak asuransi tidak akan mengeluarkan 300 juta untuk mengobati penyakit jantung. Pertanyaan saya singkat saja, apakah saudara Anda ini perokok?
Donny said…
kalau kakak saya yang waktu itu kecelakaan baru bergabung sekitar 3 bulanan di asuransi "P"

saudara saya perokok, setau saya sih besarnya biaya pengobatan yang dapat di claim itu tergantung dari manfaat yang tertulis di polis, dan memang ada ketentuan-ketentuannya. tapi paling tidak itu bisa membantu.
Prabowo Murti said…
P dari Prudential? Produk apa? Premi berapa? Hebat juga ya baru 3 bulan sudah bisa claim 25 juta rupiah.

Untuk kasus saudara Anda, beritahu saya perusahaan asuransi yang menawarkan penggantian biaya pengobatan untuk perokok. Terima kasih.
Indra said…
Mas Prabowo, menarik blognya. tetapi sayangnya, Anda belum mengulas mengenai asuransi lebih dekat, tetapi Anda sudah membuat tulisan ini. Anda saja tidak tahu ada perusahaan asuransi yang menawarkan penggantian biaya pengobatan untuk perokok, tapi sudah bercerita seolah-olah tahu banyak.

baiknya anda cermati dahulu lebih dekat. jangan cuma ikut-ikutan saja. Aa Gym, (Alm. Ustad Uje) mereka berasuransi lho mas. bisa cek video Aa gym di sini: http://www.youtube.com/watch?v=eQdrE8t8nO8. cermati dahulu sebelum mengambil kesimpulan ya mas. Jadi tidak ada kata-kata: Siapa yang Bodoh dan siapa yang Dibodohi.

semoga membantu mas Prabowo
Prabowo Murti said…
Bung Indra, terima kasih sudah berkomentar.

Mohon maaf saya tidak paham maksud Bung, apakah Bung agen asuransi dari perusahaan yang menawarkan penggantian full misalnya untuk perawatan kanker paru perokok aktif? Apa perusahaannya? Produk apa? Berapa preminya? Silakan Bung berpromosi sekalian di sini, berikut nomer handphone Bung Indra yang bisa dihubungi oleh para pembaca blog ini juga.

Saya rasa cukup fair untuk kita semua. Salam sehat.
Pieter said…
Mas Prabowo Yth, Saya agen asuransi Allianz. menurut Saya tidak ada masalah semua perokok aktif bisa diasuransikan, dan Allianz tidak membedakan preminya dengan non perokok ( asuransi lain ada yang bedanya cukup signifikan ). Bila terjadi resiko kanker paru maka klaim akan dibayarkan selama penyakit tersebut BARU MUNCUL setelah 3 bulan dia masuk. Mengenai premi, perusahaan kami adalah yang termurah ( karena kami adalah asuransi terbesar di dunia ), bila umur 30 an, maka dengan premi 1 juta bisa dapat proteksi sakit kritis 1 M, biila 40 an, 1 juta dapat 500 juta, very worth it.
Prabowo Murti said…
Halo Bung Pieter, terima kasih sudah berkunjung.

"menurut Saya tidak ada masalah semua perokok aktif bisa diasuransikan, dan Allianz tidak membedakan preminya dengan non perokok ( asuransi lain ada yang bedanya cukup signifikan )"

Apa nama produk Allianz-nya? Jadi anggaplah saya seorang perokok aktif yang sudah tahu bakal kena kanker paru-paru, saya cukup alokasi duit 1 juta per bulan dan nggak perlu pusing biaya rumah sakit selama 25 tahun ? (asumsi umur sekarang 30 dan meninggal di 55 tahun)

Tapi kalau mengutip kata Mas Priyadi, saya lebih senang punya uang cash Rp 500 juta daripada punya proteksi sakit senilai Rp 500 juta
naya said…
jangan cuma ikut-ikutan saja. Aa Gym, (Alm. Ustad Uje) mereka berasuransi lho mas. kalimat ini bukannya kontradiktif?
Aisyah said…
hoaaaa.....
Ini pas banget lagi galau-galau milih asuransi, browsing baca ini....
1. Unit Link : Lama bangettttttt balik modalnya, dan proteksinya juga ga maksimal, jadi investasi+proteksi sama-sama ga maksimal....
2. Murni : Premi terjangkau, proteksi gede, tapi *syarat dan ketentuan berlakunya* ribet bener.....
Jadilah saya bingung sendiri maunya yg mana, trus karena sifatnya renewable, tiap tahun harus perpanjang, andaikan tahun ini saya kena sakit kritis, tahun depan bisa aja saya ditolak untuk perpanjang asuransi, atau preminya jadi mahal...
Lalu tadi diskusi dengan teman yang kerja di asuransi tapi juga bukan asuransi minded, daripada bingung mending ga usah bikin asuransi, investasi ke reksadana, saham, emas dan yg paling penting investasi 2.5% zakat dan sedekah... Waksss jawaban ini benar-benar bikin tertohok...
Tapi jujur saya masih galau...
Sharing dong pak, saya ini ibu wirausaha kecil-kecilan, suami kerja kantoran, punya balita 2 orang.. perlukah asuransi kesehatan di luar asuransi kantor karena kemungkinan suami saya mau bisnis sendiri jadi ga akan seterusnya kerja kantoran....
Terima kasih....
Samsuddin said…
Analoginya ngga separah itulah....anda perokok berat dan menderita kanker paru-paru. Penyakit kita tidak tahu kapan datangnya dan jenisnya. Walaupun anda sehat sekarang mungkin saja menderita penyakit kronis pada masa yang akan datang. Fungsi utama asuransi adalah transfer resiko. Investasi yang liquid memang baik tetapi tidak ada transfer resiko dan kemungkinan bangkrut juga ada
Prabowo Murti said…
Nay, di sini ekspresi apa aja ada Nay... Hahaha.
Prabowo Murti said…
Hi Mbak Aisyah,

Sebelumnya mohon maaf karena sebetulnya saya bukan pakar keuangan. Mungkin nanti ada pembaca lain yang berpendapat?

Prediksi saya umur suami masih 30an ya. Kalau umur segitu menurut saya nggak usah pake asuransi-asuransi kesehatan tambahan, pedagang itu nggak pernah sakit karena nggak pernah stress Mbak, jadi tenang aja.. Insya Allah sehat terus. :D
Prabowo Murti said…
Halo Bung Samsuddin,

Terima kasih atas komentarnya. Silakan berpromosi tentang produk asuransi yang Bung jual, nanti kita bahas sama-sama di sini. Preminya berapa, dapetnya apa aja, termasuk perbedaan signifikannya dengan produk asuransi yang lain.

Saya sebetulnya capek meladeni agen asuransi, tapi demi meramaikan blog ini dan membuat pikiran kita semua terbuka, silakan saja Bung Samsuddin gelar lapak di sini. :)
bung zef said…
berdebat sama org yg pemikiran msh ortodox...kalau lu blg asuransi gak guna ya lu ja sana gak usah pakai asuransi gak usah buat blog yg membuat maayarakat jd dilema...asuransi skrg ada yg syariah, jd konsep syariah tolong menolong jd gak ada yg nama nya keluar jalur dr syariat islam...
Prabowo Murti said…
Halo Bung Zef,

Terima kasih atas komentarnya, Bung Zef. Silakan Bung buat tulisan atau blog sendiri yang membahas keuntungan asuransi secara finansial. Saya pikir saya sudah cukup fair dengan tidak memoderasi segala komentar yang masuk. Baik itu yg kontra, pro, bahkan saya sediakan tempat bila ingin berjualan asuransi di artikel ini, disertai penjelasan detail keuntungan/benefit produk asuransi yg dijual.

Jadi, pembaca bisa menilai sendiri, siapakah yang lebih pantas diberi predikat ortodox? Anonim yang berkomentar dengan nada merendahkan, ataukah seorang gentleman pasang foto beridentitas jelas yang punya pikiran positif untuk mencerahkan paradigma sebanyak mungkin orang? :)
Benny A said…
Hoalah Mas Prabowoo,
Kalau perkara asuransisaya sih percaya mereka bisa tangani dan manage dana kita dengan benar, daripada sampeyan harus bisnis sendiri kan belum tentu juga dapet untung ya toh? Malah bisa2 buntung, dan 20 tahun lagi semua aset disita oleh bank untuk bayar macam2... Pikirkan baik2 sebelum menyesalllllllll
Benny A said…
Oya satu lagi Masssss.. Saya ikut asuransi unit link sudah 3 tahun kurang, mudah2an 12 taun lagi Mas tidak merasa kecewa karena salah memutuskan, di saat orang lain sudah berleha-leha karena dapet return gede.. Mas jadi bete sendiri karena nggak ikut dari awal. Salam sukses!
Prabowo Murti said…
Hi Bung Benny,

Perkara bisnis yang gulung tikar, seperti yang Bung Benny katakan, bisa saja terjadi pada siapa saja, termasuk perusahaan asuransi tempat Bung menginvestasikan dana (dalam hal ini kita bicara soal produk unit link). Jadi faktor resiko baik dana dikelola sendiri atau diberikan gratis, eh maksud saya, diinvestasikan ke perusahaan asuransi, tetap dan akan selalu ada. Apalagi mesti nunggu 15 tahun.. Naik haji aja nunggunya cuma 9 tahun, Bung.

Teriring doa dari saya untuk kesuksesan Bung Benny, jika memang itu pilihan Bung, silakan saja Bung atur Bung punya uang. Yang pasti saya tidak akan pernah merasa menyesal tidak punya asuransi (apalagi unit link). Kalau Bung masih ingin berubah pikiran, coba baca-baca artikel di Priyadi.net, coba start di tulisan dengan judul "Ilusi Finansial". Semoga tercerahkan.
Muhamad Haviz said…
Salam kenal bung Prabowo.
Muhamad Haviz said…
Salam kenal bung Prabowo. Saya salut malah sama tanggapan2 anda terhadap orang2 yg kontra dg anda. Tanggapan anda begitu mencerahkan dan kadang saya tertawa sendiri membaca tulisan anda yg lebih mudah dicerna.
-Tahun pertama saya masuk kuliah, masih lugu2nya waktu itu. Saya bersama beberapa orang teman diajak seminar di salah satu perusahaan asuransi sebut saja Prudential *nama tidak disamarkan :D* di sana para agen2 yg sudah berpengalaman koar2 ngajak kami ikutan mengikuti jejak mereka. di slideshow ada foto2 para agen dg rumah mewah. ada yg foto di luar negeri. pokoknya intinya mengiming2i kami "hayolah dek bergabung bersama kami, nanti kaya, bla.. bla..*

Saya sih gak terlalu tertarik tapi apa yg terjadi? sepulang dari kegiatan yg katanya "seminar" itu kami langsung seakan dipaksa mendaftar jadi agen dan tanda tangan + ngisi2 formulir gitu, si mas2nya sok akrab bgt sama saya dan teman2. Aneh kan?

Dari situ saya mulai langsung gak sreg aja sama ASURANSI. bukan apa2, seakan2 kita khawatir bgt. Siapa tau orang yg udah rela2in duitnya buat perusahaan tiap bulan, malah zakatnya belum dibayar, sedekahnya kurang. Kan gimana gitu.

Dosen saya juga tentang asuransi investasi, kata beliau, pas uangnya mau kita ambil kalo gak ada klaim, eeh si salesnya nelponin mulu nawarin bla bla bla yang intinya ngajak buat diperpanjang aja... haduh paleng saya mas. hahaha
Prabowo Murti said…
Halo Bung Haviz,

Terima kasih atas komentar dan kunjungannya. :D

Mahasiswa baru memang sering dijadikan sasaran agen asuransi dan MLM, mungkin karena masih "rambang" dan mudah dipengaruhi (?). Tapi kalau disuruh dateng ke seminar gratisnya, ikut aja. Tapi kalau sudah disuruh gabung, langsung kabur... :D
The Future said…
Sya tdk sengaja buka web ini dan membaca berbagai macam pro dan kotra terhadap asuransi disini saya hanya numpang komentar aja sih jadi begini menurut saya Apapun alasannya dan komentar anda yang kontra terhadap asuransi saya mau bertanya

1. anda,pedulihkah anda dengan keluarga anda (yg punya keluarga) berfikirkah anda terhadap masadepan anda karena yang namanya hidup itu pasti ada resiko SAKIT,TUA dan MENINGGAL dunia itu sudah ditetapkan oleh sang pencipta harga mati bagi setiap manusia dan itu kita sudah tau nah dari itu oklah anda punya penghasilan yg besar sampai2 takabbur bahwa anda tdak akan jatuh miskin tetapi ketika belati yang namanya SAKIT itu kita tkd akan tau kapan,dimana dan siapa yg akan tertusuk oleh belati(SAKIT)itu dan akhirnya akan memerlukan biaya perawatan yang sangat mahal dan toh pada akhirnya akan mati untung kalo kita udah siap(sdh Punya POLIS) nah klo tidak kira-kira siapa yang akan menggung kehidupan orang yang ada dibelakang kita,surga pun tidak akan menerima kita kenapa karena kita meninggalkan kesengsaraan bagi keluarga kita dibelakang gara-gara menolak pertolongan teman kita yang pernah menawarkan asuransi.

2. Yang namanya tua pastilah datang siapkah kita dengan masa pensiun yang sengsara mana yg anda pilih hari tua alias pensiun harus berusaha alias bekerja lagi karena kebutuhan tidak menghiraukan masa manula kita,atau masa pensiun dinikmati dengan berlibur kemana-mana yg kita suka,nyatanya banyak orang yg tidak siap kebanyakan orang menikmati masa pensiunyan dengan bergantung pada orang lain termasuk menyusahkan anak kita sendiri

3.Berasuransi bukan karena seseorang akan mati tetapi seseorang akan melanjutkan hidup.

terakhir banyak bukti nyata yg pernah kita saksikan dimasa mudah bekerja keras menguras keringat dan air mata menabung uang ditempat yang tidak tepat toh akhirnya tabungan itu untuk diberikan ke dokter adan rumah sakit

jadi yang kontra terhadap asuransi saya katakan anda tidak peduli terhadap keluarga anda bahkan masadepan anda sendiri

sekian terimah kasih
Prabowo Murti said…
Hi Bung Hermawan Luck,

Terima kasih atas komentarnya.

Sayang sekali Bung tidak baca tulisan saya hingga akhir. Di bagian akhir tulisan saya cantumkan, kalau Bung hendak berjualan asuransi di sini, silakan langsung sebutkan Bung punya produk, dari perusahaan apa, premi berapa, berikut penjelasan detail apa benefit secara finansial saya ikut Bung punya "rencana keuangan". Saya setor berapa, nanti di akhir tahun ke berapa saya dapet untung berapa. Sederhana kan?

Tolong jangan ribut dan menakut-nakuti saya soal kematian, jatuh miskin, bagaimana nasib keluarga saya kalau saya kena sakit keras, dlsb. Udah nggak mempan Bung. Daripada saya ngasih makan orang asuransi, mending saya investasikan sendiri di portfolio yang saya yakini bakal memberikan return lebih baik.

Ya sudah biar Bung puas, saya jawab satu2. Toh saya lagi di KRL, nggak ada kerjaan juga...
1. Tentu saya peduli dengan keluarga. Tapi kalau ditawari asuransi jiwa, saat ini saya masih single. Kalau saya mati yang makan duit saya nanti siapa? Kalaupun saya sudah punya istri dan anak, apa arwah saya nggak penasaran karena gara2 saya mati, anak istri saya makan harta enak-enak. Ngapain? Kalau tahu perempuan laknat itu bertabiat begitu, pasti sudah saya ceraikan, Bung.

2. Balik lagi saya tanya, saat saya pensiun saya dapet berapa dari produk asuransi Bung? Kalau cuma 500 juta, mending saya buka usaha ternak sapi dari sekarang. Duit 500juta, 20 tahun lagi, nggak ada nilainya Bung..

3. Perkara rizki saya yakin sudah dijamin oleh Allah. Kalau mau mati masih meninggalkan hutang, atau pensiun sakit-sakitan kena kanker paru-paru gara2 waktu muda suka merokok, itu sih sudah nasib. Nasib karena terlanjur dikibulin agen-agen asuransi bangsat yang mengiming-imingi return gede dan proteksi, tapi nggak tahunya pas mau klaim susah atau di akhir tahun ke-10 dapetnya cuma recehan. Saran saya, Bung Hermawan berhenti saja jadi agen asuransi. Emangnya enak cari nasabah? Prospek sana-sini hingga mulut berbusa?

Cari kerjaan yang lain saja Bung!
The Future said…
Yampur lagi...hehehe
sekarang bukan jamannya berasuransi kepada asuransi yang biasa kalo yang biasa mah yang beredar sekarang itu masih ada resiko yang kebanyakan diakibatkan oleh krisis global namun tahukah anda dengan Melilih Asuransi GENERALI berarti anda sudah memilih perusahaan asuransi yang aman ibaratnya sekarang asuransi yang ada adalah mobil Ferari yang tanpa rem jadi jika terjadi krisis global hati terhadap investasi uang anda klo perusahaan itu laps otomatis pasti akan bangkrut dan kalim uang nasabah akan sulit untuk dibayarkan tetapi klo anda memilih Berasuransi di GENERALI ibaratnya anda naik mobil ferari yang dilengkapi sistem pengereman yang otomatis,resiko tetap ada tetapi itu bisa di minimalisir oleh GENERALI
Prabowo Murti said…
Bung Hermawan langsung saja sebutkan nama produknya apa, tipe apa (unit link/ kesehatan /jiwa /dana pensiun /pendidikan atau apa?), preminya berapa, setelah tahun ke berapa boleh diambil, dlsb.

Nanti saya jawab lengkap dengan perhitungan mengapa saya tidak pilih Bung punya produk.
ita said…
wah...saya juga tidak tertarik sama asuaransi...cukup berzakat tiap bulan dan sering2 beramal saya yakin itu asuransi kesehatan yang diberikan Tuhan hehehehehehe....dan saya membuktikannya, amien
supergendut said…
Perusahaan asuransi mana yang gak punya
"subprime mortgage" di holdingnya? Ayo ngacung kalo ada....

Beli asuransi sewajarnya aja, toh yang "unit linked" kan tergantung hasil investasi, dan tidak terlepas dari risiko "kebangkrutan" penerbit bond ( yang merupakan mayoritas asset perusahaan asuransi).

Kadang cara marketingnya yang "kurang mengenakkan" dan terlalu menakut-nakuti orang. Sudah rahasia umum, beberapa asuransi "disclaimer"nya kebanyakan, sampai susah waktu minta pertanggungan... Namanya juga untung dari provis: duit masuk > dari duit keluar...

anekdotnya "klo ente lolos medcheck asuransi, berarti ente sehat dan gak perlu beli".

Lagipula, mulai 2014 negara sudah menjamin kesehatan negara, asal betah aja tidur di kelas 3 :p
ac milan said…
tulisan yang bermanfaat......

bermanfaat untuk putuskan tidak ikut asuransi.

salam kenal prabowo murti.
saya seorang jurnalis investigasi, terlepas dari topik bahasan di atas, menurut pengalaman dan penelusuran selama saya bertugas. perusahaan-perusahaan asuransi ini memang jenis perusahaan yang lumayan brengsek, setidaknya terhadap negara. mereka nomor satu dalam hal menghindar dari kewajiban, alias perusahaan yang jarang bayar pajak. berbagai trik mereka lakukan untuk menghindari kewajiban yang satu itu.
T.hariadi said…
assalamulaikum

sebelumnya terima kasih .. atas sharingnya mas Prabowo ..
saya sependapat dengan mas Muhamad Haviz .. hahaha.

Untuk jaman sekarang terkadang kurang lebih , lingkungan juga yang banyak mempengaruhi mas .. tp saya yakin .. petunjuk " itu" di berikan bagi siapa yang mencari Nya...

wassalam
Abdullah said…
Inti dari Asuransi adalah GOTONG ROYONG dalam transfer Resiko. GOTONG ROYONGnya dilakukan Apabila Ada Pihak Keluarga (Member Asuransi) yang mengalami Musibah :)

Sistem Asuransi ini muncul sejak Jaman Alexander The Great. Khusus kalangan keluarga. Tiap anggota bayar iuran. Sehingga Sudah ada anggaran untuk pengeluaran yang mendadak.

Klo bayar pke duit sendiri. Tentu terasa berat. tapi kalau dibantu rame2 sama keluarga. Hidup akan menjadi lebih ringan :)

Klo cari keuntungan/ duit cash/ Profit berbentuk Fisik. Bukan diasuransi tempatnya.

Anggap aja Sedekah. Toh ini juga untuk GOTONG ROYONG. yang Manfaatnya Bisa Saja Kita Rasakan. atau Mungkin Dirasakan oleh Saudara/ Member Lainnya :) Alhamdulilah
Prabowo Murti said…
Bung Abdullah,

Jikalau memang harus bergotong royong, saya akan ikut saran Bung, bergotong-royong hanya antar sesama anggota keluarga beneran saja, tanpa perantara para agen asuransi yang menyedot uang saya. Kalau ayah saya sakit dan butuh operasi, anak-anaknya menyumbang dan patungan untuk bayar RS. Kalau anak-anak sedang butuh modal untuk beli tanah atau bisnis, orang tua dan saudara lain membantu memberi pinjaman lunak.

Silakan Bung sebutkan produk asuransi yang Bung jual, taruh saja penjelasannya di komentar tulisan ini, supaya orang tahu dengan pasti apa untungnya saya ikut asuransi Bung. Jangan pakai basa-basi lagi Bung. Males saya.
Yaza said…
Assalamu'alaikum...
Saya senyum2 sendiri baca posting mas.. Umur saya 25 tahun, kerja di salah satu Bank daerah..
Banyak banget teman saya yang ngajakin ikut Prudential. Tapi saya koq ya sama sekali ga sreg...
Cara promonya "lucu"...
Ada yang BC via bbm sering banget... Ada juga yang selalu pamer pas dia lagi sakit posting di berbagai media sosial... Contohnya gini ni "alhamdulillah, masuk rumah sakit kena tifus ga ngeluarin biaya, dapat uang saku lagi" dan dia itu sering banget posting kaya' gitu yang artinya dia sering sakit, ya wajarlah dia ikut asuransi lha wong dia penyakitan #upss..
Kalau saya sih Alhamdulillah seumur2 sampe sekarang ?????? sayang sama saya dan selalu ngasih berkah kesehatan, kecuali kalo sakit2 dikit sih pernah lah..

Saking kesalnya karna banyak n sering banget di tawarin asuransi, saya pernah posting di media sosial "ada ga asuransi yang bisa di klaim walaupun sakitnya cuma sakit biasa dan cuma untuk berobat ke dokter, tanpa harus nunggu rawat inap or penyakit parah"
Eh, si teman yang tadi nawarin asuransi malah bilang, kalo itu klaim ke kantor masing2 ja...

Yaaahhhh... Kalo gitu mah, saya "belum" butuh asuransi, soalnya tunjangan kesehatan dari kantor juga masih memadai...

Terus, saya mau nanggapin salah satu komentar di atas yang bilang "bank mengasuransikan nasabah kreditnya, mengansuransikan jaminan kredit walaupun belum tentu semua bakal kebakaan, dll"
Cuma mau bilang, untuk pihak bank, biaya2 itu sama sekali ga ngaruh ke laba rugi, lha wong yang bayar si nasabah sendiri, di potong dari biaya2nya... Bank tentu saja cari aman, apalagi kalau untuk pengaman itu bank ga ngeluarin biaya... :)
UCHIE said…
AssaLamu'aLaikuum.......

Ibu saya ambil pinjaman ?? BTPN selama 24bLn, Sudah beRjaLan 10bLn. Blm Sampe Lunas Ibu ku sudah Meninggal dunia. ?? peRjanjiannya Ibuku ?? ikutkan Asuransi Allianz.

Yang mau saya Tanyakan gimana keLanjutan Tanggungan ibu saya î??, katanya kalo Meninggal dunia Bebas angsuran cz ?? tanggung ma pihak asuransi. Truuusss beRapa Lama cair ??? asuransi î??. Soalnya ini Sudah lama Banged bLm ??? kbRnya...
yohanes said…
kalau anda cinta investasi murni jawab pertanyaan saya....kalau anda tidak punya modal baik materi maupun cacat misalnya? modal anda yang dibanggakan habis diambil karena sudah kodrat? anda yakin setelah itu anda nggak akan meninggal? simple yah....nggak akan butuh karena anda orang yang sombong>>>>>>>>>>>ingat roda kehidupan berputar
yesus said…
orang pinter... cerdas... tapi tidak bijak!
Prabowo Murti said…
Wa'alaikumsalaam Yaza.

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya. Yang Bung katakan benar, mereka seperti berusaha gunakan segala cara supaya orang yakin untuk beli asuransi. Mungkin beberapa insurance memang perlu, tapi kebanyakannya tidak. Kita hanya ditakut-takuti dengan kejadian yang peluang terjadinya kecil.
Prabowo Murti said…
Hi Uchie,

Mungkin ada agen asuransi Allianz yang bisa jawab?
Prabowo Murti said…
Hi Bung Yohanes,

Jika Bung Yohanes lihat presentasinya Dan Gilbert (Stumbled on Happiness) di ted dot com, Bung bisa lihat bahwa peluang orang mati karena kecelakaan pesawat jauh lebih kecil dibandingkan dengan mati tenggelam di kolam renang. Tapi mengapa ada orang asuransi yang jualan di airport sebelum orang naik pesawat, dibandingkan di kolam renang umum? Karena orang dibuat salah kaprah. Orang lebih sering dengar berita pesawat jatuh daripada orang mati tenggelam di swimming pool. Akibatnya? Orang lebih takut naik pesawat daripada berenang. Rasa takut inilah yang jadi senjata utama para agen asuransi dalam menggelar lapak. Terima kasih pada para agen asuransi, masyarakat kita jadi punya rasa takut yang salah kaprah.

Jadi, kalau Bung mendoakan saya cacat, meninggal muda, don't have enough money for living, sakit parah, dll maka saya hanya bisa mendoakan Bung supaya hidup dengan organ tubuh lengkap, panjang umur, makmur sejahtera, sehat selalu. Tapi saya tidak takut, dan saya tidak butuh produk asuransi Bung. Terima kasih, mungkin lain kali ya Bung.
Prabowo Murti said…
"I have so much more for you to be mad at. Just be patient."
maman napoleon said…
yg g mau beli asuransi g usah beli,dr pd d bkin debat,"ORANG YG MAU BELI ASURANSI HANYA ORANG YANG SADAR AKAN KETIDAK PASTIAN,ORANG YG SAYANG DNGN ORANG2 YG IA CINTAI"
Prabowo Murti said…
Hi Bung Maman,

Langsung saja promosikan Bung punya produk asuransi di sini, biar kita bahas sama-sama. Tidak perlu teriak-teriak dan menakuti calon nasabah asuransi, Bung. Karena orang Indonesia pintar-pintar.
adhy said…
Salam Kehidupan,

Sebelumnya sy mau tanya, dibagian bawah tulisan anda ada website futuready.com, itu asuransi yg baru masuk di Indonesia kan? Udh lama mas gabung disitu? :)

Oke2 nich baca tulisan2 diatas, padahal menurut hemat sy ngak perlu di pertentangkan antara yg tdk mau berasuransi dgn yg mau...atau memisahkan antara asuransi dgn investasi, keduanya bisa seiring berjalan baik dalam 1 keranjang (asuransi/unitlink), maupun di 2 keranjang (asuransi/proteksi sndiri, investasi sndiri).

Perkenalkan, sy sjk 2011di Manulife Financial (www.manulife-indonesia.com), sebellumnya sy di perbankan 9 th.

Sy ngak ingin terjebak dibahasan ini, malah sy tertarik ingin tau anda nich, ada kalimat anda diatas yg menyebutkan "bangsat" (Nasib karena terlanjur dikibulin agen-agen asuransi bangsat .....), punya trauma apa ya? Silahkan tuliskan agent asuransi mana, and produknya apa? Berapa lama anda ikut asuransi tsb, and mau claimnya di thn ke brp? Rider2 /program2 asuransi tambahan apa saja yg anda ambil saat itu? And tujuan anda ambil asuransi saat itu apa? Kl yg sy baca anda mau claim investasinya setelah 10thn ikut trus ribet and cuma recehan (komentar anda di tgl 21 Nov 2013), pengen tau itu produk apa ya? And hebat jg anda msh single saat ini, tp sdh mau mencairkan polis yg brarti sdh anda ikuti 10thn sblmnya.

Ok sy singgung sedikit komentar anda yg tgl 6 Desember ya, dmn anda menyatakan "........Kalau ayah saya sakit dan butuh operasi, anak-anaknya menyumbang dan patungan untuk bayar RS. Kalau anak-anak sedang butuh modal untuk beli tanah atau bisnis, orang tua dan saudara lain membantu memberi pinjaman lunak."

Pertanyaannya, seberapa banyak org yg seberuntung anda dan keluarga yg bs slg menyumbang dan patungan bayar RS? Apalagi kl sakitnya parah dan lama tentu biayanya besar....and anda jg sangat beruntung ketika butuh modal keluarga anda smua membantu memberi pinjaman , tp bgmn jutaan org lain yg tak seberuntung anda?

Yuk ah, jgn menyesatkan juga utk mengajak org tdk berasuransi, sbagaimana sy /kami tdk jg melarang org utk berinvestasi lgsg melalui emas,property, saham, reksadana dll.....smua itu pilihan, dan kl pun anda pernah bermasalah dgn salah satu, salah dua atau salah tiga dari agent asuransi bukan berarti megeneralisir smua sama, kan anda jg ngak mau kl disama kan negatif dgn oknum yg bekerja di bidang anda kan?

Asuransi itu scr konsep sdh ada sjk ribuan tahun lalu (di Islam pun "konsep"nya ada di QS Al Baqaroh 240 dan ada jg hadist "..Sesungguhnya bl km meninggalkan ahli warismu dlm keadaan kaya itu lbh baik drpd meninggalkan mrk dlm kemiskinan hingga minta2 pd manusia" (HR.Ahmad-1524) ) ....and asuransi scr perusahaan jg sdh berusia ratusan thn ,Manulife saja berdiri 1887, mgkn yg lain ada yg lbh tua. Artinya, kl asuransi itu tdk ada manfaat, tukang nipu dll kenapa bisa bertahan hingga ratusan tahun ya dan tetap akan terus ada?

Wah kl sy terusin disini bisa jadi buku nich, sy hobi nulis juga :) , bagi yg mau diskusi and sharing boleh contact sy, invite pin bb sy 2654d9ea, sy senang bs banyak teman.

Semoga manfaat ya, mhn maaf bila ada salah kata :)
Prabowo Murti said…
Terima kasih atas komentar Bung Adhy.

Bung, semua situs dari adsense akan muncul secara otomatis dari Google, karena banyak kata-kata "asuransi" dalam tulisan ini. Jadi futuready dot com bukan muncul atas kehendak saya.

Jika Bung hobi menulis, silakan Bung buat tulisan yang membahas tentang keuntungan finansial yang didapat dari produk asuransi yang Bung Adhy promosikan. Saya pikir tidak semua orang butuh asuransi, dan jelas tidak semua orang senang ditelpon agen asuransi pada saat jam kantor. Semoga Bung tidak pernah menggunakan cara kotor seperti itu dalam menawarkan Bung punya produk.

Perlu saya garis bawahi, saya tidak pernah ikut asuransi apapun kecuali asuransi kesehatan yang dibayarkan oleh perusahaan tempat saya bekerja. Kalau Bung baru 2 tahun di insurance, tentu saja Bung masih jarang dapat komplain dari nasabah. Siap-siap saja Bung.

Soal unitlink sudah dibahas panjang lebar oleh Ligwina Hananto. Bung bisa baca artikelnya di situs beliau.

Soal kehalalan asuransi, itu Bung ambil artikel dari mana? Saran saya, jangan ikuti cara agen MLM jualan, main pelintir ayat supaya dagangan laku, walau sudah jelas2 money game. Kalau Bung mau berdebat soal kehalalan insurance silakan baca Muslim dot or dot id, di situ sudah lengkap. Situs ini cuma mengajak sebanyak mungkin orang sadar bahwa tak semua yang dikatakan agen asuransi itu benar... Ada banyak tulisan serupa yang mengajak untuk anti asuransi, jadi pekerjaan Bung Adhy saya pikir semakin hari akan semakin sulit. Yang tabah ya Bung..
adhy said…
Hehehehe keliahatan sekali yg "lucu" itu siapa, pertanyaan sy saja anda tdk jwb....sy tanya apa yg anda tulis sndiri, jd tlg jwb agar tmn2 smua disini jd yakin niat anda memang baik, bukan krn dendam ngak jelas atau bahkan kebodohan anda sndiri dl salah paham ttg asuransi :) ....kami2 menunggu jwban anda ttg pertanyaan sy tsb.

Skrg anda melunak dgn "sy pikir tidk smua org butuh asuransi...." , sbelumnya jelas2 anda menghujat dan memprovokasi org lain utk tdk berasuransi...nah yg sy pengen tau anda itu bekerja dimana? Biar fair kita nich, anda nanya sy kerja dmn sdh sy info, skrg anda jelaskan disini kerjaan anda apa?

Sy tdk melintir ayat bos, bgitulah adanya...di comment slh satu rekan kt diatas jg disebutkan jg ttg asuransi syariah, ada Fatwanya juga ttg produk asuransi syariah (fatwa Dewan Syariah Nasional No. 21/ DSN-MUI/X/2001)...anda mengerti ttg fatwa kan? Jd ttp ada alternatif lain bila tmn2 Muslim berasuransi dgn aman sesuai keyakinannya and silahkan diperdebatkan ke Dewan Syariah tsb /MUI.

Sy baca paham ttg ilmu yg disebutkan mba Ligwina dan tmn2 financial independen...dan sy ngak pernah baca kalimat "kotor" sperti yg anda tulis td (agen-agen asuransi "bangsat"), jd sekali lg tlg jwb pertanyaan sy boss.

Buat sy dalam "berjualan" asuransi tdk ada paksaan, utk produk di tmpt sy banyak pilihan yg sesuai dgn kebutuhan client, mau yg syariah ada, mau yg termlife/wholelife (tradisional) ada, atau mau yg unitlink pun ada...khusus utk yg unitlink pun tdk ada paksaan, bahkan kt infokan cara kerja unitlink tsb, jd client tetatp mengerti dgn yg dia ambil, di kami tdk ada bedanya jualan asuransi unitlink, tradisional atau syariah.

Kl soal pekerjaan sy yg menurut anda ngak bonafit, capek2in ya itu sy yg pilih , bahkan kl anda sering buka dialog ekonomi dinyatakan asuransi tetap booming ke depannya krn memang blm smua paham dan slh satunya sperti anda ini.

Jd pls boss pertanyaan sy dijwb donk, itu pengalaman anda dmn sampai bs bilang agen asuransi bangsat?? Skali lg sy tdk menggiring pembaca utk menyalahkan anda tp agar mrk jd tau niat anda apa dgn buat blog and tulisan sperti ini serta kalimat bangsat tsb....jd biar hadirin/hadirat tau nich siapa yg "kotor" dlm bekerja.

Ditunggu ya :) ;)

Note : hati2 ah bawa2 MLM, nanti mereka jg akan nimbrung disini ngomentari, krn keliatan emotional quation anda kurang, sampe smua org digeneralisir salah ...ck ck ck ck, tmn2 MLM, monggo ya
adhy said…
Wah ngak fair nich, anda sampai berani bilang agen asuransi bangsat tp ternyata ngak pernah ikutan asuransi ...ck ck ck...dan scr tdk langsung anda mengeneralisir smua agen sperti persepsi anda tsb, dan parahnya tdk ada pengalaman empirik ttg hal tsb ...woww...luar biasa ah, menyesatkan nich sodara2.

Ok, skrg krn anda sdh blg tdk pernah ikutan asuransi trus bgmn anda bs bilang agen asuransi bangsat? And tlg sebutkan pekerjaan anda apa? Biar fair donk sy berdialog dgn org yg sperti apa.

Btw knp bawa2 MLM? Hadeehh, keliatan sekalia emotional quation anda kurang, malah melebarkan sayap menjelek2kan MLM, and pastinya mengeneralisir smuanya jelek/money game...wah wah ngak ikut2an ...monggo tmn2 MLM di tanggapi ;)

Ooo tentu sy baca dan paham ttg pendapatnya mba Ligwina , mas Aidil, mas S.Senduk dll ttg asuransi tp mrk tdk pernah melarang org berasuransi sperti yg anda lakukan ini, and mrk tdk pernah mengatakan bangsat kpd agen asuransi lho...mrk jauh pengalaman drpd anda tp tetap low profile.

Bagi sy di perusahaan sy tdk ada bedanya jualan program unitlink, tradisional (term/whole life) ataupun syariah, smua kita bisa dan kt sesuaikan dgn keinginan nsbh, jd kl client tdk mau yg unitlink ya kt punya program nya, kl mau syariah kt jg punya dstnya....bahkan kami mengedukasi dl apa itu unitlink dan tradisional, jd mrk memilih pun sdh tau bedanya...mrk yg nentukan, bukan sy krn sy tdk ada kepentingan, smua sama utk sy.

Lalu ttg syariah, wah anda kl mau protes ya jgn ke sy, itu di ayat kitab suci dan hadist....and for your info, utk syariah ada fatwanya kok..anda tau fatwa? Fatwa itu dikeluarkan Dewan Syariah Nasional dgn nomor 21/DSN-MUI/X/2001 ttg asuransi syariah....jd kl ada yg mau debat ttg itu silahkan debat ke DSN or MUI

Yg pasti menurut sy, anda terlalu cepat mengeneralisir sesuatu, bahkan parahnya lg anda akui ngak pernah jd client asuransi tp bs bilang agen asuransi bangsat ...gubrak....kontradiktif bngt...sampai bilang jg setelah 10thn mau ambil trnyata recehan...eh trnyata itu cuma asumsi, bukan pengalaman empirik lgsg dr anda...wah wah bahaya nich orang...hati2 jg bung, anda ngak bijak dan itu yg akan anda terima konsekuansinya nanti, sy yakin di ktr anda (btw ktr anda apa ya, pake asuransi dr mana?) Pasti banyak org yg ngak suka dgn anda, lah wong ngak bijak bgini hadeehhh.

(Jgn2 apa yg anda tulis smua diatas jg "hayalan " anda saja, sperti punya keluarga yg kl ada yg sakit bisa urunan dgn mudah atau kl mau bikin bisnis dgn gampang urunan ngasih pinjaman??....hati2 para pembaca, ini menyesatkan banget org ini :D )
Prabowo Murti said…
Terserah Anda saja Bung... Saya sudah berkali-kali berhadapan dengan agen asuransi yang menawari iming-iming macam-macam, jadi kalau Bung nggak terima atas komentar saya, toh saya tidak peduli. :-) Bung bisa buat blog sendiri yang membahas keuntungan jika saya menjadi nasabah asuransi, dengan domain dan hosting sendiri.

Yang saya salut, biasanya para agen asuransi setelah sekali komentar di blog ini langsung mundur teratur. Ternyata Bung Adhy tetap bertahan, berarti daya pikat blog ini memang luar biasa. Ini perlu saya apresiasi :lol

Jikalau memang Bung Adhy mau berpromosi, di akhir tulisan ini saya sudah berikan catatan khusus. Ceritakan Manulife punya produk andalan apa, sehingga orang tertarik jadi nasabah. Kalau Bung mau menjatuhkan citra saya di blog yang notabene milik saya, dan karena nggak terima dikata-katain, saya rasa Bung hanya buang-buang waktu, karena semakin banyak Bung berkomentar di sini, justru tulisan ini semakin populer di indeks pencarian Google.. :)

Salam damai Bung Adhy.
adhy said…
Hahahaha, makin senang sy krn blog ini makin dikenal ketidakbecusannya/ absurd, ngak jelas, penuh pendeskreditan yg tdk ada argumentasinya yg kuat ..anda ngak bs jawab apa yg anda tulis sndiri, piye bs dipertggjwbkan ini blognya? Hadeehhh

Sy ngak perlu promo disini, lah wong nanti tmn2 bs buka websitenya sndiri, yg sy concern disini adalah kalimat anda yg ngak berdasar itu, tlg jwb aja apa susahnya...kok bs bilang sperti itu tp ngak pernah ada pengalaman empirik sbagai client or agent asuransi? Ckckck

Sy ngak perlu menjatuhkan citra anda, wong anda sndiri yg menjatuhkan hehehe....yg baca ini dari awal jg pasti bs menyimpulkan kok kl anda menggiring org tanpa alasan jelas, tdk pernah ada pengalaman lgsg sbagai client asuransi or agent tp bs ngomong agent2 asuransi itu bangsat ...ckckckck

Tulisan vaiveraar diatas jg menyebutkan anda absurd dari sisi bahasan lain, ckckckck....ya itu pendapatnya vaiveraar, tp yg sy tetap tanyakan bgmn anda bs mengatakan agen asuransi bangsat tp ternyata ngak pernah jd client asuransi ? Itu aja di jwb + pertanyaan lanjutan sy di posting sblmnya....sy tdk marah sperti yg anda duga, malah sy sambil ketawa-ketawa nulis ini hehehehe krn lucu, pertanyaan sy ngak dijwb2 and dibelok2in.

Atau anda hanya sekedar ingin terkenal dgn punya blog sperti ini tp ngak bs menjawab pertanyaan enteng sy dari pernyataan yg anda tulis sndiri? Yuk jgn bersensasi mas, sy cuma butuh jwban kongkretnya aja....habis itu udh kok, silahkan teruskan blog anda ini yg pastinya terkenal dgn ke-absurd-annya :)

Ditunggu jwbn yg lebih elok dan elegan serta nyambung dgn pertanyaan sy ya boss.

Keep Smile, salam
Prabowo Murti said…
Terima kasih Bung Rivai atas komentarnya.

Sebelum salah paham, tulisan ini tidak dimaksudkan supaya dapur para agen asuransi berhenti ngebul, Bung. Sama sekali tidak... Boleh jadi, di titik tertentu memang kita butuh asuransi. Yang saya sayangkan, kalau pertanyaan "butuh asuransi atau tidak" ditanyakan pada agen asuransi, jawabannya selalu "butuh!" Padahal tidak seperti itu kan?

Asuransi kesehatan saya akan dihentikan setelah satu tahun karena perusahaan tempat saya bekerja sudah terlanjur membayar preminya untuk satu tahun. Setelah itu? Saya yakin saya tidak butuh asuransi kesehatan. Mungkin belum. Soal resiko mati karena kecelakaan lalu lintas, saya yakin itu hanya salah satu trik agen asuransi dalam berjualan. Semakin banyak yang beli, akan semakin banyak yang tidak tertabrak. Artinya semakin besar peluang profitnya karena kebanyakan yang ikut asuransi tidak akan klaim.

Untuk asuransi jiwa yang Bung Rivai ikuti, setelah berapa lama uang pertanggungan bisa diambil? Apakah ada ketentuan yang mungkin Bung tidak baca? Apakah Bung rela mati mendadak lalu UP dibayarkan untuk hutang Bung? Untuk asuransi kesehatan, seberapa sering Bung ke Malaysia dan mungkin berobat di sana? Apakah obat juga ditanggung? Penyakit apa saja? Jika menginap, di RS mana saja? Kelas berapa?

Perusahaan asuransi bukan organisasi nirlaba. Jadi mereka harus ambil untung. Jika resiko besar, maka preminya juga besar. Jika preminya besar dan UP tak seberapa, buat apa diasuransikan? Sebaliknya Jika resikonya kecil, pertanyaannya sama : kenapa harus diasuransikan?

Saya sarankan Bung memakai sistem reimburse untuk karyawan Bung. Bung simpan uangnya untuk jaga-jaa mengganti biaya perawatan mereka. Sebelas orang nggak akan seberapa biayanya dibanding 1,4 Milyar.
Prabowo Murti said…
Sedari awal saya sudah bilang, jikalau Bung mau berpromosi produk Manulife di sini, silakan saja Bung langsung jelaskan produk unggulan apa di Manulife. Apa susahnya, bukankah itu adalah bagian dari pekerjaan Bung sehari-hari, berjualan produk asuransi?

Saya tidak membuat blog ini untuk pencitraan, jadi saya agak heran mengapa Bung berpikir saya peduli dengan apa pendapat pribadi Bung tentang saya. Tulisan saya yang lain, yang tidak kontroversial, misalnya soal kartu kredit, mendapat banyak sekali views dan di sana damai-damai saja :)

Monggo Bung kalau mau dilanjutkan... :D
adhy said…
Makin dibelokin :)

Apa yg sy tulis ini smua berasal dari pernyataan yg anda tulis sndiri bung, mulai dari kata2 bangsat sampe pencitraan, sy jg ngak peduli dgn anda, siapa diri anda atau apapun, sy cuma pake pernyataan anda sndiri lho boss...tp tetap ngak dijawab...ckckckck....skali lg nich sy ulang, anda nulis bhw agen asuransi bangsat tp ngak menyebutkan oknum atau personnya, artinya scr general dan sy kejar lg jwban anda ternyata anda mengakui tdk pernah jd agent asuransi/client asuransi tp bs mengatakan hal tsb? 2 hal yg kontradiktif dan menjerumuskan org lain yg membacanya (kl pun ada yg baca blog absurd ini :) )

Sy ngak perlu jualan disini bung, sy ngak pake cari sensasi sperti ini utk membantu org lain utk memiliki asuransi, yg sy kuatirkan org awam yg baca blog absurd ini mengikuti arahan yg ngak jelas dari org yg "seperti" ahli perencanaan keuangan tp menjawab pertanyaan sy saja ngak sanggup...ilmu dipake utk memaslahatkan boss bukan utk menjerumuskan org lain utk mengikuti jejak anda yg bahkan tdk jelas dan tdk ada pengalaman empirik punya asuransi langsung (hanya dibelikan perusahaan) tp bs dgn angkuhnya menyebutkan agen asuransi bangsat.

Atau kl mau sy bs bantu biar makin terkenal nanti sy referensikan blog anda ini ke semua tmn2 sy di industri agar mereka turut serta sumbang saran dan pendapat sebebas2nya, sperti anda bebas mengeneralisir dan mendeskreditkan sesuatu tp ngak ada argumen empiriknya.

So, kembali ke laptop aja, jd tlg jwbannya dari pernyataan anda "Nasib karena terlanjur dikibulin agen-agen asuransi bangsat …..", itu apa dan bgmn mksdnya? Padahal anda jwb di posting berikutnya kl anda ngak pernah ikut punya asuransi tp di kalimat tsb "terlanjur dikibulin agen-agen asuransi bangsat"? Dikibuli katanya, tp ngak ada pengalaman empirik, bgmn bs dipertggjwbkan tuch? Sy sering berhadapan dgn client2 dgn pengalaman empirik, mereka mengatakan kecewa dll, tp itu "wajar"krn mrk sdh mengikuti dan "berhak" kecewa dan ternyata kami bisa membantu handling objectionnya dgn menginformasikan yg benar,mengedukasi sesuai dgn kebutuhannya.

Yg sy ngak hbs pikir, yg sperti anda ini, yg bilang terlanjur dikibuli agent2 asuransi bangsat tp ngak ada pengalaman empiriknya? Trus mengajak2 org lain dgn "bahasa2" kelas tinggi sperti perencana keuangan beneran ceritanya, utk tdk berasuransi...pdhl Financial Planner yg sdh profesional tdk ada 1 org pun yg melarang berasuransi dan tdk pernah menyebut kalimat kotor sperti ini....ckckck

Yuk mas, kt diskusikan trus ya, jgn bosen sama sy, sampe anda jawab dgn baik pertanyaan tsb :)

Salam
adhy said…
Salam kenal bung Vaiveraar/ Rivai,

Ini yg punya dapur nya asuransi (berlisensi UW) memberikan pencerahan....salut bung.

Bagi sy pribadi sy tdk akan begini kl tdk ada statement menyesatkan dari ybs ttg agent asuransi...penggunaan kalimatnya menggambarkan secara general bahwa agent semua sama.Dan dari dialog2 sblumnya bnyk yg bs didebatkan, bnyk hal yg menyiratkan kecongkakan merasa paling bener dan plg pinter sedunia.

Sy bicara dari sisi agent, dan krn yg "disentuh" dari kalimat tsb adalah profesi sy dmn sy merasakan telah dididik dgn cara yg benar,mekanisme pelatihan yg benar, tdk push selling dll maka sy pertanyakan statementnya tsb, eh trnyata kosong/ ngak empirik.

Bagi sy tdk ada bedanya sy jualan program tradisional/term-whole life dgn unitlink, company sy memiliki program2 tsb lengkap, tinggal kami yg edukasikan ke client mengenai perbedaan kedua system tsb, tdk memaksakan. Jd kami di didik tdk ngejar income nutup mata ngak peduli dgn kebutuhan org lain/client dgn memaksakan unitlink dll, kami punya toolsnya utk membantu org menemukan kebutuhannya akan asuransi, kt menyebut tools td dgn Priority Choice (PC)..

Jadi kpd pemilik blog ini khususnya, sy ingin berbagi info sbb :

Semua profesi sama bernilainya, dan saling melengkapi. Khusus untuk agen asuransi sy akan sharing infonya agar tdk salah kaprah atau bahkan mendengar penyesatan:

1. Agen asuransi jiwa adalah Profesi mulia, sama mulianya dgn dokter, hakim/jaksa dll.

2. Agen asuransi jiwa diakui dan diatur oleh Undang Undang No. 2 thn 92, artinya profesi yg resmi (y)

3. Agen asuransi jiwa bahkan diatur cara membayar pajaknya persis seperti profesi lainnya.

4. Untuk menjadi agen asuransi jiwa (khususnya di tmpt sy), ada seleksi awal dgn interview/cross interview, pre training, training dstnya + ujian negara utk lisensi (AAJI, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia)

5. Agen asuransi jiwa mempunyai wadah perkumpulan profesi se dunia bernama MDRT (Million Dollar Round Table), semua agen asuransi di seluruh dunia yg berprestas/ kredibel masuk menjadi membernya.

6. Menjadi agen asuransi jiwa memberikan alternatif pekerjaan/aktifitas yg sangat menjanjikan, membantu menurunkan pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan kehidupan seseorang dan keluarganya bagi yg memilih profesi ini.

7. Menjadi agen asuransi intinya adalah membantu menyelamatkan keluarga org lain dari mengalami kerugian ekonomis bila terjadi resiko khususnya kpd si pencari nafkah, sehingga keluarga tdk kesulitan menjalani kehidupannya scr ekonomis/tdk menurunkan standard hidupnya.

Dstnya....

Itu beberapa info yg bs membantu tmn2 agar tdk salah tafsir mengenai agen asuransi.

Apabila ada agen asuransi yg menyimpang itu org per org/ oknum, dan pasti dari perusahaan asuransi, pengawas/regulator akan menindaknya....tp tdk bisa langsung mengeneralisir semua sama.

Begitu jg dgn smua profesi yg ada, bila ada "oknum" polisi yg menyimpang maka tdk bs kt salahkan semuanya, bila ada "oknum" dokter yg menyimpang jg ngak bs kt generalisir smua salah....kl bgitu mudahnya kt mengeneralisir maka intinya semua pekerjaan/profesi kita SALAH, krn semuanya ada "oknum" td...apakah anda mau jg di generalisir "salah"?

Sy bersimpati kpd anda jika pernah mengalami hal2 yg mengecewakan, tp bukan berarti pembenaran anda menyebutkan semua itu "bangsat". Apa anda tdk pernah mengecewakan org lain? Bahkan dalam dialog diatas anda mengakui sndiri tdk pernah menjadi client asuransi, trus darimana penilaiannya mengatakan agen asuransi bangsat??

Yuk lebih bijak dlm bersikap dan berpikir, tdk pada tempatnya menyebut sebuah profesi scr general itu "bangsat".

Semoga tercerahkan bagi yg mau membuka diri + wawasan, menerima masukan dan memberikan output yg baik serta berguna.

Salam Kehidupan
Pepe said…
Pengalaman pribadi. Lebih baik ambil asuransi murni tanpa unit link. Kalau mau nabung dan investasi ya di Bank atau beli reksadana/saham/emas.
vaiveraar said…
sy sdh aplikasikan sndiri pemisahan asuransi dan investasi, syukurlah sy blum sempat ambil unitlink krn sy ckup jeli jk ingin memulai sesuatu. dr byk literatur yg sy baca maka akhirnya sy bs memulai penataan finansial secara baik insya Allah, dan sy jg sangat tercerahkan ketika membaca buku " jangan beli unitlink bila anda tidak paham benar". sayang, org tua sy sdh punya unitlink sejak thn 2002 dgn premi 1,5 jt/bln.

yg ingin sy kritisi dr artikel pak prabowo ini adalah logika berfikirnya yg kaku, absurd, dan debatable. mengutip dr artikel ini, "sesuai judul, saya tidak menyarankan Anda “beli” produk insurance. Tapi kalau sudah disediakan kantor/perusahaan tempat kita kerja, ambil aja! :D" menunjukkan secara eksplisit bahwa penulis adalah orang yg anti asuransi, tapi anehnya bersedia menerima asuransi dari kantor. cukup menyesatkan bukan ? apalagi muncul dari org yg "katanya" pemilik blog belajar bisnis.

Sebaiknya, saran penulis ini diteruskan sj ke Direksi BPJS Kesehatan yang 31 Des lalu, resmi diluncurkan oleh presiden. atw ajak orang sebanyak2 utk tdk ikut serta dlm asuransi sosial ini karena gak gratis looo, ada premi yg hrs dibayarkan sebesar 25.500 - 59.500/org/bln. jk upaya ini berhasil, konon katanya Penulis bs dipidana dgn pidana kurungan maks 8 thn penjara krn asuransi sosial ini bersifat "wajib" bg seluruh rakyat Indonesia.

sbagaimana defenisinya, asuransi merupakan ganti rugi finansial ats suatu kerugian maka asuransi memiliki sistem, ada premi dan ada manfaat. manfaat tentu disesuaikan dgn profil risiko, dan premi disesuaikan dgn tingkat manfaat. baik asuransi komersial dan asuransi sosial, keduanya membutuhkan pengelolaan dana premi yg baik. bg orang yg apriori dgn asuransi, silakan bwt sistem pengendali risiko sndiri, kumpulkan premi sndiri, dan kelola premi itu secara pribadi, mandiri, dan profesional. semoga jauuh lebih baik daripadi mengalihkan risiko ke perush asuransi :D.

inget loo, sebesar apapun perush asuransi tentu ada dukungan re asuransi baik utk sebagian atw seluruh nilai pertanggungan. inilah ciri pengelolaan risiko pertanggungan yg baik.

utk investasi, diversifikasi intrumen investasi sy utk saat ini sdh cukup beragam, bahkan sy nilai sdh maksimal dan ckup aman dr risiko fluktuasi nilai aktiva. sy sdh rasakan dampak positif dr pemisahan asuransi dan investasi.

utk pak prabowo, dipersilakan utk tanggapannya :). Salam
Dedi Sandila said…
Menarik pro dan kontra nya ttg asuransi, klu diperdebatkan tdk akan hbs2nya. Beda pendapat itu sdh hukum alam (dlm Islam sunnatullah). Yg terpenting jgn sampai kita memaksakan pendapat kita kepada org lain & hrs bisa menghargai pendapat msg2 pihak. Dalam agama aja tdk ada paksaan, apalagi dlm hal2 mu'amalah. thanks!
DEDI SANDILA said…
Generali akan Mengeluarkan Produk Unit Link Baru untuk Segmen Pasar Menengah Ke Bawah
Seiring dengan pertumbuhan Generali Indonesia yang begitu Pesat, tahun 2014 ini Generali kembali membuat Gebrakan baru dengan mengeluarkan produk Unit Linked baru dengan konsep yang lebih sederhana dengan Segmen Pasar Menengah ke Bawah. Ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan Generali di Indonesia. Dengan semakin Besar Generali Indonesia tentu akan memudahkan Agen dalam meng-edukasi masyarakat Indonesia untuk memiliki asuransi Jiwa, walaupun kondisi ekonominya menengah ke bawah, mereka juga berhak mendapatkan pelayanan yang terbaik dari perlindungan Asuransi.
Jika Semua ini berjalan baik maka PASTINYA INCOME agen Generali akan lebih cepat Naik Meroket dan berbanding lurus dengan Kondisi Generali yang terus berkembang pesat..
Pilihan kita memilih Generali sebagai Partner Bisnis dan Sebagai Solusi Keuangan Keluarga, adalah Pilihan yang TEPAT. Pastikan kita bisa menjadi Bagian dalam Menyelamatkan Kondisi keuangan keluarga Masyarakat Indonesia.
ableeh said…
ternyata semua spg atau spb asuransi d mana2 sama. bisanya cuma cerita sodara saya atau kakak/adek saya yg kena musibah terus dapet duit dari asuransi

ada gak sih penjual asuransi yg dapat claim 300jt dari perusahaannya, gara2 tabrakan ketika berdagang asuransi?
Prabowo Murti said…
Bung Ableeh, itu salah satu sebab saya tidak suka sales asuransi. Cara ngejualnya membosankan, udah basi. Jadi males nanggepinnya. :)
Muklis said…
Kalau diitung-itung sih rugi banget ikut asuransi karena porsinya yg untuk asuransi itu ujung2nya ndak bisa kita nikmatin. Mending ditabung aja jadi sewatu-watu bisa dipake kalo mendesak. Thanks.
Dedi Sandila said…
Tdk butuh asuransi? Anda bnr, jika Anda bisa memastikan tdk prnh sakit n Anda hidup selamanya. Anda tdk butuh asuransi, anak n istri anda pasti sgt membutuhkan manfaatnya jika suatu saat anda meninggal. Pertanyaan sy: apa yg sdh anda persiapkan utk org tua, anak n istri anda jika hr ini/bsk anda meninggal dunia??? Jgn sampai semasa hdp anda menyusahkan klg, eh meninggal pun mkn menyusahkan klg (byk hutang dll).
Adhie said…
terlepas dari pro kontra diatas, saya pribadi butuh asuransi, saya pegawai swasta perusahaan di jakpus, perusahaan hanya mengcover reimburse dng batas tertentu, saya butuh produk asuransi yang bisa mencover biaya rawat jalan, 1 produk bisa untuk istri dan anak-anak juga, kira-kira diindonesia ada nggak produk seperti itu? bukan ASKES lho (PNS/POLRI/TNI only)
Dedi Sandila said…
Ada pak adhie, generali punya iplan family dgn 1 polis bisa mengcover 1 klg (ayah,ibu n 3 org anak). Generali punya kartu gesek ad medika (tdk perlu reimburse). Nama manfaatnya medical plan. Utk plan IV-VI, manfaatnya sesuai tagihan rmh sakit.
Lydia said…
Saya setuju dengan Prabowo Murti,
Kita tidak butuh asuransi karena memang kita belum perlu,
Tapi kalau kita sudah merasa perlu karena kita sakit, jangan harap ada asuransi yang akan mau menyetujui aplikasi pengajuan asuransi kita.
Pertanyaanynya Asset yang paling berharga dalam hidup Prabowo itu apa? Diri Prabowo sebagai mesin ATM apakah berharga bagi Prabowo dan keluarga?
Coba kita perhatikan jika kita mengajukan pinjaman apapun kpd pihak leasing atau bank atau badan keuangan atau jasa keuangan, apakah ada yang tanpa membayar premi asuransi?
Mengapa selalu ada premi asuransinya, bahkan hutang sekecil apapun misalnya ketika kita menggunakan kartu kredit kita, mengapa ada kredit shield nya sekian persen dari nilai hutang kita yang menjadi premi asuransi.
Semua Pihak Jasa Keuangan saja mengasuransikan semua asetnya.
Lalu mengapa kita tidak mengasuransikan ASET kita yang paling berharga, yaitu diri kita.

Asuransi dari kata dasar asure : pasti
adalah program jangka pendek yang memberikan kepastian jangka panjang, artinya jika kita tidak dalam jangka pendek tidak segera memiliki asuransi , kita belum tentu bisa memilikinya. Karena asuransi dibeli bukan hanya dengan uang anda saja tetapi juta dengan kondisi dan riwayat kesehatan yang masih baik.

Jadi asuransi adalah dasar, fundamental, pondasi keuangan keluarga yang wajib dimiliki oleh siapapun yang telah mencetak uang (sudah berpenghasilan). Karena Percuma kita meningkatkan kekayaan kita dengan membangun finansial keluarga kerena jika kita tidak memiliki pondasi yang kokoh yaitu asuransi
pada saat salah satu resiko hidup terjadi seperti Sakit Kritis, Cacat Tetap Total atau Meninggal dunia, maka keuangan keluarga dan kekayaan yang sudah kita bangun dengan susah payah itu bisa mengalami kehancuran.

Bangunlah keuangan keluarga anda di atas pondasi asuransi yang kokoh. artinya, evaluasi dan konsultasikan kekuatan pondasi asuransi anda selalu kepada konsultan keuangan yang bisa menghitung dengan cermat tentang kebutuhan pondasi keuangan anda.
Fitri said…
sempit bgt cara berpikir anda kalo kita butuh asuransi hanya karena banyak tanggungan..masih sendiri pun (lajang) kita wajib waspada dalam arti mengikuti asuransi..hidup itu penuh resiko mas bro...menurut gw gak ada unsur haramnya di asuransi...emang asuransi itu mengandung lemak babi apa :D :D :D
reddy said…
yang paling menyebalkan dari agen asuransi. mereka sering membuat cerita fiktif. agar kita beli asuransi mereka. saya sendiri pernah, dijelasin begini dan begitu. eh stelah saya ikut ternyata cerita tersebut cuma cerita ilustrasi. dan saat mereka menjelaskan produk asuransi mereka banyak yang ditutup2 tutupi. soalnya klo mereka menjelaskan secara gamblang. saya yakin kita semua bakal ragu buat beli asuransi.

saran saya sih. klo mau beli asuransi.. masuk dulu sebagai agen asuransi terus pahami seluk beluknya. bila anda rasa itu menguntungkan buat diri anda silahkan gabung. saya sendiri begitu. pertama saya gabung dulu jadi agent. dan setelah saya bergabung. disitu dijelasin sama trainer nya sejelas2 mengenai asuransi. dan setelah saya pelajari. saya merasa ko rumit sekali prosedurnya. jadi saya pun ga jadi beli asuransi. klo buat agent sih sudah pasti menguntungkan. secara komisi yang mereka terima sangat wow. pasti mereka bakal nyari 1001 cara agar kita bisa beli asuransi mereka.

kalau pun anda mau beli asuransi. beli lah asuransi syariah. asuransi syariah InsyaAllah halal. karena sudah termonitor oleh MUI. asuransi syariah prinsifnya tolong menolong. beda dgn asuransi konvensional. yg prinsifnya transfer resiko. jadi seolah2 kita berfikir resiko tersebut benar2 akan terjadi. sama aja dong itu suudzon sama Allah. dan klaupun benar2 resiko terjadi. karena itu kita berfikir bgtu. ya terjadilah. o ya klo kurang setuju sama pemikiran saya. silahkan koment dengan tetap kalem dan sopan. :)
Andy said…
bro... gw sie belum menjadi nasabah asuransi, bukan juga agen asuransi...

tapi biar bagaimanapun asuransi itu perlu... dan selama kita memang ada dananya...

klo u dan beberapa orang ga mw asuransi yah itu urusan u...

u ga ad dana buat jadi nasabah asuransi atau u ud anti dikibulin agen asuransi...

ga usah khawatir bro... u ditawar2 asuransi,,, langsung nolak aj gampang...
Zulfan said…
Paling males berurusan sama orang asuransi karena gaya hidupnya sok tajir padahal gaji nggak seberapa.. Nyicil mobil hanya sekadar buat meyakinkan calon nasabah buat invest di produk yang sebetulnya gak untung2 banget.. Ditambah lagi yang bikin males pasti ada aja yang nelponin tiap hari nawarin insurance kelas gembel.. Kasihan banget hidupnya.. Kelak orang akan tahu kalau mereka ikut produk unitlink itu nggak bakal lebih untung daripada ikut terpisah.. Buat para agen asuransi manapun di Indonesia, fvck you alll.....
Dedi Sandila said…
Hmm sombong sekali pernyataan Anda bung zulfan! Apa sich profesi Anda ? Sy agen asuransi generali, pekerjaan tetap sy pns provinsi suami-istri sebagai tenaga kesehatan. Rekan sy agent generali seorang dokter sekaligus direktur rmh sakit swasta ternama di kota singkawang. Org kaya sombong aja dilaknat Tuhan, apalagi org miskin sombong dilaknat kuadrat.
Zulfan said…
Sampeyan itu yang goblok.. Kalau memang dari perusahaan asuransi udah dapet duit banyak, ya nggak mungkin lah sampeyan sibuk2 jadi pns lagi? Ngapain kerja capek2? Situ kan punya kerjaan sampingan gara2 hidup susah aja... Mending cari kerjaan laen aja daripada gangguin orang via telepon dan nawain produk gak guna... Oya, kalau mau tahu kerjaan saya, saya agen properti di raywhite. Silakan temui saya di kantor kami di Plaza BII tower II lantai 25 di mh thamrin no 51 Jakarta, tiap hari Selasa. Kita buktikan yang sebetulnya bermulut besar itu situ apa saya? :)
Dedi Sandila said…
Hmmmm'ketahuan siapa yg goblok. Sy pns duluan' baru jd agen asuransi.
Dedi Sandila said…
Hmmmm'ketahuan siapa yg goblok. Sy pns duluan' baru jd agen asuransi. Dr cara bicara Anda sy udh tau,dak perlu ketemuan. Org kere biasanya ngomong nya sok kayak org kaya,utk menutupi kekereannya hahaha. Kasihan.... Taubat pleaseee cepat2.
Dedi Sandila said…
Oh ya satu lg, org2 kaya. Mrk yg butuh asuransi, pd umumnya org kaya respon mrk positip thdp asuransi,bahkan mrk sampai punya 5 polis asuransi jiwa. Tp beda dgn org2 kere, 5% aja dak sampai yg punya polis asuransi jiwa.
Zulfan said…
Ya gimana ya... Agak susah juga sih mau ngebandingin penghasilan dari jualan property yang jelas-jelas makin lama pasti makin mahal dan nggak akan rugi, daripada diboongin agen asuransi via telepon. Kalau yg saya tahu nggak ada agen asuransi yang tajir dengan cepat kecuali rumah/mobil semuanya nombok alias hutang.. Kalau memang menguntungkan, harusnya yang tajir alias cepet banyak duit ya agen insurance nya, bukannya malah hidup susah... Logika nya di mana gitu loh.. Sekian dan terima kasih.
Zulfan said…
Silakan datangi saja kantor kami buat ketemuan langsung, nggak usah sok2an bangga jadi pns plus agen insurance padahal makan aja masih pas-pasan. Itu sudah saya kasih alamat lengkapnya.. Nggak perlu banyak bacot Hahahaha...
Dedi Sandila said…
Hm ketauan lg siapa yg krg informasi, situ buka dech di sumber2 terpercaya, profesi2 marketing yg penghasilannya tinggi. Agent property jg profesi marketing. Ada jg agent property yg menghalalkan sgl cara utk meyakinkan calon konsumennya biar mau beli propertynya. Kualitas propertinya jelek di blg bagus, pandai bersilat lidah n metrayu konsumen, psg spg seksi2. Jd di profesi apa pun ada yg namanya oknum. Anda tdk bisa mengeneralisir.
Dedi Sandila said…
Hahaha kgk perlu ketemuan bung, dr gaya bicara n arogansi anda sy udh tau siapa Anda. Plg broker berlagak bos, pdhal kere haaaaa. Dah ah mls meladeni org waham kebesaran. Sono kondultasi ke psikiater biar dak sampai kena skizofrenia paranoid kwkwkw. By stop koment, dak ada manfaatnya .... By...by.......
Zulfan said…
Silakan saja mau bacot apa saja, tanya ke kantor kami, kenalan dengan Zulfadli Anindita, dari Jakarta Barat, rata-rata orang kenal saya.. Sudah lama saya maen di property, jadi cuap2 agen asuransi kroco kayak sampeyan ndak akan mempan mau ngibul kayak apa aja.. Kasihan sekali, kerja siang malem kok nggak dapet apa-apa... Mending ikut saya , saya training gratis lah!! Hahahaha..
Dedi Sandila said…
Owh ya, kebetulan rmh sakit kami ruang utk pasien jiwa msh ada yg kosong, sy khusus siapkan lah satu kamar utk mu ya zul heeeeeeeeeee hm
Dedi Sandila said…
Owh ya satu lg, nama zulfadli anda diganti aja/dibuang. Akhlaq org nya jauh dgn namanya.
Rebecca said…
menanggapi curhatan Ibu Lisa..
hanya ingin menambahkan, sebenarnya agen asuransi tidak diperbolehkan menerima sepeser pun uang dari nasabah, karena nasabah jika bukan autodebet harusnya setor atau transfer langsung ke bank untuk setor premi.. (itu yang saya tau dr asuransi yg saya pakai)
yahh sebagai pembelajaran ya.. :)
Gbu
ridwan said…
Anda tidak butuh asuransi ?
Anda bisa jamin bisa sehat terus? Sekarang banyak yang muda sakit keras biaya tinggi sehingga uang yang dikumpulkan sekian tahun habis hanya untuk rumah sakit. Asuransi itu dapat uang besar dengan uang kecil/nyicil kalau tidak anda dipaksa keluarkan uang besar sekaligus. Anggap saja anda bayar rumah sakit nyicil dr sekarang. Dalam 10 tahun anda nyicil sakit ngak sakit uang yang anda setor tetap ada. Investasi rumah/properti ? sekarang kalo anda butuh uang untuk biaya rumah sakit apa rumah/properti anda bisa langsung liquid?
Riswanto said…
Kasihan ya pean ini,, ketahuan sekali kalau tolong menolong tidak ada dalam kamus kehidupan sampean,, ya berdoa aja sampean tdk bisa sakit dan tidak mati,, supaya bs terus jagain investasi pean sendiri,, kalau tidak sakitkan investasi tidak akan berkurang,,
tak doakan ya ;;;

YA ALLAH SEMOGA PEMILIK BLOQ INI TIDAK PERNAH SAKIT, TIDAK MENERIMA RESIKO KEHIDUPAN DARI-MU (Sakit, Cacat, Meninggal), AGAR DIA TIDAK BUTUH ASURANSI UNTUK MEMBANTUNYA, KALAU BISA YA ALLAH UMURNYA ABADI SAMPAI TIDAK PUNYA DAGING BS TETAP HIDUP,
Riswanto said…
Kasihan ya pean ini,, ketahuan sekali kalau tolong menolong tidak ada dalam kamus kehidupan sampean,, ya berdoa aja sampean tdk bisa sakit dan tidak mati,, supaya bs terus jagain investasi pean sendiri,, kalau tidak sakitkan investasi tidak akan berkurang,,
tak doakan ya ;;;

YA ALLAH SEMOGA PEMILIK BLOQ INI TIDAK PERNAH SAKIT, TIDAK MENERIMA RESIKO KEHIDUPAN DARI-MU (Sakit, Cacat, Meninggal), AGAR DIA TIDAK BUTUH ASURANSI UNTUK MEMBANTUNYA, KALAU BISA YA ALLAH UMURNYA ABADI SAMPAI TIDAK PUNYA DAGING BS TETAP HIDUP, KABULKAN YA ALLAH
Riswanto said…
Goblog di pe dewe<<< yo ngene ki<> ilmu yang tidak bermanfaat
Riswanto said…
laporkan aja ke President :
Lapor pak President saya tidak setuju dengan ASU...ransi...
Riswanto said…
belajar mas jadi Agent asuransi, hidup akan lebih bermanfaat...
banyak Agent yang sudah ' MEMBANTU" peserta asuransi,
lisa said…
Iya Ibu Rebecca.. Me personally tau hal tsb dan fam sy pun tau, thats why iam shocking knp dikasi cash:).. Makanya dari awal, sy suggest smua pake kartu kredit.. But like i said, time flies away, dan diapun sdh menjadi salah satu one of us, jd fam gw tdk ada pikiran mcm2 bahwa akan dibawa kabur, bahkan sy dlm posisi pregnant kan waktu itu dan yg kedua pun ktk kt lg panas2nya, fam sy memutuskan kerja adalah kerja, professional, bukan krn semata2 sy lg renggang sm dia, trs memutuskan ikut2an masalah sy, semua disertakan.. who will know what will happen except person yg doin that thing.. Back to basic, kt adalah fam yg positif, everything dibuild base on trust.. So, apapun yg sdh terjadi i dont regret, i only share this things krn kmrn sangattt tergelitik dgn pro dan kontra yg segitu byk di blok ini, dan saya pun tdk sengaja mampir blok ini hahaha... makin lama makin saya baca, kok makin kaya anak kecil yg lg rebutan permen hehehe, akhirnya sy memutuskan share sdikit hal yg berhubungan dgn topic yg relevan.. Tujuan sy adalah share spt sy bilang, dan ingin mengajak tmn2 supaya lbh positif dlm menghadapi semua hal/profesi, yg terpenting adalah Yukk mari kita belajar dewasa dan berbesar hati.. Apapun yg sdh terjadi, biarkan saja, jangan dibawa ke masa skr, dan jgn men- educate org lain dgn hal yg mgkin blm kita tau pasti, memberikan suggestion bole tapi mgkin perlu dinote ke org yg dikasi suggestion " in this case ini my opinion loh ya ".. Dunia ini penuh dgn begitu banyak human character, kl kita berharap semua org punya karakter yg sama kaya kita itu impossible things. Dan spt sy blg, semua profesi apapun itu balik lagi ke habit dan attitude seseorang, sebagus atau sejelek atau sehina profesi apapun seseorang, kalo dia punya habit dan attitude yg bagus, niscaya semua akan berjalan lbh gampang.. Teman2 mari Yukkk kita sama2 saling bantu membantu dan belajar dewasa serta belajar punya hati yang besar, alangkah tenangnya hidup kita dan mata pun tdk sakit membaca kata2 yg kurang educate hehehe.. Wong saya aja yg punya problem spt itu aja skr masi bisa bersyukur dan tdk menjudge seseorang atau profesi seseorang, masa tmn2 tdk bisa? In my opinion, saya yakin kalo tmn2 mau mencoba berbesar hati tentang apapun, hati teman2 pasti akan lebih tenang :)) sehingga semua pemikiran apapun akan menjadi lebih positif dan tdk gampang tersulut amarah... hiiiiii nanti kebakaran lagi hahahha.. Have a good day all
Andre said…
Menarik sekali pembahasannya...masing2 punya opini tersendiri, hormati opini org lain...Pengalaman sy sekarang, dulu waktu belum mempunyai pencerahan asuransi sy anggap perlu dan sudah sy coba di Unit Link (Asuransi + investasi) *XA M*ND*R* ...... Sy pernah ikut dg setor awal 50 jt dg niatan untuk Investasi.....dg iming2 sekian tahun blablabla......dan utk premi pembayaran dipotong langsung tiap thn, nyatanya sekarang setelah 2.5 tahun dana sy bukan bertambah malah menyusut menjadi 30 jt....sy bilang ke Agennya di bank woooowwww fantastis,...Jadi sy Setuju dg Bung Prabowo Murti alangkah baiknya dana kita klo untuk investasi jangan pernah di gabung dg asuransi dan sy alami sendiri....investasi ya investasi....asuransi ya tergantung Anda sendiri perlu atau tidak, selama....betul juga klo masih muda buat apa juga asuransi mending buat investasi dananya....sukses buat semuanya....
Zulfan said…
Busettt, para pembela asuransi dan kroco-kroconya alias para agen yang disuruh cari-2x nasabah makin semarak saja. Sekarang saya tanya sampeyan-sampean semua pada dapet apa dari perusahaan asuransi?? Kok getol banget kayaknya ngebelain tempat sampean cari makan. Sekarang orang males ikut unit link, sudah terbukti gagal karena kebanyakan duitnya dimakan sama perusahaan asuranis. Ibarat kata orang nabung duit di bank kalo nggak seberapa, ya bunganya kemakan sama biaya administrasi. Paling ajep ya sampean-sampean semua kalo mo invest langsung di reksadana ato saham, lebih awet. Udah mending invest di properti aja kayak saya.. Tinggal duduk nunggu duit kipas2x aja nilai rumah/ ruko naek sendiri. Ikut insurance ya nunggu bengek di RS dulu baru duit kita dibalikin. Kalo nggak sakit nggak dapet duit..
Dedi Sandila said…
Nah ni muncul lg si zulfan pasien jiwa, hei zul jgn merendahkan profesi org lain. Jgn sombong n takabur. Nanti kualat kowe, kebakaran nanti properti yg lu bangga2 kan baru rasa. Baru nyesal napa ndak di asuransikan kebakaran propertinya hehehe. Owh ya perlu lu tau, org sopan sy segan. Tp klu org sombong pingin rasanya mau sy sobek2 heeeeee.
hans said…
saya tadi baca2, mas zulfan mengatakan bahwa drpd beli asuransi, lebih baik dana d investasikan ke saham, reksadana, atau properti. Salah besar bila anda membandingkan asuransi dengan unit investasi yang memang benar2 menawarkan keuntungan sebagai imbalan dana yang telah anda investasikan. Sementara asuransi? Asuransi tidak pernah menjanjikan nasabahnya keuntungan sebagai imbalan utk membeli asuransi mereka, asuransi menawarkan jaminan terhadap resiko anda dan membayar klaim dengan mengembalikan posisi anda seperti sebelum kerugian itu terjadi. Kalau anda memandang bahwa "Unit Link" gagal, yaaa jangan dibeli. Beli lah produk asuransi lain, seperti kesehatan, jiwa, dsb. Masih sangat amat banyak kok produk asuransi yang dapat anda sesuaikan dengan keadaan keuangan anda. Toh berapa sih uang yang harus anda keluarkan utk membayar premi? Tidak seberapa kan? Ingat mas sebagian besar orang Indonesia yang membeli asuransi adalah orang2 kaya. Anda bisa googling dulu sebelum membantah yang satu ini. Orang kaya membeli asuransi bukan karena melihat seberapa keuntungan yang bisa saya dapat kalau saya membeli asuransi, saya beli asuransi karena saya ingin meng-cover resiko yang ada (seperti tabrakan mobil, rumah kebakaran, tempat usaha kebakaran, sakit, dll), toh saya sudah kaya, mengeluarkan uang sedikit utk ketenangan akan resiko2 tersebut bukanlah hal yang besar utk org kaya. Kalau anda mengaku sudah kaya, mengapa anda harus sangat perhitungan utk mengeluarkan sedikit uang anda demi ketenangan hidup anda terhadap resiko2 hidup ini?
Wiwit said…
Produk Front End Load. Uang premi hilang 100% di tahun pertama, 250% dalam 5 tahun. Kenapa? Komisi agen itu 30%. OR atas nya agen 15%.

Produk Back End Load. Uang premi hilang hanya 0-20% saja selama 5 tahun. Komisi agen paling cm 15%. Tapi kalau lagi BU, baru bisa diambil 100% investasinya setelah 5 tahun.

Sebenarnya, jika nasabah mengambil produk Back End Load, hasil investasi nya jauh lebih oke, dengan benefit yang sama.

Saya setuju dengan penulis ketika melihat Cost of Insurance (Iuran) produk kesehatan. Keluarga saya usia 50, ambil kamar 1 juta cashless, COI nya 8 jt/thn, sedangkan coveran obat hanya Rp 20jt. COI nya terlalu mahal.

Tapi untuk produk spt Jiwa, kritis, COI nya masih oke. Tinggal pilih produk BACK END LOAD.
dimas said…
Saya setuju sama mas Zulfan untuk tdk membeli asuransi... tapiiii..... kalau mas Zulfan adalah anak tuhan yg gak bisa sakit dan gak bisa mati.... hahahaaa...
Masa hidup aja egois... mati pun mau egois..
Bos properti aja beli asuransi, kok marketing propertinya sok gak bisa mati..
Hahahaha piss zul.. Kopl*k
dedi sandila said…
hahaha benar sekali tu bro dimas, setahu sy bos property itu pada punya asuransi kerugian dan asuransi jiwa, ini marketingnya sok2 an kwkwkwkw. Tong kosong nyaring bunyi nya...
Zulfan said…
Justru saya menawarkan hasil investasi yang jauh LEBIH BAIK daripada sampeyan yang udah kerja dobel2 jadi PNS masih aja GEMBEL!! HUAHAHAHAHA...

Sudah ada yang ngedukung tuh di atas, karena KOMISI agen asuransi itulah yang membuat asuransi mahal banget. Orang ditarik duitnya demi untuk ngebayarin orang-orang ndak guna macam SAMPEYAN.

Lihat saja nanti kalau sudah 3 tahun lagi. Bisnis properti makin meledak, sedangkan SAMPEYAN masih menghitung RECEHAN dari komisi agen asuransi ndak jelas. SELAMAT MALAM.
Zulfan said…
Ya kalau SAMPEYAN mau dibohongin sama si DENDI gembel PNS ya silakan saja. Bos properti beli asuransi seperlunya saja, ndak bakalan sampe buat invest. Hla wong lebih untung di PROPERTI kok masih ternak duit di ASUUURANSI.??
penantangnya Zulfan said…
Dear Zulfan,
Kalo mau bicara maupun posting tulisan di ranah Publik harus hati hati. terlihat sekali anda Orang yang K*ny*l. Anda harus belajar materi Asuransi,sebelum menjatuhkan sebuah produk yang jelas jelas di awasi oleh OJK atau sebelum menghina agen Asuransi. Agen asuransi jiwa punya payung namanya AAJI. Agen asuransi umum punya payung AASI. Agen asuransi punya kode etik. dimanapun anda berada,berhati hatilah, anda sudah bersentuhan dengan hukum, cyber crime bisa melacak keberadaan anda.
Terima kasih.
penantangnya Zulfan said…
ralat : Agen Asuransi syariah Indonesia punya payung AASI(Assosiasi Asuransi Syariah Indonesia)
dedi sandila said…
bezul2, guoblog kowe. Gembel otak udang kwkwkwkwkw
Rudi said…
wakakakk...rame jg komen2nya :D
ikut aja BPJS yg 25rb 500/bulan..lumayan bisa periksa gratis klo sakit :P
marlian said…
zulfan n dedi sandila kynya pasangan homo yg lagi marahan deh... ayo coba perlihatkan titid kalian gedean mana?
antofebby said…
Haha.... asli lucu banget komennya om marlin
dodi said…
PNS gajinya dari mana ya...? Bukannya pajak yang di dapat dari pekerja dan pengusaha? Bukannya secara otomatis terdaftar BPJS?
engran said…
Bismillah. Pertama2.. saya gak pengen debat sama yg komen2 disini.. saya hargai ketidak setujuan anda2 semua. peace bro :). komen ini saya tujukan kepada TS langsung. (semoga baca).

Saya asuransi BPJS punya, Prudential punya, dari kantor juga punya. dan berawal dari merasakan nikmatnya memiliki asuransi pada saat harus rawat inap.. saya pun tidak puas hanya menjadi nasabah, saya terjun langsung menjadi agen asuransi. prudential tepatnya. dan berusaha menyebarkan manfaat yang saya rasakan langsung. ya walaupun Prudential sendiri tidak bisa mencakupi seluruh kebutuhan nasabah (rawat jalan ringan, cek dokter tanpa rawat inap, ganti kaca mata.. dst). Tapi alhamdulillah semua nasabah saya bahagia :) claim lancar. karena memang edukasi saya pada saat menjual bukan di investasi. Tapi kalau pun ada yang mau investasi.. silahkan, dan saya pasti jelaskan sejelas2nya bahkan lengkap dengan segala resiko yang ada pada investasi di Asuransi.. potongan2 biayanya.. dll. jadi intinya, saya pastikan mereka akan membeli sesuatu yang memang mereka benar2 pahami. kalau gak paham ya gak usah beli. nanti ribet jadinya.

"Sebaiknya tidak beli Asuransi" ??
hanya ingin sedikit meluruskan, sadar gak kita? konsep kehidupan beragama kita sendiri adalah asuransi loh. Tuhan menjamin kita akan masuk surga kalau kita bayar preminya yaitu berbuat baik, mengikuti perintahnya dan menjauhi larangannya. :)
terus ada apa dengan konsep asuransi ini? atau jangan2 anda salah menulis judul? :P

mgkin sebenarnya yg dimaksud TS disini yaitu Asuransi terkait investasi kan? disini ada poin baik dan buruknya. coba kita lihat yang lain.. bukannya di investasi yg lain ada poin Baik dan buruknya juga??. dan nilai yang ditekankan dalam investasi di Asuransi ini bukan hanya untuk menjadi kaya/nabung. tapi balik lagi ke kata "Asuransi" nya. "Assure" atau memastikan/menjaminkan. yang dimana disini tidak bisa didapat dari produk lain. karena konsep kita berbeda. jadi bagi orang2 yang memang orientasinya hanya kepada Angka2/nilai tunai. seperti kata TS, masih banyak kok investasi yg lain. seperti Emas, Saham, reksa dana, Properti dll. :) bahkan.. hanya dengan investasi 20jt di Usaha ikan Nila aja sudah bisa lebih menghasilkan kok. (contoh) . tapi ketika kita tidak bisa lagi mengelolanya karena penyakit kritis, apa ada yg bisa menjaminkan usaha itu bisa terus berjalan? ketika saya meninggal dunia, apa keluarga saya bisa terus mengelolanya? ketika saya harus bayar biaya rumah sakit karena biaya rawat inap yang mahal mau pakai duit siapa?? poin inilah yang saya maksud "Assure" tadi.

"ah anda paranoid sekali jadi orang. negatif terus pikirannya"
:) ok, kalau gitu boleh saya balik nanya? memangnya anda sendiri bisa memastikan kalau resiko2 itu tidak terjadi sama anda? kalaupun terjadi, kapan? dimana? bagaimana?


OK.. OK.. sebelum makin panjang.
saya hargai segala ketidak setujuan anda2 semuanya. :) tapi mungkin penjelasan dari saya ini bisa memberikan sedikit informasi dan penjelasan. kenapa saya/kami benar2 ingin membeli asuransi.. dan juga memutuskan untuk ikut menjual asuransi.

sekian.
Prabowo Murti said…
"Semua nasabah saya bahagia" <-- the most ridiculous bullshit I've ever heard.

Terima kasih Bung, cari orang laen aja.
engran said…
yup insyaAllah mereka bahagia. mereka adalah istri saya, orang tua saya, anak saya, bbrp teman saya, dan bbrp rekan bisnis saya. ya sementara baru sedikit nasabah saya. tp setidaknya saya bisa pastikan smpe saat ini mereka bahagia dgn produk yg mereka pilih sendiri.
dan yg terakhir claim itu karena anaknya yg sakit. semua lancar2 saja kok.

jadi bagian yg ridiculous nya yg mana ya mas klo boleh tau?

:) mas prabowo kok jd sensi :p kita bicaranya pake data mas. jgn pake persepsi. nanti jd emosi :)
deden said…
Waaaaaaah ini kelihatannya ada perang sesama agen ych mas prabowo anda khan juga dulu agen asuransi koq skr anda benci emang kamu sakit hati ych ama asuransi
Prabowo Murti said…
Saya tidak pernah ikut asuransi dan tidak tertarik jadi agen asuransi. Maaf ya Bung
wahono said…
Salam hangat!!

Mohon maaf kalau saya ikut nimbrung.

Kalau misalnya, kita tarik napas sebentar.
Ubah mindset kita menjadi positif.

Lalu, yang tidak suka dengan asuransi cukup bilang saya tidak membutuhkan asuransi karena menurut saya usaha saya lebih baik.

Daan... dari agen asuransi cukup menjawab, iya. Justru asuransi memilih orang yang tidak butuh asuransi.
Yang merasakan butuh asuransi itu siapa? Ya... yang sedang di ICU, butuh dana tanpa mengurangi tabungan.
Ya... yang hampir meninggal yang tidak ingin menelantarkan keluarga yang ditinggalkan karena penghasilannya terhenti jika dia meninggal.
dan kasus lainnya, namun datanya tidak diterima oleh asuransi.

Kita sama di dunia ini.
Sama-sama cari nafkah.
Sama-sama butuh kepastian.
Sama-sama ingin dihargai.
Sama-sama ciptaan-Nya, kalau bisa jadi hamba-Nya.

Yuk, komennya dijaga.
Untuk Admin, mohon disaring komen yang mungkin membuat pembaca selanjutnya jadi emosi, bukankah mencegah hal yang tidak baik itu lebih utama?

Mungkin kalau kita membiasakan komentar yang baik, kita bisa lebih sehat, lebih punya banyak teman yang baik (bukan yang tidak baik)
Bukankah orang yang baik akan memilih teman yang ucapannya juga baik, kan?

Tks,
wahono said…
Seandainya kita ngobrolnya di kedai kopi atau teh, mungkin lebih hangat dan bersahabat. Apalagi kalau kita bisa menjaga lisan.

Menahan emosi dan menggantinya dengan ucapan yang baik itu mungkin menghasilkan sesuatu yang luar biasa jika dibandingkan mengikuti nafsu yang keluarnya adalah ucapan yang kurang bermanfaat.

Diskusi yuk!!!

Ketemuan di mana nih?
Saya juga ingin tahu menganai produk-produk asuransi, serta apakah saya memang memerlukannya atau tidak.
Prabowo Murti said…
"Bukankah orang yang baik akan memilih teman yang ucapannya juga baik, kan?"

Sayangnya ucapan agen asuransi hanya baik ketika menghadapi nasabah. Terima kasih atas komentarnya. Get lost.
Prabowo Murti said…
Wah, jualan unit link. Emang sekarang masih laku ya?
Eddy said…
Mengomentari blog mas Prabowo mengenai hal asuransi, saya setuju dengan tidak membeli asuransi buat pribadi, anak dan isitri. Maaf ini pendapat saya pribadi, kalo agan2 tidak sependapat silahkan.. bebas memilih.

Logika saya, sebagai seorang karyawan spt saya, Perusahaan berani beli asuransi karena pendapatannya jauh lebih besar. Memang benar asuransi dipotong dari gaji karyawan, tpi kita juga tidak bisa nuntut utk tidak ikut asuransi, krn peraturan perush spt itu.
Saya pun berfikir, kalo saya pribadi suruh beli asuransi (jenis/ manfaat spt yg tawarkan saya pasti tidak mau). Karena saya kerja cari duit dan duit saya mau tabung, buat bisnis (investasi yg jelas menguntungkan).
"Intinya saya punya duit mau buat bisnis, kalo orang lain punya duit boleh kasih ke saya dengan keuntungan spt yg ditawarkan asuransi" he hehe hee
Alhamdulilah sebelum menikah saya sdh bisa investasi ( tanah dan rumah) secara cash. Setelah menikah istri sempet tanya kenapa tdk beli asuransi, dengan lantang saya jawab, khan dah dapet dr ktr ( dan istri jg dapet assusansi dr ktr)., jd ga perlu beli lg.
Tetep pd prinsip ga mau beli asuransi (ngapain punya duit dikasih ke orang) saya rajin menabung dan liat peluang di properti ( yg jelas2 memberi bukti keuntungan) Walapun dengan beli rumah KPR, dalam waktu 10 th total aset 7 rumah.

Kalo saya tidak bisa bayar cicilan, pihak Bank pun sudah mendaftarkan saya ke Asuransi Jiwa ( maaf bukan atas permintaan saya), krn bank takut rugi, kalo saya sih ga ada ruginya...

Kalo nunggu kaya dr asuransi sih buat saya mustahal ( ga mungkin punya 7 rumah).


Mungkin tips dr saya..
- kalo mau sukses, mau kaya, kerja keras rajin nabung, jgn ngurangi duitmu utk hal yg kurang jelas. Masalah kesehatan, keselamatan sudah di asuransikan (diatur ) sama yg mbikin Hidup yang memberi nyawa yg memberi nafas setiap detik ini..

Maaf... saya bkn agen/ calo/ broker properti..dan bukan agen asuransi... saya karyawan biasa..yg pengin punya masa depan cerah. tks
Prabowo Murti said…
Salam kenal Bung Eddy,

Persis Bung. Saya sependapat pula dengan Anda.
Eko Purwanto said…
Debat menarik mengenai pro dan kontra asuransi. Sepertinya perlu diulas lebih jelas agar "adil" mengenai untung dan ruginya bila anda ikut atau tidak ikut asuransi.

Salam damai
Eko Purwanto
bunda anakanak said…
Halo.. saya sbnrnya agen jg, sdh ada pangkat jg, prestasi jg terhitung paling cepat, tp saya berniat keluar saja. Saya jg pebisnis di bbrp bidang lain. Ini pilihan saya sendiri,krn menurut hemat saya, lbh bagus dan lbh baik saya tdk berkarier lagi di asuransi. Untuk produk, Boleh saja ambil Asuransi jika dirasa perlu, tapi ambillah untuk perlindungan kepala keluarga sampai anak2 cukup besar. Yang paling penting adalah : BISNIS dan SODAQOH. Bisnis adalah kunci masa depan. Sodaqoh bisa mendahului musibah. InsyaAllah ini asuransinya. Untuk yang sakit-sakit, seberapapun yg ditanggung asuransi jg tdk akan menyembuhkan, krn kimia mengakibatkan "sesuatu" di jangka panjang. Atau, malah lbh memperparah kondisi. Belum lagi COI itu adalah uang2 yg sebetulnya berguna untuk modal bisnis. Yg betul itu : ajarin anak2 bisnis sedari muda + sedekah+ilmu dan Iman yg tinggi. Hidup yang seimbang. Jaga pola makan+olahraga. Jauhi stress. Bersihkan hati. Bangun bisnis sebaik mungkin. Jaga dengan sedekah. Itu semua asuransi alami, insyaAllah, Wallahu alam. Yang berpendapat asuransi penting, jg boleh. Tp poin2 yg barusan tadi jauh lbh penting. Jika memiliki seabreg asuransi tp tdk memiliki bekal2 spt yg saya jelaskan, UP asuransi jg bakalan habis tdk bersisa tanpa manfaat. Sebaliknya, jika keluarga dipersiapkan dg poin2 tersebut dan hanya memiliki sedikit asuransi (atau malah tdk memiliki asuransi), insyaAllah justru bisa lbh kuat menjadi manusia. Semua cobaan dan masalah bisa menguatkan dan menaikkan kualitas kita sebg manusia, jika kita berpegang pada yg tepat. Wallahualam. Mudah2an bermanfaat.
Nisty said…
Haduh... Tadi rencana mau browsing clo pake asuransi/BPJS itu pelayanan dirumah sakit itu bagus atau tidak. Soalnya saya lagi sakit dan butuh operasi. Tapi sekarang tambah pusing..
juli federianto said…
asuransi haram hukum ny
juli federianto said…
Dulu saya jg agen salah satu asuransi terkemuka tp setelah saya pelajari dan saya tau bahwa asuransi itu bertentangan dengan ajaran agama saya maka saya putuskan unk berhenti menjadi agen dan memulai bekerja dengan cara yang halal walaupun penghasilannya sedikit tp saya tenang karna saya tidak lg memberikan nafkah haram kpd anak dan istri saya......... Mohon maaf ini hanya sbgai bahan pertimbangan saja......banyak orang pintar tp saking pintarny meng halalkan berbagai madam cara unk membodohi orng lain
Eddy said…
Salam kenal pak Dudung
Saya pengin ngomentari tulisan bapak sbb :

1.......Property? Perlu dipahami, bahwa yang namanya suatu benda, jika belum “menaruh uang ke dompet kita”, belumlah bisa disebut sebagai "investasi"

2.Selagi bayar cicilan, property bukanlah "asset", hal yang sama berlaku untuk aneka benda-benda lainnya." ..........

komentar saya:

Bagus bila Anda tidak begitu faham di bidang property, dan ingin berkarir ( menjual polis )di Asuransi.

1. Mau kah benda-benda Anda( property, motor, mobil) yg masih nyicil di atas namakan orang lain ?, pastinya jawabannya TIDAK, karena itu hasil keringat Anda, Harta Anda, Asset Anda.
Dan di surat kepemilikan ( sertifikat, BPKB) pun TIDAK dituliskan apakah dibeli tunai / kredit. Sebaiknya jika anda punya cician, mesti berterima kasih sama perbankan,ngasih fasilitas kredit.


2. Karena Anda berasumsi "menaruh uang ke dompet kita" adalah MENJUAL.
Anda bisa menyewakannya yg memberikan pasif income, sekali gus Anda bisa TOP UP ke Bank untuk menarik uang cash. Jadi ada 2 pasif income yg akan membantu keuangan pribadi. Sementara investasi ini ("property") akan terus naik nilainya.

Contoh : Tetangga ada yg menjual rumah nya kepada saya karena ingin menyekolahkan (kuliah) anakknya. Dengan harga dibawah pasar (170jt) saya beli rumah nya dengan KPR (DP 34jt) pinjaman 136 jt, dicicil 6 th.
Begitu berjalan tahun ke 4 saya TOP Up ke Bank dapet 280 jt- dipotong sisa utang (30jt) masih terima 250 jt bebas pajak. Dari 250 jt saya beli 3 rumah lg (maaf , dengan KPR) dan masing2 disewakan utk bayar cicilan, dan dalam 2 th harga rumah NAIK 100 %. Rumah yg saya beli awal (170 jt) , 6 th kemudian rumah tersebut sdh di tawar 450 jt.
Contoh diatas adalah realitas saya.

Muncul pertanyaan..kenapa penjual itu tidak melakukan hal yg sama dengan saya , dengan menjaminkan rumah ke Bank..? Nach disitulah letak kecerdasan untuk berinvestasi sebagai acuan bisnis Anda.

Jadi saya jelaskan ke pak Dudung.. Devinisi" invetasi" bukan "menaruh uang ke dompet kita" (MENJUAL) tapi sedikit dr dompet kita untuk menghasilan yg besar.

Sekian dan terima kasih
Eddy
Prabowo Murti said…
Salam kenal Mbak Nisty,

Setahu saya BPJS hanya dapet pelayanan kelas 3 ? CMIIW.
Prabowo Murti said…
Salam kenal Bung Juli,

Terima kasih atas komentar dan share pengalamannya Bung Juli. Semoga selalu dilimpahkan rizki yang berkah. Aamiin.
miki said…
Sip mantab
miki said…
Mantab
budi said…
Mending bpjs aja. Murah tepat sasaran. Kalo asuransi pihak swasta mahal dan terlalu banyak bumbu bumbu menjebak nasabah. Maklum agen dapat 30% dari produk asuransi yg dijual.
Irwansyah said…
Pagi Pak, Sudah berulang kali saya sewot sama agen asuransi.. Bukan apa-2, mereka ini kalau menelpon bisa sehari sekali. Entah darimana dapat nomor tilpun saya, mau ganti kok rasanya sayang juga. Semoga nanti ada regulasi supaya tukar menukar data pribadi nggak diperbolehkan seenaknya saja. Makasih.
jimbroth said…
kalau pakai "kalau-kalau" ya luas banget.
sy juga bisa pakai kalau, kalau saya sampai umur 80 tahun masih sehat aja, bayangin dah berapa besar nyeselnya duit yg tiap bulan dipakai buat bayar premi, klo di investasikan sendiri, saat umur 80 tahun udah berkembang seberapa besar tuh, gara2 ikut asuransi jadinya gak dapat apa2

semua probabilitasnya masih sangat luas, mainan logikanya agen asuransi kan ya nakut2in dengan menyempitkan kemungkinan yang bakal terjadi, padahal nyatanya, coba disurvey aja sendiri dikampung masing2, yang mati muda ama yang hidup sampai tua banyakan mana coba? klo dikampungku sedikit banget yang mati dibawah 40.

lagian kalau memang masih punya keluarga besar yang solid, menurutku gak perlu itu asuransi, kenapa takut membebani, ya emang udah begitu harusnya keluarga, saling membantu kalau dibutuhkan.

jangan ketipu kalimat "apa gak sayang tabungan jd habis utk bayar rumah sakit" ini penyesatan juga, emangnya klo ikut asuransi gak bayar?? ya sama saja, kalau memang tabungan kita pakai buat biaya darurat, kalau akhirnya dipakai ya bagus itu, emang itu tujuannya.

toh masih ada juga kemungkinan besar kalau tabungan kita gak akan dipakai, kemungkinan kalau kita masih sehat terus. bandingkan dengan asuransi, baik kita sehat maupun sakit, dari awal dah tekor bayar premi terus
pasca-bowo said…
blog nya bagus,,
cm yg ingin saya tanya sm si penulis, anda kerja dimana n posisi anda apa ?
saya sendiri kerja di AI-TSO (ARM-RO),, kapasitas anda lumayan bagus,,mgkn yg harus di benahi adalah "Mental" anda.
Banyak pertanyaan dari Bung Adhy yg belum anda jawab secara spesific seperti anda menulis blog anda (merendahkan agen asuransi)
Sepertinya anda yakin sekali perencanaan hidup anda pasti, terukur,,efektif n efesien tanpa memperhitungkan kendala2 yg akan dihadapi.
Syg nya saat anda menulis blog yg indah ini anda tidak menyadari pro-kontra yg akan terjadi.
Tujuan anda menulis blog ini cm ingin mengutarakan antipati anda terhadap Agen Asuransi n pemain MLM. (apakah anda butuh dukungan teman2 agar sepaham dgn anda ??) (atau anda iri dengan komisi teman2 agen asuransi ??)
Jika anda tidak suka para agen asuransi menawarkan produknya kepada anda,, anda cukup menolak nya tanpa menjatuhkan citra n merendahkan pekerjaan para agen asuransi.
pasca-bowo said…
kasihan amat pemikirannya,,
konsep dasar asuransi ialah proteksi.
sy karyawan AI bukan agen asuransi,, cm rada gmn gitu klo lihat orang yg terlalu perhitungan gini..
kclakaan jg tercover kok,, ga cm sakit doank..
klo sy lbh milih nyisihin byr premi 500rb utk jaga2,, faktor utama cz cinta keluarga drumah n ga mau nyusahin org lain klo lg kena musibah,,
invest kesehatan jauh lbh bijak klo qt dh mampu cz qt mencari nafkah buat klwrga drmh.
Prabowo Murti said…
Salam kenal Bung Irwansyah,

Terima kasih sudah berkomentar Bung. Semoga saja Bung, bukan hanya agen asuransi, tapi juga pihak-pihak tertentu yang menawarkan KTA, promo, dll.
Prabowo Murti said…
Salam kenal Bung Jimbroth,

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Bung. Kita sepaham, Bung.
Prabowo Murti said…
blog nya bagus,,

Terima kasih Bung Wijaya Taufan. Jika Bung Taufan penasaran dengan saya, bisa search nama saya di Google.
netral said…
Wow,,,diskusi yg menarik
Saya pribadi mengaggap asuransi itu penting
Pertama, dgn adanya asuransi, kita lbh tenang. Tinggal mikirin tabungan utk mimpi kita aja, beli rmh, kndaraan dll, kita py fixed cost utk premi memang (sesuai kapasitas kita, jangan trlalu memaksa jg) dgn begitu, kita lbh trproteksi, dan kalo amit2 soe trjadi apa2, udh ada yg cover deh...
Kedua, kita mati dgn tenang, soalnya ada yg bs diwarisin utk keluarga (bagi yg cinta sm keluarga dan org2 yg bakal merasa kehilangan dsaat kita tiada), apalagi utk kepala keluarga, ini penting bgtz...tapi buat kpala kluarga yg mencintai kluarganya sih ya,.hehe
Ketiga, utk yg mnunda2 asuransi...mohon maaf, jika nti udh lbh berumur, biasa nya premi lbh besar utk manfaat yg sm jika dimulai sejak dini,dan prosesnya pun pasti lbh rumit ya kalo udh mnginjak usia trtentu, hrus medcheck dll...
Jadi kalo mw dmulai skrg knapa enggak.,.apalagi ada unitlink, anggeplah buka tabungan berjangka, toh di tahun trtentu bisa ditarik sesuai nilai tunainya...

Herannya, org lbh cenderung buka asuransi utk kendaraan ktimbang jiwanya sndiri ya,,,pdahal diri kita lbh berharga...
Diri kita bs menghasilkan kndaraan
Kendaraan ga bs mghasilkan nyawa seseorg..
Thanks for your attention...^^
capoenk said…
maaf mas saya iseng2 aja nyari artikel tentang asuransi karena ada tugas dan baca ini. saya rasa sakit dan mati itu hukumnya pasti selama kita cuma manusia cm kita ndak tau kapan itu terjadi. kalo kita meninggal dan sbg kepala keluarga kita tidak bisa meninggalkan bekal utk keluarga masak kita cuma bisa menyalahkan "takdir" hehehe..... klo saya pribadi sih setuju dg asuransi tradisional yg tanpa embel2 nilai investasi.
Satuju ama om Prabowo !

Jangan pernah BELI ASURANSI yang ada UNIT LINK !

Para Pembual dan Pengejar Komisi ini seram mereka sok tahu dan bertindak seperti pengatur masa depan..

Your future is in your hand and GOD !
Prabowo Murti said…
apalagi utk kepala keluarga, ini penting bgtz…tapi buat kpala kluarga yg mencintai kluarganya sih ya

Ini seperti jualan mainan dengan embel-embel "sayang anak sayang anak". Bukan berarti yang nggak beli nggak sayang sama anaknya kan?
Prabowo Murti said…
Bung, kalau mau jualan asuransi langsung aja jelaskan produk Bung di sini. Nanti yang merespon nggak cuma saya. Saya muak sih sebetulnya denger penawaran seperti ini.

kalo kita meninggal dan sbg kepala keluarga kita tidak bisa meninggalkan bekal utk keluarga masak kita cuma bisa menyalahkan "takdir"

Saya nggak menyalahkan takdir. Yang pasti duit anggaran asuransi sudah saya alokasikan untuk investasi yang returnnya lebih besar. Kenapa saya harus menyesal?
Prabowo Murti said…
Terima kasih atas komentarnya, Bung. Agen-agen asuransi yang suka nyepam dan nelpon-nelpon mungkin nggak lulus mata kuliah ekonomi syariah. Kasihan saya.
baidah said…
Setuju pak prabowo, saya juga ditutup, karena sama aja kita kasih uang ke orang yang tidak kita kenal. Lebih baik tiap bulan kita kasih orang tua ibu atau bapak kita, atau amal untuk masjid, atau saudara kita yang masih kekurangan. Insyallah, sehat, berkah. Investasi ke Allah lebih besar nilainya 100.000 bisa balik 1.000.000 bahkan lebih.

Salam Damai
capoenk said…
iya bung sama saya juga sudah muak bgt sama org yg hanya jualan investasi yg ternyata hanya omong kosong dan berujung penipuan. klo bung jualan investasi boleh jg kok di share disini kali aja saya berminat ntar.
fernando said…
masalah hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin ada dalam tangan TUHAN, masa hidup ini harus dipercayakan kepada manusia atau perusahaan ? bukankah TUHAN lebih berkuasa atas hidup ini. jangan pernah takut akan kematian, penyakit maupun kemiskinan karena hidup ini sudah diatur oleh TUHAN, hanya orang-orang yang takut akan kematian, penyakit dan kemiskinan yang mempercayakan hidupnya kepada manusia. rejeki, kesehatan dan nafas kehidupan berasal dari TUHAN, semua orang butuh uang tetapi jangan jadikan uang sebagai tuhan dalam hidup ini tetapi jadikanlah TUHAN diatas segala-galanya maka hidup ini akan bahagia. GBU for all
soegiono daud said…
Setuju sekali dengan tulisan anda mas Prabowo, dan terimakasih buat smua agan2 yg komen.. semakin membuat saya tercerahkan untuk tidak mengikuti program asuransi.. Mantap mas Prabowo, luar biasah, salam kenal :D
Bung Prabowo, semoga dipikirikan dari hati yang paling dalam. rejeki memang diatur oleh tuhan, itupun tergantung orangnya berusaha dengan niat tulus atau tidak.

1. Seorang single tidak perlu asuransi jiwa.
Apakah saya salah jika saya mengasuransikan diri saya dan yang menjadi ahli waris adalah adik/keluarga lain, atau diwariskan ke panti asuhan/anak yatim? Jika sudah berkeluarga apa salah jika dari klaim itu ada orang lain yang mendapat manfaat nya (istri/anak). Serius nih berpikiran istri anda akan enak2an dengan duit klaim asuransi :)

2. Kita punya usaha juga sangat berisiko. Siapa tahu ditengah jalan kita mendapat cobaan dan usaha kita surut. tentu rencana kita bisa terganggu bukan?
3. Menabung dalam portofolio lain juga punya resiko. Kita masuk reksadana jika bursa ambruk/krisis ekonomi atau bertemu dengan penjual yang tidak jujur (kasus century) kita rugi juga bukan? Membeli emas ada resiko kehilangan atau tertipu. Semua usaha ada resikonya.

Hal terpenting bagi kita adalah bagaimana mengolah semua resiko tersebut dengan bijak. Misalkan kita punya duit sisa sebulan nganggur dan mau di kelola maka menurut saya 40% buat cicilan fixed aset (tanah,rumah,emas dll) 40% buat investasi saham/reksadana/cicilan modal wirausaha,10% emergency dan 10% untuk premi asuransi.

Semua kegiatan pasti ada hal positif dan negatifnya, dan kita harus menelaah secara bijak.
Prabowo Murti said…
Terima kasih Bung Fernando, atas kunjungan dan komentarnya :)
Prabowo Murti said…
Terima kasih kembali Bung Soegiono. Salam kenal juga.
Prabowo Murti said…
1. Single tidak perlu asuransi jiwa.
Lebih tepatnya, orang yang belum punya tanggungan, tidak perlu beli asuransi jiwa. Soal anak yatim, kalaupun niat menyumbang, mengapa mesti repot-repot beli asuransi dan menunggu saya mati dulu? Konyol sekali. Kalau mau menyumbang, ya sekarang saja waktu masih hidup. Belum tentu juga klaim asuransi bakal keluar kalau saya mati. Mudah-mudahan Bung Putu paham betul soal ini.

2. Semua usaha punya resiko.
Tunjukkan produk asuransi yang mencover kerugian kalau dagangan saya nggak laku. Aneh-aneh aja. Jualan asuransi kok pake menakut-nakuti kalau begini dan begitu. Perusahaan asuransi dapat untung kan kalau nasabahnya nggak pernah melakukan claim, artinya menurut statistik, orang yang ikut asuransi kebanyakan nggak pernah claim. Bayar premi sekian tahun tapi nggak dapet apa-apa.

3. Memang benar menabung, masuk reksadana, dan kalau ada krisis semuanya kena. Ingat, semuanya. Apalagi cuma sekelas perusahaan asuransi saudara yang ecek-ecek? Dulu waktu kerusuhan 98, kenapa mau claim asuransi mobil jadi repot? Karena perusahaan asuransi juga ikutan bangkrut! Daripada sedekah ke agen asuransi, mending saya simpen duitnya di produk investasi yang lebih likuid.

Kalau Bung Putu memang benar agen asuransi, silakan pajang produk Bung yang paling Bung unggulkan di sini. Nggak usah bicara berputar-putar, buang waktu saya saja. Saya jamin dibanding portfolio saya, Bung punya kualitas produk yang PAYAH. Terima kasih.
Azis said…
Betul asuransi banyak ruginya, saya sendiri tidak ikut. Tapi untuk kedua orang tua saya ikutkan asuransi BPJS, karena usia sudah lanjut, bentar - bentar masuk rumah sakit. Bapak berak darah menahun, ibu diabetes.
abe said…
Daripada masuk asuransi Alianz, Prudential, dll, lebih baik ikut asuransi BPJS. Sebulan cuma 50ribu. Semua penyakit dicover. Emang duitnya gak bisa diambil kalo gak kita klaim. Yah namanya subsidi silang, saling bantu. Kalau mau ngumpulin duit, ya nabung, bukan ikut asuransi. Mikir!

Dari sekian nasabah Prudential, Alianz, dll, saya belum pernah dengar ada yang mengklaim duitnya setelah sekian lama jadi nasabah. Rata-rata peserta asuransi hanya pada awal-awalnya aja semangat, setelah berjalan bebeapa bulan, mandeg bayar premi karena malas, lupa, sibuk, dll. Akibatnya duit hangus. Ini fakta. Mikir!

Kayak kursus bhs Inggris jugak, awal-awalny aja semangat, anget-anget tai ayam, setelah itu dingin sedingin salju.
mastor said…
Mastor, gue spendapat dgn org yg memahami asuransi, ketimbang seperti mas zul, n mas bowo mrk g usah diladeni, mending undang anak tk ajak ngobrol, kl mrk sampaikan asuransi gini gitu y wes org beli asuransi kan bkn duit anda jd terserah mereka, jgnkn aa gym, uztad albukhori aja mengasuransikan jiwax itu beliau bijaksana, silahkan search di internet alm dpt klaim piro n asuransi mana yg byrin. Jaman gini org tdk punya asuransi cape deh,,, tuh intip org luar negeri, msh dlm perut aja anakx udah di asuransikan...saran gue mas bowo n mas fadli g usah trll sok gi2. Dlm hdp pst namax resiko ada, kl tdk mau resiko bilangi aja mbo'mo kenapa dilahirkan, ko' dilahirkan malah muncul kedunia maya jd pahlawan kesiangan,,, sy aja punya polis 5 agen gue profesional ko' dan gue ngambil proteksi, kl investasi g pasti, emangx lu tau dolar besok bgs, jgn gila dong dgn inves, gue punya anak 1 hanya byr premi 1 juta udah ada warisan buat anak gue sktr 1 m, lah investasi$$$$$$,,,,
mastor said…
Mas bowo,jgn2 sampean g punya duit bli asuransi, gue sarankan sgr bli asuransi ketimbangzzzzzzzz waduh parah,lu tau g perusahaan asuransi itu menolong negara cb bygin kl tdk ada asuransi dan sejenisx gimana hidup, pemerintah aja kampanyekan bpjs malah luh tdk setujuh mikir1000000x,,,,jadi org hrsx positif thinking, coba bygin kl tetangga luh amit2 semoga tdk trjd ktknlh meninggal n anakx 4 tnp warisan atau sesuatu ditinggalkan gimana tuh kan namax jg asuransi, investasi tuh trmsk asuransi mas,,,, 99% org gunakan asuransi, luh aja naik pesawat diasuransikan, atau lu ngrm brg tu ada asuransix mas,,,,,caaaaape deh,,,jd kl gitu brrt gimana dong, teman2 yg sepaham dgn gue yuk rame2 ngumpulin duit buat bliin polis mas bowo dan sepahamnya...
mastor said…
Mas fernando nmx hdp pubya 7an bkn kyk lo, punya anak lbh dr 1 tp bgt iaps dead tnp ada ms dpn kan ank bini luh kasihan, mikir tu pk otak kcl.
Prabowo Murti said…
Iya Mastor, guwa nggak ada duit.
rocky said…
Mas prabowo, top banget. Tp kalo bisa komennya agak lebih beralasan dengan perhitungan yg meyakinkan. Biar bisa mencerahkan kegalauan saya. Saya nasabah pr***** udah 4 taon ikut asuransi, rp 1jt perbulan dan hasilnya sekarang nilai unit saya hanya 15 juta. Padahal saya sudah setor 60juta selama 4 tahun. Duh.. Klo beliin emas udah jadi berapa tuh duit saya. Sampai sekarang masih ragu antara menyesal atau tidak beli asuransi. Malah orang tua saya ngebet suruh beli asuransi, padahal mereka tidak tau apa itu asuransi. Taunya untung ajaa. Mohon pencerahannya
Sur said…
Asuransi sesuai tampaknya baik dan berguna tapi secara transaksinya memang mengandung gharar dan sesuai hukum islam termasuk haram, semoga kita kembali kepada ketaqwaan dalam kehidupan sehari hari.
Prabowo Murti said…
Hi Bung Rocky,

Terima kasih atas komentar dan share pengalamannya. Miris juga ya Bung sudah 4 tahun setor 1 juta per bulan (hitung kasar harusnya minimal sudah ada cash Rp 48 juta), baru mendapat Rp 15 juta. Kalau boleh tahu produknya unit link atau gimana Bung?

Saya belum pernah (dan tidak tertarik) dengan produk asuransi, jadi saya belum bisa berbagi pengalaman.
budi said…
Mending bpjs murah tepat zZaran. Kalo di bali ada bali mandara gratis semua di tanggung. Saya saja stop azuransi unitlink pihak zwasta karana ngibulnya banyak. Jadi biaya asuransi di alihkan untuk nyicil tAnah. Baru 3 bulan sudah untung 60jt. Apalagi 6tahun jauh lebih gede dari iluustrasi agen asuransi.
mario said…
Tidak akan ketemu ujungnya, yang satu melihat dari sisi kerugian mengikuti asuransi, karena tidak mendapatkan manfaatnya. Yang lainnya telah merasakan manfaat, sehingga merasa menguntungkan.

Udah lah gak usah banyak comment, daripada cuap2 gak jelas, kalo mau invest ya urusin investnya. Trus yang mau jual produk kagak usah ikut nimbrung, cari closing sono. Semua orang punya jalan masing2. Namanya investasi apapun bentuknya pasti ada resikonya. Mau besar ataupun kecil, tapi semua berpeluang untung/rugi.
Anonimus said…
Saya kurang lebih juga sependapat dengan mas Yudi. :)
Yg perlu diingat adalah bahwa ikut asuransi itu tujuannya proteksi, jangan terlalu mengharapkan profit. Sehingga, jikalau ikut asuransi, nilai asuransi yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan proteksi apa yg pengen diperoleh. Sehingga premi yang dibayarkan tidak malah "membebani" atau "merugikan" kondisi finansial kita sendiri.
Terkait unit-link, pandangan saya masih old-style juga, lebih baik pisahkan proteksi dan investasi. Kalau mau investasi mending langsung ke reksadana atau bursa saham. Atau kalau saya sendiri lebih memilih dipake bisnis sendiri. Kalau ikut reksadana, jangan pernah berharap profit jor-joran karena prinsip reksadana kan menaruh beberapa telur di beberapa keranjang yang berbeda, less risk less profit tentu saja. Kalau pengen masuk bursa saham tanpa pengalaman & pengetahuan dunia bisnis yg mendalam (cuma jadi sampingan aja misalnya), siap-siap aja cut loss & cut loss lagi sampe modal kita habis. :D
Jadi kesimpulannya, tadi saya makan siang pake gudeg sumpah murah & enak banget. Dan kalo saya modalin penjual gudeg tadi buat dibikin resto gudeg besar dg saya sebagai komisarisnya & penjual gudeg td sebagai CEO, kira-kira bakal bisa selaku KFC ngga ya? (Loh kagak nyambung? :D).
Iswanto jaiz said…
Saya pernah ikut investasi yang di embel embeli asuransi,
Awalnya di kasih tau yg enak enak doank,
Dgn setoran 1 juta per 1 bulan nanti uang anda dlm wktu 5 tahun jd segini, 10 tahun jadi segitu, 20 tahun jd seabrek duwitnya.
Bila selama lima taon tdk ada klaim asuransi duwitnya bisa di ambil 100%.

Tp tau gak pembagian porsinya asuransi brapa..... investasi berapa....
Ternyata
Thn ke 1 investasi 20% asuransi 80,%
Thn ke 2 investasi 40% asuransi 60%
Thn ke 3 investasi 60% asuransi 40,%
Thn ke 4 investasi 80% asuransi 20%
Thn ke 5 investasi 100% asuransi ,0%
Jadi total uang yg kita setor ke pihak asuransi 1 juta *12 blan = 12 juta * 5 thn = 60 jt.
Ternyata yg di maksud setelah 5 thun uang bisa di ambil 100% ini totalnya...
2.4 jt + 4.8 jt + 7.2 jt + 9.6 jt +12 jt
= 36 jt.

Brarti 60jt -36 jt = 24 jt. Jelas sudahkan kita bkal rugi 24 juta.
Asuransi itu bg sya tai tai & tai!
Romeo said…
Tante saya membeli asuransi dengan 1jt per bulan. Setelah 10 bulan, beliau jatuh tergelincir, pergelangan tangan patah karena menahan beban berat badan.
Kepanikan terselesaikan saat itu karena ada kartu asuransi.
Total biaya 34juta, dan tante saya hanya membayar kekurangan nya, yaitu 3 juta. Berarti total biaya yg digantikan asuransi 31juta, padahal mereka sudah siap2 menjual 2motor nya.

Tahun lalu seorang teman saya, membeli produk asuransi 750rb/bulan, 3 minggu kemudian, dia mengalami kecelakaan tabrakan mobil. Papanya meninggal di tempat kejadian, sedangkan dia langsung dibawa ke rumah sakit. Total biaya 42juta. Biaya yg ditanggung sendiri hanya 1.5juta.

Saya bilang, kalau kita tidak siap mempunyai uang tabungan / cadangan utk berobat, perlu kita punya produk asuransi, toh uang kita tidak hilang, krn sebagai investasi untuk jangka panjang. Yg penting saat mengambil produk asuransi, perlu kita ketahui tujuan kita membeli produk itu, dan penjelasan yg jelas.

Saat resiko datang, kepanikan membuat kita tidak bisa berpikir, apalagi sampai pingsan dll. Produk asuransi lah yg berperan saat itu.

Asuransi tetap sanggup membayarkan karena: hukum bilangan. 1000 orang yg masuk asuransi palingan 10 orang saja yg claim. Kira2 begitu.

Pak Prabowo, perlu kita edukasi rakyat kita untuk berpikir smart. Ada yg dapat kita lakukan tetapi ada pula yg tidak dapat kita lakukan, terutama kekuatan keuangan kita tidak mencukupi. Jangan pada saat kepanikan, terpaksa meminta sumbangan dari orang lain atau bahkan meninggal, meninggalkan utang biaya RS untuk orang2 yg ditinggalkan.

Salam,
Romeo
(Nb: apabila diperlukan, saya mempunyai bukti tertulis, surat pembayaran claim tersebut)
Henny said…
Ga bisa dipungkiri, yg beli property, semakin pesat, adalah agen asuransi. Bbrp agen asuransi menawarkan produk kepada saya bahkan menjadi agent. Tergiur juga sih, kok bisa ya tiap tahun beli property lagi sama saya. Lumayan lah kalau banyak agent asuransi yg berhasil, bisnis saya juga bagus krn laku...
Prabowo Murti said…
Silakan saja langsung cantumkan produk asuransi unggulan perusahaan saudara. Seperti yang sudah saya sampaikan, dan saudara akui pula dalam statement saudara

1000 orang yg masuk asuransi palingan 10 orang saja yg claim

tidak banyak orang yang akan melakukan claim, artinya peluang untuk mendapatkan "keuntungan" karena membeli produk asuransi sebetulnya sangat kecil. Term "keuntungan" ini pun rancu sekali. Masak "tidak jadi rugi 40 juta" karena semuanya ditanggung asuransi bisa dibilang "keuntungan"? Ingat bahwa lebih baik punya cash Rp 50 juta daripada mendapat kesempatan uang pertanggungan up to Rp 50 juta.
"
ImamSafi'i said…
Assalamu'alaikum,..
Wah..wah..pada saling tusuk ini nama'a...
Saya bekerja d salah satu hotel d jakarta, kemarin sempat d kunjungi agen dri prudensial (yaa promo silaturahim kata'a)
kebetulan saya org yg gg ngerti ttg ASURANSI, semua kata2 dri agen itu wangi" semua, malah sempet cerita tukang bubur yg gg mau nabung 500.000/bln, tpi mau nabung 2 porsi bubur aym/hari...,?????(PEMBODOHAN), yaa tukang bubur'a mah ngangguk-ngangguk ja kelless....
terus d bagian akhir masih gg da yg mau nnya2 apa ja ttg produk itu( temen"2 saya) soal'a sama (gg nerti semua), iseng ja sAya tnya, 'Dari tadi anda hanya menjelaskan keuntungan..keuntungan..dan..keuntungan, kerugian' a? mannnnaaaa???
Ehhh, jawaban'a muter2, lah kami mana ngerti. Yasudah lah, lagi pula gg da yg mau ikut, toh kami cuma outsource, yg pendapatan'a masih galau dan kebutuhan'a masih d butuhkan sama orangtua, HIDUP RAKYAT BIASA
Pipit said…
Mas Prabowo terima kasih pemikirannya, kebetulan saya kmrn baru ditawarin asuransi Prudential, semua mmg blg asuransi terpercaya Prudential, tp sebelum2nya saya sllu dikasi nasihat oleh nasabah2 saya yg ikut asuransi sampe puluhan juta preminya, mereka hanya bilang "jangan ikut asuransi ya, itu agen2 asuransi hanya mau cari komisinya 25-30% dari premi itu jadi komisi mereka makanya asuransi rekrut agen2 yang tanpa digaji dan hanya return dari komisi, asuransi itu sdhlah tdk usah ikut asuransi, tabung saja uangnya utk cadangan sakit, ada Tuhan kok", itu nasihat dari hampir semuaa nasabah saya, kemudian nasabah2 saya juga memperlihatkan laporan asuransix dan mmg baru balik modal setelah 5 tahun rata2 dan tanpa pernah claim apa2, bahkan di tahun ke 7 pun mereka masih membukukan rugi dgn catataan tdk pernah claim apa pun. Dan setelah baca komentar2 disini, saya semakin yakin mmg tidak perlu ikut asuransi utk melindungi diri qta, cukup dgn menabung semampunya, investasi dan banyak bersedekah, dgn jaminan Tuhan.
Dan bagi agen2 asuransi, tolong kalo tawarin produk jangan dong di ceritakan yang resiko sakit parah2 dll, kasian loh ucapan kalian itu seperti doa, kalo nawarin produk jgn dikasi ilustrasi yg mengerikan, sehingga org jd ketakutan dan membeli, coba tawarin produk dgn merubah mindset agen2 asuransi dlu dalam menawarkan produk. Karena menurut saya Asuransi juga bagian dari instrumen Investasi kan. Makin banyak perush Asuransi didunia krn tujuan utk menghimpun dana masyarakat untuk mereka kelola sendiri demi keuntungan perusahaan itu. Karena asuransi itu kan perush Profit, bukan perus non-profit. Jadi yg di katakan Pak Prabowo dan teman2 lainnya yg anti asuransi itu ada benarnya juga. Dan saya termasuk yang akhirnya memutuskan tidak jadi mau ikut asuransi, padahal sdh dibuatkan Plan oleh org Prudentialnya. Terima kasih.
finni said…
Jiahh daripada beli asuransi yg unit link2 gitu mending beli emas jelas duitnya pasti utuh or nambah setelah bbrp tahun.. Saya dulu punya 2 unit link prudential dan axa. yg axa sudah ditutup yg prudential udah ga setor2 lg, ga tau deh masih bisa ditutup dan duitnya balik apa nggak. kalo yg axa masih balik sekitar 3,9 an (dari 6 juta setoran awal).
finni said…
Kalau saya dan suami sih sepakat nggak bakalan deh ikut asuransi berbau investasi. Mending investasi tuh ya DIPISAH sama asuransi. Kayak asuransi yg udah sepaket dgn fasilitas di kantor ya ga apa2 dimanfaatin tapi kalau asuransi unit link yg harus setor sekian sebulan/tahun trus nunggu min 5 tahun baru duit boleh di ambil kayaknya mending duitnya buat nyicil beli emas deh daripada nyicil sesuatu yg juga nggak jelas jumlahnya 5 tahun kemudian. Emas bisa dijual kapanpun kalau emg beneran sakit ntar :) Buat agen2 asuransi silahkan lah promosi sesuka hati namanya juga lagi kejar pendapatan bulanan makin banyak yg gabung kan pendapatan agen juga makin gede per bulannya :) Tapi nggak usah maksakan kehendak, tiap orang punya prioritas dan kecerdasan masing2 dalam menilai untung rugi asuransi dgn 'embel2' investasi.
finni said…
asuransi syariah?? Kok kayaknya itu cuma kedok buat komersial saja. Setahu saya malah asuransi itu haram (mirip judi) karena kita disuruh 'bayarin' kerugian orang atau sebaliknya kerugian kita 'dibayarin' orang. Pelajari dulu deh konsep Islam itu gimana sebelum asal ngomong asuransi syariah. Yang namanya asuransi nggak pernah ada tuh dalam syariat islam. Jadi ya asuransi syariah murni buat menggaet customer yang beragama Islam (tapi gampang ditipu dengan embel2 syariah) saja bukan buat mempraktekan syariah Islam itu sendiri.
finni said…
ciri2 komen agen asuransi gini nih :)
finni said…
Kalo saya jadi mba aisyah mending kalo ada dana ngga kepake dibeliin emas/ saham daripada dibeliin asuransi unit link. Alasan2nya udah di beberkan di atas bawah asuransi unit link penuh ketidak pastian okelah harus nunggu 5 tahun dananya bisa diambil kalo sebelum 5 tahun mba butuh dana gimana cairinnya hayoo?? Jadi mending investasi likuid yg bisa dicairkan kapan saja, duit-duit gw ya suka2 gw donk masak harus nunggu 5 tahun (itupun kalo prediksi agen benar kalo salah ya tanggung resiko sendiri duitnya berkurang)..
fanny said…
kalo saya sejak anak pertama saya lahir, saya ikutkan asuransi beasiswa yang tahapan tradisional, bukan yang unit link, lumayan mau masuk sd, smp selalu keluar dananya. begitu juga anak kedua. untuk kesehatan, saya ikut yg bpjs saja dulu jamsostek, nah untuk dana pensiun baru ikut yg unit link itu juga cuman 500 rb/bulan. sisanya alhamdulillah saya juga investasi di rumah, sekarang sudah punya 3 rumah, juga sebidang tanah (buat bikin kolam pemancingan), investasi yang lain tentunya adalah otak dan kerja keras serta doa, tak lupa sering-seringlah bersedekah amal jariyah, dan jangan lupa berqurban tiap tahun, insyaallah rejeki lancar, badan sehat rohani dan jasmani. pikiran tenang, Alhamdulillah.
untung said…
klo boleh tau mas prabowo asuransi kesehatan di mana? saya juga minat ikut asuransi kesehatan
Prabowo Murti said…
Wa'alaikumsalaam.

Terima kasih Bung Imam atas komentar dan kunjungannya. Menurut saya juga begitu Bung, yang perlu kita waspadai adalah surat perjanjian ikut asuransinya itu, karena di situlah kekuatan hukumnya berada (tempat kita tanda tangan atau bubuhkan materai). Bukan karena janji manis sang agen asuransi, karena itu bisa saja hanya sekadar pemanis barang dagangan.
Prabowo Murti said…
Salam kenal Ibu Pipit. Terima kasih atas kunjungan dan komentar Ibu. Pru*ential, kata orang, memang termasuk yang oke. Tapi saya tetep nggak tertarik. Menakut-nakuti calon nasabah memang sudah menjadi bagian dari "cara berjualan" para agen, saya sih tidak heran Bu.
Prabowo Murti said…
Salam kenal Bung Untung, dan terima kasih telah berkunjung. Saya tidak ikut asuransi apapun saat ini. Namun dari pabrik tempat saya bekerja, kalau tidak salah ada asuransi Allianz untuk mengcover biaya rumah sakit (alhamdulillah hingga saat ini saya belum pernah pakai, mudah-mudahan untuk seterusnya tidak akan pernah pakai). Saya lebih percaya Puskesmas, atau kalau sakit agak parah ambil yang umum saja. Menurut saya cara "tricky" seperti ini (mempengaruhi psikologi pikiran untuk selalu sehat, karena kalau sakit tidak ada cover dan biayanya mahal), plus menjaga pola makan/istirahat/olahraga, adalah cara terbaik untuk menjalani hidup yang fit.
iannone said…
baru kali ini ada orang yang menyarankan tidak perlu ikut asuransi kesehatan.
Mas Prabowo kalau anti dengan asuransi, Mas bisa request ke HRD perusahaan mas bekerja, agar dinon aktifkan kepesertaannya. Gaji tidak akan dipotong buat bayar premi asuransi yang perusahaan mas bekerja (walaupun premi perbulan palingan cuma buat tambah makan siang)
Intinya: Jangan menyarankan orang untuk tidak ikut asuransi kesehatan padahal mas Prabowo sendiri ikut walaupun dengan alasan didaftarkan oleh perusahaan tempat bekerja.
Prabowo Murti said…
baru kali ini ada orang yang menyarankan tidak perlu ikut asuransi kesehatan.

Wawasan Bung kurang luas aja...

Perlu diketahui, justru di negara maju produk health insurance nggak ngetren, karena semuanya ditanggung pemerintah mulai dari sakit kurap sampe ngebrojolin orok. Cuma di negara dunia ketiga aja yang masih gencar jualannya, makanya begitu ada yang anti mainstream, kayaknya aneh.


Mas bisa request ke HRD perusahaan mas bekerja, agar dinon aktifkan kepesertaannya
Ngapain repot-repot? Toh bukan pake duit saya ini bayar preminya?
delimas said…
Ya saya sependapat dengan manusia biasa
yanel said…
Wah terima kasih penulis saya sbnrya agk rgu tpi say mmbca artikel ini saya ykin bget gg mw ikut.. tryta mmg bner lebih baik nbung sndri dan perbyk. Bli yg bsa dju aa l dgn cpt terima ksih.. sya mncri artkel ttg sbuah asurnsi krna sya. Dtwren temen utk ikut mreka mnwarkan mmg yg bgus tpi sya blom ykin mkaya mncri dgoogle tryata mnmukn artkel ini jdi saya brmanfaat skli terma ksih
1 – 200 of 583 Newer Newest

Tulisan Terpopuler

Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian

Sebetulnya cara menggadaikan barang di pegadaian boleh dibilang lebih mudah daripada yang selama ini kita duga. Berikut saya ceritakan pengalaman saya menggadaikan emas (barang yang paling umum digadaikan di pegadaian) di Pegadaian Negeri Slipi Petamburan, Jakarta.
Mengapa memilih Pegadaian? Pegadaian adalah salah satu BUMN yang pernah mau masuk ke bursa saham. Pegadaian memang memiliki aset yang banyak, sehingga dulu Dahlan Iskan berencana membuat PT Pegadaian IPO. Ada banyak sekali barang "sekolahan" yang nggak ditebus sama pemiliknya. Karena nilai pinjaman selalu lebih rendah (atau minimal sama dengan) nilai taksiran barang, otomatis pegadaian jarang merugi.

Menurut saya, setidaknya ada 2 alasan utama mengapa orang lebih senang ke Pegadaian. Pertama, bunga yang ditawarkan Pegadaian lebih rendah daripada rentenir. Pegadaian juga lebih terpercaya karena merupakan perusahaan plat merah. Kedua, prosesnya relatif cepat untuk sekadar mengejar likuiditas. Hampir apa saja bisa di…

Pengalaman Membuat Kartu Kredit

Kalau ada pertanyaan, apa sih yang membuat aplikasi kartu kredit kita diterima atau ditolak oleh bank? Jawaban sebenarnya adalah, tidak ada yang tahu pasti. Katanya harus bekerja minimal setahun, katanya lagi minimal penghasilan harus sekian juta sebulan, katanya lagi mesti ada saldo terendap sekian rupiah di tabungan. Semua serba katanya dan katanya. Bahkan pegawai bank sendiri tidak bisa memberi Anda alasan bila aplikasi kartu kredit Anda ternyata REJECTED.
Namun yang saya tahu, memang ada beberapa hal yang "memperkuat" kemungkinan aplikasi Anda diterima oleh Bank. Beberapa alasan tersebut adalah Bukan tipikal nasabah yang bermasalah Tahukah Anda bahwa sebetulnya data kita di Bank Indonesia memiliki rapor tersendiri. Katakan kita sudah terlanjur mencicil apartemen, dan tercatat beberapa kali menunggak atau telat bayar. Di mata Bank Indonesia, nilai kita sudah minus. Rapor tersebut dikenal dengan sebutan BI Checking, dan laporan ini bisa diakses oleh semua bank dan lembaga…

Syarat KPR BTN Syariah (Seri 1)

Syarat KPR BTN Syariah mirip dengan pengajuan KPR di Bank Syariah lainnya. Prosesnya pun relatif panjang, mulai dari kelengkapan berkas, proses wawancara hingga survey lokasi rumah. Mari kita bahas satu per satu.
Tentang KPR BTN Platinum iB Produk KPR di BTN Syariah pembiayaannya ada berbagai macam. Salah satunya adalah KPR BTN Platinum iB. KPR BTN Platinum iB adalah produk pembiayaan dalam rangka pembelian rumah, ruko, rukan, rusun, atau apartemen bagi nasabah perorangan dengan akad murabahah atau jual beli. Banyak sekali bank yang tidak lagi menalangi pembiayaan, dalam artian rumahnya belum berdiri tapi bank sudah bayar dulu ke developer. Ingat bahwa Bank bukan lembaga sosial dan harus ada untung. Jangan sampai bermunculan developer yang modal dengkul saja, membangun rumah dari uang nasabah dan uang bank.


Keuntungan KPR BTN iB Seperti bank syariah lain, cicilan dari pengembalian pinjaman akan terus tetap nilainya hingga akhir jangka waktu pembiayaan. Kalau sebulan sudah dipatok 1 ju…

Apa Itu Opportunity Cost?

Secara sederhana, opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya yang timbul karena memilih sebuah kegiatan bisnis tertentu dibanding kegiatan bisnis yang lain. Katakanlah Anda memiliki modal bisnis tambahan sebesar Rp 100juta. Dengan uang Rp 100juta tersebut, Anda memilih untuk menambah jumlah mesin, daripada menyewa ruko baru untuk ekspansi regional.

Kegiatan bisnis A : menambah jumlah mesin, menghabiskan dana yang sama dengan kegiatan bisnis B (menyewa ruko baru). Padahal, bila dihitung dan dilakukan riset sedikit, Anda bisa mengetahui bahwa menambah jumlah mesin baru tidak menghasilkan keuntungan yang sebanding bila Anda memilih untuk menyewa ruko baru untuk penetrasi pasar. Keputusan Anda untuk memilih kegiatan bisnis A, berakibat adanya opportunity cost (biaya peluang) Anda tidak bisa menghasilkan keuntungan sebesar ketika Anda memilih kegiatan bisnis B.
Opportunity cost bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat Anda menunggu bis. Ada yang menghabiskan waktu de…