Skip to main content

Apa Syarat Penting Berangkat Haji?

Jika pertanyaan ini mau dijawab dengan jujur, sebenarnya jawaban dari pertanyaan syarat penting berangkat haji hanya : sudah punya uang. Sedangkan alasan-alasan lain hanyalah excuse alias alasan-alasan yang kita buat-buat sendiri. Terkait dengan keadaan "sudah punya uang" ini menyiratkan bahwa agama Islam menyuruh kita untuk jadi orang kaya. Atau setidaknya jangan jadi orang yang gembel-gembel banget, sampe-sampe selama masa produktif dari umur 25 hingga 45 tahun, masak iya tabungan 20 tahun nggak bisa sampe buat biaya haji yang berkisar $4000 saja?
berangkat haji
Penulis masih ingat salah satu pesan dari teman penulis, Aldo, yang di umur belia (kurang lebih 21 tahun, saat masih kuliah) sudah bisa berangkat haji. "Bo, salah satu hikmah dari berhaji adalah minimal sekali dalam seumur hidup, kita pernah ke luar negeri. Melihat luasnya dunia". Daripada jalan-jalan ke Singapore, Hongkong, atau mana saja hanya sekadar shopping-shopping tas branded (yang sebenernya bisa didapat dari eBay atau situs online lain dengan harga murah), lebih baik jalan-jalan ke luar negerinya ditukar dengan "jalan-jalan" ke Arab Saudi.

Naik Haji Modal Rp 500ribu

Kalau kata Ustad Yusuf Mansur, sebenernya hanya perlu gopek ceng alias Rp 500rebu, untuk naik haji. Ya benar, cukup dengan Rp 500ribu saja, kita sudah bisa berhaji. Caranya? Bawa duit gopek ceng ke Bank Syariah, terus bilang mau buka rekening haji. Ya cukup kan? Cukup apa? Cukup untuk membuktikan azzam atau niat kita, bahwa kita benar-benar ingin menunaikan panggilan ilahi. Nanti bila kita punya rejeki lebih, baru mulai menyisihkan 50ribu, 100ribu, atau 1juta ke rekening haji yang sudah kita buat.

Ibadah haji ini termasuk ibadah fisik, jadi semakin kita tua, semakin besar pula kemungkinan kita bakal pulang tinggal nama, alias mokat di tanah suci. Bayangkan saja kalau kita baru berangkat haji di usia di atas 60 tahun. Mengelilingi Ka'bah sekali saja sudah ngos-ngosan. Belum sa'i, belum lempar jumroh. Belum nanti di sana pasti cuacanya beda dengan di tanah air. Hidung meler sudah pasti, badan bisa remuk redam kalau stamina tak kuat. Apalagi nanti kita bersinggungan badan dengan jamaah Afrika, orangnya kasar-kasar. Disenggol sedikit kita bisa jatuh, desak-desakan.

Simulasi Biaya Haji

Mari kita simulasikan, orang yang sama-sama punya uang Rp 25juta. Pak Amir langsung menggunakan mendaftar haji, lalu menabung lagi sekitar 10 tahun sambil menunggu masa berangkat. Sedang Pak Badu, tetap menyimpan Rp 25juta tersebut dalam bentuk RDN atau reksana dana paling optimis (dengan maksud sewaktu-waktu dananya bisa diambil), sambil terus menunggu. Keduanya menabung Rp 1 juta per tahun hingga 10 tahun, dan mendapatkan return 20% (paling optimis) per tahun.

Dari simulasi tersebut kita bisa lihat, memang di akhir tahun ke-10, uang yang dimiliki Pak Badu jauh melebihi Pak Amir. Namun kita mesti ingat bahwa setelah 10 tahun, keadaan sudah tak sama lagi. Pak Badu mungkin punya uang yang lebih banyak, tapi ia tidak bisa langsung berangkat haji. Ia harus menunggu minimal selama 15 tahun (tidak mungkin masa antrinya masih 10 tahun), dan initial cost untuk bayar "DP" haji mungkin sudah bukan Rp 25juta. Setelah tambahan yang 12 tahun itu, dengan mengasumsikan peningkatan biaya haji per tahun sebesar 4% dan penurunan nilai tukar rupiah sebesar 0.5% per tahun, maka hitung saja sendiri berapa yang harus dikeluarkan Pak Badu setelah harus menunggu sekian puluh tahun.

Sedangkan Pak Amir, maksud saya Haji Amir, boleh jadi tak sekaya Pak Badu. Tapi ia telah menginvestasikan waktu, sesuatu yang tak akan bisa kembali. Selagi Pak Badu masih menunggu giliran untuk berangkat haji, kualitas hidup Haji Amir sudah meroket jauh. Dulunya seneng pasang togel, sekarang udah nggak. Sholat selalu tepat waktu, ngaji lancar, nggak pernah ngomongin orang lagi, dsb. Udah Haji men, malu kalo masih maksiat dan cabul.

Jadi, kapan kita ke bank?

Comments

Rekus said…
Kudunya sih setoran awal untuk haji nggak usah gede-gede banget, biar orang makin banyak yang bisa daftar di awal. Udah bayar jigotapi berangkat 20 tahun lagi (lama ngantrinya), :(
Prabowo Murti said…
Hahahaha.. Itu sih emang maenannya Kementerian Agama Pak, mudah-mudahan penyelenggara haji bisa pindah ke kementerian yang laen yang lebih profesional :D
Zafira said…
jadi pengen berangkatin ortu untuk pergi haji :)

Tulisan Terpopuler

Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian

Sebetulnya cara menggadaikan barang di pegadaian boleh dibilang lebih mudah daripada yang selama ini kita duga. Berikut saya ceritakan pengalaman saya menggadaikan emas (barang yang paling umum digadaikan di pegadaian) di Pegadaian Negeri Slipi Petamburan, Jakarta.
Mengapa memilih Pegadaian? Pegadaian adalah salah satu BUMN yang pernah mau masuk ke bursa saham. Pegadaian memang memiliki aset yang banyak, sehingga dulu Dahlan Iskan berencana membuat PT Pegadaian IPO. Ada banyak sekali barang "sekolahan" yang nggak ditebus sama pemiliknya. Karena nilai pinjaman selalu lebih rendah (atau minimal sama dengan) nilai taksiran barang, otomatis pegadaian jarang merugi.

Menurut saya, setidaknya ada 2 alasan utama mengapa orang lebih senang ke Pegadaian. Pertama, bunga yang ditawarkan Pegadaian lebih rendah daripada rentenir. Pegadaian juga lebih terpercaya karena merupakan perusahaan plat merah. Kedua, prosesnya relatif cepat untuk sekadar mengejar likuiditas. Hampir apa saja bisa di…

Pengalaman Membuat Kartu Kredit

Kalau ada pertanyaan, apa sih yang membuat aplikasi kartu kredit kita diterima atau ditolak oleh bank? Jawaban sebenarnya adalah, tidak ada yang tahu pasti. Katanya harus bekerja minimal setahun, katanya lagi minimal penghasilan harus sekian juta sebulan, katanya lagi mesti ada saldo terendap sekian rupiah di tabungan. Semua serba katanya dan katanya. Bahkan pegawai bank sendiri tidak bisa memberi Anda alasan bila aplikasi kartu kredit Anda ternyata REJECTED.
Namun yang saya tahu, memang ada beberapa hal yang "memperkuat" kemungkinan aplikasi Anda diterima oleh Bank. Beberapa alasan tersebut adalah Bukan tipikal nasabah yang bermasalah Tahukah Anda bahwa sebetulnya data kita di Bank Indonesia memiliki rapor tersendiri. Katakan kita sudah terlanjur mencicil apartemen, dan tercatat beberapa kali menunggak atau telat bayar. Di mata Bank Indonesia, nilai kita sudah minus. Rapor tersebut dikenal dengan sebutan BI Checking, dan laporan ini bisa diakses oleh semua bank dan lembaga…

Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi investasi, dan berbagai macam model asuransi lainnya, semakin berkembang sejak tahun 1998 di negeri ini. Mengapa? Karena sejak peristiwa kerusuhan Mei, orang mulai sedikit cemas. Bagaimana mengamankan aset yang sudah diraih, atau memastikan apa yang akan dicapai dalam waktu sekian tahun mendatang? Pendidikan anak saya siapa yang jamin? Kalau mobil saya kenapa-kenapa, duit siapa buat bayar bengkel? Kalau saya satu-satunya tulang punggung keluarga dan mati kena serangan jantung/stroke, siapa yang ngasih makan istri dan anak?



Semua pertanyaan-pertanyaan yang solusinya tidak pasti, seolah-olah bisa dijawab dengan asuransi. Bukannya saya nggak seneng sama asuransi, tapi kalau pertanyaannya adalah "Apakah kita membutuhkan asuransi?" mungkin jawaban sebenarnya adalah "belum tentu". Contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan ap…

Syarat KPR BTN Syariah (Seri 1)

Syarat KPR BTN Syariah mirip dengan pengajuan KPR di Bank Syariah lainnya. Prosesnya pun relatif panjang, mulai dari kelengkapan berkas, proses wawancara hingga survey lokasi rumah. Mari kita bahas satu per satu.
Tentang KPR BTN Platinum iB Produk KPR di BTN Syariah pembiayaannya ada berbagai macam. Salah satunya adalah KPR BTN Platinum iB. KPR BTN Platinum iB adalah produk pembiayaan dalam rangka pembelian rumah, ruko, rukan, rusun, atau apartemen bagi nasabah perorangan dengan akad murabahah atau jual beli. Banyak sekali bank yang tidak lagi menalangi pembiayaan, dalam artian rumahnya belum berdiri tapi bank sudah bayar dulu ke developer. Ingat bahwa Bank bukan lembaga sosial dan harus ada untung. Jangan sampai bermunculan developer yang modal dengkul saja, membangun rumah dari uang nasabah dan uang bank.


Keuntungan KPR BTN iB Seperti bank syariah lain, cicilan dari pengembalian pinjaman akan terus tetap nilainya hingga akhir jangka waktu pembiayaan. Kalau sebulan sudah dipatok 1 ju…

Apa Itu Opportunity Cost?

Secara sederhana, opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya yang timbul karena memilih sebuah kegiatan bisnis tertentu dibanding kegiatan bisnis yang lain. Katakanlah Anda memiliki modal bisnis tambahan sebesar Rp 100juta. Dengan uang Rp 100juta tersebut, Anda memilih untuk menambah jumlah mesin, daripada menyewa ruko baru untuk ekspansi regional.

Kegiatan bisnis A : menambah jumlah mesin, menghabiskan dana yang sama dengan kegiatan bisnis B (menyewa ruko baru). Padahal, bila dihitung dan dilakukan riset sedikit, Anda bisa mengetahui bahwa menambah jumlah mesin baru tidak menghasilkan keuntungan yang sebanding bila Anda memilih untuk menyewa ruko baru untuk penetrasi pasar. Keputusan Anda untuk memilih kegiatan bisnis A, berakibat adanya opportunity cost (biaya peluang) Anda tidak bisa menghasilkan keuntungan sebesar ketika Anda memilih kegiatan bisnis B.
Opportunity cost bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat Anda menunggu bis. Ada yang menghabiskan waktu de…