Skip to main content

Strategy for Business : Simple Approach

When people start thinking about running a great company, most of time they just overthink. They start comparing their plan with the existing ones such as Microsoft, Google, Oracle, or others. The more they think about the giants, the more difficult they take a little baby step. They think they need more money to build their business. They think that the tension of competition is high. They think they will not have enough luck in the long run. They think they will end up as a loser, just like the others.

light bulb

Don't overthink. Don't make it perfect.

The problem of thinking too much is that you will make your vision more vague. Your business is not started yet, but you already made some delusive possibilities. You block your own way to the freedom, to be successful.

When people see you start a very new and rare kind of business, they will say "Gosh, I guarantee you will fail. Nobody wants to buy a bloody pink hat in graduation ceremony". But if you try to mimic the Coca Cola, of Kentucky Fried Chicken, you will hear another sound saying "You're not going to make it. People are loyal to some popular brands". The solution of this case is simple : be dull of hearing. Do what you need to do.

Start it. And start it now.

My coworker has a story. His brother told him that he wanted to start a very successful business, as brilliant as an idea of selling the roasted peanuts (in Indonesia, there is an idiom for a product that gets a very high demand = "laris manis seperti kacang goreng" = in high demand just like roasted peanuts). "So, what do you sell?" my co-worker asked. "Damn sure, roasted peanuts!!" Don't think such a complicated solution. There should be a quick fix to get the problem solved.

Another clownish story, still by the same person. He made an online store with "acrylic" as the part key of the domain name. Unfortunately, we stumbled on another domain contains "akrilik" (note the letter "i"), the more familiar word in Indonesia. We, as people who sit more than 10-hours sucking screen and write software codes, then "whois" that domain so we can grasp the owner's name. From the whois information, we were riffing through another dull outmoded archaic online shops he owned.

Then, we came to a conclusion that the person is not so tech savvy. But heck, the online shops are running. He sells! Look, we spent most of our entire lives learning HTML / CSS / JavaScript / PHP, you named it.. Yet we still have one and only online shop powered by the most convincing e-commerce framework, but with big header says "UNDER CONSTRUCTION"?

The moral of the story is that you should start with the "Simple Approach".

What is "Simple Approach" and how come this can be a powerful strategy for our business?

The "Simple Approach" just some phrase that stumbled and crossed my mind, but you probably found it easily elsewhere. The approach believes that every single problem should be solved using the very least and minimum effort. 
Every single problem should be solved using the very least and minimum effort
In practice, we just don't give much sweat to a business challenge, and we should act like we know nothing. We should be dumb and oafish. We should forget that we hold some titles from BSc, MBA, PhD, whatever. We should forget what the text-book said. We should ask ourselves these kind of simple questions :

"How do I fix this broken roof, if I'm not getting a bachelor degree of engineering from Oxford University?"
"He doesn't even go to school. How come he could own more than 100 companies?"
"I spent 4 years studying and reading billions of reference of car machines. A trashman comes with a hammer, knock some part of my hood, and fvck... It's just fixed"

Wanna sell your cookies? Start bake it. Don't worry if it tastes like a shit. Sell it anyway.

Comments

Tulisan Terpopuler

Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian

Sebetulnya cara menggadaikan barang di pegadaian boleh dibilang lebih mudah daripada yang selama ini kita duga. Berikut saya ceritakan pengalaman saya menggadaikan emas (barang yang paling umum digadaikan di pegadaian) di Pegadaian Negeri Slipi Petamburan, Jakarta.
Mengapa memilih Pegadaian? Pegadaian adalah salah satu BUMN yang pernah mau masuk ke bursa saham. Pegadaian memang memiliki aset yang banyak, sehingga dulu Dahlan Iskan berencana membuat PT Pegadaian IPO. Ada banyak sekali barang "sekolahan" yang nggak ditebus sama pemiliknya. Karena nilai pinjaman selalu lebih rendah (atau minimal sama dengan) nilai taksiran barang, otomatis pegadaian jarang merugi.

Menurut saya, setidaknya ada 2 alasan utama mengapa orang lebih senang ke Pegadaian. Pertama, bunga yang ditawarkan Pegadaian lebih rendah daripada rentenir. Pegadaian juga lebih terpercaya karena merupakan perusahaan plat merah. Kedua, prosesnya relatif cepat untuk sekadar mengejar likuiditas. Hampir apa saja bisa di…

Apa Itu Opportunity Cost?

Secara sederhana, opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya yang timbul karena memilih sebuah kegiatan bisnis tertentu dibanding kegiatan bisnis yang lain. Katakanlah Anda memiliki modal bisnis tambahan sebesar Rp 100juta. Dengan uang Rp 100juta tersebut, Anda memilih untuk menambah jumlah mesin, daripada menyewa ruko baru untuk ekspansi regional.

Kegiatan bisnis A : menambah jumlah mesin, menghabiskan dana yang sama dengan kegiatan bisnis B (menyewa ruko baru). Padahal, bila dihitung dan dilakukan riset sedikit, Anda bisa mengetahui bahwa menambah jumlah mesin baru tidak menghasilkan keuntungan yang sebanding bila Anda memilih untuk menyewa ruko baru untuk penetrasi pasar. Keputusan Anda untuk memilih kegiatan bisnis A, berakibat adanya opportunity cost (biaya peluang) Anda tidak bisa menghasilkan keuntungan sebesar ketika Anda memilih kegiatan bisnis B.
Opportunity cost bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat Anda menunggu bis. Ada yang menghabiskan waktu de…

Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Beli Asuransi

Asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi investasi, dan berbagai macam model asuransi lainnya, semakin berkembang sejak tahun 1998 di negeri ini. Mengapa? Karena sejak peristiwa kerusuhan Mei, orang mulai sedikit cemas. Bagaimana mengamankan aset yang sudah diraih, atau memastikan apa yang akan dicapai dalam waktu sekian tahun mendatang? Pendidikan anak saya siapa yang jamin? Kalau mobil saya kenapa-kenapa, duit siapa buat bayar bengkel? Kalau saya satu-satunya tulang punggung keluarga dan mati kena serangan jantung/stroke, siapa yang ngasih makan istri dan anak?



Semua pertanyaan-pertanyaan yang solusinya tidak pasti, seolah-olah bisa dijawab dengan asuransi. Bukannya saya nggak seneng sama asuransi, tapi kalau pertanyaannya adalah "Apakah kita membutuhkan asuransi?" mungkin jawaban sebenarnya adalah "belum tentu". Contoh saja, kalau umur Anda 25 tahun, masih segar bugar, tidak punya tanggungan siapa-siapa (hidup sendiri alias masih single), agak mengherankan ap…

Syarat KPR BTN Syariah (Seri 1)

Syarat KPR BTN Syariah mirip dengan pengajuan KPR di Bank Syariah lainnya. Prosesnya pun relatif panjang, mulai dari kelengkapan berkas, proses wawancara hingga survey lokasi rumah. Mari kita bahas satu per satu.
Tentang KPR BTN Platinum iB Produk KPR di BTN Syariah pembiayaannya ada berbagai macam. Salah satunya adalah KPR BTN Platinum iB. KPR BTN Platinum iB adalah produk pembiayaan dalam rangka pembelian rumah, ruko, rukan, rusun, atau apartemen bagi nasabah perorangan dengan akad murabahah atau jual beli. Banyak sekali bank yang tidak lagi menalangi pembiayaan, dalam artian rumahnya belum berdiri tapi bank sudah bayar dulu ke developer. Ingat bahwa Bank bukan lembaga sosial dan harus ada untung. Jangan sampai bermunculan developer yang modal dengkul saja, membangun rumah dari uang nasabah dan uang bank.


Keuntungan KPR BTN iB Seperti bank syariah lain, cicilan dari pengembalian pinjaman akan terus tetap nilainya hingga akhir jangka waktu pembiayaan. Kalau sebulan sudah dipatok 1 ju…