Apa Itu Opportunity Cost?

Secara sederhana, opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya yang timbul karena memilih sebuah kegiatan bisnis tertentu dibanding kegiatan bisnis yang lain. Katakanlah Anda memiliki modal bisnis tambahan sebesar Rp 100juta. Dengan uang Rp 100juta tersebut, Anda memilih untuk menambah jumlah mesin, daripada menyewa ruko baru untuk ekspansi regional.


Kegiatan bisnis A : menambah jumlah mesin, menghabiskan dana yang sama dengan kegiatan bisnis B (menyewa ruko baru). Padahal, bila dihitung dan dilakukan riset sedikit, Anda bisa mengetahui bahwa menambah jumlah mesin baru tidak menghasilkan keuntungan yang sebanding bila Anda memilih untuk menyewa ruko baru untuk penetrasi pasar. Keputusan Anda untuk memilih kegiatan bisnis A, berakibat adanya opportunity cost (biaya peluang) Anda tidak bisa menghasilkan keuntungan sebesar ketika Anda memilih kegiatan bisnis B.

Opportunity cost bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat Anda menunggu bis. Ada yang menghabiskan waktu dengan hanya sekadar melamun/termenung, atau tidur, atau membaca buku. Tentu, orang yang menghabiskan waktu dengan termenung, akan melahirkan opportunity cost bila dibandingkan orang yang menghabiskan waktu untuk membaca dan meningkatkan wawasan/pengetahuannya. Bila mau "diuangkan", bisa saja kita berandai-andai waktu yang digunakan orang untuk membaca ini disamakan dengan waktu untuk (katakan) bertransaksi bisnis.

Contoh lain yang lebih besar, yang dahulu pernah dekat dengan kita adalah saat harga BBM ingin dinaikkan guna mengurangi beban anggaran negara untuk subsidi. Uang yang dianggarkan sedemikian besar, yakni mencapai Rp 100 trilyun. Ini jumlah uang yang bukan main-main. Bila diibaratkan negara ini seperti sebuah perusahaan besar dengan aset gila-gilaan. Masalahnya, belum tentu semua orang melihatnya demikian. Orang (biasa) hanya menilai bahwa kenaikan harga BBM akan menimbulkan chaos yang lebih besar daripada ketika BBM tetap disubsidi. Padahal (menurut penulis), ada opportunity cost saat pemerintah lebih memilih untuk memanfaatkan anggara demi mempertahankan harga BBM.

Berapa besar uang yang dihasilkan oleh orang yang memilih untuk memanfaatkan waktu dengan baik? Berapa besar lost (kerugian) yang dialami orang yang salah memilih? Apakah benar, hanya pengalamanlah yang membuat orang akan cepat dan tepat mengambil keputusan? Anda yakin, saat Anda memilih untuk membaca tulisan ini hingga habis, tidak ada opportunity cost yang Anda terima?

My name is Prabowo Murti. I work as a web programmer. Drop an email to prabowo.murti gmail com, and I will reply soon.

Silakan berkomentar, insya Allah akan kami jawab. Terima kasih