Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2013

Alasan Salah Kaprah : Saya Tidak Punya Bakat Bisnis

Salah satu alasan yang sering dijadikan orang saat ditanya mengapa tidak terjun menjadi pengusaha adalah Saya tidak punya bakat bisnis... Alasan ini sedemikian ngetop sehingga dijadikan pembenaran bagi banyak sekali orang. Kalau kita cermati lagi, sebenarnya bisa atau tidaknya seseorang berbisnis tidak ada kaitannya dengan gen, keturunan, atau skill bawaan lahir. Jadi, celetukan "Ah, dia kan nurun dari orang tuanya yang pengusaha, wajar saja lah.." agak aneh di telinga saya.

Kita tidak pernah mendengar orang berkomentar, "Dia kan anak karyawan, jadi besarnya juga jadi karyawan". Menjadi karyawan, sama seperti menjadi pengusaha, juga bukan bakat atau sifat lahir. Ketika ada pengusaha yang kebenaran orang tuanya adalah juga pengusaha, boleh jadi "dilatih" untuk menjadi pengusaha sejak kecil. Misalnya, karena sering melihat orang tuanya jaga toko, melihat berbagai macam model transaksi, dll.
Skill bisnis, layaknya skill-skill profesi lainnya, sebenarnya bis…

Apa Itu Time Value of Money?

Tahukah Anda apa itu Time Value of Money? Di beberapa referensi, padanan kata dari istilah Time Value of Money (biasa disingkat TVoM) dalam Bahasa Indonesia adalah "Nilai Waktu Uang". Dalam tulisan kali ini, penulis ingin memberi pengertian Time Value of Money dengan sedikit contoh.



Jika kita disuruh memilih diantara 2 hal berikut : diberi Rp 10 juta saat ini, atau Rp 10 juta tapi kita harus menunggu 1 tahun lagi? Kebanyakan kita akan memilih pilihan pertama. Alasannya sederhana, di kedua pilihan tersebut, kondisi yang tetap adalah nilai ekstrinsik uangnya (senilai Rp 10 juta). Namun uang Rp 10 juta saat ini, akan lebih bermanfaat bila ada sekarang daripada setahun yang akan datang.

Contoh lain lagi. Anda disuruh memilih antara Rp 10 juta saat ini, atau Rp 10.400.000 namun harus menunggu satu tahun yang akan datang (dengan asumsi interest/bunga sebesar 5% p.a)? Dari segi nilai ekstrinsik, Rp 10,4 juta lebih menggiurkan. Namun, bila Anda mengambil pilihan pertama, Rp 10 juta …

Menilai Bisnis Yang Sustainable

Dalam dunia industri, ada bidang-bidang bisnis yang sustainable (penulis agak sulit mencari padanan kata yang tepat. Mungkin "keberlangsungan"?). Misalnya, soal pendidikan. Mungkin trennya akan berubah, tapi tidak drastis. Contoh lain, tambang batubara. Mungkin trennya berubah, tapi tidak terlalu cepat. Orang akan butuh tempat pendidikan formal, dan untuk batubara, orang masih mencari sumber energi yang murah meriah (walau dampak lingkungannya sukar dipertanggungjawabkan).


Bisnis-bisnis yang sustainability-nya lama, akan menumbuhkan semangat para pelaku usaha, karena mereka bakal "lebih jarang banting setir". Industri telekomunikasi misalnya, susah mati karena orang masih butuh untuk berkomunikasi. Apalagi yang sudah menyangkut hajat hidup orang banyak seperti makanan, obat-obatan (termasuk rumah sakit dan dunia medis), atau pakaian. Seperti yang penulis ungkapkan di awal, mungkin trennya bisa berubah sedikit, tapi tak sedemikian drastis.
Apakah semua bisnis yang …

Apa Itu Opportunity Cost?

Secara sederhana, opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya yang timbul karena memilih sebuah kegiatan bisnis tertentu dibanding kegiatan bisnis yang lain. Katakanlah Anda memiliki modal bisnis tambahan sebesar Rp 100juta. Dengan uang Rp 100juta tersebut, Anda memilih untuk menambah jumlah mesin, daripada menyewa ruko baru untuk ekspansi regional.

Kegiatan bisnis A : menambah jumlah mesin, menghabiskan dana yang sama dengan kegiatan bisnis B (menyewa ruko baru). Padahal, bila dihitung dan dilakukan riset sedikit, Anda bisa mengetahui bahwa menambah jumlah mesin baru tidak menghasilkan keuntungan yang sebanding bila Anda memilih untuk menyewa ruko baru untuk penetrasi pasar. Keputusan Anda untuk memilih kegiatan bisnis A, berakibat adanya opportunity cost (biaya peluang) Anda tidak bisa menghasilkan keuntungan sebesar ketika Anda memilih kegiatan bisnis B.
Opportunity cost bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat Anda menunggu bis. Ada yang menghabiskan waktu de…