Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2012

Melirik Bisnis Nike Fuel Band di Indonesia

Mungkin pembaca sudah banyak yang mengetahui tentang Nike Fuel Band, bracelet multifungsi dari Nike yang dirilis di awal tahun 2012 silam. Produk ini segera mendapat perhatian pecinta olahraga dan aktivitas ekstrim karena beragam fungsi yang mantap. Pada dasarnya "gelang" ini hanyalah jam, accelerometers (3 buah), dan sebuah inovasi keren. Dengan algoritma tertentu, Nike Fuel Band dapat mendeteksi gerakan pemakainya (melompat, berlari, berenang (yup, waterproof), dsb). Harganya saat ini di Nike Store adalah USD 149. Distributor Resmi Nike di Indonesia Untuk Indonesia, distributor resmi untuk ritel Nike salah satunya dipegang oleh PT Berca Sportindo yang berada di bawah naungan grup BRG (PT Central Cipta Murdaya). Sayangnya, perusahaan ini tidak menjual produk Nike Fuel Band di Indonesia. Untuk di Singapore, produk ini dijual 4 bulan sejak Nike Fuel Band diluncurkan pertama kali di US. Sebenarnya selain PT Berca Sportindo, ada lagi distributor resmi Nike untuk Indonesia, yait…

Pentingnya Dukungan Orang Sekitar

Sering kali kita mengalami penurunan semangat, hanya karena selentingan atawa komentar yang bernada negatif. Berapa kali kita menerima celetukan seperti berikut: Ah, mana mungkin kamu bisa, kan kamu tidak punya bakat dagang?
Kalau mau bisnis dan berhasil, harus punya modal yang besar!
Saya ragu bisnis seperti itu akan sukses...
Banyak loh yang sudah gagal sebelumnya
Dan sejuta macam komentar bernada sindiran lainnya. Inilah pentingnya memiliki keluarga, teman, atau lingkungan yang selalu mendukung. Salah satu caranya adalah dengan bergabung dalam komunitas dengan hobi sejenis. Bila kita cenderung bergaul dengan orang-orang yang selalu berpikiran buruk, plus tidak ada semangat hidup, otomatis auranya akan turut serta. Potensi kita yang sebenarnya besar, tertimbun oleh pesimisme orang-orang yang bahkan sering tidak mengenal kita.
Yang kita perlukan adalah seseorang yang mendorong kita dari belakang. Yang tidak menertawakan kita saat kita jatuh. Yang senantiasa memotivasi, dan melihat s…

Bangkit Dari Rasa Sakit Hati Karena Penipuan (Dagang)

Mungkin dalam dunia usaha, kita sering berkenalan, komunikasi, atau dikenalkan teman, dengan seorang yang cukup meyakinkan. Meyakinkan dalam arti ia memiliki skill verbal yang mantap, sehingga ketika berbicara sangat persuasif. Insan bisnis yang baru kita saja kita kenal ini, membuat kita tertarik untuk melakukan kerjasama dengannya.




Waktu berlalu, namun tidak ada tanda-tanda kehidupan dari "bisnis" yang kata "rekanan" kita itu menguntungkan. Kita coba kirim SMS ke sang "rekanan". Tidak dibalas. Kita coba telpon, ternyata tidak tersambung. Hati kita mulai cemas. Uang yang kita "investasikan" untuk "bisnis" dari sang "rekanan" cukup besar dan lumayan jumlahnya. Namun kita masih optimis, kita tunggu sehari dua hari.
Masih juga tak ada kabar. Kita coba langsung menuju alamat yang pernah ia beri, yang tertunjuk di kartu nama yang kita duga hanya menghabiskan 25ribu rupiah untuk 100 lembar kartu nama. Setelah sampai di alamat dima…

Menyikapi Suap Dalam Dunia Bisnis

Sebagai seorang mantan (atau calon, karena sebentar lagi saya akan berhenti dari status pegawai) pengusaha, saya ingin berbagi sedikit cerita tatkala saya memulai bisnis kira-kira 3 tahun yang lalu. Cerita tentang ketidakberesan sebuah sistem birokrasi negeri ini, yang semoga dapat dengan cepat segera kita selesaikan bersama-sama.

Ceritanya untuk mendapatkan akses internet, hanya ada satu penyedia jasa internet di kampung saya. ISP (Internet Service Provider) tersebut adalah bagian dari sebuah perusahaan plat merah. Perusahaan lainnya tidak ada yang berani bersanding, mungkin karena kondisi pasar yang kurang menguntungkan (maklum kondisi geografis adalah kendala besar). Saya mulai untuk bernegosiasi dengan "kepala naga", yaitu orang yang menjadi manager di region saya.
Negosiasi sungguh alot, sejak saya mulai menapaki jalur "konvensional", alias via telpon, datang ke customer service, mengisi formulir, dlsb. Pada akhirnya, setelah kurang lebih menunggu selama 3 bu…

Modal Bisnis Yang Sebenarnya

Dalam sebuah mata kuliah kewirausahaan di sebuah Universitas ternama di Yogyakarta, seorang dosen bertanya pada semua mahasiswanya, sebuah pertanyaan klasik sebenarnya.
Mengapa orang tidak terjun ke bisnis? "Karena tidak ada modal, Pak!" salah seorang mahasiswa menjawab. Sang dosen pun mengeluarkan dompetnya, mengambil beberapa lembar uang pecahan 100 ribu rupiah, dan menantang balik sang mahasiswa. "Oke, ini ada 2 juta rupiah. Kalau kamu butuh lebih banyak dari ini, akan saya sediakan. Butuh berapa, 5 juta, 10 juta, 20 juta, 100 juta? Akan saya sediakan"



Mahasiswa tersebut terdiam dan kebingungan. "Kalian bisa lihat, sebenarnya kapital, uang, bukanlah modal utama untuk memulai sebuah bisnis. Modal bisnis yang sebenarnya ada pada hati setiap insan entrepreneur. Modal bisnis yang sebenarnya adalah attitude". Kebanyakan kita juga sering salah kaprah tentang ini. Dikiranya uang adalah segalanya.
Justru pertanyaan yang harus dijawab sebelum memulai usaha, apa…